Tampilkan postingan dengan label ~Promosiiii~. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ~Promosiiii~. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2015

Blog Sakola Printing

Silakan dikunjungi!! :) :) :)


Sakola Printing merupakan sebuah usaha yang dikelola oleh profesional muda yang penuh dengan semangat dan memiliki kreativitas dalam dunia percetakan.
Sakola Printing”?!? Dalam bahasa sunda kata "Sakola" mempunyai arti Sekolah, maknanya adalah sekolah itu tempat belajar, tempatnya anak-anak dan remaja pelajar yang mempunyai semangat untuk terus belajar, dan semangat untuk terus berkreativitas, di sekolah juga kita bisa bertemu dengan teman-teman sebaya, bisa berorganisasi, tempatnya menuntut ilmu, dan lain-lain. Maksud dari itu semua adalah bahwa kami Sakola Printing mempunyai semangat dan kreativitas yang tinggi sebagaimana layaknya anak-anak sekolah. hehehe.. :D

Dengan nama Sakola sendiri kami ingin memberi kesan bahwa kami adalah pemuda kreatif asli Sunda, dan dipadukan dengan kata Printing (bahasa inggris) yang dalam bahasa Indonesia artinya percetakan. Jadi, Sakola Printing adalah sebuah wadah bagi siapa saja untuk dapat menumpahkan segala kreativitasnya dalam dunia seni desain grafis, dunia fotografi, dunia percetakan, dan kami selaku pengelola ingin menjadi fasilitator untuk itu semua.

Apa saja yang bisa dilakukan Sakola Printing???

Sesuai yang sudah kami informasikan, Sakola Printing menekuni dunia percetakan yang penuh akan kreativitas.
Ini yang bisa dilakukan Sakola Printing :
1.    Desain Logo/brand/dll
2.    Jasa Fotografi
3.    Editing Foto
4.    Pin dan Gantungan Kunci
5.    Press Mug
6.    Stiker
7.    Kartu Nama/Kartu Ucapan/Brosur
8.    Kalender
9.    Buku Tahunan Sekolah

Dalam hal ini, Sakola Printing juga selalu ingin mengedepankan kualitas dan pelayanan yang terbaik.

Office:
Sakurip Desa Tanjung RT 07/03
Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang
Jawa Barat 41257
(Depan SMKN 1 Cipunagara)

Email:
sakolaprinting@gmail.com

Contact:
089655141507
pin 76476992

Facebook:

NB: Blog sakolaprinting.blogspot.com ini Ibank yang buat. Ibank juga yang mengisinya. Dia terpaksa jadi belajar nulis, terpaksa belajar ngeblog. Haha.. Tulisan yang aku copas dari blog Sakola ini juga semuanya Ibank yang nulis, tanpa campur tanganku sama sekali. Mmm hanya saja memang di postingan ini aku sedikit menyunting kata-katanya, sedikiiiit :P
Kenapa kami buat blog? Karena kami pikir untuk membuat website harus benar-benar dikelola dengan baik. Kan sayang ya kalau website berbayar dikelola seadanya. Makanya kami buat blog dulu saja. Sekalian Ibanknya belajar dulu katanya. Insya Alloh kalau sudah punya SDM yang mumpuni untuk mengelola website, baru kami akan membuatnya. Sedikit demi sedikit lah yaa... Lama-lama juga akan jadi bukit kan. Hihii

by. si Famysa, :)

Sabtu, 14 Maret 2015

Proudly Present: Camilan Mih Anih

Dulu, waktu pertama kali berikrar akan menceburkan diri sepenuhnya ke dalam dunia bisnis, rasa-rasanya aku sendirian, tidak punya teman. Mamah, sangat penuh pertimbangan, ujung-ujungnya ya enggan berbisnis. Bapa, yang padahal orang bisnis, entah kenapa bersikeras melarangku terjun ke dunia bisnis dengan berbagai alasan. Ibank, paling hanya mendengarkan ceritaku saja, tapi dia lebih memilih kerja jadi karyawan daripada bisnis. Kokom, dan teman-teman lainnya, seperti hanya menyimak tapi tidak ikut merasakan gejolaknya. Hmm… Pokoknya aku seperti tersasar sendirian ke dunia yang baru dan penuh tantangan.
ini dia sahabatku, partner bisnisku, Kokom Komariyah
Sekarang, semua keadaan berbalik. Alloh memang Maha Pembolak-balik hati yaa.. Bisa jadi yang tadinya tidak kau sukai, jadi teramat kau sukai, pun sebaliknya :). Mamah, sedikit demi sedikit mulai mendukung bisnisku. Cara kecil yang mamah lakukan adalah memberiku suntikan modal walau tidak seberapa, bahkan memberikan pinjaman. Bapa, walau masih setengah hati, tapi sepertinya Bapa agak berdamai dengan keputusanku ini. Ibank, laki-laki ini berubah 180 derajat. Sekarang semangat dan inovasi bisnisnya hampir menyaingiku :P. Dan satu lagi, sahabat karibku yang satu ini, Kokom, dia juga ikut terjun ke dunia bisnis, 100% nyemplung! Hebat kan?! :D

Kisah berawal dari kehidupan dunia kerja Kokom di kantoran yang mulai tidak nyaman. Yang berkuasa di kantornya sudah mulai main sikut kanan-sikut kiri. Kokom adalah salah seorang karyawan yang kena sikut itu. Padahal, sudah lebih dari 4 tahun Kokom mengabdikan dirinya pada kantor itu. 100% loyal, 100% all out, 100% Kokom lakukan apapun demi kantornya lah ibaratnya. Tapi apa yang terjadi? Akhir November tahun lalu Kokom dengan berat hati memutuskan resign dari kantornya karena alasan tidak nyaman lagi.
Camilan Mih Anih. brand design by Sakola Printing
Detik-detik menjelang hari resignnya, Kokom masih sering curhat padaku. Dia tidak tahu mau apa selanjutnya. Kalau harus kerja lagi, kerja dimana? sedangkan Kokom tidak bisa tinggal jauh dari keluarganya. Kalau pun mau bisnis, bisnis apa? Kokom belum punya gambaran apapun mengenai bisnis. Awal mulanya semua peluang bisnis dia ceritakan padaku. Mulai dari meneruskan MLM, bisnis make up artist, sampai bisnis makanan.

