Tampilkan postingan dengan label gag jelas :S. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gag jelas :S. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

Selamat Hari Blogger Nasional

Yayy!! Ini rekor terlamaku meninggalkan blog ini, 5 bulan lebih, fantastic! *padahal sungguh ini bukan hal yang patut dibanggakan :P

5 bulan lebih meninggalkan rumahku ini, Jejak Si Miaw, tak terasa hari ini tiba-tiba bertemu dengan Hari Blogger Nasional. Teman-teman blogger banyak yang bersuka-ria merayakan momen ini, walau hanya dengan melempar status di berbagai media sosial. Tapi aku... Hmm... Rasanya aku malu untuk sekedar nyetatus Selamat Hari Blogger Nasional. Apa-apaan kan, wong aku sedang cuti panjang dari dunia blogger. Iya, selama 5 bulan lebih ini aku sama sekali tidak pernah menyentuh rumahku sendiri, apalagi mengunjungi rumah orang lain.

Lagi-lagi, alasannya klasik, seperti yang sudah-sudah, atau seperti alasan kebanyakan blogger, yaitu tidak sempat a.k.a tidak ada waktu a.k.a malas. Intinya itu sih. Adapun alasan lainnya ya itu sih sebagai alasan penunjang aja, hehe..

Aku masih sangat ingat, aku terakhir menulis postingan blog pada tanggal 15 April lalu. Setelah itu, datang berbagai situasi dan kondisi yang membuatku malas ngeblog. 

Pertama, aku sakit pasca imunisasi di usia kehamilanku ke-3 bulan, lumayan lama, lebih dari 2 minggu. Awalnya hanya batuk-pilek biasa. Lama-lama demam, lemas, bahkan diare panjang. Dalam sehari aku bisa BAB -gak normal- minimal 6 kali. Sudah lah sedang demam, tapi harus bolak-balik kamar mandi dan menyentuh air terus, jadi lah demamnya semakin lama.

Kedua, setelah sembuh dari sakit panjang, laptop yang biasa kugunakan ngeblog nge-hang. Sudah diinstal ulang pun tetap saja lemot. Mungkin karena faktor U dan mungkin karena dia sudah lelah diforsir terus untuk Sakola Printing, akhirnya dia ingin diperlakukan secara khusus. Well, akhirnya hanya ada 1 laptop yang bisa digunakan secara aktif, dan laptop itu lebih diprioritaskan untuk operasional Sakola Printing. Laptop pribadiku sendiri tidak bisa digunakan leluasa karena kabel charger-nya sudah rusak, biasa kusebut dia charger senggol-bacok, hahaha... Karena bergeser atau tersenggol sedikit saja, ya sudah, laptopnya mati. Maklum, batre laptopnya sudah lama wafat. Laptopnya juga sudah tua, sudah dari 2009 dia bersamaku, wajar kalau sekarang dia sudah tidak setangguh dulu.

Ketiga, kesibukan mengurus Sakola Printing dan Famysa Batik & Handmade benar-benar mengalihkanku dari dunia ngeblog. Apalagi di Sakola Printing, hari demi hari, pelanggannya makin ramai, orderannya makin numpuk, sedangkan sampai saat ini belum ada karyawan tetap, hanya ada beberapa orang yang biasa dipanggil untuk bantu-bantu pekerjaan fisik. Untuk pekerjaan non fisik (desain, depan laptop) tetap saja masih ditangani aku dan suami. Ternyata sangat tidak mudah mencari karyawan yang mumpuni di kampungku sini. Kampung dasar yaa -___-

Keempat, perutku semakin membesar. Semakin tua usia kandungan, semakin besar perut, tentunya semakin beragam keluhan-keluhan yang datang. Keluhan-keluhan itu yang membuatku semakin melupakan blogku. Bahkan pekerjaan di Sakola Printing dan Famysa pun perlahan-lahan aku kurangi. 

Sekarang, entah kenapa aku ada kemauan untuk menulis postingan ini, hahaha... Alhamdulillah beberapa minggu yang lalu Sakola Printing membeli laptop baru, laptop yang spesifikasinya lebih baik dari laptop-laptop koleksi Sakola Printing lainnya :D Sekarang saja aku menulis sambil selonjoran dan senderan. Ah senangnyaa bisa menulis lagi di laptop tanpa duduk lesehan atau duduk di kursi ala-ala orang kantoran, daan tentunya tanpa repot colok-colok kabel charger... Hihihi...

Oh iya, teman-teman, beberapa hari lagi insya Alloh bayiku akan lahir ke dunia ini :) HPL-nya sih tanggal 30 Oktober besok. Tapi sampai hari ini sepertinya aku masih belum mendapat tanda-tanda mulas akan melahirkan, hehehe... Mohon doanya yaa supaya persalinanku nanti lancar.. Aku dan bayiku diberi kekuatan dan kesehatan, aamiin ^^

Semoga sajaa mulai hari ini aku bisa konsisten ngeblog lagi, bisa ikut meramaikan dunia blogger lagi, bisa ikut lomba-lomba ngeblog lagi, bisa ikut event-event blogger lagi, hihihi... Dan oh iya, semoga jugaa aku bisa merealisasikan wacanaku yang mau membuat blog khusus untuk anakku. Kan biar unyu bin kekinian yaa, hahaha :P

Sudah dulu yaa... bubye :* :*

by. si Famysa, si perut semangka, kaki gajah, gaya pinguin :P

Selasa, 07 April 2015

Miss The Past

Hello, April… How are you?

Tiga hari pertama di bulan April ini, kondisi badanku gak karuan. Aku kedinginan sepanjang hari, padahal cuaca sedang hot-hotnya bukan? Menjelang duhur, aku semakin kedinginan. Tepat jam 12 siang, bukannya siap-siap sholat duhur, aku malah pergi ke kamar, berbaring dibalut selimut. Rasanya dingin sekali. Aku seperti orang sakit. Hanya saja hanya dingin dan mual yang aku rasakan, tidak ada keluhan lain seperti pusing atau demam seperti yang biasanya menyerang orang sakit. Entah kenapa, aku juga gak tahu. Yang jelas, kedinginanku semakin menjadi kalau aku keramas. Sejak diserang kedinginan itu, sekarang aku jadi jarang keramas deh, agak parno sih, haha..

Lalu tiga hari berikutnya, setelah tidak kedinginan lagi, aku pergi-pergian setiap hari. Waktu di rumah, di depan laptop jadi berkurang deh, makanya gak ada postingan selama 6 hari belakangan ini *alibi :P.

Di tiga hari pertama bulan April, aku semakin susah makan, bahkan berlanjut sampai sekarang. Makan ini gak enak, itu gak enak. Padahal intensitas ‘kelaparan’ semakin bertambah. Lapar sedikit saja, tapi tidak ada makanan yang bisa kumakan, aku bisa langsung lemas. Badanku seperti bergetar. Yaa seperti orang kelewat makan biasanya. Bedanya, serangan itu bisa datang sebelum jam 12 siang. Kalau aku sedang normal mah serangan itu paling-paling datang jam 3-an.

Yang kuinginkan saat susah makan akut di tiga hari pertama di bulan April ini adalah rujak buah-buahan masam. Oh sampai saat ini aku selalu membayangkan bisa ngerujak manga muda. Enak kali yaa… Sayangnya kehamilanku tidak bertepatan dengan musim manga, huhu.. Tak ada mangga, belimbing pun jadi deh. Alhamdulillah pohon belimbing di kebun belakang rumah sedang berbuah lebat. Tiap hari aku jadi bisa makan yang masam.

Di tiga hari pertama di bulan April ini, selain kondisiku yang kacau, hatiku juga jadi sangat mellow. Tiba-tiba waktu ngerujak sama Ibank, aku teringat masa-masa sulit yang keluargaku lalui dulu. Tiba-tiba aku cerita pada  Ibank…

Dulu aku setiap hari ikut Bapa mengantar kue ke beberapa rumah sekecamatan ini. Waktu itu ada program –dari kecamatan, kalau tidak salah- bagi-bagi kue sehat ke beberapa keluarga terpilih. Keluarga terpilih itu adalah keluarga yang memiliki anak kecil, namun kurang mampu. Jadi lah ada bagi-bagi kue sehat ini sebagai pengganti jajan anak-anak mereka. Kuenya tiap hari beda-beda. Yang kuingat beberapa diantaranya adalah bolu kukus, buras/arem-arem, lemper, bakpao, kue naga, kue putri ayu, risoles. Semuanya enak-enak, semuanya besar-besar ukurannya, semuanya dibuat high quality, gak ngasal.

Setiap hari aku, Mamah, dan Bapa membungkus kue-kue itu. Rumah kami selalu penuh oleh kue. Aku juga jadi bisa makan kue-kue enak itu setiap hari, kalau ada sisa, atau kalau ada rumah tujuan yang kosong (penghuninya tidak di rumah). Motor Bapa, depan, belakang, penuh oleh kue-kue itu. Aku biasanya duduk di depan, berdesakan dengan kresek besar berisi kue. Entah ke desa mana saja kami pergi, aku tidak ingat. Yang kuingat hanya jaauuuuh sekali… Panas… Berdebu… Masuk ke kebun tebu… Melewati banyak sawah dan jalanan jelek. Ah. Kadang aku merengek capek pada Bapa. Tapi entah kenapa Bapa selalu membawaku pergi setiap aku ingin ikut, padahal aku sering mengeluh, hehe.. Awal-awal perjalanan, aku masih bisa turun dari motor, ikut Bapa mengetuk pintu rumah ke pintu rumah. Kadang ada juga penghuni satu atau dua rumah yang mengajak Bapa mengobrol dulu, menyuguhi kami makanan dan minuman. Aku senang ketika aku bertemu dengan makanan dan minuman, tapi aku juga tidak senang karena jika Bapa mengobrol dulu, biasanya kami akan pulang larut. Tapi di tengah perjalanan, apalagi menjelang akhir, aku sudah tidak mood, aku akan tetap duduk di motor dan menyuruh Bapa cepat-cepat, jangan mengobrol dulu, haha..

