Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label science. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2015

#ReboNyunda di Blog Jejak Si Miaw

pict from twitter @infobdg
Kata Om Wiki, Rebo Nyunda atau Rabu Sunda adalah salah satu kegiatan mingguan di Bandung yang bertujuan melestarikan budaya Sunda sebagai salah satu budaya lokal yang berkembang di Jawa Barat. Program Rebo Nyunda ini digagas oleh Walikota Bandung -yang terkenal itu looh... Siapa hayoo? Masa gak tahu? :D- Bapak Ridwan Kamil, dan mulai diberlakukan di Bandung pada tanggal 6 November 2013. Latar belakang program Rebo Nyunda ini adalah karena kekhawatiran akan lunturnya budaya Sunda di masyarakat Sunda-nya sendiri. 
Di Bandung, setiap hari Rabu warganya wajib berbahasa Sunda dalam berkomunikasi, terutama bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) baik itu dalam komunikasi formal maupun informal. Di sekolah pun sama. Dan sebagai pelengkapnya, masyarakat juga dihimbau untuk berpakaian adat Sunda. Untuk wanita menggunakan kain batik dan kebaya, dan untuk pria menggunakan iket kepala batik dan pangsi (baju dan celana longgar berwarna hitam-hitam) serta menambahkan hiasan kujang (senjata tradisional Jawa Barat) bila memungkinkan.
Selain Kota Bandung, daerah lain yang sudah menerapkan program Rebo Nyunda adalah Kabupaten Garut dan Kota Bogor. Sedangkan di daerah tempatku tinggal, di Subang tercinta, sepertinya masih sekedar mengekor, belum ada peresmian dari pemerintah setempat untuk menerapkan Rebo Nyunda. 

Memang, sangat terasa olehku, penggunaan bahasa Sunda di daerah Sunda -Jawa Barat- sudah jarang. Bukan tidak pernah digunakan loh ya, tapi jarang digunakan. Beda sekali dengan di daerah Jawa. Selama kuliah, aku sering ditanya dalam bahasa Jawa oleh orang yang pertama kali bertemu -yang belum tahu bahwa aku tidak bisa bahasa Jawa-. Sedangkan di sini, di tatar Sunda, seringnya orang-orang memulai percakapan/sapaan dengan bahasa Indonesia. 
Sebagai contoh waktu aku SMA di Subang Kota. Percakapan utama antar teman ya menggunakan bahasa Indonesia. Padahal ini di Subang, bukan di Bandung, Bekasi, Bogor, Depok yang memang sudah banyak terpengaruh oleh bahasa budaya lain. Karena Subang hanya kabupaten pinggiran, perbatasan dengan Indramayu, kukira orang-orangnya semua berbahasa Sunda dalam kesehariannya. Seperti aku yang memang dari kecil berbahasa Sunda. Bahkan guru-guruku di SD dan SMP pun tak segan menjelaskan pelajaran dengan bahasa Sunda. Guru-guru hanya berbahasa Indonesia ketika mendiktekan sepertinya, atau kecuali pelajaran bahasa Indonesia, itu mah gak heran kalau full bahasa Indonesia. Hho..
Awal-awal berada di lingkungan Subang Kota dengan 'bahasa Indonesia'nya membuatku agak susah beradaptasi. Ada sih sedikit yang berbahasa Sunda, dan sedikit sekali yang berbahasa Sunda halus, tetap saja kebanyakan berbahasa Indonesia. Aku sedikit agak kagok dalam berbicara karena belum terbiasa.
Lama-lama, karena sedari SMA sampai kuliah aku 90% berbahasa Indonesia, kemampuan berbahasa Sunda halusku sedikit demi sedikit pudar. Aku lupa apa bahasa Sunda halusnya -misal- tertawa. Bahkan aku agak gagap waktu mengobrol dengan orang yang lebih tua dalam bahasa Sunda, karena otomatis harus bahasa yang halus kan. Aku hanya lancar berbahasa Sunda loma -sedang-, bahkan kasar. 
Beruntung aku sekarang kembali ke kampung, kembali ke keluarga yang berbahasa Sunda halus. Dengan begini aku bisa sedikit demi sedikit memperbaiki lagi bahasa Sunda-ku yang sempat terlupakan. Tapiii... ada yang membuatku prihatin juga.. sekarang di sini, di kampungku anak-anaknya kok 50% berbahasa Indonesia ya.. bahkan anak kecil -bayi- di sini sekarang diajarkannya bahasa Indonesia oleh orang tuanya, padahal orang tuanya berbahasa Sunda loh. Ckck.. Apakah orang-orang sini sudah mulai gengsi berbahasa Sunda?

