Senin, 30 Januari 2012

I'm Lucky Girl; I'm Happy :)

Syifa Azmy Khoirunnisa menang lomba blog! oh maiiii.... ini adalah pertama kalinya dalam hidupku. rasanya campur aduk banget. senang, terharu, tidak percaya. tapi itu beneran aku. dilihat berkali-kali pun itu pengumuman ya tetap namaku ada di sana, aku tidak salah baca kok. malah saking tidak percayanya, aku klik link yang aku lombakan, yang ada di samping namaku di pengumuman itu. ternyata memang masuk ke blogku. ohohoo berarti aku memang benar-benar ada diantara salah satu pemenang itu. hmm... memang sih pengetikkan namaku agak sedikit salah. maklum namanya termasuk nama yang rempong ditulis sih. tapi itu tetap aku dong. hihihi..
silahkan diklik gambarnya untuk membuktikan :D
alhamdulillah aku mendapatkan hadiah hiburan uang tunai Rp 200.000,- sebagai penghibur gagal mendapatkan Samsung Galaxy. hehe.. berkat postingan ini nih --> My Sweet17 <-- aku jadi dapat uang 200ribu. mahal juga yee harga postingannya. bwahaha #hushhush kabur, Mba Bong.. jangan dekat-dekat padaku.
saat pertama aku ikutan lomba yang diadakan dBlogger itu, tentunya targetku Samsung Galaxy dong. aku mempersiapkan bahan-bahan yang akan kupakai untuk lomba dengan sepenuh hati. pilih-pilih fotonya saja lamaa sekali. rules lombanya juga aku baca berulang kali supaya tidak terjadi kesalahan teknis. setelah dituliskan, masih melalui editing beberapa kali. itu karena saking fokusnya ingin mendapatkan Samsung Galaxy. aku juga optimis bahwa aku akan menang. optimisnya gede banget deh, tidak seperti biasanya. 
begitu hari sudah memasuki tanggal 29 Januari, aku memaksa modemku untuk dapat mengakses dBlogger, padahal saat itu koneksi internet sedang sangat jelek. aku maksa terus. aku buka dBlogger pagi-pagi, belum ada pengumumannya. aku buka lagi siang, belum ada juga. sore juga gitu, masih belum ada. hingga menjelang tidur aku buka lagi, eeehhh pengumumannya ternyata sudah ada. segeralah kucari-cari namaku, apakah ada diantara 7 nama pemenang itu atau tidak. dan setelah aku baca bagian bawah, namaku ada di sana! aku menang. yaayy! :D eh oopss 'alhamdulillaaah' maksudnya. hihii.. secara ini pertama kalinya aku menang lomba di blog, senangnya jadi seperti melayang-layang di atas awan, bertemu bidadara ganteng, lalu diajak menari-nari berlantaikan awan, dan buuuugg.... aku terjatuh lagi ke bumi. #lebay dong :P
aku langsung berteriak-teriak malam itu. adikku saja sampai nyengir-nyengir dibuatnya. mamahku juga kaget, "ada apa siiih ribut-ribut?" --- "menang lomba blog, Mah. hadiahnya 200ribu, kan lumanyun :D" lalu kusms Ibank dan Kokom untuk mengucapkan terima kasih karena mereka yang ada di dalam cerita membawaku sebagai pemenang hiburan. Teh Tuti dan Mila tidak kusms karena memang setelah mereka bekerja dan menikah, lost contact deh denganku.

ada dua pelajaran penting dalam keberuntunganku ini. 
pertama. fokus pada tujuan, ambil pilihan tertinggi, optimis, dan tawakal itu penting! saat aku fokus pada tujuanku, Samsung Galaxy, aku mengerahkan segala upaya dan doa untuk bisa mendapatkannya. aku optimis bahwa aku akan menang sambil mengatakan pada diriku sendiri 'aku pasti menang'. ketika otak kita berpikiran positif, alam dan sekitar kita akan mendengarnya dan akan mendekatkan kita ke arah yang kita tuju itu (bisa dibaca lebih lanjut mengenai hukum tarik-menarik antara alam dan pikiran). disaat pengumuman pemenang muncul dan ternyata aku hanya mendapatkan hadiah uang 200ribu, aku tidak sedih. aku justru senang bukan kepalang. targetku pada Samsung Galaxy membawaku pada uang 200ribu! beda lagi jika sedari awal targetku hanya uang 500ribu atau hanya sekedar ingin meramaikan lomba. mungkin aku tidak akan mendapatkan hadiah apa-apa. masalah tercapai atau tidaknya target kita, kita punya Tuhan kan.. dalam Islam diajarkan tawakal (menyerahkan segalanya pada Allah) setelah berusaha, berdoa, dan bersabar. Allah yang lebih tahu dari kita mengenai pantas atau tidak kita mendapatkan target yang kita tuju. selalu berbaik sangka, insya Allah berkah dan beruntung :)  
kedua. Allah memang benar-benar Maha Tahu. Dia tahu aku belum sembuh benar, aku sedang belajar menjalani hidup normal lagi pascakecelakaan, uangku terkuras untuk biaya berobat diriku dan motorku. makanya Allah memberi ganti berupa keberuntungan ini. aku sadar akan hal itu. Allah jelas turut campur dalam lomba ini. Allah jelas menampakkan Kebesaran-Nya, sesuatu akan indah pada waktunya memang benar. aku jadi malu karena kemarin-kemarin aku mengeluh terus. aku menangis, aku meringis kesakitan, aku mengeluhkan kesendirianku ketika mendapat musibah. ahh.. aku malu. aku terlalu terpuruk dalam duka yang tidak seberapa. aku lupa melihat sukacitaku, aku lupa melihat betapa beruntungnya aku, terutama selama liburan ini.

di awal liburan, ketika aku mampir ke kantor bapak untuk mengambil motor, aku mendapat banyak buku dan satu jaket PNPM Mandiri. semuanya kepunyaan bapak yang aku pinta. jaket PNPM aku ambil karena jelas jaket itu tidak akan cukup di badan bapak yang terlalu jumbo. buku kuambil karena beberapa hari lagi bapak akan keluar dari kantor itu dan digantikan oleh kepala desa yang baru. maka kuambili saja bukunya, toh bapakku juga jarang membacanya, palingan juga setelah dibeli langsung dimasukkan ke lemari buku tanpa sempat dibaca. ahihii... terbukti karena setelah aku baca buku Harus Bisa! -Dr. Dino Patti Djalal-, masih banyak halaman yang nempel-nempel (tidak terpotong secara sempurna). hihi.. peaceee, Beeh :D
buku-buku itu membuatku senang. liburanku jadi tidak garing karena mereka mengelilingiku. aku suka sekali pada buku. kini di rak bukuku bertengger cantik buku Harus Bisa!, Wasiat Terakhir Soeharto, 5 Partai Dalam Timbangan, Pesantren Al-Zaytun Sesat?, Kuliah Tujuh Menit, dan UU Otonomi Daerah 1999 & Juklak. :)
with Teh Erna, pake jaket PNPM
lalu pada tanggal 15 Januari, aku bertemu dengan Teh Erna, pelanggan Famysa Collections untuk bertransaksi sarimbit batik. Teh Erna ini adalah seorang TKW di Singapore yang sedang mengambil cuti pulang kampung. aku cukup akrab dengannya di dunia maya (FB) karena dia juga sering belanja padaku. dan dari belanja ini lah kami jadi akrab. terlebih lagi karena kami memang satu daerah (Subang) walaupun beda kecamatan. kami jadi sering ngobrol, curhat-curhatan, gosip-gosipan (enggak laah :O). hihi... ketika transaksi selesai dan aku hendak pulang, Teh Erna memberiku oleh-oleh 2 bungkus coklat dari Singapore. transaksi berhasil, coklat pun dapat. tahu saja si Teh Erna ini kalau aku doyan coklat. hihi... terima kasih, Teteh... coklatmu telah sangat mewarnai liburanku :)
dan ketika aku terbaring sakit pascakecelakaan, hari Jumatnya, Ovi dan Teh Yayah datang menjengukku membawa sebungkus plastik berisi makanan. dan di dalamnya ada Chunky Bar yang sangaaat aku sukai. lalu keesokan harinya Alam datang menjenguk juga. yang heboh adalah di hari Minggunya. nenek, tante, om, sepupu-sepupu, semuanya datang menjenguk. bawaannya juga lebih heboh. ada nasi timbel, berbagai macam makanan ringan, belum lagi upetinya. hihihi... aku tetap bisa tertawa di tengah kesakitanku. alhamdulillah, Yaa Robb...
aku benar-benar malu dan tersadar. Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang akan kau dustakan? semuanya adalah nikmat jika kita pandai-pandai bersyukur. sungguh, Allah Maha Baik... :)
terima kasih atas segala nikmat dari-Mu, Robb... nikmat yang aku sadari hingga nikmat yang luput dari kesadaranku...