Aku ingat sekali.. Saat aku mengeluh capek dan lapar pada Bapa, Bapa berhenti di warung dan membelikanku air mineral. Padahal aku kan lapar, aku ingin makan, ingin jajan, bukan ingin minum. Tak jarang aku ngambek pada Bapa, hehe.. Tapi seingatku Bapa tidak pernah memarahiku.

Tanpa sadar, aku pun menangis sambil ngerujak. Mellow banget yaa :(

Jujur, aku sangat merindukan masa-masa itu. Masa-masa dimana Bapa dan Mamah saling menguatkan walau kondisi ekonomi kami pas-pasan, bahkan mungkin kekurangan. Masa-masa dimana kami selalu bersama setiap hari. Masa-masa dimana Bapa selalu menjadi Bapa yang rendah hati, Bapa yang tidak banyak omong, Bapa yang mengajarkanku banyak hal. Aku rindu semuanya. Jika dulu aku tahu ternyata kekayaan hanya akan memisahkan kami, aku pasti akan lebih memilih tetap seperti dulu. Hidup serba kekurangan, tapi tidak kekurangan kasih sayang dari kedua orang tua. Dan seandainya aku bisa melakukan pertukaran, aku ingin menukar masa sekarang dengan masa laluku. Aku ingin orang tuaku bersama kembali. Dengan begitu, tidak akan ada masalah demi masalah yang datang silih berganti akibat perceraian mereka.

Tiga hari pertama di bulan April ini, aku teringat pada dua buah CD berisi foto-fotoku waktu pesantren di Daarut Tauhiid. Aku ingat, di CD itu ada foto waktu aku diwisuda. Aku, Mamah, Bapa, adikku, Aa Gym, dan Teh Ninih; ya, aku ingat ada foto ini! Itu berarti hanya di CD itu lah aku punya foto lengkap bersama keluargaku. Karena pasca bercerai, Mamah membuang semua foto Bapa, aku jadi tidak punya lagi foto masa kecil bersama Mamah dan Bapa, higs..

Aku terus mencari CD itu. Seisi rumah kuobrak-abrik demi mencari CD itu. Tapiii… Hasilnya nihil. Aku lupa dimana menyimpannya. Memang sudah lama sekali aku tidak pernah membuka CD itu. Kapan terakhir kalinya saja aku sudah lupa. Higs.. Dimana yaa? Adakah yang bisa membantuku? Aku sangat berharap bisa menemukan CD itu :’(

by. si Famysa, rindu...

Kamis, 26 Maret 2015

Lupa Hari

Aduuuh, kemarin kacau banget deh rasanya. Saking kacaunya, aku sampai lupa kalau kemarin hari Rabu. Entah kenapa di alam bawah sadarku, kemarin itu hari Kamis, dan besok (hari ini) adalah Jumat. Tapi kok pas mau tidur, pas sudah selesai nulis blog, aku tiba-tiba ingat kemarin itu hari Rabu. Haha...

Jadi deh Rabu kemarin gak nulis postingan #ReboNyunda. Hhh... Dasar lupa... -_-

Sudah mah akunya lupa hari, eh pas aku tanya Ibank gini, "Ke Bandungnya hari Jumat? Besok dong?", dan Ibank jawabnya, "Iya, besok." Yaa aku jadi gak curiga kalau aku sedang lupa hari. Kenapa Ibank gak jawab lusa? Atau jangan-jangan dianya juga lupa hari sama kayak aku. Haha... 

Biasanya penyakit lupa hari ini diderita oleh orang yang kerjanya di rumah ya, atau oleh orang yang kebanyakan liburan. Kalau pegawai kantoran, anak sekolah, mahasiswa sih kayaknya gak bakalan lupa hari. Eh kecuali mahasiswa yang libur semesterannya lamaa, kadang suka lupa hari juga tuh *aku itu sih :P. 

Semogaa kemarin adalah terakhir kalinya aku lupa hari.. 

Gawat juga ternyata kalau lupa hari. Lupa hari Rabu, jadi gak nulis postingan #ReboNyunda. Jangan-jangan kalau lupa hari Jumat, aku jadi lupa juga setrikain baju kokonya Ibank buat Jumatan :P

Yaa sudah lah... Mari kita akhiri.. :D

by. si Famysa, kapok lupa hari 

Kamis, 12 Maret 2015

Sadly 28th February

Hari itu benar-benar hari yang menguras emosi dan perasaan. Sedari pagi, emosiku sudah tidak bisa diatur. Waktu itu aku belum melakukan testpack, sudah curiga sih, tapi masih enggan untuk periksa. Hari itu adalah jadwalnya belanja kebutuhan Sakola Printing ke Bandung. Jadwal yang agak dipercepat karena kebetulan hari itu ada meet and greet penulis dan illustrator buku #88LoveLife, Diana Rikasari dan Dinda Puspitasari. Yaa bisa dibilang aku adalah salah satu fansnya Diana Rikasari. Siapa juga sih yang tidak suka padanya? Mompreneur, fashion blogger, dan sekarang punya buku pula. Diana sangat menginspirasi aku. Dan aku akan sangat amat senang jika bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang menginspirasiku itu.

Hari itu jadwalnya memang agak padat. Harus belanja kebutuhan Sakola Printing ke tempat A, harus membeli tablet titipan mamah mertua ke tempat B, harus COD-an dengan yang beli batik Famysa di tempat C, harus membeli buku titipan temanku (kebetulan bisa di Gramedia Paris Van Java (PVJ)  tempat meet and greetnya Diana dan Dinda), dan yang paling penting itu harus bisa datang untuk bertemu Diana.

Singkat cerita, usai belanja kebutuhan Sakola Printing di tempat A, aku dan Ibank meluncur ke tempat B. Namanya orang gak hafal jalan, jadi lah kami harus muter-muter dulu untuk sampai di tempat B. Sesampainya di tempat B, dari konter satu ke beberapa konter lainnya, tablet yang diinginkan mamah tidak ada. Jawaban tiap konter sama, tablet itu belum ada, belum sampai ke sini.

Jam di HP sudah menunjukkan pukul 15.00. Tapi Ibank masih keukeuh harus bisa membelikan tablet untuk mamah hari itu juga. Padahal kami sama-sama tahu bahwa tablet pesanan mamah belum ada! Aku sudah bilang pada Ibank lain kali saja kembali lagi ke tempat ini, mungkin 1-2 minggu ke depan tablet itu sudah ada. Eeh Ibank tetap pada pendiriannya, harus hari itu juga beli tabletnya.

Akhirnya, dipilihlah tablet lain, yang spesifikasinya jelas beda dengan yang diinginkan mamah. Hanya ukurannya saja sama, 10 inci. Saat tablet sedang dicek-ricek, jam di HP sudah menunjukkan pukul 16.00. Bibirku sudah makin maju 5 cm alias manyun. Tapi Ibank masih tidak bergeming. Dia malah bilang “sempat kok. Acaranya sampai jam 6 kan? Yang penting bisa ketemu Diana kan?” Higs. Padahal bukan sekedar ingin bertemu. Aku juga ingin mencuri ilmu dari Diana, salah satu wanita hebat yang menginspirasiku. Apakah aku berlebihan?

30 menit kemudian, akhirnya transaksi selesai. Tapi masih ada yang harus dibeli. Tablet case. Sambil asal dan tetap manyun, kami mendatangi satu persatu toko yang menjual phone case. Dan kami baru benar-benar selesai berbelanja tablet sekitar jam 5 kurang 15 menit.

Sudah lah telat, buta arah, macet pula, makin gak karu-karuan deh perasaanku. Aku sedih, aku kesal. Aku merasa tidak diprioritaskan, dianggap sepele, ah pokoknya waktu itu aku merasa sangat tidak penting bagi Ibank. Kalau aku dianggap penting, kenapa Ibank keukeuh mencari tablet yang jelas-jelas belum ada itu? Kupikir beli tablet besok, lusa, minggu depan bahkan kapan pun akan selalu bisa. Sedangkan acaranya Diana, kapan lagi ada di Bandung (kota terdekat dari Subang)?

Di sepanjang perjalanan sambil menembus kemacetan Kota Bandung, aku menangis tak henti-hentinya. Perasaanku sangat mellow, entah kenapa. Kami masih bermacet-macetan padahal sudah jam setengah 6. Dan kami baru benar-benar sampai parkiran luar PVJ jam 6 kurang 5 menit. Saat Ibank belum benar-benar memarkirkan motor, aku sudah berlari menuju PVJ. Sambil terus menangis, sambil memegangi buku #88LoveLife, sambil berusaha tetap fokus agar tidak terpeleset karena jalan becek terguyur gerimis, sambil menahan perut yang sakit, aku terus berlari. Aku mengabaikan Ibank. Aku tidak memedulikan Ibank. Bahkan aku sempat berpikir aku mau ditinggal pulang oleh Ibank juga tidak apa-apa. Aku benar-benar kecewa saat itu. Padahal aku sudah membooking waktunya untuk menemaniku datang ke acaranya Diana pada hari itu, jam 4 sampai jam 6 sore. Tapi apa yang terjadi? Tidak terwujud.

Untuk orang yang baru pertama kali datang ke PVJ seperti aku, sungguh sangat membingungkan. PVJ adalah mall di bawah tanah. Aku kebingungan. Maklum saja di Semarang dan Jogja tempat aku selama ini hangout ke mall tidak ada mall seperti PVJ itu. Sambil terus menyusuri PVJ, aku terus berdoa semoga saja Diana masih ada. Setidaknya masih ada di Gramed walaupun acaranya sudah selesai.

Sampai di Gramed, di sana sepi! Kutanya pramuniaga di sana, katanya acaranya sudah selesai, sudah bubar jam 6 tadi. Aku telat. Semuanya sudah tidak ada. Aku lalu keluar dari Gramed dengan penuh kekecewaan, entah kecewa pada siapa. Aku menangis lagi. Ibank ada bersamaku, ternyata dia mengejarku.

Hari ituu… hari yang amat melankolis bagiku. Tidak pernah sebelumnya aku mempermalukan diriku sendiri dengan menangis meraung-raung di dalam mall. Dilihat begitu banyak orang yang lalu-lalang pun aku tidak peduli. Saat itu aku hanya ingin menangis.