Setelah resmi resign, Kokom baru benar-benar memantapkan idenya. Dia mengambil keputusan untuk berbisnis camilan. Satu hal yang jadi motivasi Kokom berbisnis camilan adalah karena ibunya bisa masak aneka camilan. Waktu itu, Kokom bolak-balik ke rumahku untuk mengirim tester camilannya. Hihihi, ya enak aja sih aku mah dikasih camilan gratisan mulu :P Selanjutnya, Kokom juga banyak berdiskusi denganku dan Ibank untuk desain brand produknya dan konsep bisnisnya.
beberapa produk Camilan Mih Anih. semuanya enyaak!!
Tanpa ba-bi-bu alias tanpa menunggu lama, sahabatku yang satu ini langsung action! Dengan kuantitas produk seadanya, Kokom sudah mulai gencar melakukan pemasaran ke sana-sini. Ke warung-warung, ke Enok, ke rumah makan, ke kosan, ke pabrik-pabrik, ke mini market, hingga kini sudah mulai dipasarkan online.

Sekali ditolak, Kokom langsung bergerak lagi. Dua kali ditolak, Kokom semakin banyak gerak dan bergerilya. Sekarang, luar biasa sekali, produk Kokom sudah menajmur di sekitar kampungnya dan di kalangan teman-temannya. Bahkan, sudah banyak orang yang baru kenal pun pesan online produk Kokom.

Oh iya, hampir lupa.. Nama produk camilannya Kokom adalah “Camilan Mih Anih”. Camilannya bermacam-macam, yaitu rangginang terasi, peyek kacang ijo, peyek kacang tanah, peyek abon, keripik bayam, keripik pisang manis, keripik pisang asin, dan yang terbaru adalah keripik pisang coklat (khas Lampung itu looh). Sekarang reseller Camilan Mih Anih sudah cukup banyak. Pemasarannya sudah makin luas karena terbantu oleh media sosial. Harganya? Murah meriah… Ada harga khusus lagi yang lebih murah meriah untuk reseller. Barangkali teman-teman pembaca semua ada yang berminat bisnis camilan juga, bisa dong jadikan Camilan Mih Anih sebagai supplier. Hehehe…
produk terbaru; keripik pisang coklat. ini juga enyak loh, asli!
Satu poin penting dalam berbisnis yang sudah dibuktikan Kokom adalah semangat. Asal ada semangat, niat yang masih setengah-setengah pasti akan jadi bulat. Asal ada semangat, segala hal yang mulanya kita anggap tidak mungkin, semua akan menjadi mungkin. Asal ada semangat, Alloh pun akan bergerak untuk membantu kita.

Tidak percaya? Yaa, yaa… Kalian tidak akan pernah percaya sebelum membuktikannya sendiri. Sama seperti Kokom. Dulunya dia sangsi pada dunia bisnis. Katanya Kokom lebih memilih jadi karyawan yang aman karena bergaji. Tapi sekarang, setelah ketidaknyamanan di dunia kerja yang dialami Kokom, lalu dia memutuskan untuk berbisnis, yang terjadi adalah mentalnya semakin terbentuk. Semangatnya semakin menyala-nyala, tidak ada matinya seperti api abadi.

Pokoknya kalau mau bisnis mah, bismillah saja, semangat saja! ;)

Suatu hari kita akan buktikan pada dunia ya, Kom, kalau kita memang orang gila yang bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita lewat bisnis kita. Hihihi.. Aamiin…

Next project, bismillaah.. Rencananya Famysa Batik & Handmade, Sakola Printing, dan Camilan Mih Anih akan menggelar giveaway di blog ini. Tunggu saja tanggal mainnya yaa :D

Need us?
Famysa Batik & Handmade : 08997185407 / 7d07cfde
Sakola Printing : 089655141507 / 76476992
Camilan Mih Anih : 089675194098 / 7ed16f00