mari kita belajar untuk jadi ahli syukur agar hari-hari kita selalu beruntung! ;) 

by. si Famysa, :)

Jumat, 27 Januari 2012

Homework: About Indonesia

akhir-akhir ini si aku sedang doyan BW. yaa... karena memang sedang libur dan sedang terkurung di rumah akibat kakiku yang luka (jadi tidak bisa kemana-mana deh). dan suatu hari ketika aku mendaratkan diri di blog Emotional Flutter, si empunya blog, Kak Keven malah lempar PR ini buat aku. #ngoook
baiklah aku akan mencoba untuk mengerjakannya. haiyaa.... fighting.. fighting...!! tanpa gokil juga biarin deh, yang penting PRnya aku kerjakan. ehehe...
ini niiih PRnyaa...
hari pertama, hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya diubah jadi pertanyaan pertama, pertanyaan kedua, dan seterusnya saja ya.. supaya tidak usah menunggu satu minggu untuk menyelesaikan PR ini. cukup satu hari ini saja juga beres kok. :D #belaguuu

#1 - isi pancasila, lambang dan sila favoritku
pict from here
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. kemanusiaan yang adil dan beradab
3. persatuan Indonesia
4. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
ehh benar kaan? benar yaa....?? benar doong...!! :D begini-begini juga walaupun sudah tidak pernah mengikuti upacara pengibaran bendera selama hampir dua tahun, si aku tetap hafal pancasila dong. soalnya pancasila sudah tertanam di hatiku siih.. jadi yaa mau bagaimana lagi, aku tidak bisa melupakannya. oowhh...
kalau ditanya lambang dan sila favorit, bingung juga jawabnya. soalnya bagiku semuanya aku favoritkan. aku cinta pancasila secara keseluruhan, tanpa memisah-misahkan salah satunya. jika ditilik-tilik, bukankah antara sila satu dan sila lainnya semuanya berhubungan? right? 
tapi... PR tetap PR, dan harus tetap dijawab #prinsip aneh. maka dengan pertimbangan yang sangat matang, disertai semedi 24 jam di kasur tercinta, akhirnya aku memutuskan bahwa aku memilih sila kesatu sebagai lambang dan sila yang aku favoritkan. eehh Kak Keven, aku gak nyontek kamu koook... cuma ngintip doang. hihiii..
alasannya karena jika semua orang dapat menjalankan kehidupannya dengan berlandaskan kepada Tuhan (agama)nya, maka orang tersebut akan menjalankan pula nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila lainnya.  itu pasti! karena segala tata cara dalam menjalani hidup sudah diatur semua oleh Tuhan. mengenai adab dan keadilan, persatuan bangsa dan negara, bermusyawarah dalam menyelesaikan perkara, dan lain sebagainya, bahkan lebih dari itu, itu tuh sudah dikasih tahu semua caranya oleh Tuhan. bukankah pada dasarnya Tuhan mengajarkan kebaikan pada umatnya? jadi barangsiapa mengaku umat Tuhan, ya dia harus dan bakal menjalankan segala aturan yang telah ditetapkan Tuhan. 
tidak percaya? silahkan buktikan sendiri!!

#2 - 5 penyanyi Indonesia yang patut dilike (ala FB)
pict from twitter @agnesmo
1. Agnes Monica
2. Agnes Monica
3. Agnes Monica
4. Agnes Monica
5. Agnes Monica
ahahaaa.... sorry deeh... si aku tahu dan demennya cuma Agnes sih gimana? kalau pertanyaannya publik figur yang pantas dilike mungkin aku bisa jawab dengan lima orang berbeda. tapi kalau penyanyi mah cuma ingin menuliskan Agnes :P
do you know why? cause because prinsip hidup si Agnes ini keren banget daah... dream, believe, and make it happen! dan terbukti! dia memang dapat membuktikannya. hanya dengan menanamkan prinsipnya dalam-dalam, dipupuk dengan semangat dan kerja keras, akhirnya mimpi-mimpinya satu persatu dapat terwujud. dia pandai memanfaatkan peluang, dia anti biasa, dia tidak mudah puas. wow! bagi si aku yang pemimpi kelas kasur, jelas saja aku akan mengacungkan empat jempolku tinggi-tinggi untuk Agnes. suaranya juga keren (kereeeeenn bangeeet!), penampilannya oke, cantik, pintar, berprestasi, duta anti narkoba, idealis, agamis, multitalenta, daaan lain-lainnya deh banyak banget. apa lagi coba yang kurang bagi ukuran manusia biasa yang tak mungkin bisa sempurna?

#3 - hal yang lebih menyenangkan daripada libur satu bulan
Famysa Collections kebanjiran order! 
dengan begitu aku mendapatkan banyak uang. dengan uang aku bisa shopping, bisa travelling, bisa makan enak, bisa jajan sesuka hati, bisa beli apa yang diinginkan, bisa bayar-bayar yang lainnya pakai uang sendiri, bisa mandiri, dan bisa-bisa yang lainnya. ada suatu kebanggaan tersendiri yang jauh lebih besar daripada sekedar senang. mungkin terlihat seperti matre, mata duitan, atau apalah istilahnya. tapi memang jaman sekarang hidup identik dengan uang. walaupun uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang :P --> bagi yang tidak berkenan tidak usah ditiru yaa... ini hanya pandangan hidupku pribadi :)
eh monggo yang mau belanja segala macam batik (dress, kemeja, blus, sarimbit, bolero, rompi, dsb), langsung mampir saja ke Famysa Collections ya! di sana juga ada kaos oblong Caping Jogja :D -> sekalian promosi boo. hehe..

#4 -  2 fauna langka Indonesia yang patut disms juga
pict from here
orang utan dan gajah!
higs. miris sekali aku mendengar dan melihat kabar dua hewan itu. tempat tinggal mereka terus dibabat habis oleh manusia-manusia serakah. lantas mereka mau tinggal dimana? tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali mati. hahaah! lihat saja suatu hari nanti jika gajah dan orang utan ikut membaur bersama manusia di tengah kota, si gajah menghalangi lalu lintas, si orang utan gelantungan di halte bus.. risih gak tuuuh? kalau sekiranya bakal merasa risih ya dari sekarang hentikan mengganggu mereka dengan merusak tempat tinggal mereka! biarkan mereka hidup damai, selamatkan kelestarian hidup mereka! karena mereka juga makhluk Tuhan yang pantas untuk hidup dan mendapatkan keadilan.
pict from here
#5 - 5 hal yang akan kulakukan jika aku jadi presiden RI
1. ikutan macet bersama rakyat dengan cara tidak usah adanya pengawalan berlebihan terhadap kendaraan presiden
presidennya satu mobil, pengawalnya banyak buangeeet. bukankah itu hanya menguntungkan dirinya saja. sedangkan penikmat jalan lainnya harus rela berhenti dulu atau dialihkan ke jalan lain. padahal kan semua orang punya kepentingan masing-masing. bagaimana jika pada saat rombongan presiden lewat, ada mobil lain yang dihentikan, padahal penumpang dari mobil tersebut adalah ibu hamil yang sudah tidak tahan ingin mengeluarkan bayinya alias melahirkan. gawat kan. curangnya lagi jika keadaan jalan sedang macet, kendaraan presiden justru melenggang seenak hati karena sudah disediakan jalur khusus terlebih dahulu oleh pasukan pengawal presiden. ngoook banget --"
2. memberi dana khusus pada daerah-daerah untuk renovasi jalan
jalan di berbagai kecamatan di kabupaten Subang tuh, beuuuh.... ancur gilaaaa! jangan dikira hanya orang-orang kota yang membutuhkan jalan yang nyaman dan mulus, orang desa sendeso-desonya juga perlu. dengan baiknya kondisi jalan, transportasi jadi lancar. transportasi lancar, perekonomian pun lancar, atau sedikitnya dapat terbantu lah.
3. mencabut subsidi BBM 100%
biarkan sajaaa! bukannya aku pelit, bukannya aku kikir. tujuanku hanyalah agar budaya konsumerisme terhadap kendaraan-kendaraan mentereng dari luar negeri dapat ditekan. kalau BBM mahal, orang-orang tentu akan sayang untuk bepergian menggunakan kendaraannya, apalagi jika jaraknya dekat. dengan begitu maka penggunaan kendaraan pribadi akan berkurang, dan itu berarti polusi dari asap knalpot pun akan berkurang. hehehe..
4. membenahi sarana transportasi dari mulai angkutan desa, kota, antarkota, antarpropinsi, sampai antarnegara
naah tadi kan mau mencabut subsidi BBM supaya BBMnya mahal. sekarang ini dia solusinya bagi orang-orang yang sayang menggunakan kendaraan pribadi karena BBM mahal. khusus untuk transportasi umum, aku akan memberi keringanan agar ada jatah BBM khusus yang murah. hihii... jadi kan ongkos transportasi umumnya murah. selain ongkos yang murah, sopir dan kelayakan pakai transportasi umum pun akan dibenahi dong. harapannya adalah agar orang-orang tertarik memilih transportasi umum sebagai kendaraan favorit.
5. menggalakkan kegiatan cinta lingkungan
beberapa diantaranya adalah dengan membuang sampah pada tempatnya (benar-benar pada tempatnya loh yaa... bukan ke sungai atau ke pinggir jalan), mengurangi penggunaan bungkus plastik, gemar menanam pohon, mengurusi mangrove secara serius, dan lain-lain-lainnyaa masih banyak lagi...
duuuh lima doang kurang niiih... soalnya yang ada di benak terlalu banyak. hehehe...