Well, well, butuh waktu berhari-hari untuk aku berdamai dengan Ibank. Dan butuh waktu nyaris 2 minggu untuk aku bisa menuliskannya. Haha… Agak aneh emang yaa cerita kali ini. Jangan di tiru yaa! Gak baik! :P :D

Maaf yaa curhat beginian… Cuma pengen curhat aja sih… Lumayan juga kan buat tabungan tulisan. LOL :P Doaku kali ini, semogaa di lain waktu aku bisa berjodoh dengan Diana Rikasari. Aamiin...
padahal ini buku kado pernikahan. tapi kok aku jadi kecewa sama Ibank karena gagal ketemu penulis buku ini ya. hehehe
by. si Famysa, :)

Senin, 02 Maret 2015

Mencuci 'Terpaksa'

Hey, hello, alloha... Apa kabar teman-teman?
Dua hari kemarin aku gak ngeblog yaa... Ada yang nyariin aku gak sih di sini? Hehehe
Yeah, karena dua hari kemarin gak ngeblog, aku jadi punya hutang dua postingan untuk besok-besok. Kesiaan deh loee! :P

Hari ini niatnya aku ingin menghabiskan hari untuk menulis blog untuk bayar hutang, dan mengunjungi blog teman-teman juga. Tapi apa mau dikata. Pagi-pagi waktu aku menyapu rumah, tetanggaku datang, sebut saja namanya Bapak Car. Bapak Car bertanya setengah berbisik pada suamiku, dia menanyakan "mana Neng Syifa?". Ibank tanya ada apa, Bapak Car keukeuh maunya bicara sama aku. Aku yang melihat dari jendela, dan memang mendengar juga, langsung keluar menghampiri Bapak Car. Lalu Bapak Car bilang ada baju-baju di belakang rumahnya, itu baju-baju punyaku bukan. Penasaran, aku langsung mengikuti Bapak Car ke belakang rumahnya. Dan ketika melihat ke tumpukan baju-baju itu, omaygat, itu semua baju mamahku!

Dengan dipinjami keranjang beras oleh istrinya Bapak Car, aku pulang membawa baju-baju itu. Banyaaak sekali. Sampai-sampai keranjang beras ukuran besar pun penuh. Berat pula. Karena baju-bajunya sebagian besar basah kehujanan dan memang masuk ke comberan. Teman-teman bisa bayangkan... Gimana bau dan kotornya baju-baju itu.

Tadinya mau langsung nulis, aku jadi harus mencuci baju dengan sangat amat terpaksa. Padahal baru saja kemarin aku mencuci baju. Yang di jemuran saja belum kering, lha ini aku harus mencuci lagi. Mencuci baju yang sengaja dibuang oleh orang gila. Ya, cuma orang gila yang bisa melakukan hal itu; buang baju ke comberan tetangga.

Saking kotor dan baunya, aku tidak langsung mencuci baju-baju itu di mesin cuci. Aku mencucinya secara manual terlebih dahulu di tempat cuci piring (terbuka, belakang rumah) agar kotoran dan baunya tidak menempel di mesin cuci atau kamar mandi. Setelah dicuci di belakang, baru deh dicuci di mesin cuci. Sekitar jam 12 siang, mencuci 'terpaksa' akhirnya selesai juga.

Beres mencuci 'terpaksa', aku masih belum bisa ngeblog. Pekerjaan di Sakola Printing banyak. Terlebih lagi tadi ada dua orang temanku datang. Sambil mengobrol dan ngarujak dengan teman-teman, aku dan Ibank nyambi mengerjakan pekerjaan Sakola Printing. Lumayan hectic hari ini. Tadi ada orderan ketik dan cetak soal UTS anak SD semua mata pelajaran. Baru beres jam 8 malam, barusan. Hoaam...

Ada cerita yang ingin kutuliskan mengenai hari Sabtu kemarin. Tapi karena hari ini aku sudah amat lelah, dan mengingat besok aku harus menempuh perjalanan cukup jauh, mungkin sebaiknya sekarang aku istirahat dulu ya. Hehe..

Oh ya, teman-teman... Doakan aku yaa agar terlindung dari setan yang sebenarnya maupun setan yang berwujud manusia... Doakan aku agar aku tidak akan lagi mencuci 'terpaksa' di kemudian hari.. Aamiin...

Terima kasih teman-teman... Selamat istirahat :)

by. si Famysa, bobo aah ^^

Rabu, 25 Februari 2015

#ReboNyunda: Panen Hileud

Dua minggu katukang, di tangkal Kananga pipireun rorompok abdi seueuuur hileud keketan, seueur pisan. Barudak nu ngeprin di Sakola Printing dugi ka ngetangan eta hileud ti katebihan, mung ukur ngintip ti jendela –maklum da teu wantuneun ningali caket-caket mah. Haha-. Saurna mah aya sekitar 20-an hileudna. Pastina mah duka sabaraha da lieur ngetangna, warna hileudna sami sareng daunna sih. Ieu mah paneun hileud namina euuy :D

WARNING!! Nu jiji ningali hileud mending tong ningali poto-poto di handap ieu, tong neraskeun maca seratan ieu. Haha peace! :P
Eta nu moto hileudna Ibank. Saleresna mah Ibank sieuneun pisan ka hileud. Malah abdi nu teu sieun, abdi malah resep ka hileud. Tibalik nyaa… Aya ge pameget nu kedahna teu sieunan ka hileud, ieu malah istri :P Ibank moto hileudna ge bari pipirindingan jijieun. Haha.. Hadena gaduh kamera SLR lensa tele, janten tiasa moto ti katebihan. Eta moto hileud ge ti jarak kirang langkung 4 meteran, tapi hileudna tiasa kapoto jelas pisan. Hebat emang nya teknologi, nu sieuneun ka hileud jeung sajabina kabantosan. :D
Eh enya, aya carita tentang abdi sareng hileud.
Ti kapungkur, ti SD keneh, abdi resep pisan ka hileud. –aneh emang, batur mah nyebat hileud teh jiji, saur abdi malah lucu, duka atuh kunaon da nu namina resep sih kumaha :D- Saking resepna, pernah nuju kelas 6 SD abdi ngingu hileud di rorompok. Abdi panasaran hoyong terang kumaha prosesna hileud robih janten kupu-kupu. Harita teh abdi ngingu 3 hileud. Hiji warna hideung aya totol koneng di luhurna, ageungna sahandapeun hileud keket nu di poto. Hiji hileud keket nu sapertos di poto. Hiji deuina hileud tangkal palem, warna hejo ngora herang, luhurna aya garis konengan sareng aya tandukan huluna, hileud palem mah alit.
Abdi ngingu hileudna susulumputan, da sieun diseuseulan ku si mamah, sabab mamahna sieuneun pisan ka hileud sih. Haha.. Ku abdi hileud-hileudna diwadahan ka toples, 3 toples nu benten. Luhurna ditutupan ku palastik, tapi dibolongan aralit palastikna, ditojos ku nyere tea geuning, eta supados hileudna tiasa bernapas. Teras di lebet toplesna ku abdi dipasihan batang sareng daun tempat hirupna si hileud. Biasana ku abdi daunna digentos unggal dinten. Kunaon digentos? Sabab kahiji nya pedah seep diemaman ku si hileud, kadua nya supados daunna angger seger sangkan hileudna betah di kandangan. Mmm… saleresna mah karunya sih ngandangan hileud, tapi da ku panasaran tea hoyong ningal kepompong sareng kupu-kupuna. Hehe.. Pami di tangkal mah pan moal tiasa ningali nya. Paling ge tiasa ningali dugi ka janten kepompong wungkul meureun. Da pami tos janten kupu-kupu mah ke na langsung hiber.

Sanaos susulumputan, angger weh lami-lami mah si mamah terangeun abdi ngingu hileud. Bet si mamah ngajerit jijieun. Hahaha… Teras si hileudna piwarang dipiceun. Tapi pedah abdina keukeuh alim miceun eta hileud, janten si mamah ngelehan. Saurna wios tapina disimpenna di luar, di pipireun bumi, teu kenging di lebet bumi komo di tempat nu bakal katingal ku mamah.

Kira-kira 2 minggonan ngingu 3 hileud, hasilna nyaeta:
Hileud hideung berhasil janten kupu-kupu. Kupu-kupuna ge sami hideung aya corak konengan. Saee teh ih pami ningali mah. Hanjakal kapungkur mah can gaduh hp nu aya kameraan nya, teu gaduh potona deh.
Hileud keket ku abdi dikaluarkeun deui, disimpen deui ka tangkal Kananga. Sabab hileud keket mah taina arageung baruleud, sering deuih miceunna. Janten si toples teh pinuh weh ku tai. Mending pami teu bau mah, ieu mah bau. Abdina jiji ongkoh kedah mersihan tai unggal dinten mah. Hehe.. Teras duka kunaon, hileud keketna warnana robih janten semu hideung kitu. Ukuran bandanna ge asa ngaalitan. Abdi kan karunya.. Nya ntos weh si keket mah dikaluarkeun deui. Ditambih deuih si keket mah disimpen di panangan teh sok sesah dileupaskeunna, ngeket pisan. Sapertos lintah meureun tah kitu. Abdina janten rada sieun nyonyoo hileud keket deui dugi ka ayeuna, sieun sesah nyopotkeunna. Paingan namina hileud keket nya.. Da emang ngeket pisan.
Hileud palem ge ku abdi dileupaskeun deui. Sabab pami tos nyonyoo hileud palem di panangan, ke na teh pananganna sok bau. Teras tapak lengkah si hileud palem sok aya ciga sawangan kitu, bodas sagaris. Duka apa ti tapak eta nu bau teh apa timana..
Ayeuna mah abdi tos tara ngingu hileud deui. Nambihan saurang sih nu sieuneun ka hileudna. Boa-boa ke abdi nu dikeroyok ku mamah sareng Ibank. Hahaha :P

Kenging. Si Famysa, hileud lovers :D

Selasa, 24 Februari 2015

Mulai Keteteran (Lagi)

Uh, oh, aku mulai keteteran lagi :O Gimana dong, gimana dong? Pusyiang pala belbi nih *ditimpuk duit :P

Aku mulai kehilangan tenaga untuk menulis di blogku, terhitung sejak kemarin. Memang sih baru 2 hari, tapi bagiku evaluasi 2 hari ini akan sangat berarti untuk ke depannya. Aku tidak mau lagi mengalah pada keadaan, baik fisik maupun batin. Cukup deh dari 2011 sampai 2014 aku terlalu banyak mengabaikan blogku dengan berbagai alasan; kuliah, tugas, organisasi, bisnis, belanja, main, magang, PKL, KKL, KKN, skripsi, wisuda. Halah, banyak banget alasannya! Aku sekarang bukan lagi mahasiswa kok, dan seharusnya aku bisa jauuuh lebih baik dari dulu waktu masih jadi mahasiswa. Apalagi sekarang aku sudah punya suami, apa iya masih mau mengalah pada target yang kubuat sendiri? Padahal targetnya realistis banget, tidak terlalu berlebihan menurutku.