Well aku mulai mengetahui program Rebo Nyunda ini pasca lulus kuliah. Aku mulai tahu dari instagram teman-temanku -yang berprofesi sebagai guru- yang mengunggah foto bertema Rebo Nyunda, dengan bahasa Sunda dan dengan pakaian adat Sunda. Lalu beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan blog Sundanis pisan -Arip Blog-. Tema blognya sangat Nyunda. Dan hari Rabu lalu aku membaca postingannya yang berbahasa Sunda. Aku jadi ingat 'oh, iya yaa.. kan ini hari Rabu, kan ada Rebo Nyunda'. Sejak saat itu aku jadi terinspirasi untuk menulis dalam bahasa Sunda juga setiap hari Rabu. Walaupun bukan orang Bandung dan bukan anaknya Bapak Ridwan Kamil, tapi kan aku ini asli urang Sunda. Apa salahnya aku juga ikut melestarikan bahasa daerahku sendiri. Iya kan, iya kan? :D NB: hatur nuhun inspirasina nya, Rip! :) *mugia Arip maca postingan ieu. Hehe..

Insya Alloh, mulai hari Rabu depan, setiap hari Rabu, di blog ini akan tayang postingan dalam bahasa Sunda. Semoga niatku ini terlaksana yaa.. Aamiin :))

Terakhir sebelum menutup tulisan hari ini, "Yu urang Sunda, ti ayeuna urang diajar miara basa nyalira. Pami sanes ayeuna, iraha deui? Pami sanes urang, saha deui?" ;)