#6 - penyebab Ayu Ting Ting tenar
jual diri dong. salah satu caranya ya dengan menambahkan nama Ting-ting di belakang namanya. padahal kan sebelum ada embel-embel Ting-ting, dia bahkan tidak dikenal, terdengar namanya saja tidak. sebab nama Ayu terlalu pasaran. terus juga memang suaranya bagus, cantik, dan memiliki ciri khas. di saat remaja lainnya berlomba-lomba menyanyi pop, ngeband, bahkan girl band, dia malah dengan pedenya muncul sebagai penyanyi dangdut. kan sesuatu banget. jarang ditemukan deh.

#7 - 3 ayat Al-Quran yang aku hafal
surat Al-Kautsar dong :D
surat itu tiga ayat kan? iya kan? ya sudah itu saja deh. hehee...

alhamdulillah selesai sudah PRnya. senangnya hatiku.. turun panas demamku.. kini aku bermain dengan riang. #loh kok iklan?
sekarang aku akan melempar PR ini ke 14 orang dibagi 2 alias 7 temanku saja yang beruntung. siap-siaaap... ini dia yang kenaaa ----->> Kak TiaMba AccilongRiska MbemTante SusiHana EsterMba Niken, dan Liha <<-----
selamat mengerjakaaaan! :D

by. si Famysa, bosan ><

Kamis, 26 Januari 2012

For My Mum

Mamah
Jika dunia beserta seluruh isinya dapat kubeli, akan kuhadiahkan semuanya untukmu mah..
Hatimu setegar batu karang, bahkan lebih dari itu
Lembutnya embun pagi tak dapat menandingi kelembutan hati, air mata dan belaianmu
Cinta Illahi ada dalam senyumanmu
Betapa mulianya engkau di mata Tuhan
Harus dengan apakah aku membalas semua jasamu mah??
Harus dengan apa???
Nyawaku saja tak cukup untuk itu

Mah, tak lelahkah kau mengasuhku?
Tak inginkah kau membunuhku disaat aku mendurhakaimu?
Aku mencintaimu mah...

19 tahun aku bersamamu, tak pernah sekalipun aku melihat air mata dukamu
Tanda apakah senyummu itu mah?
Bahagiakah kau bersamaku mah?
Atau dukakah yang ada selama ini?
Entahlah...
Yang jelas kebahagiaanku yang terbesar adalah ketika aku dapat melihat sebuah senyuman dari wajahmu

Mamahku wanita hebat
Mamahku wanita perkasa
Mamahku tak akan meneteskan satu titik air mata pun untukmu
Aku sayang mamah
Aku butuh mamah
Tetaplah kau disampingku mah..
Aaaaahhh.....
....Menangislah kau cengeng! Teruslah menangis. Karena walau sampai kering air matamu tak akan mampu membalas secuil dari jasa mamahmu

Astaghfirullaaah....
Aku ingin bersimpuh di hadapannya Ya Allah!!
Aku ingin memeluknya dan menangis dalam dekapannya
. . . . . . . . . . . . . .

~Famysa - 2012~

"Ungkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTML"

by. si Famysa, love mamah

Flamboyanku Tumbang

siang tadi ketika sedang menonton berita di TV, aku dikagetkan oleh suara benda besar yang terjatuh. ketika kulihat ternyata pohon flamboyan di depan rumahku tumbang. suaranya benar-benar membuatku takut. untungnya flamboyanku tumbang ke arah atap rumah bagian depan, bukan ke arah jalan. jadi si flamboyannya tertahan oleh atap, tidak langsung jatuh ke tanah. hufth.. astaghfirullaah... aku sempat berpikir bagaimana jika flamboyan itu jatuh ke arah jalan, atau jatuh ke arah tanaman hias lainnya. jelas akan banyak sekali tanaman yang terluka. atau kalaupun jatuh ke arah jalan, setidaknya akan mengganggu orang-orang yang akan melewati jalan. benar-benar alhamdulillah ya... 
waktu pohon flamboyanku tumbang, berita yang kulihat di TV adalah berita mengenai pohon tumbang di Jakarta yang menewaskan sopir bajaj, serta berita peringatan seputar kondisi angin di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat yang memang sedang mengkhawatirkan. warga diminta untuk siaga terhadap kondisi angin tersebut, terutama bagi wilayah jabodetabek dan Jawa Barat. anginnya sedang sangat kencang akibat angin dari Pantai Selatan Pulau Jawa. selain menumbangkan pohon-pohon, angin juga bisa berubah wujud menjadi angin puting beliung, angin puyuh, dan angin-angin berbahaya lainnya. 
sangat amat kebetulan sekali bukan.. tumbangnya flamboyanku pas dengan berita tersebut. jadinya kan semakin takut. waktu itu pikiranku jelas saja sedang takut akan ancaman angin itu, eeehh.... malah datang beneran dan menumbangkan flamboyanku. huhuuu...
sebenarnya sih tadi siang anginnya tidak terlalu besar. tapi mungkin karena kondisi akar flamboyanku yang sudah tidak kuat lagi akibat setiap hari diguyur hujan dan didatangi angin, ditambah dengan rimbunnya daun flamboyan, maka tumbanglah ia. terpaksa flamboyanku harus dimutilasi total. higs.. aku turut merasakan kepedihanmu, oh flamboyanku... :'(