Jauh-jauh hari sebelum aku menikah, aku pernah bertekad untuk serius menulis blog ketika aku sudah jadi seorang istri. 1 hari 1 postingan saja, cukup. Kenapa aku bertekad seperti itu? Pertama, karena aku sudah bulat mengambil keputusan untuk bekerja di rumah (bisnis), ini berarti aku bisa mengatur waktuku sendiri, jadi aku bisa lebih leluasa menulis. Kedua, karena aku tidak pernah mengubur cita-citaku untuk jadi seorang penulis. Cita-cita sejak SMP. Menulis apa? Menulis dimana? Apa saja dan dimana saja. Dan menurutku, sejak aku mengenal dunia blogger, aku langsung jatuh cinta. Kupikir ini lah media yang paling mudah dan efektif untuk aku mewujudkan cita-citaku. Ke depannya entah mau menulis buku atau tidak, biarlah Alloh yang menunjukkan jalan-Nya. Yang penting sekarang aku serius menunjukkan pada Alloh bahwa aku memang senang menulis, dan aku sedang melalui proses untuk menjadi seorang penulis. Penulis blog juga tidak menjadi masalah bagiku, yang penting aku happy dan aku serius menekuninya.

Apa ini berlebihan? Tidak! Sekali lagi kukatakan tidak!
Sekarang aku hanya sedang ingin melatih diriku sendiri. Aku ingin keras pada diriku sendiri. Daripada hidup yang keras padaku, lebih baik aku yang keras padaku sendiri. Aku percaya, insya Alloh jika kita keras pada hidup, maka hidup akan melunak pada kita. :)

Sejak kemarin, aku sudah mulai promosi buku tahunan sekolah (BTS) ke SMA-SMA. Sudah 4 sekolah yang kudatangi, 4 sekolah itu ada di 2 kecamatan berbeda. Aku kembali memposisikan diriku sebagai sales girls, seperti yang sering kulakukan dari SMA dulu. Namun aku menilai kali ini lebih ekstrem. Barang/jasa yang kutawarkan bukan lagi bernilai ratusan ribu rupiah, tapi puluhan juta rupiah. Wow, aku saja masih belum percaya, ternyata aku sudah sampai sejauh ini di dunia bisnis. Aku sudah semakin berani. Tanpa modal pengalaman terlalu expert dan tanpa modal uang bergelimang, aku semakin bersemangat.

Akhirnya, sama seperti dulu-dulu, aku kehabisan tenaga. Aku adalah tipe orang yang doyan tidur. Jujur saja aku tidak bisa langsung beraktivitas setelah subuh. Well, sebenarnya ini buruk, apalagi untuk para pengusaha, bisa-bisa rejekinya dipatuk ayam duluan kan. Tapii… aku memang harus tidur lagi. Aku paling bisa bertahan sampai bacaan Al-Matsurat selesai. Kalau pun aku langsung beraktivitas setelah subuh –misal beres-beres rumah-, nah, aku harus tidur lagi setelah selesai beres-beres. Jika tidak, aku sering blank, tidak fokus, bahkan sering berkunang-kunang seperti anemia. Pernah sih dipaksakan diforsir waktu KKN dan KKL. Hasilnya, aku jadi lelah luar biasa, mataku sering berkedut, kepalaku pusing. Bahkan sepulang KKL ke Bali dan Lombok selama seminggu full aktivitas, aku langsung jatuh sakit 3 hari.

Bukan tidak ingin lebih keras lagi pada diri sendiri, tapi yaa aku mah sadar diri saja. Daripada aku sakit harus berobat, harus ini-itu, lebih baik mencukupi kebutuhan tubuh ini dengan berdamai pada jam kerjanya.

Tadi siang, sepulang promosi yang lokasinya lumayan jauh, aku lelah sekali. Badan panas karena terik matahari, wajah serasa penuh debu walau sudah cuci muka, dan tidur pun jadinya tidak enak. Sekarang aku sudah tidak konsen menulis. Draft sih banyak. Tapi aku blank mau mulai dari mana. Otakku sudah tidak sinkron, mana referensi, mana foto, ceritanya dari mana. Tapi karena aku harus memenuhi target 1 hari 1 postingan, maka aku hanya dapat menuliskan curhatan ini. Semata-mata untuk menjaga konsistensi menulisku, semata-mata untuk memenuhi target yang kubuat sendiri. Yaa walaupun jadinya serba dipepet-pepet. Sebelum menulis ini, aku update FB dulu; membagikan koleksi batik jualanku, lalu membagikan postingan kemarin ke beranda dan grup-grup blogger. Tak apa lah… Semoga ini bernilai proses di mata Alloh. Aamiin…

By. Si Famysa, need a sleep. zzzz

Sabtu, 14 Februari 2015

Duo Syifa

Kalau Maia Estianty punya Duo Maia, aku juga punya doong... "Duo Syifa" ahaha... -sekilas info-

Sekarang aku sedang buntu mau nulis apa. Mau nulis untuk giveaway atau lomba, otak mendadak buntu ide. Padahal sudah ditulis poin-poinnya untuk calon tulisan yang tadinya dijadwalkan ditulis sekarang. Tadinya mencoba untuk bertekad 'hajar saja, tulis saja!', tapi kok rasanya berkali-kali nulis kalimat aneh melulu ya. Satu kalimat, hapus, satu kalimat lagi, hapus lagi. Whoaa ya sudah lah. Mungkin keran di otakku, yang setiap hari kuminta ia untuk mengeluarkan ide sudah mulai lelah untuk hari ini. 
Maklum, kemarin habis gajian di Sakola Printing. Karena personilnya (owner) berkurang satu, jadinya aku harus menghitung-hitung dengan rumus baru. Lalu hari ini aku mendapat setoran dompet kulit (sisa barang jualan waktu masih kuliah) dan Mezora dari Bibiku. Untuk Mezora, aku pun harus setor lagi ke yang punya barangnya. Ditambah lagi aku harus menghitung-hitung uang bulanan yang bisa dibelanjakan -begini yaa kalau jadi IRT ternyata, pusying oge euy :P-. Hitung ini, hitung itu, habis deh dua jam buat hitung-hitungan. Sampai ngebul ini kepala. Duuh, pusying pala balbie deh ah. Haha...

Oh ya, hari ini aku main ke rumah temanku. Jalan menuju ke rumahnya jeleek sekali, tanah basah, becek, licin (padahal salah jalan). Sepanjang jalan itu, aku teriak-teriak pada Ibank minta turun. Ibank malah meledekku, "Syifa mau melahirkan? Kok ngeden-ngeden gitu. Hahaha". Huuu... Padahal kan aku takut. Aku selalu takut kalau lewat jalan jelek. Trauma pernah berkali-kali jatuh di jalan jelek. Hmm ada 4 kali mungkin yaa... Dan itu memalukan, bajuku kotor semua, berpadu dengan tanah yang seperti lelehan coklat.
Aku ke rumah temanku untuk mengantarkan pesanannya, cetak foto kolase 8R. Ngobrol-ngobrol sebentar, tidak sampai satu jam di sana, aku langsung pulang karena Sakola harus tetap buka.
Temanku sudah punya bayi. Baru 9 bulan usia bayinya kalau aku tidak salah hitung. Namanya sama dengan namaku, Syifa. Hihii... Senang sekali rasanya kalau ada orang yang terinspirasi dariku atau dari namaku untuk menamai anaknya. Dulu waktu aku SD juga pernah, wali kelasku menamai anaknya Syifa karena saking dekatnya si ibu denganku. Katanya supaya anaknya berprestasi kayak aku. Haha, gubraks! Padahal sekarang sudah gede mah nakal aku teh, gak sebaik waktu bocah dulu :P
Waktu Syifa junior masih bayi merah, belum ada 2 minggu. Aku takut menggendongnya. Lembek banget ternyata yaa bayi merah mah :O Salah-salah menggendong, bisa-bisa bayinya patah tulang -__- Jadi deh cuma gendong di bawah doang, gak berani ditimang-timang. 
Syifa junior sudah 9 bulan, sudah bukan bayi merah lagi. Hihii... Kenalin namanya Syifaul Hasanah :))
Sudah dulu yaa, aku mengantuk. Dadaah..... ^^