by. si Famysa, USA -urang Sunda asli-

Jumat, 17 Januari 2014

National Conference on Disability Awareness

See! Ini draf jaman kapan? Hehehe... Bahkan ketika teman-teman blogger berlomba-lomba menuliskan resolusi 2014nya, aku malah sama sekali mengabaikannya. Ucapan happy new year pun cuma kulakukan di twitter :P Tapi bukan berarti aku tidak punya resolusi atau melupakan gegap-gempita tahun baru ya... Aku hanya... Hmm... Bisa dibilang agak sedikit sibuk. Maap, maap :))
Dan sekarang, mumpung masih ada di detik-detik terakhir hari ke-17 di tahun 2014, gak ada salahnya kan kalau aku mengucapkan SELAMAT TAHUN BARUUU 2014!! Semoga segala harap dan mimpi yang belum sempat terwujud di tahun-tahun sebelumnya dapat terwujud di tahun 2014 ini. Dengan begitu berarti kita tergolong ke dalam orang-orang yang beruntung. Aamiiin... ^-^  
Yuk mari kembali ke laptop!
Jadi, tanggal 7-8 Desember 2013 lalu, aku melancong ke Jakarta untuk mengikuti acara ini, NCDA; National Conference on Disability Awareness, bersama Azizah si bocah Priuk. Sebelumnya aku sempat menuliskan cerita perjalanan tersebut di postingan ini --> Lika-liku Anak Gaul Jakarta --> monggo dibaca :)
Latar belakang aku mengikuti acara ini adalah karena ajakan Zizah. Karena mager di Semarang, sedangkan revisian skripsiku mangkrak di meja dosen pembimbing, otomatis aku langsung mengiyakan tawaran Zizah. Alhamdulillahnya formulir pendaftaranku diterima oleh penyelenggara acara. Padahal entah aku suka atau tidak mengenai disabilitas, entah bagaimana acaranya, yang penting aku bisa pergi dari Semarang, pikirku waktu itu. Pun kalau formulirku tidak diterima, aku akan tetap ikut pergi ke Jakarta untuk pulang ke Cikampek. *devil mind, Hahaha... 
Aku masih belum tahu apa yang aku ingin dapatkan dari acara NCDA itu bahkan ketika aku sudah sampai di Jakarta. Aku sama sekali tidak belajar, sama sekali tidak mempersiapkan apapun mengenai acara tersebut. Apa yang akan dibahas dalam konferensi, ikuti saja lah.. Aku berjodoh dengan paralel (diskusi) mengenai pekerjaan pun, ikuti saja lah. Yang penting ilmunya. Aku tidak menggebu-gebu harus bertanya, harus aktif atau apa lah seperti biasanya. Ckckck :P
Begitu jumpa dengan hari pertama acara NCDA di kampus Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI), kesan pertamaku adalah "ini kampus keren bener, acaranya juga pasti bakalan keren". Terlebih lagi karena ada sarapan yang sudah tersaji di meja prasmanan. Eh, jauh-jauh ke Jakarta, ketemunya sama tahu bakso juga. Itu mah makanan khasnya Ungaran Semarang. Hahahaa... but it was delicious tabax i ever ate in Jakarta :D
Sabar Gorky, pendaki
Ini bukan kali pertama aku berinteraksi dengan penyandang disabilitas (pendis). Sebelumnya aku pernah berbaur bersama pendis dalam acara Blogger Nusantara --> Stories Behind the #BN2013 dan dalam acara Writing Super Camp FLP Semarang --> Sahabat Mata. Bahkan nenekku sendiri adalah pendis, kelainan jiwa dan cacat fisik. Hidup bersama nenek yang pendis ternyata belum mampu membuatku benar-benar bisa berbaur dengan pendis. Tetap saja aku merasa ada sekat antara aku dan mereka. Bukan aku underestimate pada pendis, tetapi sebaliknya. Aku merasa aku penuh kekurangan jika bersanding dengan mereka. Ah begitu lah pokoknya, mungkin diantara kalian juga ada yang feeling same with me when you meet them.
Baru di acara NCDA saja aku benar-benar berinteraksi dengan pendis. Suatu pengalaman yang luar biasa bagiku. Suatu kemajuan juga bagiku. Aku belajar banyak hal, dan aku dapat mengetahui banyak hal mengenai pendis di acara NCDA itu. Berdiskusi dengan pendis, berbaur dan berinteraksi dengan pendis, merumuskan suatu kebijakan mengenai pekerjaan pendis, belajar bahasa isyarat bagi tuna rungu, dan banyak lagi. Ternyata suatu keputusan asal ikut daripada gabut ada manfaatnnya juga ya. Hihihi... Thanks to Zizah yang sudah berbagi informasi :*
Ada dua hal menarik yang kucatat. Pertama, pemberitaan mengenai disabilitas dianggap kurang seksi/kurang menjual oleh media. Makanya tidak banyak berita yang mengulas mengenai disabilitas. Padahal sebenarnya disabilitas perlu disuarakan. Karena setiap manusia di negeri ini pasti akan mengalami disabilitas, hanya tinggal menunggu waktu. Tetapi pada realitanya, Indonesia belum bisa ramah terhadap pendis. Di saat negara-negara lain sudah ramah pada pendis, Indonesia kapan? Sedangkan media pun menganggap berita mengenai disabilitas kurang seksi. Pertanyaan lanjutannya adalah; apakah memang kurang seksi atau belum dibuat seksi? Sedangkan media itu sendiri lah yang bisa membuat suatu berita menjadi seksi. Maka tugas kita sebagai blogger/penulis adalah membantu menyuarakan kebutuhan-kebutuhan dan pemberitaan mengenai pendis. 
ki-ka: penerjemah, Ibu Penny (dosen), Ibu Christie (arsitek)
Kedua, pekerjaan maupun fasilitas yang layak untuk pendis berbenturan dengan pemerintah yang masih berorientasi bisnis. Dalam pembangunan apapun, pemerintah pasti lah harus bisa seefektif dan seefisien mungkin. Belum lagi karena praktek KKN dimana-mana. Ini yang menyebabkan pendis agak sedikit diabaikan kebutuhannya. Padahal pada kenyataannya pendis bisa bekerja. Pendis hanya membutuhkan akses yang mudah agar mereka dapat bekerja sebagaimana orang non pendis. Namun karena Indonesia belum sepenuhnya menyadari hal ini, atau mungkin belum menjadikan pembahasan mengenai disabilitas sebagai prioritas, maka tugas pendis adalah terus berusaha dan jangan manja. Non pendis pun harus membantu pendis semaksimal mungkin agar pendis dapat hidup bersama-sama dengan non pendis.
Fina, bocah Malang-melintang :P
Perlu kita ketahui, pendis sebenarnya adalah aset bangsa. Mungkin sama seperti TKI dan TKW sebagai pahlawan devisa, pendis pun dapat berguna lebih dari itu bagi bangsa ini. Tuna netra bukan berarti tidak dapat diandalkan. Tuna netra banyak yang bisa bernyanyi dan bermain alat musik. Tuna daksa juga bukan berarti hanya bisa merepotkan keluarga. Tuna daksa tetap bisa berkarya, banyak sekali tuna daksa yang menjadi seniman terkenal dengan karya seninya yang bernilai tinggi. Dan yaa... begitu pun yang lainnya. Dibalik kekurangan, Tuhan pasti menitipkan kelebihan pada tiap insan, bukan? :)
Aku rasa sekarang bukan saatnya kita memandang pada perbedaan. Melainkan harus bersatu dengan perbedaan untuk menuju kesempurnaan. Aku dan kamu bisa! Kita semua bisa! Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa kita sanggup memberi banyak kebermanfaatan bagi lingkungan dan sesama.
kiri: Habibie, pengusaha
motivation notes:
Menerima, mengakui diri punya keterbatasan adalah penting, untuk menyadari kemampuan/kelebihan kita. Pada titik tertentu, tiap orang pasti akan mengalami disabilitas. Ini bukan kutukan, tapi nature. ~Prof. Irwanto~
Kalau sulit atau susah, berarti bisa! It's your jobl to create awareness. Doing nothing means discrimination. ~Indonesia Disabled Care Community (IDCC)~
Sukses itu kita yang tentukan, apapun keadaannya. Liburan itu hadiah untuk kemanusiaan. Sukses itu tentang pola pikir. Bukan hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja dengan cerdas ~Artajasa~
Aku bisa karena aku luar biasa! ~Sabar Gorky~
Bermimpi dan terus bermimpi, disabel atau tidak! Jangan terus salahkan Tuhan, tapi terus berkarya! ~Ibu Christie~ 
note:
- foto sebagian nyomot dari FBnya Mbak Maisa Ulfah. thanks a lot, Mbak cantik :) :*
- kamu sadar, peduli, dan mau berbagi bersama penyandang disabilitas? join @idcc_official