ada yang lucu perihal tumbangnya flamboyanku. 
tadi sore, Mak Resih yang tinggal di kampung seberang datang ke rumah. dia mendapat kabar bahwa mamahku tertimpa pohon flamboyan yang tumbang, dan sekarang punggungnya terluka. oo maan... kabar burung seburung-burungnya dari mana itu?? aku dan mamah hanya menanggapinya dengan tertawa dan memperlihatkan kondisi mamah yang sehat wal afiat.
sebelum Mak Resih datang, ketika aku sedang di kamar, aku memang mendengar ada salah seorang warga yang berteriak, "mana... mana... kenapaa ini... ada apaa?? katanya Bu Anah tertimpa pohon tumbang. gimana sekarang keadaannya? Buuu... Buuuu.... (memanggil-manggil mamahku dari luar rumah)"
lucu ya.. sangat lucu.. 
begitulah tren gosip pada warga kampungku, mayoritas orang di sini memang seperti itu semua. *eiitss tapi aku tidak yoo... heheh..* hal yang seperti itu dianggap candaan belaka, padahal si penyebar gosip tidak pernah tahu apa akibat dari candaannya itu. yaa... memang ada plus and minusnya juga sih. gimana kita menyikapinya saja deh. hmm... 
mungkin salah satu plus dari tren gosip ini dapat aku rasakan ketika banyak orang yang menjengukku ketika kecelakaan motor minggu lalu. semua orang seketika jadi tahu bahwa aku mengalami kecelakaan. tapi ada minusnya juga... semua orang jadi saling berlomba mengeluarkan suara tentang pengobatan apa yang paling mujarab untuk lukaku. tahu sendiri lah orang kampung kalau sudah bicara seperti apa. nyablak abiiiiss.... bikin rumah berisik. orang sakit kan butuh istirahat, ini malah diributin. huhu
btw.. aku jadi bingung harus memposisikan diri bagaimana di tengah warga kampung ini, sedangkan jiwaku ngota #plaaak blagu lu! ahahaa... ~eh tapi bener sumpah bingung... sama sekali gak ada maksud menyombongkan diri atau apapun. aku memang benar-benar bingung, merasa tidak memiliki jati diri~

note:
teman-teman semua yang ada di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, waspada sama angin yaa... ini kata BMG loh. hehe

ini ceritaku hari ini. bagaimana dengan ceritamu?

by. si Famysa, bingung 

Selasa, 24 Januari 2012

My Sweet17

jika ditanya ulang tahun ke berapa yang paling berkesan, pasti bakal aku jawab '17!' bukan karena angka 17nya itu. tapi memang karena segala kejutan yang ada di dalamnya. gimana gak paling berkesan, orang-orang di sekitarku bahkan sudah memberiku kejutan dari tanggal 7 Maret. padahal ulang tahunnya kan tanggal 9 Maret.

sepulang sekolah, hari Sabtu, tanggal 7 Maret, aku diberi kejutan yang sangat-sangat-sangat tidak akan terlupakan oleh teman-teman Dewan Ambalan Ganpadma. entah berapa puluh tamparan yang aku dapat, entah wajahku sudah berubah menjadi lautan coklat seperti apakah, whuaa pokoknya sakitnya tamparan-tamparan itu masih terasa sampai sekarang #lebay. caranya seperti ini, "eh sekarang ada tradisi baru di DA. salamannya pakai tangan kiri. yuk cobain yuuk!" aku menurut. kuulurkan tangan kiriku dan kujabat tangan si kakak. ternyataaa... PLAAAK!! tangan kanan si kakak mendarat tepat di pipiku, langsung saja diikuti yang lain. beuhh. kurang asyeeemm... suasana pun riuh dengan ucapan 'selamat ulang tahuuun, Syifaaa.....' ~thank u so much, dear.. :)~

hari Minggu, tanggal 8 Maret, aku merayakan prasweet17ku dengan mengajak sahabat-sahabatku ke Ciater Highland Resort (CHR). 
hari Senin, tanggal 9 Maret, kebetulan waktu itu bertepatan dengan tanggal merah, ini lah puncak dari segala kejutan yang menguras air mata. hukhuk >_<
pagi-pagi benar, Ibank, my someone special sudah nongol di depan rumah. aku tidak heran, tidak terkejut, tidak merasa ada keanehan apapun karena memang dari kemarin-kemarin aku meminta dia untuk datang dan menemaniku seharian di rumah selama tanggal 9 Maret itu. hingga kemudian Kokom, temanku yang memang menginap di rumahku sepulang dari CHR kemarin meminjam motor Ibank dan memintaku untuk mengantarnya pulang untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di rumah yang amat dia butuhkan. aku sempat bertanya, "kenapa harus aku yang mengantar Kokom? kenapa gak Ibank, Mila, atau Teh Tuti saja?" jawaban dari Kokom adalah, "Neng tahu sendiri kan mamah Kokom percaya sama Neng. jadi kalau Neng yang nganternya, Kokom bakal diizinin balik lagi ke rumah Neng. tapi kalau Teh Tuti atau Mila yang nganternya mungkin Kokom gak akan diizinin pergi lagi. terus kalau Ibank yang nganternya, nanti Neng cemburu. jadi ya mending Neng saja yang nganter Kokom pulang. sebentar ini kok." dan Kokom pun berhasil meyakinkanku. great! aku pun pergi bersama Kokom ke rumahnya. sesampainya di rumah Kokom, janjinya hanya akan sebentar, pada kenyataannya lamaa sekali. mungkin sengaja dilama-lamakan untuk sesuatu hal yang aku belum tahu apa itu. akhirnya setelah sekitar 1 jam di rumah Kokom, kami balik lagi ke rumahku. 
sesampainya di rumah, aku mengucap salam. tapi tidak kudengar satu pun ada yang menjawab salamku. bahkan kulihat rumahku sepi. pada kemana orang-orang?? lalu aku membuka pintu kamarku, daaannn.... tarrraaa...... ini lah yang terjadi.....
aku dilempari potongan-potongan kertas, aku dihadang oleh Ibank yang membawa sepiring kue tart, aku sampai tak bisa menghitung berapa kata ucapan selamat ulang tahun dari mereka.
lihat kerudungku! penuh dengan taburan potongan kertas dari Teh Tuti dan Mila
kamarku sudah disulap menjadi seperti ini dalam waktu 1 jam saja
tahukah apa yang aku pikirkan pertama kali ketika mendapat semua kejutan itu? aku berkata, "heey gak modaaal, itu kan kue tart ultah dan balon-balonkuuu...." ahahaa... ya, memang kue tart itu punyaku. aku membelinya kemarin sepulang dari CHR untuk persediaan cemilan di rumah. aku juga sengaja membeli balon kemarin sekedar untuk lucu-lucuan saja, mumpung sedang ulang tahun jadi gak akan diomelin mamah. hehe.. apa daya semuanya sudah disulap oleh teman-temanku :D
ekspresi saat menerima kejutan pertama dari teman-temanku, 'kue tart' :D
aku langsung mencari mamahku untuk tiup lilin bersamanya. berhubung mamahku sedang di luar mengurusi sesuatu, maka teman-teman pun ikut turun tangan.
tiuuup liliiiin sama mamah!
setelah tiup lilin, potong-potong, suap-suapan dan makan-makan kue dilanjutkan di kamarku. dan ternyata kejutan tak berhenti sampai di situ. tiba-tiba saja Ibank menghampiriku dengan membawa sebungkus kado yang sangat cantik. kertas kadonya saja bergambar kucing dan bernuansa ungu, sangat sesuai dengan kesukaanku.
nangis bombay :'(
yang membuat aku menitikkan air mata saat menerima kado itu bukan karena kadonya, tetapi aku takjub dengan cara mereka mempersiapkan semuanya untukku. aku bahkan tidak melihat Ibank membawa kado ketika datang pagi tadi. dan ternyata memang si kado itu sudah berada di rumahku dari kemarin-kemarin, dititipkan dan disembunyikan dengan rapi oleh Teh Tuti di kamarnya.
hanya bisa menangis untuk mengekspresikan segala rasa yang ada dalam dada.
ini dia isinya... boneka beruang pink I Love U. so sweeett! :D
kado dari Ibank sudah dibuka, berdatanganlah kado-kado lainnya dari Mila dan Teh Tuti. semuanya bernuansa pink dan merah. owh i very like it so much...!
dompet dan pin I Love Pink dari Mila
gantungan Love Red dari Teh Tuti
aku tidak tahu harus berkata-kata apa. aku hanya bisa menangis dan menangis hari itu. tangis haru, tangis bahagia, tangis penuh syukur karena aku dikelilingi oleh orang-orang yang amat menyayangiku sampai-sampai mereka susah payah mempersiapkan semua kejutan ulang tahun untukku.
aku baru mengetahui semuanya hari itu. satu persatu dari mereka membongkar segala hal di balik kejutannya. mulai dari kepura-puraan Kokom memintaku untuk mengantarnya pulang, rapinya persembunyian kado,  salah kirim sms tak-tik padaku yang berhasil dihapus oleh Teh Tuti, pembelian kado dari Ibank yang tidak aku ketahui, hingga saat ke CHR kemarin ternyata beberapa hari sebelumnya Ibank dan Teh Tuti nekat ke kantor bapakku di Indramayu untuk memintanya datang di hari ulang tahunku. yaa walaupun tetap saja bapak tidak bisa datang. tetapi aku sudah sangat senang dengan semua perjuangan yang mereka lakukan untukku. memang aku sempat curiga karena di hape Ibank ada foto kantor bapakku. dari mana dia punya foto kantor bapak coba? ahahaa... but totally it was very suprised me! 
seumur hidup mungkin ulang tahun ke 17 ini yang paling berkesan dalam hidupku. 3 hari berturut-turut mendapat kejutan. satu hari penuh dibuat nangis. pokoknya i love it deh!

note:
semua kado dan kertas kadonya masih tersimpan dan terawat rapi hingga saat ini :)

tidak ada hal yang paling membahagiakan di dunia ini, selain kamu dikelilingi oleh orang-orang yang menyayangimu, dan tentunya kamu pun menyayanginya :)
postingan ini diikutsertakan dalam lomba posting di dBlogger

by. si Famysa, :)

Jumat, 20 Januari 2012

Panggil Dia Kakak!