by, si Famysa, tukang dagang :D

Kamis, 29 Januari 2015

My New Business; SAKOLA PRINTING

Suatu hari, mamahku bercerita bahwa mamah dan suami (kusebut suami karena suaminya mamah sekarang bukan Bapaku, you know what i mean lah. hoho) memiliki rencana untuk membuka usaha baru di bidang percetakan. Nantinya juga bakal ada warnet, ada rentalan komputer, dan foto kopian. Mamah sudah mencari-cari tempat yang bisa disewa untuk lapaknya nanti. Namun suatu hari, mamah bercerita lagi bahwa rencana usaha tersebut tidak bisa direalisasikan karena terbentur modal. Untuk 1 set komputer warnet dibutuhkan dana kurang lebih 30 juta rupiah, belum lagi keperluan lainnya seperti etalase, sewa tempat, dan gaji karyawan. Modalnya tidak ada. Singkat cerita, mungkin mamah dan suami mundur perlahan dan melupakan rencananya.
Mendengar cerita mamah, aku jadi greget, karena aku memiliki cara pandang lain mengenai modal dan usaha. Lalu dengan mantap aku berkata, "Cita-cita mamah ini biar nanti Neng yang wujudkan! Neng gak perlu modal sebanyak itu buat mewujudkan impian usaha mamah. Mamah lihat aja."
Aku langsung menghubungi Ibank dan Welly. Kebetulan bulan September-Oktober lalu kami masih menganggur di rumah pasca pensiun jadi mahasiswa. Setelah merumuskan konsepnya, kami lalu memberi tahu Syiha mengenai konsep usaha ini. Ya, kami berempat -aku, Ibank, Welly, Syiha- memiliki tabungan untuk kelak mendirikan suatu usaha bersama, walaupun waktu pertama menabung kami belum tahu mau usaha apa. Hehe.. 
Alhamdulillah Syiha pun sepakat menggunakan tabungan kami untuk memulai usaha sekarang. Waktu itu tabungan kami baru ada Rp 1.600.000. Sangat jauh dengan 30 juta kan? Hahaha... Kami sih bermodal semangat, tekad, dan nekat, uang bukan lah modal utama kami. Dan dengan bangga aku perkenalkan pada teman-teman semua, ini lah usaha bersama kami, "SAKOLA PRINTING", beralamat di Dusun Sakurip Desa Tanjung RT 07 RW 03 Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang (dekat SMKN 1 Cipunagara) :D :D
Tanpa basa-basi lagi, kami langsung menyusun strategi bagaimana caranya memulai usaha kami. Hal pertama yang kami lakukan adalah mengumpulkan laptop, masing-masing menyumbang 1 laptop. Membuat desain flyer, dan mencetaknya. Lalu kami membeli printer Canon 3 in 1 yang harganya di bawah 1 juta. Sisanya, kami membeli perlengkapan; kertas 1 rim, kertas foto, kertas stiker cutter, plastik, penggaris besi, kertas cover, lakban, dll. Mengapa hanya perlengkapan tersebut yang kami beli? Karena konsep utama kami dalam usaha ini adalah menyediakan akses bagi anak sekolah untuk internetan mencari tugas -maklum, ini di kampung, anak-anak sekolah sulit mendapat akses komputer & internet untuk mengerjakan tugas-. Jadi yaa alakadarnya deh pas pertama lahir mah. Bahkan masih banyak barang-barang yang 'pakai dulu aja punya kita yang ada lah, gak usah beli dulu' hihihi.. Benar-benar alakadarnya.
Kami mulai beroperasi pada tanggal 13 Oktober 2014. Tanggal ini lah yang kami jadikan sebagai tanggal lahirnya Sakola Printing. Hal pertama yang kami lakukan adalah membagi-bagikan flyer pada anak sekolah SMPN 1 Cipunagara dan SMKN 1 Cipunagara, 2 sekolah terdekat dengan kantor kami. Pelanggan pertama kami adalah para tetangga, wohoho... Rasanya deg-degan waktu pertama kali melayani pelanggan Sakola :P 
Hari demi hari, pelanggan Sakola semakin bertambah banyak. Mungkin pelanggan satu memberi tahu temannya, dan begitu seterusnya, dari mulut ke mulut. Sekarang Sakola tidak pernah kesepian fans, alhamdulillah... Kadang sampai lelah kami melayaninya. Belum lagi pesanan stiker, pin, gantungan kunci, dll. Alhamdulillah, alhamdulillah... Berawal dari laptop-laptop nganggur kami dan 1 buah printer, kini Sakola di usianya yang baru jalan 4 bulan sudah memiliki 2 printer baru merk HP dan Epson, paper cutter, mesin pembuat pin dan gantungan kunci, mesin laminating, kamera Canon 500D + lensa tele, ring kertas, gunting sudah punya 4, cutter sudah punya 2, circle cutter, berbotol-botol tinta, berdus-dus kertas, dll. Alhamdulillah orderan non anak sekolah juga semakin banyak. Alhamdulillah punya beberapa marketing aktif. 
Mungkin teman-teman heran, darimana kami bisa mendapatkan modal untuk membeli alat-alat tersebut. Aku bocorkan rahasianya yaa... Kalau mau usaha mah, jalan dulu aja, hayu dulu aja, yang penting konsep kita jelas, yang penting visi dan misi usaha kita jelas, semangatnya ada, tekadnya ada, modal jujur, komitmen untuk mau belajar terus, insya Alloh akan selalu ada jalan, akan selalu ada rizki dari arah yang tidak terduga-duga, entah itu dari investor (seperti dalam usaha kami) atau dari siapapun :))

Yakini bahwa usaha kita, 5-10 tahun mendatang pasti akan terus berkembang dan maju! PASTI!! 

Ada yang ingin mengobrol denganku mengenai usaha modal duit minim? Just call me at 08997185407 (sms/wa/line), pin 7d07cfde. 
Dan barangkali ada yang membutuhkan barang/jasa dari Sakola Printing, -pesan pin, gantungan kunci, kalender, kartu nama, brosur, stiker, cetak foto, jasa fotografi, desain grafis, kartu ucapan, buku tahunan sekolah, dll-, just call us at 089655141507 (sms/line), pin 7647992, email sakolaprinting@gmail.com, FB Sakola Printing.

Selamat sore, selamat memulai bisnismu, young entrepreneur!! ^^

by. si Famysa, salah seorang owner Sakola Printing :)

Rabu, 07 Januari 2015

Just Married; Cerita di Balik Layar

Kali ini aku sepakat dengan apa kata orang mengenai 'ujian menjelang nikah'. Katanya akan ada ujian yang luar biasa menguras emosi jiwa menjelang hari pernikahan. Ujiannya akan terasa berbeda dengan ujian di kala masih pacaran. Ujiannya kalau gak kuat-kuat amat menghadapinya mah bakal bikin pernikahan batal. Benarkah? -tanyaku, dulu-. Dan setelah aku melewati fase pranikah itu, dengan segala kejujuran dan kerendahan hati, aku menyatakan bahwa aku mengalami ujian itu.