by. si Famysa, sadar, peduli & berbagi ;)

Minggu, 24 November 2013

Masuk Neraka Siapa Takut #Pinjam Yaa!! Iyaa :D

“Khas, pinjem yaa colokannya... Iyaa ambil ajaa... makasiih...”
“Syifa, aku pinjem charger... iyaa pake ajaa... makasiih...”
“Ayuu, numpang ngaca yaa... iyaa... makasiiih... “

Kalimat di atas itu bukan percakapan loh. Lalu apa dong? Monolog deh kayaknya. Orang ngomong sendiri kok, yang diajak bicaranya saja tidak ada (Khas, Syifa, Ayu). :P
Begitu lah kelakuan penghuni Baker Street 212B House. Hampir tiap hari tiga orang ini bermonolog sendiri. Tiada hari tanpa bermonolog deh kayaknya. Pola kalimatnya selalu sama seperti yang di atas itu, hanya barangnya saja yang berbeda.

Suatu hari sepulang kuliah, posisi pintu kamarku berubah, posisi meja laptop pun berubah. Kubuka laptopku, loh kok dalam keadaan sleep. Padahal aku yakin sekali, aku selalu mematikan laptopku (shut down) sebelum bepergian kemana-mana. Aku penasaran. Aku coba mengingat-ingat kejadian hari itu. Pagi-pagi aku menyalakan laptop, siap-siap dandan untuk pergi kuliah, kumatikan laptopku, kurapikan letak mejanya, keluar dari kamar, kututup pintu rapat-rapat walaupun tidak dikunci, lalu pergi kuliah deh. Hmm...
“Ah sudahlah... Yang penting laptop dan isi kamarku masih utuh, tidak ada yang berkurang sedikit pun,” ujarku dalam hati.
Kutengok lagi laptopku. Kunyalakan modem. Kubuka aplikasi google chrome. Klik facebook. Lalu... Kenapa bukan akun facebookku yang keluar? Padahal aku tidak pernah sign out akunku di laptopku sendiri. Yang muncul malah akun facebook temanku.
“Ah sudahlah gak apa-apa. Paling tadi dia yang masuk ke kamarku dan memakai laptopku untuk numpang internetan. Tinggal sign out aja akunnya terus sign in lagi ke akunku. Beres kan. Gak ada yang susah,” batinku lagi.
Kumasukkan email dan passwordku. Lalu kutekan tombol enter. Kemudian ada kolom pemberitahuan dari facebook muncul. Memintaku untuk memasukkan kode keamanan akun.
Beberapa lama menunggu, sms kode keamanan dari facebook tidak juga datang ke nomor hpku. Aaah aku mulai kalut. Bagaimana iniiii? Bagaimana iniii?? Aku ingin facebookan, ada pekerjaan di sana, ada uang di sana.... Aaaarrrgh.....

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau facebookku benar-benar tidak bisa diakses lagi. Kalau facebookku lenyap gara-gara sms kode keamanan yang tidak juga datang, berarti aku harus membuat facebook baru, menambahkan teman-teman lagi, mengunggah foto-foto daganganku lagi, aah membayangkannya saja sudah melelahkan, apalagi kalau benar harus kulakukan hal itu. Uh.
Tapi untungnya Alloh masih meridhoi bisnis online shopku di facebook. Setelah menunggu lama, bahkan aku hampir lupa pada sms kode keamanan facebook, tiba-tiba malam hari sms itu akhirnya muncul juga. Buru-buru kunyalakan laptopku lagi. Sign in facebook lagi. Masukkan kode keamanan. Dan muncul lah akunku. Alhamdulillaaah... Aku bisa kembali mengurusi online shopku. Alhamdulillah... Aku masih berjodoh dengan akun facebookku.