Oleh: Syifa Azmy Khoirunnisa

“Gung, sini... salam dulu sama Kakakmu.” Kata Nenek di tengah pelajaran IPS yang sedang berlangsung. Ya, Nenekku merangkap sebagai guruku di Sekolah Dasar. Bahkan Nenek adalah wali kelasku di kelas 4.
Aku maju dengan langkah enggan menghampiri orang yang Nenek sebut sebagai kakak. Kucium tangannya, juga kucium tangan laki-laki yang ada di sampingnya. Laki-laki itu adalah suaminya kakak.
-o-
Kini aku menyadari betul apa kesalahan terbesarmu. Aku... aku lah kesalahan terbesarmu. Dan aku begitu salah hingga aku tak pantas memiliki seorang ibu. Aku begitu salah hingga cap keturunan narapidana melekat padaku. Aku juga begitu salah karena aku lebih memilih tinggal di tengah-tengah tumpukan sampah yang menggunung. Semua kesalahanku aku anggap lebih baik daripada aku harus menerima kehadiranmu.
Kau mau memberiku apa lagi? Setelah sepetak tanah, sebongkah rumah, sebuah motor, mobil, harta melimpah, jaminan hidup dari asuransi. Apa lagiii? Dulu aku masih bodoh, aku begitu polos sehingga mau saja menerima semua pemberianmu sebagai penyumpal mulutku. Sungguh aku menyesal karena baru menyadarinya kini.
-o-
“Dian! Jangan pernah kau datangi lagi si pemulung itu. Ayah dan ibu sampai kapan pun tidak akan merestui hubungan kalian.”
“Tapi, Bu.. aku sangat mencintainya. Dan dia juga sangat mencintaiku. Aku akan hidup bahagia jika bersamanya, Bu. Tolong restuilah hubungan kami.. izinkan kami menikah.”
“Tidak! Lebih baik kau pergi dari kehidupan Ibu dan Ayah jika kau tetap ingin hidup bersama pemulung yang tidak memiliki masa depan itu.”
“Baik, Bu. Aku rasa aku akan memilih untuk pergi.”
“Kau boleh kembali ketika kau sudah tidak bersama pemulung itu lagi, Nak.”
“Terima kasih, Yah.. Tapi aku akan selalu bersamanya. Maafkan aku.”
-o-
Dengan atau tanpa restu kedua orang tuanya, Dian tetap bersikukuh untuk menikah dengan Hadi. Mereka kawin lari! Setelah itu mereka tinggal di rumah susun milik Hadi, di tengah lingkungan kumuh pemulung.
-o-
Sekilas info:
Sekawanan perampok mini market 24 jam berhasil diciduk oleh tim kepolisian daerah Bandung Barat. Mereka terdiri dari 5 orang. 2 diantaranya wanita, dan 3 diantaranya pria. Identitas perampok tersebut dapat diketahui dengan mudah setelah polisi menggeledah barang curian mereka, menggeledah barang bawaan lainnya, hingga ditemukannya KTP dari salah satu perampok. Satu orang diketahui identitasnya, tentunya dia membongkar identitas rekan-rekannya juga karena tidak mau malu sendirian. Dan berikut identitas para perampok itu agar pemirsa mengetahui dan dapat berantisipasi.
Klik!
TV dimatikan.
-o-
“Mas, kenapa kamu tega melakukan ini padaku?”
“Maafkan aku, Dian. Aku terpaksa melakukannya. Aku sudah tidak tahu lagi harus memberimu dan calon bayi kita makan dari mana. Sedangkan aku hanya seorang pemulung. Kau tahu sendiri bagaimana susahnya kita. Apalagi sebentar lagi dia akan terlahir ke dunia. Aku semakin bingung. Aku terpaksa merampok. Maafkan aku karena aku telah membohongimu, aku berpura-pura bekerja pada temanku padahal aku melakukan pekerjaan tercela. Maafkan aku, Istriku...”
“Aku akan menunggumu. Meskipun tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Aku akan setia menunggumu pulang, Mas..”
Tidak ada lagi kata yang terucap dari seberang. Hadi justru meninggalkan Dian tanpa mengucap kata perpisahan sedikit pun. Keduanya menangis. Dian pun tahu jika sebenarnya Hadi, laki-laki, perampok, pemulung yang dicintainya menangis ketika dia membalikkan badan dan pergi meninggalkan Dian seorang diri di ruang jenguk tahanan.
-o-
“Mama... Mamaa... Papa kapan puyangnya, Ma?”
“Sebentar lagi, Agung sayaang... lebih baik Agung sekarang tidur siang yuk! Nanti kalau Papa pulang mama kasih tahu, nanti Agung mama bangunkan deh.”
“Aciik.. aciiiik.... benelan ya, Maa...”
Agung kecil tidur dengan pulasnya. Agung tak pernah tahu bahwasannya Dian, ibunya selalu menangis di kala Agung sedang tertidur. Sudah tiga tahun lebih berlalu. Bahkan nyaris empat tahun Hadi tak kunjung datang. Dian tersiksa oleh perasaan rindunya pada Hadi. Semenjak pertemuannya dulu di ruang jenguk tahanan, Dian tidak pernah bertemu lagi dengan Hadi karena Hadi selalu menolak kunjungan Dian. Ketika itu Dian datang hanya untuk mengabari dan memperlihatkan bayi mungil buah cinta mereka yang sudah lahir ke dunia. Namun Hadi menolak. Dian datang lagi ketika Hadi berulang tahun, Hadi tetap menolak. Begitu pun seterusnya. Entah itu hari ulang tahun Dian, hari ulang tahun pernikahan mereka, hari ulang tahun si kecil Agung, Hadi selalu menolak tanpa alasan dan tanpa sepatah kata pun.
Lama-lama Dian sadar. Hidupnya berada dalam kehampaan. Hanya Agung, putra semata wayangnya yang dapat dia peluk di kala sepi melanda. Hanya Agung juga yang selalu mengisi hari-harinya di tengah rumah susun kumuh pemberian Hadi.
Dian sangat terpukul. Dian kecewa. Tubuhnya kini mengurus, sangat kurus. Wajahnya tak lagi secantik dulu. Yang tampak dari sinar bola matanya kini hanya tatapan sayu, pandangan kosong akan masa depan.
-o-
Bersimpuh Dian di hadapan kedua orang tua yang telah tiga tahun lebih dia tinggalkan, tanpa kabar, tanpa berita. Wajah Dian dibanjiri air mata. Sedangkan Agung yang masih kecil tidak mengerti mengapa ibunya menangis, juga tidak tahu siapa yang ada di hadapannya sekarang.
“Dia meninggalkanku, Yah.. dan kini aku kembali. Aku sudah tidak bersamanya lagi.”
“Kau pantas menerimanya, Dian. Karena kau telah mendurhakai kedua orang tuamu sendiri demi si pemulung itu. Dan apa kau sadar, bocah ingusan yang kau bawa ini sengaja ditinggalkan si pemulung untuk menambah berat beban hidupmu. Tapi syukurlah kini kau kembali. Walaupun Ayah dan Ibu tidak akan menerimamu secara serta-merta.”
“Katakan aku harus melakukan apa agar aku dapat kembali bersama kalian, Yah.. Bu.. Aku sudah tidak kuat hidup di tengah harapan semu, dan bahkan harapan itu kini benar-benar melebur bersamaan dengan menghilangnya Hadi dari hidupku. Aku akan mematuhi segala titahmu, Yah.. Bu.. Ampuni aku.”
“Tinggalkan bocah ini bersama kami di sini. Pergilah kau ke kota untuk melanjutkan sekolahmu. Dengan begitu kau akan kami ampuni.”
-o-
Hari ini Dian diwisuda oleh Sekolah Pariwisata Aryati, Bandung. Segera setelahnya Dian langsung ditempatkan dinas di pelayaran dalam negeri PT Hegar sebagai operator di kantor.
Tak lama berselang, datanglah seorang polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi ke dalam kehidupan Dian. Dan cinta yang telah lama dikubur Dian dalam-dalam kini mulai merekah kembali. Tetapi bukan lagi kepada Hadi, melainkan pada Nugroho.
-o-
“Agung sayaang... hari ini mereka akan menikah. Dan Nenek minta sama Agung mulai hari ini Agung panggil dia Kakak ya.. jangan panggil Mama lagi. Nanti Nenek belikan coklat kesukaan Agung kalau Agung mau nurut kata-kata Nenek.”
“Iya, Nek.. Agung mau coklat. Agung sekarang mau manggil Mama, Kakak..”
“Pintarnya cucu Nenek...”
-o-
“Aku ingin tinggal dengan Papa!”
“Agung! Jangan bandel kamu ya.. tetap tinggal di sini sama Mama dan Papa Nugroho. Kamu tidak sepantasnya tinggal bersama ayah kandungmu di tengah tumpukan sampah itu. Sekarang papamu adalah dia, Papa Nugroho. Bukan si pemulung dan si perampok itu.”
“Biarkan aku pergi!”
-o-
Satu lagi kesalahan terbesarmu, Ma.. Kau mengaku perawan sewaktu polisi itu melamarmu. Aku harus mengaku sebagai adikmu. Aku harus memanggilmu kakak. Kau membayarku dengan tanah itu, dengan rumah itu, dengan setumpuk uang itu. Aku tidak membutuhkan itu semua. Yang kubutuhkan hanya cinta.
Kini kau mengaku pada suamimu bahwa sebenarnya aku ini anakmu, bukan adikmu. Tapi semuanya sudah terlambat. Aku memilih hidup dengan papaku. Ambil lagi semua harta benda yang telah kau berikan padaku. Bila perlu kau bisa menjual semuanya agar kau bisa menghapus jejakku. Aku benci kau, Ma..
-o-
“Dian, maafkan aku. Aku menghindar karena aku malu. Aku telah mengecewakanmu. Aku telah membawamu ke dalam derita yang seharusnya hanya aku sendiri yang merasakannya. Aku malu karena tidak bisa menjadi laki-laki terbaik bagimu. Aku malu karena aku miskin, aku hanya pemulung, aku perampok, aku narapidana. Aku malu. Aku sengaja menjauh darimu, dari anak kita agar kau kembali pada orang tuamu. Semoga kini kau bahagia dengannya, Dian... Aku akan tetap mencintaimu hingga akhir hayatku.” Lirih Hadi dalam hati sembari menatap Dian yang sedang tertawa dengan suaminya dari kejauhan...
Hadi dan Agung pun kembali mengerjakan tugas mereka. Memulung sampah.