Persiapan pernikahanku memang bisa dibilang express. Kira-kira di minggu ketiga bulan November, aku baru membicarakan tentang nikah dengan Bapaku. Entah ada angin apa, tiba-tiba Bapa mengijinkanku menikah, padahal sebelumnya terkesan menunda-nunda, mungkin maksudnya menunggu aku mapan secara finansial dulu. Aku langsung menyahut tawaran Bapa dengan menantang balik, 'oke kalau gitu nikahin Neng aja' --- 'Boleh. Kapan?' --- 'Bulan depan, Desember!' Dan Bapa, skakmat! 
Singkat cerita minggu depannya aku langsung meminta jadwal kosong Bapa untuk acara lamaran. Lalu tanggal 13 Desember lamaran sekalian menentukan tanggal pernikahan, dan langsung diputuskan tanggal 26 Desember sebagai hari pernikahannya. Kilat ekspres kan? Ada gak sih yang lebih kilat dari aku? Hhehe... Alhamdulillaaah niat baik kami dilancarkan jalannya oleh Alloh. Alhamdulillaah mimpiku untuk menikah maksimal di usia 23 tahun terwujud di usia 22 tahun :)
Di tengah kesibukan Sakola Printing yang memang sedang ramai-ramainya oleh anak sekolah yang mengerjakan tugas UAS & remedial, kami mencuri-curi waktu untuk mengurus persyaratan nikah. Mulai dari hari Senin tanggal 15 Desember, kami mendatangi KUA untuk menanyakan alur mengurus persyaratannya. Informasi yang kami dapat dari KUA adalah: urus surat pengantar nikah dari desa calon pengantin pria --> urus surat pengantar nikah ke KUA kecamatan tempat tinggal calon pengantin pria --> masukkan surat pengantar nikah calon pengantin pria ke desa calon pengantin wanita --> bawa berkas yang sudah siap ke KUA tempat menikah. 
Beres bertanya ke KUA, Ibank langsung ke kantor desa. Tapi, Pak Lurah tidak di tempat. Besoknya, Ibank ke kantor desa lagi. Surat sudah beres. Tapii... Biaya administrasinya sebesar Rp 150.000, setelah lempar tanya ke sana-ke mari antarpetugasnya. Ibank memutuskan akan mengambil surat itu besoknya lagi dengan alasan tidak membawa uang sebanyak itu. Hari Rabu, Ibank ke kantor desa lagi dengan bapaknya, dengan harapan akan dikasih murah kalau datang dengan bapak yang lumayan dikenal di desanya. Namun hasilnya? Apa coba tebak? Jadi Rp 100.000, berkurang Rp 50.000 doang.
Mungkin karena kesal pada pelayanan desa yang kebanyakan pungli, Ibank lantas update status di facebook, isinya kurang lebih pernyataan kekecewaannya, membandingkan antara seharusnya namun pada prakteknya tidak sama seperti yang seharusnya, dengan menyebutkan nama desanya. Maklum lah yaa namanya juga baru kelar Juni kemarin jadi mahasiswa, jadi yaa aura-aura kritis mahasiswanya masih nempel. Haha -Sayangnya status itu sudah dihapus jadi gak bisa aku capture-. Banyak sekali yang berkomentar di status Ibank itu, baik yang menyatakan sepakat, tidak sepakat, maupun yang memberi saran. 
Parahnya, kakaknya Ibank berkomentar menjelek-jelekkan desa tersebut dengan menyebutkan nama lurahnya pakai awalan 'si'. Tanpa disangka-sangka, muncul deh komentar yang katanya dia itu anaknya Pak Lurah, dia tidak terima bapaknya dijelek-jelekkan, apalagi di media sosial. Perang dunia deh tuh di statusnya Ibank. Zzzz...
Perang tidak berakhir di status. Orang yang katanya anak Pak Lurah mungkin melaporkan hal ini pada Pak Lurah. Sore harinya, kira-kira setelah maghrib, ada dua orang perwakilan desa Ibank yang datang ke rumahku untuk mengambil surat pengantar nikahnya Ibank. Katanya sih lupa dicopy. Waktu itu aku tidak mengerti apa-apa, aku belum tahu bahwa status itu membawa kericuhan sejauh ini. Kubilang saja pada dua orang itu, surat pengantar nikah sudah masuk ke desaku, sedang diproses. Dua orang itu keukeuh ingin mengambil suratnya, mereka bilang mereka mau ke Pak Amil desaku untuk mengambil lagi surat itu. Hmm... Aku yang belum mengerti iya saja lah, sambil keheranan.
Aku baru tahu permasalahan ini setelah keesokan harinya Ibank cerita padaku. Orang tua Ibank juga memarahi Ibank dan kakaknya. Aku juga sempat kecewa pada Ibank. Kubilang "nanti aja update statusnya kalau urusan kita udah kelar. Kalau gini ceritanya takutnya kita nanti malah dipersulit loh." -dan saat itu aku baru mengerti maksud dua orang perwakilan desa kemarin. bukan mau mengcopy, tapi memang mau menarik lagi surat itu-. 
Malam harinya, berbarengan dengan kunjungan mamahku ke rumahnya Ibank, ada orang utusan desa datang ke rumahnya Ibank. Orang itu membawa amplop berisi uang Rp 100.000 (uang bayaran administrasi surat pengantar nikah Ibank). Orang itu menyampaikan bahwa Pak Lurah tidak terima dengan status dan komentar Ibank dan kakaknya. Ibank sekeluarga harus minta maaf secara pribadi pada Pak Lurah jika ingin surat pengantar nikah diberikan lagi. Ulalaa... Gimana gak stres aku, segala ada kejadian begini -__-
Akibat kejadian ini, berkas surat nikah kami jadi lama sampai ke KUA. Sampai saat ini pun, kami sudah seminggu lebih menikah, buku nikah kami belum beres. Padahal kan biasanya pas nikah itu ya langsung tanda tangan buku nikah. Muehehe... Pengantin hebring lah ini mah :P
with my MUA, Mbak Muti
Oh ya, ada lagi yang sempat jadi masalah terkait urusan pendaftaran nikah. Biaya pendaftaran ke KUA di sini sebesar Rp 1.200.000 (terima beres, semua diurus oleh amil). Katanya sih untuk transportasi, konsumsi, ijin RT/RW, begituan deh. Padahal kata Ibank harusnya cuma Rp 600.000 kalau lokasi nikah di luar KUA, itu sudah termasuk transport, konsumsi, dll (sesuai UU perkawinan -aku gak tau UU nomor berapa tahun kapan. hehe :P-), malah kalau nikah di KUA itu bebas biaya alias gratis. 
Well, well, menurutku pribadi sih terserah lah berapa pun juga. Mungkin karena masyarakat di sini sudah terbiasa terima beres, jadinya ya angka segitu sudah lumrah, seolah sudah menjadi kesepakatan bersama. Setelah aku tanya kakak sepupu yang menikah di Cikampek-Karawang Oktober lalu pun, biayanya sama, Rp 1.200.000. Bagaimana di tempat kalian, Cems?