by. si Famysa, kapan yaa jadi mommy? :P

Kamis, 05 Februari 2015

Move On Demi Yang Terbaik

Jodoh? Menikah?
Rasa-rasanya aku sudah kurang berminat pada dua kata itu semenjak mantan calon jodohku tiba-tiba memutuskan sebelah pihak. Harusnya akhir tahun ini aku menikah. Harusnya detik-detik ini aku sedang sibuk mempersiapkan segala keperluan pernikahan. Tapi apa mau dikata, mantan calon jodohku tiba-tiba tidak ingin membicarakan pernikahan. Aku malah disarankan untuk mencari penggantinya. Katanya mantan calon jodohku belum siap. Padahal beberapa bulan yang lalu ia datang melamarku pada orang tuaku. Kami sudah menyepakati akhir tahun ini menjadi momen bersejarah dalam hidup kami, hidup dua keluarga yang akan menjadi satu.
Ah, entahlah. Sejak saat mantan calon jodohku memutuskan rencana pernikahan kami secara sepihak, aku jadi pesimis akan dua kata ini; jodoh dan menikah. Jelas aku trauma. Aku jadi kerap menyalahkan diriku sendiri. Mungkin aku yang terlalu menginginkan pernikahan itu, padahal sebenarnya kebanyakan pihak keluargaku menginginkan aku lulus kuliah, bekerja, dan mapan dulu. Baru setelah mapan, aku menikah. Tapi kupikir sampai kapan aku menunggu mapan? Tuntutan mereka terlalu tinggi. Tuntutan mereka tidak memikirkan tujuan hidupku sendiri. Siapa tahu aku akan mencapai kemapanan justru setelah aku menikah. Siapa yang tahu kan. Karena hanya Tuhan yang tahu.
Kata mereka, kalau aku sudah mapan, baru aku boleh memikirkan jodoh dan menikah. Kata mereka, cari lah jodoh yang mapan juga. Minimal sama mapannya denganku. Tapi bagusnya sih jauh lebih mapan dariku. Seperti sepupuku yang berjodoh dengan polisi. Atau seperti tetangga yang berjodoh dengan lurah kaya raya. Kata mereka aku juga harus mencari yang seperti itu. Yang punya jabatan atau yang punya kekayaan.
Aku belum bisa move on dari mantan calon jodohku. Dan aku mulai bosan dengan tuntutan keluarga besarku akan jodoh. Tapi sedikitnya aku bisa maklum. Tidak baik memaksakan kehendakku pribadi pada mantan calon jodohku. Bukan kapasitasku juga untuk melawan tuntutan keluarga besarku. Aku dan mereka tidak satu frekuensi. Pengertian mereka tentang hidup dan jodoh yang membahagiakan masih berorientasi pada duniawi. Maklum, mereka orang desa yang kurang berpendidikan. Yang mereka tahu hanya sebatas yang terlihat di permukaan saja.
Aku hari ini masih sebagai orang awam yang menempuh jalan pencarian jodoh dengan cara pacaran. Aku hari ini juga masih sebagai orang awam yang mempunyai sedikit niatan untuk memutuskan tidak berpacaran. Ada sedikit keinginan dalam hati, aku ingin menjadi wanita muslimah sebenarnya. Move on dari pacaran, memulai hidup baru untuk memantaskan diri menjemput jodoh, kemudian bertemu jodohku dengan cara yang diridhoi Tuhan.
Mungkin ini salah satu ujian keimanan dari-Nya. Saat aku memutuskan untuk tidak pacaran dan lebih baik menikah, mantan calon jodohku yang awalnya terlihat mantap justru seakan melupakannya. Saat aku dipenuhi berjuta rasa syukur pada Sang Pemberi Cinta, tak lama aku harus merasakan bagaimana rasanya perjuangan sabar dan tawakal. Manusia hanya bisa berencana, Tuhan kita lah yang akan menentukan akhirnya. Manusia tidak bisa berbuat apa-apa ketika Sang Maha Pembolak-balik Hati turut campur.
Dulu, waktu aku masih duduk di bangku SMP, ibuku selalu menyuruhku berdoa minta jodoh. Loh? kupikir ibuku aneh. Masa anaknya masih SMP kelas tiga sudah disuruh berdoa minta jodoh saja. Aku geli lah mendengarnya. Punya pacar saja tidak, suka ke lawan jenis saja belum. Sambil ogah-ogahan aku pergi setiap kali ibu mengajariku doa minta jodoh.
Sekarang aku baru sadar kenapa ibu menyuruhku berdoa minta jodoh dari jauh-jauh hari. Karena Tuhan belum tentu langsung mengabulkan setiap kali doa hamba-hamba-Nya. Tuhan ingin melihat kesungguhan kita akan doa-doa kita. Tuhan ingin melihat prosesnya, apakah kita terus berdoa, ataukah kita lupa pada doa-doa kita. Hmm... Sungguh aku baru mengerti, Rabb...
Aku belum bisa move on dari mantan calon jodohku. Aku sudah terlalu lama bersamanya. Aku tidak bisa menghapus kenangan-kenangan dengannya. Walau kerap bibir ini berkata sambil senyum pada setiap orang, “aku sudah move on. Siapapun jodohku nanti, itu pasti yang terbaik dari Allah.” Tapi jujur saja sebenarnya hati ini masih ngilu. Aku hanya mencoba mengalihkan perhatianku dengan meyakinkan diriku sendiri tentang jodoh terbaik yang telah disiapkan Tuhan untukku. Walau hati ini tetap mengharapkan mantan calon jodohku itu lah yang akan menjadi jodoh terbaikku, tapi aku ingin berusaha untuk menyerahkannya pada Tuhan.
Rabbku, tentu Kau yang paling tahu isi hatiku saat ini. Hati ini terlalu menginginkan untuk dapat bersanding dengannya. Aku ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamanya. Oh, ini doa yang egois, Yaa Rabb...
Diriku yang awam berpendapat sendiri, aku akan bahagia jika dapat hidup dengannya. Tapi diriku yang berpendidikan berpendapat lain, bukankah Tuhan yang lebih tahu jalan mana yang akan membahagiakan hamba-Nya. Oh Rabb... Aku masih ingin berdoa sesuai cita-citaku. Aku ingin hidup dan bahagia dengannya. Aku ingin dia yang menjadi jodoh terbaikku. Namun jika memang tidak ada takdir yang menuliskan namaku dan namanya untuk hidup bersama, kumohon agar Kau melapangkan hatiku, menghapuskan kenanganku tentangnya, dan kenangannya tentangku. Aku ingin ikhlas menerima jodohku, siapapun dia, walau aku tetap berharap berjodoh dengannya.
Oh, jodoh terbaikku... siapakah kamu? Oh jodoh terbaikku... kuharap itu kamu. Kamu yang soleh, kamu yang terbaik dari Tuhan untukku :)
Aku tahu, Tuhan... Doa ini terlalu egois. Yang kutahu saat ini, aku selalu berdoa minta jodoh pada-Mu, doa yang dulu diajarkan ibuku, doa yang dulu bahkan tidak ingin kuhafal. “Yaa Tuhan Kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikahlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”

NB: ini tulisanku yang diikutkan dalam event Curhat Jomblo Minta Jodoh - Penerbit Diva Press, 2 tahun lalu, gak lolos :P Ya syudaah aku posting saja sekarang di sini. Hihih.. And FYI yaa, mantan calon jodohku dalam cerita ini adalah suamiku sekarang loh. Haha.. Jodoh memang penuh misteri :D

by. si Famysa, udah ga jomblo lagi :P

Selasa, 30 September 2014

Welcome Back!

Ulala, gimana sih keadaan rumahmu kalau kamu tinggalkan selama tiga bulan tanpa ada yang merawat? Sebenarnya kamu tiap hari lewat depan rumahmu siih, tapi kamu cuma nyapuin teras depannya doang, sedangkan ini sedang musim kekeringan, debu-debu jelas lah beterbangan sesuka hati ke rumahmu. Kasihan yaa rumahnya... 
Dan yap! Itu lah yang terjadi pada rumah mayaku. Realy, aku baru banget buka blog ini pagi ini. Bersih-bersih komentar yang menunggu moderasi, bersih-bersih spam yang bejibun, periksa draft. Hmm... Berantakan sekali. Kasihan..
Dari bulan Juli tidak ada satu pun postingan yang numpang lewat di sini. what a lazy me! Gak tahu lah kenapa kok aku sok sibuk banget ya. Sibuk sidang, revisi, pendaftaran wisuda, idul fitri, persiapan wisuda, dan how a busy month, August! Sampai akhirnya dua minggu awal di bulan September aku sakit-sakitan. Kata dokter sih karena kecapekan. Dipaksakan keluar sebentar saja besoknya langsung drop lagi. Akhirnya mamah greget ke aku, mamah bilang "udah istirahat aja! Tidur, tidur! Sakit kok maunya keluar-keluar aja, makannya yang pedas, yang asam aja. Ya gak sembuh-sembuh." Hahaha... 
Lalu apa yang terjadi setelah aku sehat? Yaa, bisa ditebak lah.. Main, main, dan maiiin. Seminggu sekali aku pasti ke luar kota. Dalam 3 minggu September ini saja aku sudah bolak-balik Subang-Semarang, dua kali Subang-Bandung, Subang-Cirebon, belum lagi acara-acara main di sekitaran Subang. Wleee :P Namanya juga pengangguran terselubung ya. Ceritanya ke luar kota ikutan job fair, tapi sebenarnya itu cuma modus supaya bisa menghirup udara luar. *jangan ditiru :P

Mungkin ada yang bertanya, mungkin yaaa :P Kenapa hari ini aku tiba-tiba ngeblog lagi? 
Sudah sejak lamaaa aku meniatkan diri untuk fokus bisnis dan nulis ketika aku sudah lulus kuliah. Tapi kenyataannya aku berat sebelah. Aku terlalu mementingkan bisnisku. Online tiap hari siih... facebookan, twitteran, instagraman, ngepath tiap hari. Tapi blog? Susah buka blog di tab :( Boro-boro posting, mau baca saja selalu jadi hang si tab nya. Mau online di laptop, ribeeet. Si Pinky harus selalu makan setiap dia diajak kerja, alias kudu sambil ngecash terus, baterainya sudah gak ada. Tambah lagi terminalnya cuma satu colokan yang berfungsi. Huaaah! Terlalu banyak alasan dan menyalahkan sekitar ya. Hehehe... Padahal malas mah ngaku saja malas! :P
Well, satu alasan utama kenapa pagi ini aku kembali ngeblog adalah... Kemarin sore aku disentak oleh kalimat mamahku. "....ya habis subuh jangan tidur lagi. Pagi itu kan waktu yang berkah. Tadinya malaikat mau kasih rejeki ke Neng, eeeh Neng nya masih tidur, ya sudah malaikatnya balik lagi, gak jadi deh ngasih rejekinya. Makanya ada istilah nanti rejekinya dipatok ayam tuh ya karena itu.." Dan mulai pagi ini sepertinya aku tidak akan tidur setelah subuh lagi. Hoaaam.... Mengapa jam tubuhku kacau ya? Tidur malam, bangun siang melulu. Bad habbit yang gak kerasa bad karena dibiasakan nih. -___-
Mamah juga memaksaku untuk selalu membuka blog setiap hari untuk mengecek komentar masuk dari para siswa. Ada-ada saja ya, tulisanku dijadikan bahan ajar u__u Untuk pelajaran Bahasa Indonesia kan ada kompetensi memberi komentar pada suatu karya. Nah, tulisanku itu yang dijadikan bahan yang akan dikomentari oleh siswa. Alhasil bejibuuun sama komen-komen yang nyenengin semua. Salut sama siswa-siswanya mamah deh! Malu dong masa mereka komentar yang bagus-bagus, tapi kok aku tidak menulis-menulis lagi di sini. Hehehe... Habisnya agak salah juga sih memberi judul postingan terdahulu (postingan yang jadi bahan ajar) dengan judul Catatan Akhir Mahasiswa Super, jadinya benar 'catatan akhir' deh, sampai akhirnya pagi ini aku tergerak untuk menyeimbangkan waktuku untuk bisnis dan nulis lagi :) Terima kasih yaa adik-adik semua... Kalian juga menginspirasi kakak untuk terus menambah tulisan di blog ini lagi...