by. si Famysa, deg2an buka perban ><

Kamis, 19 Januari 2012

Si Cengeng Termehek-mehek

ini nih beberapa foto yang menurutku (menurutku loh yaa.. dan semoga menurutmu juga. hehe) paling ajaib dalam hidupku yang nyaris 20 tahun ini. kenapa aku bilang foto-foto di bawah ini ajaib? karena entah siapa yang ngambil foto ini aku gak sadar. tahu-tahu ada di camera album hapeku aja. tuuh kaan.. dari asal-usul kemunculannya saja sudah ajaib, tiba-tiba ada :P. hmm... aku sih curiganya sama si someone specialku, soalnya dia yang bareng sama aku pas peristiwa ini. 
fotonya jelek... iyaa...! jelek banget malah. jadi ketahuan deh sama cem-cemans semua tampang jelek aku kayak gimana. hihii... si aku yang biasanya berfoto dengan tampang 'eksyen', berpose sebagus mungkin, bahkan dandan serapih mungkin, lihat foto-foto yang diambil dengan cara mencuri-curi ini yaa jelas saja dapat dikategorikan ke dalam foto ajaib sepanjang sejarah hidupku. ehehe #lebay deh boo..
monggo langsung dilihat sendiri saja foto-fotonya... tapi sebelumnya WARNING!! jangan berisik yaa... keep silent please.. soalnya kalau dibocorin sama orang lain bisa-bisa merusak pasaranku nih. #wew :P
ssssuuuttt.... jangan bilang siapa-siapa yaa :D
tompelnya banyak juga, Neng :D
tuh tompelnya warna merah. ajaib kan? :D
jelek banget sumpah >_< takjub aku melihatnya juga :P
hayoo siapa yang tahu tompelku terbuat dari apaaa?? :D #gak penting :P

sekilas cerita dibalik foto-foto di atas:
jadi itu tuh ceritanya si aku mau berangkat ke Semarang buat verifikasi ke Undip besok harinya. kemarin-kemarin sih si bapake sudah bilang siap akan mengantarkanku. jadilah aku santai kan. eehh tapi tiba-tiba sore itu si bapake bilang gak bisa ngenter gituu... pokoknya waktu itu aku merasa sangat dilempar ke kanan-kiri deh. maklum waktu itu kan belum pernah ke Semarang. jadinya galau, jadinya nangis meraung-raung di depan rumah. kuenceeeeng banget! si someone specialku yang memang waktu itu sedang main di rumahku sampai membekap mulutku dan berkata, "ih sudah-sudah nangisnya.. malu tahu! nanti disangkanya aku macem-macemin kamuu..." lalu datanglah mamah dan si teteh yang kos di rumahku. mereka malah mentertawakanku dan mengejekku. mereka juga bercanda dengan menyalah-nyalahkan si doi. si aku kan jadi serba salah. lanjut nangis atau ketawa nih?? gajebo deh jadi setengah nangis setengah ketawa. tambah ditertawakan lah aku oleh semuanya. bwahahaa...

eh, Emak-emak Cebong... gak ada larangan buat sekalian promosi kaan?? #nyengir evil
coba perhatikan kaos yang aku pakai di foto-foto di atas! itu si aku pakai kaos oblong Jogja -Gareng- looh :D bagi yang mau monggo bisa kunjungi Famysa Collections ;) dan monggo obrak-abrik sendiri saja albumnya yaa... hihihi..

pilih fotoku sebagai foto terAJAIB yaa, Maak... nanti tak kasih cium deh, Mak.. mmuaach :* :D

sekian dan tararengkyuuu.... ^o^

"Syifa Azz berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng AnggieDesa Boneka, dan Kios 108"

by. si Famysa, :D

Rabu, 18 Januari 2012

Sepedahan

daripada bete mengingat kameraku rusak, mending posting foto lama saja. hehehe..
foto ini diambil sebelum insiden jatuhnya Isna dan Zizah dari sepeda. post terdahulu mengenai insiden tersebut bisa dilihat di sini.