Ada pelajaran berharga dari ceritaku di atas. Sepertinya sepele, memakai laptop orang tanpa ijin, mengakses internet, mensign out akun facebookku lalu sign in ke akunnya. Memang tidak ada yang hilang. Laptopku masih di sana, tetap di atas mejanya. Tapi bagaimana jika akun facebookku benar-benar lenyap hanya karena hal sepele itu? Harus dengan apa dia menggantinya? Apakah dengan membuatkanku akun facebook baru, semuanya impas, selesai? Padahal kan akun facebookku lebih dari sekedar akun facebook biasa. Facebookku bisnisku. Dari sana aku bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah demi mengumpulkan modal untuk masa depan. Higs *agak melankolis dan hiperbola ya? :P
Pun kalau laptopku (misalnya) rusak *amit-amit daah, apakah sekedar laptop diganti dengan laptop maka semuanya selesai? Bagaimana jika di dalam laptopku banyak dokumen-dokumen penting? Dan pada kenyataannya memang iya. Di laptopku ini ada skripsiku, tulisan-tulisanku, foto-foto, dan banyak lagi. Semuanya itu penting, semuanya tidak akan bisa tergantikan oleh laptop baru yang kosong mlompong, walaupun laptop baru lebih canggih dari laptopku ini.

Jujur saja aku marah waktu pertama kali tahu laptopku dipakai orang lain tanpa seijinku, walaupun itu temanku sendiri. Apalagi waktu aku bertemu dengan masalah kode keamanan facebook. Rasanya aku ingin mengeluarkan amarahku pada orang itu. Tapi alhamdulillah Alloh mencegahku dengan segera mendatangkan sms kode keamanan. Yaa walaupun di hati ini masih ada rasa kesal, tapi aku ingin berusaha untuk mengikhlaskannya. Aku tidak bilang sama sekali pada temanku mengenai hal ini. Aku hanya berdoa semoga hal ini tidak terjadi lagi.

Keesokan harinya, temanku lagi-lagi memakai laptopku tanpa ijin sebelumnya. Kali ini kepergok olehku sendiri. Aku pulang kuliah, dia sedang asyik internetan di kamarku memakai laptopku. Mungkin karena tanggung basah ketahuan olehku, temanku jadi bilang begini, “Fa, aku numpang ngenet ya.. mau cari bahan tugas kuliah.” Refleks aku menjawab, “jangan ngesign out facebookku lagi ya.. Soalnya kemarin aku hampir aja gak bisa sign in lagi gara-gara sms kode keamanannya gak masuk-masuk. Kalau mau facebookan pakai firefox aja, jangan pakai chrome.” Dan jawaban temanku, “Oh iya...” tanpa meminta maaf atau basa-basi apapun. Zzzz....

Memakai barang orang lain tanpa sepengetahuan/ijin pemiliknya adalah perbuatan ghosob. Ghosob memang bukan mencuri, tetapi hampir mirip dengan mencuri. Menurut Jumhur Ulama, menguasai milik orang lain saja sudah termasuk ghosob, apalagi bersifat pemindahan hak milik. Ghosob bisa terjadi pada benda bergerak dan tidak bergerak. Karena yang penting adalah sifat penguasaan terhadap harta tersebut secara sewenang-wenang dan secara paksa. Melalui penguasaan ini berarti orang yang mengghosob tersebut telah menjadikan harta itu sebagai miliknya baik secara material maupun secara manfaat. Manfaat itu termasuk dalam definisi harta. Oleh sebab itu dikenakan denda jika barang yang dighosob tersebut dimanfaatkan orang yang mengghosobnya.

Dasar hukum ghosob itu sendiri ada di surat An-Nisaa ayat 29, surat Al-Baqarah ayat 188, dan dari sabda Rasul.
An-Nisaa ayat 29 (artinya):
Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu. Dan jangan lah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Al-Baqarah ayat 188 (artinya):
Dan jangan lah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil, dan (jangan lah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

Sabda Rasul:
Darah dan harta seseorang haram bagi orang lain (HR Bukhari & Muslim dari Abi Barkah)
Harta seorang muslim haram dipergunakan oleh muslim lainnya, tanpa kerelaan hati pemiliknya (HR Daruquthni dari Anas bin Malik)