Ujian lain datang lagi, ada kesalahpahaman antara mamah, aku, dan orang tua Ibank. Ditambah Bapaku juga, masa Bapa lupa tanggal pernikahanku. Sekitar H-3, Bapa bertanya tanggal berapa acaranya. Dan H-2, Bapaku masih sibuk perjalanan dinas di Jogja, sedangkan hal-hal yang harus diurus itu banyak. Tenda, kursi, makanan belum pesan, susunan acaranya belum fixOMG! Ini sungguh pernikahan luar biasa. Hahaha... 

Alhamdulillaah Yaa Alloh... Kami bisa melewati berbagai ujian pranikah ini. Semoga ini adalah pertanda baik, semoga ini adalah suatu bentuk kasih sayang-Mu pada kami agar kami senantiasa mengingat-Mu kapanpun, dimanapun. Aamiin :)
NB buat para calon pengantin: Kritis lah di saat yang tepat dan di tempat yang tepat ;) :P

MUA & Bride Gown Set: Salon Jilbab Annisa by Nur Meutia
Photo Editing: Sakola Printing

by. si Famysa, a wifey ^^

Minggu, 04 Januari 2015

Our Wedding; Our Happy Day

Hello, Januari.. Hello, teman-teman... Selamat tahun baru... Semoga semangatmu semakin terbarukan! :)
Btw apa kabar nih, cems? Ada yang kangen gak sih sama aku? Ada yang kangen gak sih sama postingan blogku? Hhehe
Lama gak nongol di sini, tiba-tiba hari ini aku mau kasih kabar gembira kalau aku sudah jadi istrinya suamiku. Bahaha... *ya iya laah, masa istrinya omku :P
Hari Jumat, tanggal 26 Desember tahun lalu (alias tahun 2014), pukul 10.22 WIB, saya Syifa Azmy Khoirunnisa resmi menjadi seorang istri dari sahabat saya sendiri, Muhammad Iqbal Hendrawan (Ibank). Kalian kaget mendengar kabar bahwa aku sudah menikah? Sama, aku juga kaget. Hahaha... Berasa mimpi, berasa banyak tanda tanya, berasa pengen mesem-mesem sendiri. Hehe.. Ternyata, aku sudah besar ya, sudah punya suami sekarang mah, bobonya gak sendiri lagi sekarang mah. :P
melati sama bunganya palsu. maklum MUAnya jauh dari Semarang. kalo bawa yang asli keburu layu pas hari H :P
Banyak yang bilang malam sebelum hari ijab-qobul diucap kamu gak akan bisa tidur nyenyak karena jantung yang berdebar kencang akibat dag-dig-dug-ser. Aku jadi teringat waktu kakak sepupuku mau nikah, malam harinya dia masih sms-an denganku sampai menjelang jam 1 dini hari. Bahkan waktu aku bangun subuh, ternyata kakak sepupuku sms lagi sekitar jam 3 dini hari, katanya "Neng, aa gak bisa bobooo. Deg-degaaan...." Lalu temanku juga kirim bbm, dia nanya gini, "Fa, gimana kondisi hatimu sekarang? *emot nyengir*" Kujawab, "biasa aja." Hmm... Jujur ya, ya memang biasa saja, kalaupun aku gak bisa tidur, itu karena khawatir sama Mbak Muti (MUA nikahanku) yang jatuh sakit akibat buslag, persiapan yang belum beres, ditambah panitia yang check sound speaker pakai lagu sakitnya tuh di sini pas banget di depan kamarku (kebayang kan berisiknya gimana? -__-). Ah pokoknya sampai saat ini belum ada yang bisa mengalahkan dag-dig-dug-ser-nya dan gak bisa tidurnya sebelum sidang skripsi deh. Hahaha...
Terus, banyak yang bilang juga kalau calon pengantin itu harus dipingit, gak boleh kemana-mana, gak boleh ngerjain apa-apa, pokoknya diam di rumah saja, merawat diri, mempersiapkan diri. Beuuh, itu tidak berlaku untukku. Saya mah calon panganten setrong atuh.. H-1, subuh-subuh aku dan si Aa menjemput Mbak Muti di Pusakaratu-Subang. Sesampainya di rumah, aku nyiapin suguhan buat tukang yang pasang tenda. Siangnya, aku menjemput mamah di pasar lalu belanja lagi. Lalu disuruh beli air mineral gelas, lalu disuruh beli rokok. Malamnya, disuruh masak air panas buat suguhan lagi, disuruh cari alas meja, disuruh-suruuuh terus. Belum lagi rada-rada kesal karena kamera pinjaman Sakola Printing malah dipinjamkan lagi ke orang lain, dan malah aku yang disalahkan karena tidak menjelaskan detail blablabla. Sampai cemberut lah ini muka. Cius deh -__- Ini calon pengantin apa babu?, gumamku dalam hati. Maklum deh kalau jauh sama keluarga & sahabat mah gini nih. Semoga pengalamanku ini tidak terjadi pada kalian yaa :D *yang belum atau mau nikah.
Pagi itu aku bangun sebelum adzan subuh. Aku mandi, solat, dan sarapan subuh-subuh :P Mbak Muti masih tidur (karena memang sedang libur solat). Mau aku bangunkan, gak tega. Kalau gak dibangunkan, takut kesiangan dandannya. Huft.. Akhirnya kutunggu saja. Dan akhirnya Mbak Muti bangun jam 5 lebih. Kemudian mulai meriasku sekitar jam setengah 6. Mendekati jam 7 keluargaku dari Gantar & Bongas-Indramayu, Patokbeusi-Subang, dan Cikampek-Karawang mulai berdatangan. Aku mulai nervous karena banyak yang mengintipku sedang dirias. :P
my Timeless yang kini anggotanya nambah 1; Bima Putra Ramdhani (Aziz' son)