foto-foto di bawah ini menceritakan tentang aku, Isna, Zizah, payung, dan juga sepeda.
selamat menikmatiiii.... :)
Syifa yang dititipi payung oleh Isna kaget melihat Isna tiba-tiba datang dengan membawa sepeda biru yang cute abizz...
setelah Syifa merengek ingin ikut bersepeda, Isna pun memperbolehkannya. 
foto duluuu sebelum mulai sepedahaan...
Isna memberikan kemudi pada Syifa, sedangkan Isna sendiri memilih dibonceng saja. dan dengan senang hati Syifa menerimanya.
karena merasa payung pink itu menyulitkan mereka bersepeda, Isna si empunya payung pun berniat memasukkannya ke tas saja agar tidak menyulitkan lagi.
payung sudah dimasukkan. tiba saatnya bersepedaa...
narsis tetap wajiiib :D
keesokan harinya.. di tempat yang sama.. dan dengan mengenakan baju yang sama pula. terkisahlah pertemuan antara Syifa dan Azizah yang akan membeberkan semuanya. hehe..
mereka terkaget-kaget melihat apa yang dibawa oleh masing-masing mereka.
saking kagetnya.. Zizah jadi tidak bisa menguasai sepeda, dan akhirnya terjatuhlah dia. lalu Syifa pun menolongnya.
akibat kaget dan kecelakaan tadi, Syifa dan Zizah pun jadi berteman. :)
sekian dan terima kasiiiih ^o^
fakta tambahan:
- foto-foto di atas diambil pada hari yang sama, sepulang mentoring dari kampus.
- Syifa mencuri payung Isna --> wow jelas sekali itu tidak benaaar!! :D
- sebenarnya waktu itu kami berempat, ditambah Ayu. berhubung Ayu sedang membeli jus, jadinya kami foto-foto bertiga saja deh. hehe

yuu mariii yang punya sepeda segera keluarkan sepedanya.. ganti motor dan mobilmu dengan sepeda biar lebih sehat, bebas polusi, dan hemat BBM.. ayo cepat, bersepedaa!! sebelum kakimu tidak bisa mengayuh sepeda sepertiku ini. hehehe.. dengan bersepeda dijamin kalau kamu memang mencintai alam dan ingin menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk bumi kita tercinta ;D

by. si Famysa, masih cenut-cenut kakinya :)

Selasa, 17 Januari 2012

Teguran (lagi)

draftku sudah menumpuk. tapi aku belum sempat menyelesaikannya. awalnya karena aku menunggu sampai aku bisa mengambil fotonya. namun ternyata tidak ada jalan untuk itu. kamera hpku sudah jelas tidak bisa diandalkan, hp mamah yang kualitas kameranya agak bagus pun ternyata sudah wafat, hp mamah yang masih bertahan tidak bisa mengambil foto dengan baik (hasil jepretannya jelek), harapan terakhirku ada pada kamera digitalku yang kutitipkan pada Khas. innalillahii setelah kamera digitalku sudah kembali ke pangkuanku, ternyata dia sudah setengah wafat juga. layarnya blank berwarna putih. ada yang tahu apa penyebabnya dan bagaimana memperbaikinya??
tadi pagi aku berniat untuk menulis postingan ini. kupindahkan si PinkQ yang awalnya ada di kasur lesehan kamarku ke meja belajar, agar aku bisa menjangkaunya dengan keadaan kakiku yang terluka ini. ya.. aku kemarin sore terkena musibah lagi. kecelakaan motor lagi. mudah-mudahan ini yang terakhir kalinya. ceritanya ketika di suatu perempatan jalan, lampu merah menyala. aku berhenti di samping kiri truk karena aku tidak melihat si truk menyalakan sen, maka kupikir jelas si truk ini akan mengambil jalan lurus sama sepertiku. posisi si truk ini juga ada di sebelah kanan jalan. yang seharusnya jika memang dia berniat untuk belok kiri, dia harus ambil bagian di sebelah kiri jalan juga. lampu hijau pun menyala lagi. aku maju duluan. ketika aku dan Coopink sudah agak di depan truk, eehh si truk malah belok kiri. akhirnya do you know what happend with me and Coopink?? truk menabrak bagian belakang Coopink. alhasil terjatuhlah kami di tengah perempatan. aku hendak berdiri dan mengamankan diriku dan Coopink. namun ketika kugerakkan kaki kananku, aku kesakitan. ternyata sakit karena tertindih oleh Coopink dan terkena aspal. wuihh pedih sekali rasanya... kulihat kulit kakiku mengelupas. kakiku berwarna putih boo... dan sempat aku berkata 'alhamdulillah gak ada darahnya'. aku pun dibantu berjalan ke sebuah warung yang tak jauh dari TKP. Coopink diamankan oleh orang-orang yang membantu. ketika aku sampai di warung tersebut, kutengok lagi kakiku. astaghfirullaaah... darah berceceran. aku takut melihatnya. ternyata dugaanku sebelumnya bahwa tidak akan ada darah salah besar. kagetnya lagi ketika aku merasakan ada yang sakit di dengkulku, jeansku sobek dong! whuaa... kan malu campur sakit :'( lalu si empunya warung langsung memberi air untuk mencuci lukaku. aku sudah mati rasa. sakitnya agak terlupakan olehku karena waktu itu rasa pusing telah menguasai diriku. aku hanya ingin tiduran. aku tak sanggup berdiri maupun duduk. kata Khas dan Nunu juga wajahku pucat. wow! saking kagetnya kali ya.. untung tidak sampai pingsan. bisa makin repot ceritanya tuh. hho..
ketika si sopir truk yang menabrakku hendak memberi betadine pada lukaku, aku menolak. gak mau ahh perihhh... hahahaa... maka si sopir truk bertanya sekarang pertanggungjawaban seperti apa yang akan kuminta darinya sedangkan dia tidak punya uang. huh. ya sudah aku bilang saja antarkan aku pulang ke rumah, aku tidak sanggup untuk membawa Coopink. akhirnya dia mengutus 2 orang ojek untuk mengantarkanku pulang. sebal juga sih aku masih harus membayar ongkos ojek yang kurang. tapi demi sampai ke rumah, aku iyakan saja deh.
di perjalanan pulang bersama ojek, aku terus berusaha menahan diriku agar tetap sadar. tak henti-hentinya juga aku berkata pada ojek yang membawaku agar jangan cepat-cepat mengendarai Coopink di jalan yang jelek karena lukaku akan terasa semakin sakit akibat getarannya. aku ingin menangis. hingga aku memaksa mataku untuk mengeluarkan air mata. namun sia-sia, aku tak bisa. aku hanya merasakan sesak, pusing, sakit, perih. ah..
dan sesampainya di rumah.. mamah terlihat kaget karena aku datang bersama dua orang pria yang padahal ojek. sebelum turun dari Coopink, aku berkata pada mamah, "mamah... kecelakaan. huhuhu..." aku susah payah menyeret kaki kananku agar bisa menggapai kursi. ojek pun dibereskan oleh mamah. dan selanjutnya tibalah giliranku untuk dibereskan. hah. pengobatan yang sadis oleh mamah. aku terus menolak, berteriak, menangis sekencang-kencangnya, tapi mamah terus mengobatiku dengan rivanol dan ditetesi air bekicot. ih jijik kan. tetangga yang berdatangan dan melihat prosesi itu pun sampai ada yang bilang mamahku tegaan. bwahaha baru tahu yey :D
selepas maghrib, aku pergi ke dokter diantar tetangga yang baik hati, A Mpi namanya (sudah berumah tangga dan beranak dua loh yaa). setengah perjalanan terlalui, hujan turun dengan derasnya. aku menjerit pada A Mpi supaya berteduh dulu, karena lukaku sakit terkena air hujan. akhirnya kami berteduh di rumah neneknya A Mpi. aku menangis di sana. memalukan. habis sakit bukan kepalang sih. setelah hujannya reda, kami melanjutkan perjalanan ke dokter. sesampainya di dokter, tak butuh waktu lama untuk menunggu, aku pun segera ditangani. aku disuruh naik ke ranjang pemeriksaan. dan apa yang terjadiiii?? dua orang asisten dokter dengan seenaknya mengguyur lukaku tanpa meminta izin dariku dulu. jelas aku menjerit-jerit. bahkan aku izin pada dokternya bahwa aku ingin menjerit dan menangis, dokter pun megizinkan sambil tersenyum. setelah diguyur dengan air, tibalah giliran betadine yang akan mendarat di lukaku. aku menolak!! tapi dokter berkata harus. huh. maka aku berinisiatif agar aku saja yang mengoleskan betadine itu ke lukaku sendiri. dokter pun memperbolehkan lagi. singkat cerita selesailah pengobatan lukaku. hasilnya penuh perban. keren bukan? :D aku dan A Mpi pun segera keluar dari ruangan dokter itu. dan oowh ternyata di luar hujan sangat deras sedang berkejaran dengan petir dan gelapnya malam. suasana ditambah semakin horor dengan matinya listrik. hmm... dingin-dingin cenut-cenut deh boo...
setelah menunggu hujan reda sekitar satu jam lamanya, kami pun kembali pulang dengan membawa sekresek obat. obatnya ada 4 macam. weks.. jadi peminum lagi nih. peminum obat maksudnya 8D  
ada yang lucu ketika aku mengoleskan betadine pada lukaku. karena saking pelan-pelannya, si asisten-asisten dokter itu gregetan dan ceritanya hendak membantu mengoleskan betadine ke bagian kaki bawah, tapi aku segera berteriak. "whuaaa jangaaaannn!!" wkwk... jelas saja mereka kaget dan menghentikan aksinya. lalu mereka berkata, "kayak gini caranya yo kapan rampunge? sui tenan.." -mereka juga orang Semarang loh-. dan mengalirlah percakapan-percakapan candaan selanjutnya yang membuatku sedikitnya lupa dengan perihnya betadine itu. hehehe.. #hayoo