Dan ini dia hukumannya (mazhab Hanafi & Maliki)... siapa takuuuttt... hahaha *devil
  • Ia berdosa jika ia mengetahui bahwa barang yang diambilnya tersebut milik orang lain
  • Jika barang tersebut masih utuh wajib dikembalikan
  • Jika barang tersebut hilang/rusak karena dimanfaatkan maka ia dikenakan denda
Mengerikan juga yaa... hhmmm -___-

Tapiii.... nyaris setiap hari aku juga melakukan perilaku ghosob ituu... -___-

Eh tapi lagi nih yaa... kata temanku yang terpercaya, ada satu hal yang bisa membebaskan kita dari dosa ghosob. Yaitu ijab-qobul di awal, semuanya harus saling mengikhlaskan. Misalnya niih seperti aku dan teman-teman kontrakanku, kita bisa membuat kesepakatan “boleh pakai sandal siapa saja, boleh memakan makanan yang ada di ruang tengah, boleh pakai barang-barang kita asal bertanggung jawab, dll.” Sepertinya ini solusi yang cukup adil dan mudah ya.. Meski kita tidak pernah tahu bagaimana isi hati orang sebenarnya, ikhlas atau tidak. Wallahu alam.. Tapi setidaknya sudah ada kesepakan di awal sehingga tidak akan ada ghosob diantara kita.

Well, mari kita berghosob yang cerdas dan berilmu! Masuk neraka??? Siapa takuuut!!! *ngumpet di lemari sambil istighfar. heuheuu

Artikel ini diikutkan sebagai peserta Fiesta Tali Kasih Blogger 2013 BlogS Of Hariyanto – Masuk Neraka Siapa Takut!!!???”

by. si Famysa, tobat berghosob --

Jumat, 10 Mei 2013

Love Management by Darwis Tere Liye

Minggu, 28 April 2013 lalu, aku bersama Mba Yaya dan Rizqi mengikuti Seminar Muslimah yang diselenggarakan oleh Rohis KU dan Fosimmik Undip. tema seminarnya itu 'The Power of Love Management', pembicaranya Tere Liye dan 2 couple dokter.
sebelumnya aku malah tidak tahu loh kalau temanya itu tentang cinta. pokoknya Tere Liye saja lah. apapun temanya, pokoknya Tere Liye. ahihii... padahal sebenarnya aku juga bukan fans beratnya Tere Liye. baca novelnya saja baru satu biji, hehehe... #nahlooh terus kenapa aku tertarik ikut seminarnya?? karenaaa... aku sukkaaa tentang dunia tulis-menulis. aku juga penasaran pada sosok Tere Liye yang karyanya sangat luar biasa, sampai-sampai sudah lebih dari satu karya yang difilmkan.

langsung saja ya... ini nih oleh-olehnya dari Bang Tere ;)
apa itu cinta?
kenapa banyak orang yang galau karena cinta?
hmm....

sebenarnya jatuh cinta itu boleh-boleh saja... karena cinta adalah cara Tuhan untuk membuat hidup kita seimbang. tapiii... kalau kita memang telah jatuh cinta, so what? kita mau ngapain? masa iya kita mau mengungkapkan perasaan kita, atau istilah kerennya 'nembak', lalu pacaran gitu...
nah... kalau Bang Tere sih punya 4 poin so what ketika kita dilanda yang namanya jatuh cinta. siaaaap nyimaaak?? siaaap yaaa!! :D

pertama, kekuatan tidak bilang
ketika kita tidak bilang itu, bukan berarti kita sedang memupuk benih-benih jerawat looh.. tapi ketika kita tidak bilang itu sebenarnya harus diimbangi dengan kesiapan untuk berusaha jadi yang lebih baik. kita bersaing dengan diri kita sendiri yang sedang jatuh cinta. jadikan kekuatan cinta yang kita punya itu sebagai cambuk agar kita sekuat tenaga memperbaiki diri. jadikan cinta yang kita punya sebagai motivasi belajar, motivasi bekerja, motivasi berbisnis, dan motivasi-motivasi lainnya. toh kalau kita bilang pun, kita tidak bisa menjamin kita bakal jadi apa dan siapa kaan... justru kebanyakan malah jadi terpuruk dan terkungkung karena cinta yang kita 'bilang' di awal.