Oh ya, nanti aku mau launching Seller Partner Famysa looh :D Tunggu tayangnya yaa.... bubye.... ^^

by. si Famysa, lazy girl yang mau jadi diligent girl

Kamis, 29 Mei 2014

Menanti Eksekusi 'Scriptsweet'

Banyak cerita yang tertunda untuk kutuliskan karena kesibukanku pada skripsi. Mungkin tidak terlalu sibuk sampai-sampai seharian mengarjakan skripsi, hanya saja aku butuh memfokuskan diri untuk mengerjakan satu hal. Aku bukan tipe orang yang bisa mengerjakan berbagai hal sekaligus dalam satu waktu, jika ingin mencapai efektivitas, apalagi kalau dikejar deadline. Kecuali jika pekerjaannya santai dan menyenangkan, dalam artian pekerjaan itu aku suka, baru aku bisa mengerjakannya. Dalam hal skripsi ini, bukan berarti tidak suka atau tidak menyenangkan. Hanya saja ada beberapa faktor yang menimbulkan hal-hal tidak menyenangkan. Ya, yaa buat yang sudah melalui tahap skripsi ini pasti tahu laah apa yang kumaksud faktor itu. 
Aku tidak terlalu rajin dalam mengerjakan skripsi. Tapi aku juga tidak malas-malasan. Aku justru memiliki target kapan harus menyelesaikan skripsi. Meski pada akhirnya tetap ngaret karena lamanya penantian eksekusi. Ya sudah lah woles saja sekarang mah.. Hidup bukan hanya untuk skripsi, bukan? Hehehe... Aku juga bisa melakukan banyak hal lain yang bermanfaat karena sekarang woles pada skripsi. Aku tidak terlalu gencar mengejar-ngejar dosen. Kupikir untuk apa? Toh kalau memang dosen sudah bisa ditemui atau mengoreksi, pasti dosen akan segera mengoreksi kok. Freak banget kalau aku ngebet cepat di-ACC dan lulus. Mau apa sih? Nanti aku bisnis tidak akan menggunakan ijazah S1-ku kok :P
Well, well, jangan diteruskan baca ini deh mendingan. Takut bikin mumet kepala. Hahaha...
Eh, tadinya aku sudah melupakan draf ini loh. Baru satu paragraf di atas (awal), tadinya mau kuhapus saja drafnya. Namun adaaa saja hal-hal yang mengingatkanku lagi pada kegalauan skripsi. Salah satunya beberapa waktu yang lalu ada temanku yang curhat dia dimarahi dosen hanya karena sms minta waktu bimbingan. Halaah aku sih sudah biasa dimarahi kalau sms beliau. Awalnya memang agak mengerikan, takut dosennya sentimen atau apa lah. Tapi ternyata 'kalem aja, lanjut terus tuh :D'. Malah sekarang skripsiku sudah di-ACC oleh beliau yang aku takutkan akan sentimen padaku gara-gara smsku. Tinggal tunggu satu dosen lagi nih. Mohon doanya yaa, teman-teman :))
ini isi sms balasan dari beliau karena aku agak 'protes'. lucu ya, masa iya hari gini disamain sama jamannya dulu. hehehe *peaceee!
by. si Famysa, maunya rajin ngeblog lagii :D

Senin, 30 September 2013

Lorong Waktu Amigos

“...aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini, ingin itu, banyaaaak sekaliiiiiiiiii.....”
~Theme song Doraemon~

Once upon a time in the village...
“Teman-teman, aku punya rahasia...”
“Apa... apaa?”
“Janji yaa ini cuma kita doang yang bakal tau. Ini rahasia banget... Aku baru nemu ini kemarin sore.”
“Apaa? Ayo cerita doong cerita... Iya ini rahasia antara kita aja.. Rahasia Amigos.”
“Hmm... kemarin sore aku main ke sawah Emih (read: Emih:nenek). Di jalan utama menuju sawah Emih itu, aku ngerasa ada keanehan. Dan ternyata di sana emang aneh. Di jalan itu ada tai lepong (read: tai lepong:kotoran sapi). Sebelum aku ngelewatin tai lepong, matahari masih terang, panas, gak terlalu gede juga anginnya. Tapi setelah aku ngelewatin tai lepong, tiba-tiba hari jadi kelihatan udah sore. Mataharinya udah mau terbenam, anginnya sepoi-sepoi banget, mendadak sawah juga jadi sepi. Emih juga gak tau dimana. Aku seperti sendirian. Terus aku balik lagi ngelewatin tai lepong tadi, eeh suasananya berubah lagi kayak semula. Emih juga ada di sana. Hari emang masih siang, panas. Angin sepoi-sepoinya gak ada. Aku gak sendiri lagi. Tadinya pas sendirian aku agak takut. Tapi suasananya enak banget looh... Pas banget buat tiduran di sana atau buat kita main-main. Enak banget deh pokoknya. Kayak taman rahasia di tengah sawah.”
“Ssssttt.... Apa itu artinya.... Kita nemuin lorong waktu kita?”
“Aku juga gak tau... Tapi kayaknya sih gitu... Lorong waktunya di sana...”
“Waah... Ayo besok kita coba ke sana...”  
Keesokan harinya... Keenam bocah itu kembali ke sawah Emih untuk membuktikan. Dan ternyata benar! Bocah-bocah yang lain pun merasakan ‘keanehan’ itu. Tidak hanya satu kali mereka ke sana. Tetapi berulang kali, setiap hari. Mereka seperti sedang berpetualang dalam lorong waktu. ~Lorong waktu dalam fantasi mereka sendiri~

11 tahun kemudian... Dua bocah dari keenam bocah di atas bertemu kembali. Mereka membicarakan proyek lorong waktu mereka yang ditemukan 11 tahun yang lalu.
“De, apa kabar ya lorong waktu kita?”
“Iya ya, Bi.. Kangen aku sama masa-masa itu. Kapan ya kita nengok lorong waktu kita berenam? Masih ada gak ya? Hmm...”
Tawa rindu menggelegak. Diakhiri senyum simpul dari bibir kedua bocah itu... 
pict from here
And do you know? Aktris yang memerankan bocah provokator lorong waktu itu adalah aku, Syifa Azmy Khoirunnisa. Hahaha....
Gegara kebanyakan nonton cerita tentang lorong waktu, khayalanku waktu kecil tak jauh-jauh juga dari lorong waktu. Terutama telenovela Petualangan Amigos, sinetron Ramadhan Lorong Waktu, dan Doraemon, itu semua secara gak sadar ternyata mempengaruhi alam bawah sadarku. Sampai sekarang, aku masih suka berandai-andai, “andai di dunia ini ada lorong waktu... aku pasti bisa memperbaiki dunia ini, aku pasti bisa membuat cerita hidupku seindah yang kukhayalkan, aku pasti bisa hidup dalam tawa terus, akuu.... Ooh lorong waktu...”
Absurd memang. Tapi memang ini lah khayalanku. Khayalan yang tertinggi di atas khayalan-khayalan absurd lainnya; Ingin punya saudara kembar lah, ingin punya kamar rahasia di ruang bawah tanah lah, ingin jadi penyanyi terkenal nan glamour lah... Buanyaak banget yang absurd. Dan itu semua kayaknya dipengaruhi oleh apa yang aku tonton. Hahaha... terutama telenovela bocah tuuh... Makjleb banget dalam alam bawah sadarku.
And see... Walhasil aku sekarang jadi demen banget sama tontonan tentang time traveller atau cerita fiksi sefiksi-fiksinya. Andai lorong waktu itu ada.... Aku mau balik ke masa-masa pra persiapan giveaway khayalannya Mak Noorma, lalu aku mau bisikin Mak Noorma gini “catat nama Syifa Azmy Khoirunnisa sebagai salah satu pemenang giveaway ini”. Aahh... jadi berkhayal lagi deh. Heuu -_- :D


note: aku rindu kaliaan... sahabat kecilku yang sekarang entah dimana, kita sudah nyaris tidak pernah bertemu lagi yaa... ayo berkhayal bareng lagi seperti dulu... mumumuu :* :* ~Syifa, Bibi Ani, Nengsih, Iyom 1, Ramih, Iyom 2~

By. Si Famysa, tukang ngayal :P

Jumat, 19 Juli 2013

Masa Berkabung

aku masih belum bisa bercerita di sini seperti biasanya. hmm... padahal banyaaaak sekali cerita maupun ilmu yang ingin kubagikan dengan teman-teman semua. mulai dari KKL ke Bali dan Lombok pada bulan Mei lalu, laporan magang, oleh-oleh dari acara 1st GMT Rohis FISIP Undip, seminar kemuslimahan di Unisbank, komunitas bisnis baruku di Youth Bussiness Couch, Festival Sukses Mulia, cerita KKN, aaaahhh..... banyak sekali yang sudah kulewatkan yaaa :O

kamu tau? ternyata hari-hari belakangan ini masih menjadi hari berkabung bagiku. sebelum aku bertatap muka dengan orang itu, kurasa aku masih berada dalam hari berkabung. aku sangat bersyukur sekali aku punya Allah.. kalau aku lupa pada Allah sedetik saja, mungkin aku akan menjadi orang yang sangat depresi. aku tau tiap orang pasti punya masalah. Allah pun tidak akan menimpakan masalah yang diluar kemampuan hamba-hamba-Nya. 