itulah yang menyebabkan aku tak bisa bercumbu dengan pinkQ di kasur lesehan saudara-saudara... kakiku tidak bisa ditekuk seenaknya lagi. solat saja aku mesti duduk dan tayamum dulu. hhh... namun sayang sekali di meja belajar sinyal modem tak kunjung datang. higs.. terpaksa aku memindahkan si PinkQ ke tempatnya semula. dan sekarang aku memaksakan diri untuk menulis ini dengan keadaan kaki kanan selonjoran. huftt untuk berdirinya lagi perlu susah payah nih. hehehee...
oh iya... maaf juga kepada seluruh pelanggan Famysa Collections yang ingin bebelanja tetapi tidak kulayani dengan maksimal.. karena waktu dan tenagaku kini sangat terbatas untuk update dan online akibat sakitku ini. maafkan aku...

aku terlalu larut dalam kesenangan. aku lupa bersyukur untuk segala nikmat yang telah Allah berikan. aku malas akhir-akhir ini. aku tidak konsisten, tidak berkomitmen penuh pada tujuanku. ampuni hamba, Yaa Robb... kuhaturkan terima kasih pada-Mu karena Engkau telah menegurku kala aku mulai nakal. kuhaturkan syukurku karena Engkau telah menyelamatkanku dari musibah. alhamdulillah.... :)

by. si Famysa, waktunya bobo :)

Jumat, 13 Januari 2012

Patuh TaTib Atau Sayang Anak?

tadi siang aku terburu-buru pergi ke rumah bapak dengan ojek. entah saking apanya... sampai-sampai aku gak mandi dulu. hahahaa... #jorok banget sih gue :P niatnya sih cuma ingin mengambil si Coopink. tapi mamake malah menyuruhku untuk sekalian mengambilkan akta kelahiran Dede yang disimpan oleh bapak. ya sudahlah, jadinya perjalanan siang tadi cukup melelahkan karena harus mengambil akta yang disimpan di kantor kepala desa. #lebay.
di tengah perjalanan menuju kantor kepala desa Situraja (tempat bapakku bekerja 23 hari lagi), kami berhenti dulu di rumah Mang Diat (sopir + sohib bapak) untuk memperbaiki lampu sein yang rusak dan untuk membooking Mang Diat. *kayak apaan aja membooking :P bapak berkata pada Mang Diat, "malam anter ke Pangandaran yu ah.." dan obrolan selanjutnya tak bisa aku dengar lagi karena aku tak mengerti kemana arah pembicaraan mereka. yang kutahu hanya mengenai pesangon dan Pangandaran. setelah lampu sein selesai diperbaiki, kami pun melanjutkan perjalanan. aku pun bertanya pada bapak. (S: Syifa, B: Bapak)
S: ngambil pesangonnya kemana?
B: ke Pangandaran.
S: kok ke Pangandaran sih. jauh amat.
B: ya gak tahu Bapak juga. undangannya ke sana.
S: nginep dong? di hotel dong?
B: ya iya..
S: ikuuut.....
B: emang Eneng belum pernah ke Pangandaran?
S: belum lah. kapan coba Eneng ke Pangandaran.
B: hmm... ya ayo aja. tapi ya gak enak dong kalau nanti malam Eneng ikut mah. ini kan urusan kerjaan, resmi lagi. nanti aja sama Uung, sama Dayah, sama Dede ke Pangandarannya.
S: "(-___-)3

aku jadi teringat dulu waktu aku masih kecil. mamah akan pergi study tour bersama murid-muridnya, dan aku akan ditinggalkannya. aku merengek ingin ikut. sampai-sampai waktu mamah pergi pun aku tetap cemberut, tapi gak nangis loh. alasan mamah tidak ingin membawaku ikut dengannya adalah karena study tour itu khusus diperuntukkan untuk murid. guru yang ditunjuk untuk ikut pun hanya beberapa, dan benar-benar ditugaskan untuk membimbing dan mengawasi anak muridnya. makanya dilarang membawa serta anggota keluarga, apalagi anaknya yang masih kecil karena ditakutkan mengganggu konsentrasi para guru pada murid. nanti bukannya membimbing dan mengawasi murid, ini malah asyik sendiri piknik dengan keluarga. mamah juga bilang nanti ada saatnya tour keluarga besar SMP. nah kalau acara itu aku baru boleh ikut. mamah sampai berkali-kali meminta pengertian dariku bahwa dia harus bekerja seprofesional mungkin. dia harus komit pada aturan yang sudah ditetapkan pihak SMP. ya sudahlah akhirnya aku pasrah. mamahku pun pergi. aku sendiri. higs..
pulangnya... malam hari... mamah membawakanku oleh-oleh boneka kelinci berwarna kuning. yang dengan bangganya dia ceritakan bahwa boneka itu dia beli hanya dengan uang Rp 5.000,- saja, itu adalah hasil tawar-menawar alot dari harga semula Rp 20.000,-. waa... gak tahu deh dulu ekspresiku senang atau datar saja ya. hehehe.. sekarang bonekanya sudah berada di lain tangan.
setelah mengeluarkan berbagai macam oleh-oleh yang mamah bawa, mamah lalu cerita sesuatu. begini ceritanya.... "tadi itu ternyata si Ibu Anu bawa anaknya, si Neneng dan si Nining. si Ibu Ani juga... bawa suaminya. terus si Ibu Ane juga, bawa batitanya. huh.. katanya jangan bawa anak, jangan bawa keluarga, tapi kok malah seRT dibawain. katanya kemarin waktu peraturan dibuat semuanya setuju, tapi kok nyatanya malah pada melanggar. tahu gitu mah ya mamah juga bakal bawa Eneng. ini mah udah ngorbanin Eneng ya.. eeh yang lain dengan seenaknya bawa-bawa anak, suami, istri mereka. enak mereka kan.. semuanya gratis. huh.. sebal! lain kali mah mamah bakal bawa Eneng sama Dede juga deh. bodo amat sama peraturan-peraturan yang nyatanya banyak yang melanggar." --> semuanya nama samaran.

baik bapak maupun mamah, keduanya sama. sangat patuh pada aturan, pada tata tertib, sangat memperhatikan sekitar atau 'tidak enakan'. yakin deh diantara 40 kepala desa-kepala desa yang sudah lengser yang malam ini sedang menuju ke Pangandaran juga bakal kayak cerita mamah di atas. pasti akan ada saja orang yang menggondol anggota keluarganya. yakin deh! gak percaya?? kita tunggu saja cerita bapak ketika pulang nanti.

secara keseluruhan, walaupun gendok, dongkol, kesal gara-gara gak pernah diajakin kemana-mana sama orang tua, setiap ingin jalan-jalan pasti disuruh jalan-jalan sendiri saja tanpa mereka, mereka selalu sibuk dan terlalu komit pada pekerjaan, tapi... AKU SALUT pada mereka! jiwa seperti mereka lah yang dibutuhkan oleh negara kita. komitmen seperti mereka lah yang harus dipupuk pada insan-insan di bumi Indonesia. tinggalkan anak, tinggalkan keluarga demi menunaikan kewajiban tanpa meninggalkan kewajiban! love u, Mom.. love u, Dad.. banyak hal yang aku dapatkan dari kalian. tanpa banyak kata, aku mengerti bahwa kalian telah banyak berkorban demi semuanya :*

by. si Famysa, pengen ikut bapak :( 

Mijn Vriend