kedua, hakikat menunggu
simak tiga ilustrasi tentang Si Anak dan Si Ibu berikut dengan seksama yaa :D
suatu hari, Si Ibu meminta Si Anak untuk menemaninya ke pasar. sampai di pasar, Si Ibu meminta Si Anak untuk menunggu di luar pasar saja, tidak usah ikut ke dalam. Si Ibu akan kembali lagi setelah dua jam berbelanja.
ilustrasi satu, Si Anak ngedumel kesal karena menunggu lama. sambil menunggu, Si Anak teruuuuss saja mengomel dan menggerutu sendiri. sampai kemudian Si Ibu keluar dari pasar, Si Anak berarti telah menyelesaikan tugasnya, yaitu menunggu Si Ibu.
ilustrasi dua, Si Anak menunggu dengan tenang tanpa ngedumel. keep calm gitu deh. pokoknya Si Anak yakin kalau Si Ibu pasti akan kembali lagi setelah dua jam. sampai kemudian Si Ibu keluar dari pasar, Si Anak berarti telah menyelesaikan tugasnya, yaitu menunggu Si Ibu.
ilustrasi tiga, Si Anak menunggu Si Ibu tanpa ngedumel, tetapi sambil aktif mencari kegiatan lain yang dapat memberi manfaat bagi dirinya. Si Anak menghampiri tukang parkir, mengobrol, lalu mendapat ilmu. Si Anak mengobrol dengan tukang es cendol, mengobrol, lalu mendapat resep cendolnya. Si Anak tidak bisa diam di tempat. ia ke sana-ke mari mencari hal-hal baru. menunggu selama dua jam pun menjadi tidak terasa lama. sampai kemudian Si Ibu keluar dari pasar, Si Anak berarti telah menyelesaikan tugasnya, yaitu menunggu Si Ibu.
so, kita mau menjadi waiters yang mana nih? tinggal pilih... bahkan masih banyak lagi ilustrasi lain yang mungkin akan terjadi ;)

ketiga, hakikat berharap
sebenarnya kita tidak tahu mana yang baik atau yang buruk. bisa jadi sesuatu yang kita anggap baik, ternyata itu buruk di mata Alloh. bisa jadi yang terbaik untuk kita menurut Alloh adalah sesuatu/seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. karena yang terpenting itu bukan hasilnya, melainkan prosesnya. bagaimana proses kita menahan untuk tidak bilang, bagaimana proses kita selama menunggu, bagaimana proses kita dalam pengharapan :) kita itu... berharaplah pada Yang Maha Tempat Semua Pengharapan Bermuara..

keempat, "wisdom" pergi
kadangkala dengan pergi, kita bisa tahu bahwa itu cinta sejati atau bukan. cinta sejati akan terlihat justru ketika kita pergi. tinggalkanlah jika kita tidak siap untuk serius... tinggalkanlah jika kita hanya ingin pacaran.. karena pacaran itu fatamorgana.

ketika kita jatuh cinta, bersyukurlah... karena itu tanda bahwa kita adalah manusia normal yang tak luput dari nafsu. tapi sudah, stop sampai di situ, jangan lakukan apapun. kecuali melakukan/menyibukkan diri dengan hal-hal positif. kalau galau-galau banget, curhatnya ke orang tua, atau ke teman yang baik (baik dalam artian agama dan ilmunya). pokoknya jangan sampai kita merusak diri sendiri ketika kita jatuh cinta. nanti ketika kita sudah siap, baru tuh sampaikan perasaan kita pada white rabbit kita #istilah dari drama Korea, arti gaulnya kecengan. hehehe
setiap waktu (untuk mengungkapkan) adalah momen terbaik, tergantung kitanya. mau kapan menikahnya? kalau mau bulan depan, ya boleh laah diungkapkan sekarang :P
"percayalah kisah cinta kita bisa sama spesialnya seperti kisah cinta orang lain, sepanjang dilengkapi dengan pemahaman dan ilmu yang baik" ~closing statement, Tere Liye~

by. si Famysa, jadi jurnalis seru kayaknya :D

Sabtu, 24 November 2012

Save Indonesia From Trash

Indonesia... sungai menjadi tempat sampah terpanjang sedunia. tong sampah yang tersedia lengkap (organik dan non organik), fungsinya menjadi campur aduk -tong sampah organik dipenuhi oleh sampah plastik, tong sampah non organik pun dipenuhi oleh sampah dedaunan-. lucunya lagi, tong sampah justru dijadikan tempat menampung air. hmm... mungkin orang Indonesia tidak mempunyai bak atau ember sehingga tong sampah pun dialihfungsikan menjadi bak/ember.
bisa kah kita tetap berdiam diri dan berkata 'ah, itu bukan urusan kita.. yang buang sampah sembarangan juga bukan kita'. tidak bisa, kawan! karena yang terpenting bukan lah bela diri dan merasa diri kita paling benar, tetapi kesadaran untuk memperbaiki dan mengajak orang lain untuk ikut serta menjaga Indonesia dari sampah. ingat kah ketika jari telunjuk kita menunjuk orang lain dengan menyalahkan orang lain lah yang membuang sampah sembarangan, sesungguhnya empat jari kita yang lain (ibu jari, jari tengah, jari manis,  dan kelingking) sedang menunjuk kita. jika tidak percaya, silahkan praktekkan! maka yang harus kita lakukan  sekarang adalah bahu-membahu demi Indonesia yang terbaik, bukan sekedar lebih baik.