Satu per satu teman-teman dekatku juga datang. Pertama Opi yang kemudian jadi asisten Mbak Muti merias, lalu Siska yang berkelana dari Jakarta demi aku *terharuu :'), lalu Lina dengan ibunya, lalu Kokom yang katanya mau lihat aku dirias malah kesiangan datang :|, lalu aku dapat kabar dari Siska bahwa Semarang Genk sudah sampai masjid lokasi akad nikah, katanya bau habis perjalanan jauh, mau pada mandi dulu. Haha.. Lalu selesai aku dirias, aku melihat ke luar dari jendela kamarku, di sana ada cowok-cowok Timeless. Uuuu.... Sumpah aku terharuuu :'))) Karena bagiku, kehadiran segelintir sahabat dan teman dekat lebih dari cukup daripada kehadiran ratusan orang jauh. :)
with Mbak Muti, my fave MUA in this world :D
Dari dulu, aku membayangkan pernikahanku akan berbeda dari pernikahan biasanya di sini. Yang biasanya pakai kebaya putih-jas putih, aku pakainya gaun putih-jas hitam ala-ala gaya modern tapi tetap islami. Yang biasanya calon pengantin wanita dikeluarkan pada saat seserahan, yang biasanya pengantin pria dan wanita disandingkan pada saat akan ijab-qobul, aku inginnya aku tetap ditahan di dalam, dan dikeluarkan ketika sudah sah nanti. Tapiii... Ada yang gagal total. Entah kenapa MC malah jadi nurut sama sesepuh yang sedang memberi sambutan. Bapak sesepuh memanggilku untuk keluar, dan akhirnya MC memintaku untuk keluar. Bah, padahal sebelumnya susunan acara sudah fix, aku tidak akan keluar saat seserahan, hanya mamah yang akan keluar mewakiliku untuk menyatakan penerimaan. Kalau begini, untuk apa aku disembunyikan lagi? Ya sudah lah, aku pergi ke masjid barengan dengan rombongan pengantin pria saja.
Semarang Genk
Di masjid, saat yang lain merapat ke depan mendekati pengantin pria, aku tetap diam di shaf belakang. Satu mimpiku gagal terwujud, kini saatnya aku mewujudkan mimpiku untuk tidak duduk bersandingan dengan pengantin pria sebelum kata sah terucap dari para saksi yang hadir. Sekalian uji nyali Ibank kan. Hahaha :P *Agak aneh ya, hari nikahan juga masiiiihh saja memikirkan mimpinya sendiri. Syifaaaa :P :P
Sakola Printing Owners; ki-ka: Welly, Ibank, Syifa, Syiha
Ketika acara akan segera dimulai, sahabatku, Kokom bertanya padaku, "Neng, deg-degan gak?", dengan santai kujawab, "Nggak. Belum mungkin, Kom." Kokom membalas lagi, "Kokom mah deg-degan loh, Neng.." Lalu saat pembacaan ayat suci Al-Quran berlangsung, Kokom bertanya lagi, "Neng, masih belum deg-degan?", kujawab dengan jawaban yang sama, "Belum, Kom." Kokom membalas lagi, "Iiiihh Kokom mah makin deg-degan. Masa Neng gak deg-degan sih? (lalu memegang tanganku) Tuuh tangannya dingin gini ah, pasti nervous kaan.." Dalam hati kubilang maksa amet, Kom minta Syifa bilang deg-degan. Haha :P. Kujawab, "Syifa kan emang tangannya dingin aja, Kom, emang begini. Kom lupa ya?" --- "Eh, iya ya... Duuh ini segala pakai acara ngaji dulu. Kan lamaa... Jadi makin deg-degan." --- "Hahaa yang mau nikah sebenarnya Syifa atau Kokom sih? :D" Dan saat Bapa & Ibank simulasi ijab qobul, saat itu lah darahku mulai berdesir naik dengan cepat. OMG, gue nervouuooss! Ini mimpi bukaaan?? Tapii... Ada banyak orang yang dengan kompak bilang "sah!" Alhamdulillaaah... *saat itu lah air mataku tiba-tiba menetes. Aku sudah jadi istri dari laki-laki yang berani memintaku pada kedua orang tuaku :')))))
itu adikku, bukan pacar keduaku. hhahaa :P
Selesai segala rangkaian acara, Ibank juga cerita, katanya Welly keluar masjid saat ijab-qobul akan dimulai, katanya Welly gak kuat menyaksikannya, Welly takut nangis karena terharu. Hihihii... Lalu ketika aku akan berganti baju, datang Mbak Dian sekeluarga. Mbak Dian yang kukenal saat magang dulu sudah kuanggap seperti kakak kandungku sendiri. Alhamdulillaaah Yaa Alloh.... Ada sahabat-sahabat yang begituu dekat, bahkan seperti lebih dari keluarga kami sendiri...
hanya ini satu-satunya foto keluarga yang rada bagus, lainnya gak pada KoBe (kontrol beungeut) -__-
Well, lemme tell you all, kemarin itu hanya akad nikah saja.. Acaranya juga sangat sederhana, hanya dihadiri keluarga dan teman dekat saja. Jadii maaf yaa kalau tidak sebar-sebar undangan khusus. Insya Alloh nanti resepsinya menyusul jika ada rejeki lebih. Aamiiin :) :) :)

NB: 
Terima kasiiihh buat teman-teman yang sudah repot-repot meluangkan waktunya untuk hadir di acara akad nikah kami, terima kasiiihh buat kadonya, terima kasih buat segala doa-doa terbaiknya untuk kami... 
Spesial buat Mas Hafid & Mas Doma, terima kasiiih masih inget sama Syifa, terima kasih masih anggap Syifa adik kalian, terima kasih buat amplopnya. hihihii...
Pokoknya terima kasiiih yang tak terkira buat semua-mua-muanyaaa. We Love You All :* :*

by. si Famysa, Ibank's wife ^^

Selasa, 23 Desember 2014

Syifa & Iqbal Wedding

Hello, Gengs... Apa kabar?
Ada banyaaak sekali cerita yang ingin kubagikan dengan kalian. Kapan-kapan yaa... I'm swear i will tell you aaalll stories in my life, specially for 4 month ago.