hanya melalui tulisan ini aku bisa bercerita, untuk sekedar melepas penat di dada. meski hanya secuil, kurasa ini lebih baik daripada bercerita langsung pada manusia. biarlah postingan ini menjadi reminder bagiku. mungkin suatu saat aku akan membagikan cerita-ceritaku di bulan Mei-Juli 2013 kepada kalian :) mohon doanya ya teman-teman ^^

by. si Famysa, innallaha ma'ana

Kamis, 11 Juli 2013

Welcome Back, Syifa :)

marhaban yaa Ramadhan.... 

apa kabar teman-teman semua? rindu rasanya aku bertegur sapa dengan kalian... apakah kalian ada yang merindukanku juga? :)

banyak sekali hal yang terjadi dalam rentang waktu Mei-Juli, rentang waktu dimana aku meninggalkan aktivitasku di dunia yang membahagiakan ini. ada suka, ada duka, ada canda, ada derita, ada peluh perjuangan, ada sakitnya dikecewakan, semua berbaur jadi satu.

ada banyak pilihan dan keputusan. baik yang mengenakkan, maupun yang tidak. ada banyak perjalanan yang harus kulalui. begitu cepat, bahkan ekstra cepat. aku sendiri belum sanggup mencerna satu cerita, sudah muncul lagi cerita-cerita lain di depan. aku sempat kelelahan. aku sempat menangis seharian. sampai-sampai kunamakan hari itu adalah hari berkabung sedunia versi Syifa. hihihi

kenyataan-kenyataan hidup membuatku harus berjuang lebih keras. beruntung aku bisa melakukan pelepasan. puas rasanya didengarkan semua orang. puas rasanya menangis di hadapannya. puas rasanya segala rasa ini tertumpah ruah. pelepasan ini menyenangkan, namun juga menyisakan rasa sakit dan kebencian dari semua orang. kupikir apa salahku?

satu yang kuyakin. Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuanku. kalau aku diberi ini, aku pasti kuat. ya, aku memang gadis yang kuat. "episode ini pasti akan berlalu," kata mamahku.

well, welcome to the world, Syifa!! :) mangat ahh mangaaaaattttt!!! :D

by. si Famysa, marhaban yaa Ramadhan :)

Jumat, 26 Oktober 2012

Idul Adha Story

*sepertinya momen Idul Adha satu tahun yang lalu terulang kembali. -di Semarang, tanpa daging- ahahaa :D

rencananya kemarin selepas ujian aku akan pulang. mamahku mengajak ke Tangerang untuk menjenguk Dede. aku akan pulang ke Cikampek, solat Ied dulu di sana. setelah solat Ied baru lah kami (beserta keluarga bibiku) meluncur ke Bekasi, kemudian ke Tangerang. loh kok ke Bekasi dulu? karena bibi juga mau menjenguk anaknya, Zahra. walaupun Dede dan Zahra satu pesantren, tapi asrama putra dan asrama putrinya terpisah. tidak tanggung-tanggung, terpisahnya Tangerang-Bekasi. dijamin tidak akan ada cinta monyet di belakang pesantren deh kalau gini caranya. hihihii *kidding.
tapi... rencana hanya tinggal rencana. bodohnya, aku tidak segera membeli tiket dari jauh-jauh hari. ada beberapa hal yang membuatku galau. aku baru akan membeli tiket hari Rabu kemarin. dan hasilnya, jelas saja tiket kereta ekonomi Tawang Jaya favoritku sudah ludes --" aku bertanya pada petugas loketnya, "adakah kereta ekonomi lain yang masih kosong dan bisa membawaku ke Jakarta?" lalu masnya menjawab dengan mantap, "ada! Matarmaja, Mbak. berangkat jam 1 malam". waah... wajahku langsung sumringah. langsung saja kukeluarkan KTPku. tapi tadi aku lupa bertanya harganya berapa. sebelum kubeli tiketnya, sebaiknya kutanyakan dulu harganya. "harga tiket Matarmaja berapa, Mas?" --- "160ribu, Mbak. kereta ekonomi AC." glek! aku hanya bisa menelan ludah. segera kubalikkan badanku dari loket tiket. KTP pun kumasukkan kembali ke dalam dompet dengan slow motion. aku tidak jadi membelinya.
setelah dikecewakan oleh mahalnya tiket kereta ekonomi AC, aku pun ke Stasiun Tawang untuk mencari tahu harga tiket kereta bisnis/eksekutif. sesampainya di Stasiun Tawang, jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.10, loket informasi sudah tutup, aku telat 10 menit --" lalu kulihat layar di atas tempat pembelian tiket, kereta Harina untuk tanggal 25 Oktober hanya tersisa 3 ekor lagi. kucari-cari keterangan harga yang biasanya terpajang di sudut stasiun, namun kali itu tidak ada. kutanya satpam, satpamnya tidak tahu. lalu kuberanikan diri saja untuk bertanya ke tempat penukaran/pembatalan tiket. bapak petugasnya memberi tahu harga tiket kereta Harina eksekutif 220ribu, hanya tersisa kelas eksekutif, kelas bisnisnya habis. bwahahaa
akhirnya kuputuskan untuk tidak jadi pulang! :D aku malas jika harus pulang dengan naik bus. sudah lah makan waktu lebih lama daripada kereta, harganya lebih mahal, lebih berefek pegal-pegal, lebih ekstrim pula. hah. dan aku pun kembali ke rencana yang kubuat sebelum mamah mengajak ke Tangerang, pulangnya hari Selasa setelah UTS selesai. :)
dan sekarang, aku hanya akan menghaturkan, "SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA, TEMAN-TEMAN MUSLIM SEMUA... :)" bagi yang punya daging berlebih, boleh dong dikirim ke alamat Baker Street 212B Bulusan Tembalang Semarang :D xixixixx
oh ya, buat wargi Subang yang baca post ini, kalau mau pesan batik, tas, dan kaos di Famysa Collections GRATIS ONGKOS KIRIM, ditunggu pemesanannya sampai besok saja (27 Oktober 2012). so, buruan pesan! jangan sampai momen ini terlewatkan :)
notes:
- gambar karya Dede, menggunakan Paint, lalu kugabungkan menggunakan Photo Scape
- aku ke stasiun bersama Khas & Ayu

by, si Famysa, pengen ketemu Dede :'(

Jumat, 25 Mei 2012

Semirang Waterfall & Fly Veil Tragedy

alangkah padatnya agenda di bulan Mei ini. bahkan jika hari ini aku jadi mengikuti kegiatan Jambore Muslimah, mungkin aku tidak akan ada waktu untuk menggarap laporan PKL mata kuliah Perencanaan Pembangunan dan meneruskan postingan yang sempat mendekam di draft beberapa hari ini. hhh... bismillah, Yaa Robb.. semoga semua hari sepanjang Mei ini bernilai ibadah di mata-Mu. aamiin...

hari Sabtu-Minggu, 12-13 Mei lalu aku berkesempatan untuk menyambangi Desa Gogik di Kabupaten Semarang bersama teman-teman dari sebuah organisasi kampus. sebuah desa yang jauh dari keramaian, sebuah desa yang terletak agak di dataran tinggi dibanding dengan Semarang Kota. suasananya damai dan ndeso banget. tentu saja suasana itu mengingatkanku pada rumahku tercinta nun jauh di Cipunagara Subang sana. tapi sayang ada yang berbeda, yaitu bahasa. Jawa banget deh. aku jadi agak tidak kerasan. hehehe *sorry.
agenda hari Minggunya yaitu rihlah. tempat rihlah yang akan kami tuju adalah Curug Semirang. ini ada sedikit oleh-oleh foto untuk teman-teman sekalian. barangkali ada yang demen jalan-jalan ke curug, mungkin curug yang satu ini bisa menjadi salah satu referensi perjalanan kalian. :)
dari sebuah pondok tempat kami bermalam, kami berjalan kaki menuju loket karcis Curug Semirang. jalannya naik-naik ke puncak gunung alias nanjak. lumayan lah bisa untuk membakar lemak. hehe..
ternyata loket karcisnya tidak terlalu jauh. hmm.. mungkin sekitar 15 menitan berjalan kaki -tidak ngebut, tidak alon-, kami sudah sampai di loket.
oh ya, nama curugnya hampir nyaris-ris-ris sama dengan nama kabupatennya ya.. Semirang versus Semarang :D cuma beda huruf i dan a saja.
tepat di depan kami setelah kami berpaling dari loket karcis dan akan menuju curug, kami disambut oleh tulisan "Curug Semirang, 900 meter". woo... berarti dekat dong ~pikirku~. makanya aku agak sedikit tersenyum dan berjalan santai saja. karena kata temanku yang pernah survey ke curug, hanya butuh waktu 30 menitan saja untuk sampai ke sana.
ini sih keciiiiiilll.... bahkan aku pernah hiking ke tempat yang track bahkan jarak tempuhnya lebih jauh dari Curug Semirang :D *upaya menyombongkan diri di awal perjalanan agar memiliki tambahan energi buat nanjak :P
setengah perjalanan sih bisa aku lalui dengan fine-fine saja, tanpa banyak mogok dan tanpa banyak bertanya "masih jauh gak nih?" hhoho...
tapi setengah perjalanan berikutnya, aku mulai loyo dan ingin segera menghentikan pendakian. Agung, temanku (cowok di foto atas yang pakai hitam-hitam) selalu bilang "sebentar lagi nyampe kok... tuh tinggal 2 tangga lagi... Allahu Akbar!" untuk menyemangatiku dan teman-teman. hah tapi kami selalu menimpali upaya pemberian semangat Agung dengan kata-kata, "ahh udah diem aja! daripada bohong mulu. dari tadi udah deket, tapi kok masih belum nyampe aja." hahahaa... maklum deh kami para cewek dan memakai rok pula.
aku terengah-engah. faktor jarang berolah raga dan sudah lama tidak hiking sangat mempengaruhi pendakianku. bahkan aku masih ingat terakhir kali aku hiking adalah bulan Desember tahun lalu. wow banget kan?? gkgkgk... pantas saja kemarin dibawa hiking lagi jadi berasa Mak Rempong :P
namun berkat izin Allah SWT, akhirnya aku bisa menuntaskan pendakianku. aku sampai di Curug Semirang!
curugnya... hmm... lumayan laah... meski tidak seindah dan sebesar Curug Cileat Subang. hehehe
noh lihat saja sendiri fotonya! 
memang hasil yang akan kita peroleh adalah sebanding dengan perjuangan dan usaha kerja keras kita! dulu aku mendapatkan keindahan Curug Cileat yang amat menenangkan hati *sedikit lebay, karena perjalanan yang aku tempuh tidak mudah. waktu tempuhku pun lama, sekitar kurang lebih 3 jam. sedangkan sekarang, hanya dengan 900 meter dan dengan waktu lebih dari 30 menit-kurang dari satu jam, aku sudah bisa sampai ke tujuan. ;)
setelah foto yang satu ini, ada kejadian yang amat memalukan. sangat berbekas dalam memoriku, dan mungkin tidak akan pernah terdelete sampai kapan pun. satu kebodohan diri sendiri dan nasib unlucky. hhh... maafkan aku, Allah... maafkan aku, teman-temaan :(
apa cobaaa??
sudah jelas tertulis di judul postingan tuh!
ini aib! 
lantas kenapa aku mempublish aibku sendiri di sini? di blog ini? hhh... tidak lain dan tidak bukan karena hal itu sangat mengganjal di perutku *eh, hatiku. aku terus kepikiran dan teringat-ingat kejadian itu. higs.
sayangnya ketika kejadian unlucky itu berlangsung, teman-temanku yang cewek malah ikut panik dan justru berteriak-teriak menyuruhku turun ke tempat mereka, bukannya langsung mengamankan my veil. hah. tapi aku juga tidak bisa menyalahkan mereka. karena kesalahan terbesar memang ada pada diriku sendiri. :'( *cry..cry..cry.. kucek-kucek matae..
forget it lah, Syif!!
(: .w.e.a.r.e.f.k.m.m.f.i.s.i.p.u.n.d.i.p.c.r.e.w. :)