Sekarang mah aku hanya ingin berbagi kabar bahagia yang satu ini. hihihiii... Jangan kaget yaa! :D Maaf juga sebelumnya, aku lama hiatus dari dunia ini eeh tetiba nongol bagi-bagi kabar mau nikah aja. Hehehe peaceee ^^
That's it! :) 
Mohon doa & restunya yaa, gengs :) dan nantikan foto post-weddingnya yaa :D
Hatur nuhuun....

by. si Famysa, bride wannabe

Jumat, 03 Oktober 2014

Brochure & Name Card Famysa is Out!

kenalan yuk sama Famysa! :D
diadd-friend sama difollow yaa. hhihii ^^
twitter: @famysa_ 
instagram: @famysa_
brochure & name card design by Ibank (089655141507)

by. si Famysa, tukang dagang :)

Kamis, 02 Oktober 2014

Free Ongkir 'Hari Batik Nasional 2014' se-Indonesia

cek koleksi di FB Famysa ^-^

Mungkin aku belum bisa memberi banyak arti bagi Batik Indonesia 
Mungkin aku tidak mampu membeli Batik tulis Indonesia
Mungkin aku hanya suka pada motifnya tanpa memedulikan dari mana asalnya
Mungkin aku tidak bisa melukiskan Batik
Mungkin aku hanya pecinta Batik amatiran
Mungkin aku mencintai Batik karena Batik yang menghidupiku
Mungkin aku bersalah padanya
Mungkin aku hanya memanfaatkannya
Mungkin cintaku pada Batik harus banyak diuji

Walaupun banyak 'mungkin', sungguh, aku sangat mencintaimu, Batik... Selalu, selamanya...  

by. si Famysa, pecinta Batik

Selasa, 30 September 2014

FAMYSA hunting for SELLER PARTNER (Selpa)

Buat para Sobat Famysa yang tertarik menjadi Reseller produk-produk Famysa, sekarang Famysa membuka peluang sebesar-besarnya dengan promo seasik-asiknya :D

Per tanggal 30 September 2014 ini, Famysa membuat nama khusus untuk para Reseller, yaitu SELLER PARTNER yang dapat disingkat menjadi Selpa. Semoga dengan sebutan SELLER PARTNER (Selpa), sobat semua bisa lebih memiliki sense of belonging terhadap produk Famysa yang kalian tawarkan. Sobat bukan hanya sebagai Reseller, tapi sobat juga berperan sebagai partner-nya Famysa. Artinya di sini kita melakukan kerja sama sebagai Marketing Team. Bukan Famysa sebagai bossnya dan sobat adalah pedagangnya, tetapi kita adalah sama, tugas kita adalah sejajar. Famysa hanya berperan sebagai fasilitator bagi sobat yang ingin belajar bisnis dan belajar menjual. J
Sudah siap baca beberapa ketentuan dan promo asiknya? Ini diaa....
1.      Daftarkan diri sobat pada Famysa;
Caranya dengan ketik “DAFTAR SELLER PARTNER FAMYSA” dengan menyertakan scan/foto KTP/kartu pelajar, kirim ke (pilih salah satu): inbox FB ‘Syifa Azmy Khoirunnisa (Famysa)’, whatsapp/line ‘08997185407’, BBM ‘7d07cfde’, mention di twitter/instagram @famysa_. –rule ini berlaku buat sobat yang sebelumnya sudah menjadi reseller. Daftar lagi yaa yang resmi biar bisa jadi Selpa J-
2.  Ambil gambar dan keterangan produk di FB Syifa Azmy Khoirunnisa/instagram @famysa_. Kemudian tawarkan di media sosial yang kalian punya. *Jika memungkinkan, Famysa akan memfasilitasi sobat dengan grup FB/BBM/whatsapp/line untuk wadah diskusi, motivasi, strategi bisnis dan sharing product photos.
3.     Promo asiknyaa yaituu:
1)     Diskon 5% untuk setiap order 1-4 produk.
2)     Diskon 10% untuk setiap order  minimal 5 produk dst.
3)   Gratis ongkos kirim ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk setiap paket minimal 3 kg (ke satu alamat sama).
4)   Khusus untuk Kabupaten Subang selalu gratis ongkos kirim tiap minggu ketiga setiap bulannya. Paket dikirim secara kolektif ke alamat Famysa, pengambilan barang dan pembayaran dapat dilakukan secara Cash On Delivery (COD) di tempat ketemuan yang telah disepakati.
5)    Berhak mendapatkan bonus yang disebut SELler Partner fEE (SELPEE) sebesar Rp 50.000 setiap orderan sebanyak 20 produk/bulan (berlaku kelipatan). Selpee bisa berupa cash money yang ditransfer ke rekening Selpa, potongan harga ketika order, atau pulsa yang dikirim ke nomor hp Selpa.
6)    Aktif jadi Selpa dan penuhi promo no. 5), Selpa bisa menjadi Selpa Comblang. Ajak satu temanmu untuk menjadi Selpa Famysa. Caranya cukup dengan mengenalkan temanmu ke Famysa dan beritahu ia cara daftarnya, selanjutnya Famysa yang akan memfasilitasinya. Setiap temanmu order satu produk, Selpa comblang berhak mendapatkan Rp 2.000 (berlaku kelipatan). Selpee dari menjadi Selpa Comblang akan diakumulasikan per bulan, berupa cash money, potongan harga, atau pulsa.
7)    Selpa berhak menaikkan harga jual untuk menambah keuntungan (disesuaikan dengan daya beli target marketnya Selpa).
8)  Nama pengirim paket bisa memakai nama pribadi atau nama online shopnya Selpa, bukan nama Syifa Famysa. Termasuk juga nomor hpnya.
9)   Selpa berhak mengajukan proposal dropship jika Selpa aktif selama minimal satu tahun dengan minimal order 350 produk.
10) Promo-promo lain yang Famysa adakan di media sosial (FB, blog, twitter, instagram, BBM) untuk umum dapat Selpa ikuti. Makanya pantau terus medsosnya Famysa yaa biar gak ketinggalan promo. Hehehe :D
4.   Tunggu apa lagiii....?? Ayo daftar sekarang juga! Mumpung ada kesempatan dan mumpung masih punya kekuatan *ting-ting ;)

Best regard, Famysa ^-^

Sabtu, 01 Februari 2014

Lorong Itu & Kain Tenun Lombok

Hola, February! How are you? Do you still with your color, pink? :)
And how are you too, friends? Do you still with your hobby, reading and blogging? :)
in this post i will show you my new creation with kain tenun Lombok. Are you ready open your eyes in this morning to read this guys? Hihihi *tumben ini teh si aku lagi kerajinan, pagi-pagi begini sudah buka PinkQ buat ngeblog.
Tebak-tebakan yuuuk! Dimana lokasi foto-fotoku ini hayoo? Yang bisa nebak dan tebakannya benar, aku kasih kue keranjang rasa coklat deh. Tapi syarat dan ketentuan berlaku, ambil sendiri sini kue keranjangnya :P *pagi-pagi nyebelin gini ya. Hahaa 
Jadi ceritanya hari Selasa kemarin (28 Januari 2014), aku ke Magelang untuk mengurus surat ijin penelitian skripsweet diantar oleh Ibank. Kami berangkat dari Jogja, karena memang dari hari Minggu kemarin aku sudah berada di Jogja. Padahal niat awalnya sih aku akan ke Magelang sendiri pas hari Senin. Tapi batal gara-gara akunya asyik main sama Dea yang sedang liburan di Jogja dengan rombongan kantornya. Kan waktu yang langka banget bisa main lagi sama Dea setelah terpisah pasca lulus SMA, dan memang baru bisa bertemu lagi kemarin! Aku jadi kesiangan ke Magelangnya deh. Hehehe
Ya sudaah jadi lah aku ke Magelang diantar oleh Ibank, kebetulan hari Selasa adalah jadwal libur kerjanya. Padahal sih niat awalnya hari Selasa mau dijadikan quality time main sama Ibank saja. Main seharian sambil foto-foto. Eeh batal lagi gara-gara hari Selasa harus menggantikan hari Senin. Daripada batal juga foto-fotonya, akhirnya aku mendapat ide untuk sekalian foto-fotonya di Magelang saja. 
Di perjalanan menuju Kantor Kesbang Kabupaten Magelang, aku tengok kanan-kiri untuk mencari tempat yang pas buat foto-foto. Ada siih, nemu. Tapi lagi-lagi batal. Hihihi... Karena surat perijinan sudah beres sebelum masuk waktu lohor, akhirnya aku memutuskan untuk langsung pulang ke Jogja saja, foto-fotonya di Jogja saja. Lalu Ibank mengajakku ke tempat ini. Dimana hayoo inii? :D
Sudah sejak lama aku ingin ke tempat ini. Namanya sudah lama nangkring di sticky notenya PinkQ. Bahkan aku hampir melupakannya. Ibank tiba-tiba mengajakku ke sini. Ah dasar jodoh ya. Walaupun sempat terlupakan juga tetap saja akan dipertemukan *edisi curhat pagi-pagi :P Dan setelah aku menginjakkan kaki di tempat ini, aku tersenyum ketika melihat must visit listku di sticky note. Ada daftar yang akan kuhapus. Dia adalah Taman Sari Jogja :)
Kami sampai di Taman Sari sekitar pukul setengah tiga sore. HTMnya Rp 4.000/orang. Pertama memasuki benteng, aku disambut oleh kolam yang dulunya adalah tempat pemandian keluarga kerajaan. Persis seperti yang kulihat di foto-foto koleksinya Mbah Google. Sayangnya karena kami datang kesorean, kami jadi tidak sempat kembali lagi ke kolam itu untuk berfoto di sana. Awalnya mau berkeliling dulu sambil mencari titik yang bagus untuk foto. Tapi apa daya, waktu yang kami punya tidak cukup lama.
Dulu kukira di Taman Sari hanya ada kolam dan lorong, seperti yang sering kulihat gambarnya. Ternyataa... Taman Sari adalah desa wisata. Komplek Taman Sari luas sekali. Tidak cukup untuk mengelilinginya dalam waktu dua jam saja. Aku banyak melihat rumah-rumah di komplek Taman Sari sebagai rumah seni. Ada yang sedang membatik, ada pajangan batik, lukisan, kaos-kaos Jogja handmade, dll. Betah deh mata memandangnya. Andai saja kemarin waktuku lebih lama. Hmm...
Saking singkatnya waktu yang kami punya, kami bahkan tidak bisa menemukan lorong yang sering kulihat di Mbah Google ituu.. Iya lorong yang itu looh... Duuh susah menjelaskannya. Pokoknya yang itu saja lah. Hahaa... Semoga lain waktu aku bisa ke sana lagi untuk mengeksplor Taman Sari lebih banyak. Dan tentunya untuk menemukan lorong itu :P Kan kurang asyik nih cuma bisa foto-foto di beberapa titik doang ~.~

Rok yang kupakai berbahan kain tenun Lombok. Karena tenun jadi agak mahal dari harga batik Famysa biasanya ya :D
Harganye Rp 200rebu (free ongkir daah buat sobat yang di Indonesia :))
Modelnya sengaja kubuat sederhana agar ongkos jahit tidak terlalu mahal. Kainnya kan sudah mahal. Bisa-bisa tambah mahal kalau modelnya yang agak rame. Hehehe
Mauu? Sms/line kemari aja yaa --> 08997185407, atau mention twitterku --> @famysa_ ;)
Dan gak ketinggalan, di Famysa, sobat bisa #SambilOrder #SambilBeramal. Agar belanja tidak hanya mengeluarkan uang untuk belanja, tetapi juga mengeluarkan uang untuk beramal ^^

See you guys... Tunggu foto-foto Famysa selanjutnya yaa :)

fotografer: Ibank
lokasi: Taman Sari, Yogyakarta
Need review for your product in this blog? Call me as soon as possible... ;)

by. si Famysa ;)

Mijn Vriend