by. si Famysa, banyak tugas --"

Jumat, 04 Mei 2012

Selasa Berduka

entahlah. pantas atau tidak judul ini. aku hanya ingin menumpahkan segala keluh-kesah, duka-derita di hari Selasa kemarin melalui postingan ini.
berita duka satu. akhir-akhir ini aku memang kebiasaan bangun siang. padahal dulu selalu bangun pagi *maksudnya habis subuh tidak tidur lagi. tapi sekarang, mungkin karena jadwal kuliah yang semuanya siang, aku jadi malas-malasan untuk bangun. biasa lah, pagi susah bangun, malam susah tidur alias begadang mulu. alhasil ketika hari Selasa kemarin aku kebagian jadwal UTS jam 8 pagi, si otak perasaan ngeblank banget. bukan karena tidak belajar atau tidak menguasai materi, tapi lebih karena tidak dapat berkonsentrasi. berkali-kali aku merasa menulis sambil setengah mengantuk. tulisannya saja acak-acakan asli. tidak seperti aku biasanya ketika sedang ujian. setelah UTS selesai pun aku langsung pulang dan tidur... sambil meratapi nasib dan menyesali kebiasaan burukku di setengah semester ini. --" adakah yang tahu penyakit jenis apa yang kualami ini? blank akibat mengantuk?
berita duka dua. ya, masih seputar UTS juga. setelah sempat tidur sejenak, jam 12 siang aku harus kembali ke kampus untuk mengikuti UTS selanjutnya. untuk mata kuliah yang satu ini aku memang tidak belajar dulu sebelumnya. aku terlalu pede bahwa ujiannya akan bersifat open book. mungkin setengah jam sebelum ujian dimulai, aku baru baca-baca sedikit materi dari kisi-kisi yang diberikan dosen saja. hanya ada 3 kisi-kisi soal. hmm.. insya Allah aku sudah paham betul mengenai 3 kisi-kisi itu. sudahlah, kututup bukunya karena sebentar lagi waktu ujian akan tiba. --- begitu lembar soal dibagikan, shock therapy sumpeh! soalnya ada 5 biji, dan tidak ada soal dari kisi-kisi dosen satu pun. apalagi ketika membaca petunjuk, soal bersifat close book. oowh meeen.... mau diisi apa kertas polio iniii?? jadi lah ujian mengarang bebas. hhh... lebih baik tidak diberi kisi-kisi dulu sebelumnya daripada diberi kisi-kisi tapi yang membuat soalnya orang lain (bukan dosen yang memberi kisi-kisi). >_<
berita duka tiga. aku mendapat kabar bahwa temanku, Azizah (si empunya blog In My Dream) akan pulang ke Jakarta karena ayahnya harus operasi mata. kata Zizah satu mata ayahnya sudah tidak bisa melihat lagi, makanya harus dioperasi.
berita duka empat. waktu rapat organisasi, Zizah bercerita padaku bahwa Tian telat mengumpulkan tugas pengganti UTS. seharusnya tugas itu dikumpulkan jam 3 sore, tapi Tian telat. alhasil dia melakukan hal setengah gila, 'cukur rambut ala hair skin'! wow, melihatnya saja membuatku takjub, walaupun cuma sedikit di bagian dekat telinga saja. saking kalutnya dia jadi berani potong rambut dengan model 'jalan kutu' gitu ya. ckck...
berita duka lima. aku merasa hari Selasa kemarin begituuu banyak kegiatan. mulai dari UTS, update Famysa Collections, rapat organisasi, sampai rapat persiapan PKL ke Kecamatan Gunung Pati. aku agak keteteran mengerjakan tugasku mempersiapkan daftar kuesioner tertutup untuk kepala seksi pembangunan di kecamatan Gunung Pati. sedangkan PKLnya itu besoook (Rabu), dan rapatnya malam itu juga. sebenarnya daftar pertanyaannya sudah ada di PDF yang diberikan dosen. tapi tetap harus diubah lagi karena daftar pertanyaan di PDF itu untuk skala provinsi. sedangkan aku dkk kan PKLnya di kecamatan. hufftt... aku ngebut mengerjakannya walau sadar tidak akan terkejar.
berita duka enam. ketika kalut dengan daftar pertanyaan yang harus kucopast dari PDF ke word, otakku memberikan sinyal terang, bagaimana jika PDFnya diconvert ke word saja... kan lebih gampang. aku bisa tinggal menghapus dan memperbaiki apa yang tidak perlu. aku segera bergerak cepat. website PDF converter kubuka, kuunggah fileku di sana, klik convert, klik download, hasilnya.... hanya 2 halaman cover saja yang muncul, sedangkan 50 halaman lainnya tidak ada. hhh... aku tidak mengeluh. aku masih bisa berpikir. aku ingat kalau Ibank punya aplikasi PDF converter di laptopnya. segera ku-sms dia untuk meminta tolong. tak usah menunggu lama, Ibank langsung menjawab 'oke'. haahh... sejenak aku bisa menghela nafas lega. aku bisa datang rapat organisasi dengan tenang. --- di akhir-akhir rapat, kusempatkan untuk sms Ibank lagi, menanyakan sudah selesai diconvert belum. lama-lama kupandangi hape, tidak ada balasan juga. akhirnya kutelpon dia. namun... nomor yang anda tuju sedang sibuk.... nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan... blablablaa... whuaa.... tanduk merahku seketika muncul dua-duanya. aku kesal, marah, sebal. tahu begitu kan lebih baik aku bolos rapat saja demi tugas PKL. akhirnya dengan setengah dongkol aku terpaksa melanjutkan copast.
berita duka tujuh. ba'da Isya, aku sedang bersama teman-teman kelompok PKLku di kosan Arir. walaupun kesal pada Ibank, aku tetap saja khawatir. dia kemanaa?? tadi sore bilangnya sedang servis motor, masa belum selesai juga sampai malam hari. :'( aku sms dia lagi dengan hanya memanggil namanya. dan eh..eh..eh.. dia membalas smsku! arrrghh... aku kesal lagi. aku membalas smsnya dengan ungkapan kekesalanku. lalu dia hanya membalas 'nanti dijelasin, Teh.. plis...pliiiiss...'. hapenya pun kembali mati. huh! untungnya aku sedang bersama teman-teman. kalau sedang sendiri sih bisa-bisa meledak-ledak tidak jelas. --- beberapa saat kemudian... ada sms dari Ibank lagi. "Tiara kecelakaan, Teh. tadi dia minta tolong Ibank buat nyariin mobil rentalan buat dia pulang ke Semarang." jelas aku langsung menjerit dong di tengah-tengah kerja kelompok. kubilang pada teman-teman juga bahwa Tiara kecelakaan di Jogja. Ibank bilang tangan Tiara patah, kakinya penuh luka dan bengkak-bengkak. awalnya dokter bilang Tiara harus dioperasi. tapi setelah diperiksa lagi ternyata sudah boleh pulang alias tidak jadi operasi, cukup digips saja. motor Tiara pecah bagian pijakan depannya (Mio). dan blablabla sebagainya... Ibank tidak sempat sms padaku karena dia panik. Ibank juga mengira kalau Tiara sudah bilang padaku dulu sebelumnya. padahal Tiara tidak memberi tahuku sama sekali. siang hari Tiara hanya sms padaku, minta nomornya Ibank. aku kasih lah... tanpa aku tanya untuk apa. aku memang sempat mendengar 'kecelakaan motor' ketika ujian jam 8 pagi berlangsung. tapi aku tidak terlalu peduli siapa itu yang kecelakaan. mana bisa peduli sih, soal  text book dan kantuk yang mendera saja sudah cukup membuat kepalaku pening.
aku sangat kaget. tembok marahku pada Ibank seketika runtuh. ternyata Ibank pergi demi Tiara... higs.. kamu sih bandel, Ti... aku jadi sedih melihat keadaanmu sekarang ini... tanganmu digips sebesar itu, kamu tidak bisa naik motor sendiri lagi, tidak bisa mendaki gunung lagi... setidaknya dalam beberapa minggu ini.
cepat sembuh ya, Jagoan!! ingat yaa... jangan nakal lagi!
pada kenal Tiara kan??
Tiara Nur Tsofyani Putri, si empunya blog Believe or Not
yuuk kirim doa untuk kesembuhannya yuuk :))

note buat Tiara: jangan geer and banyak cincong lu yee... istirahat aja di rumah... :P kita bantu dengan doa supaya lu cepet sembuh!

by. si Famysa, ?? 

Mijn Vriend