kita tahu sendiri bahwa permasalahan sampah merupakan pekerjaan rumah Indonesia yang belum juga tuntas. kita tentu tahu juga bahwa sampah bisa menjadi (ancaman) bencana, seperti bencana banjir dan wabah penyakit. harus kah kita merasakan bencana tersebut dahulu agar kemudian kita sadar akan pentingnya pengelolaan sampah? saya pribadi memilih untuk sadar sekarang sebelum sampah menjadi bencana. bagaimana dengan teman-teman?
FYI, berdasarkan penelitian salah satu kelompok dalam mata kuliah manajemen lingkungan di TPA Jati Barang Semarang, ternak (sapi) di Indonesia kini banyak yang memakan sampah di TPA tersebut. mungkin karena rumput sudah sulit didapat, akhirnya ternak makan sampah deh. bagaimana tidak sulit didapat, wong lahan rumput menghijau sekarang sudah berubah menjadi gunung sampah.

lantas aksi apa yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan Indonesia dari sampah? berikut di bawah ini beberapa aksi Save Indonesia From Trash versi Jejak Si Miaw :-)
  • buang lah sampah pada tempatnya!
hal pertama dan yang paling utama, tentu saja membuang sampah pada tempatnya. tentu kita juga harus paham mengenai 'tempat'nya sampah ini. samakan frekuensi, bahwa 'tempat' yang dimaksud adalah tong sampah atau TPS atau TPA. bukan sungai, parit, jalan, dll. seringkali kita beralasan bahwa kita tidak menemukan tong sampah ketika kita hendak membuang sampah, akhirnya 'plung' dibuang ke jalan begitu saja. ckckck.. dari hal kecil dalam membuang sampah saja, mental kita sudah mental menyerah sebelum berjuang. mengapa tidak kita simpan dulu sampah tersebut dalam tas/kantong plastik, kita bawa dulu sampah tersebut, kemudian baru lah ketika kita sudah menemukan tong sampah, kita buang sampahnya pada tong sampah.
  • reuse, reduce, recycle -menggunakan kembali, mengurangi, mengolah kembali-
teman-teman punya botol minum dan wadah makan kan di rumah? daripada setiap haus membeli minuman dalam kemasan botol/kaleng yang sekali pakai, lebih baik kita bawa minum dari rumah menggunakan botol minum kita. botol minum kan banyak yang lucu-lucu tuh.. aku saja punya 3 botol minum, semuanya berwarna pink nan lucu. hehehe... atau kalau pun terpaksa harus membeli minuman dalam kemasan, aku lebih memilih minuman kaleng karena kemudian kaleng tersebut bisa kugunakan untuk tempat pensil atau uang receh. begitu pun dengan makanan. kalau kita ingin makanan restoran, lebih baik kita makan di tempat saja supaya tidak ada sampah plastik/kertas yang kita gendol pulang. dengan begitu, kita dapat mengurangi volume sampah walaupun mungkin hanya 0, sekian persen. setidaknya hal besar pun berawal dari hal kecil, bukan? ;)
jika sudah terlanjur banyak sampah di rumah kita, jangan buru-buru membuangnya dulu. kita bisa mengubah bentuk sampah tersebut menjadi sesuatu yang baru dan berguna. tentunya disesuaikan dengan kemampuan kita juga sih.. seperti contohnya di kamarku banyak terdapat kertas bekas dan koran. aku bisa mensiasatinya dengan cara menggunakan bagian kertas sebaliknya yang masih kosong untuk dibuat buku tulis. untuk sampul bukunya kugunakan koran. praktis bukan?! hanya tinggal membawa kertas bekas (HVS) ke tempat foto kopi, minta dipotong menjadi 2 bagian, laminating potongan koran untuk sampul, lalu dijilid spiral. cantik deeh :D atau syukur-syukur jika teman-teman bisa mendaur ulang kertas bekas menjadi kertas baru. nilai jualnya tentu lebih tinggi jika dibandingkan dengan buku dari kertas bekas dan koran hasil karyaku.
  • sweeping trash area!
kelak, aku ingin mendirikan sebuah klub konservasi di daerah tempat tinggalku. misi jangka pendek yang akan kulakukan adalah mengajak kerja sama organisasi Pramuka SMK Negeri 1 Cipunagara. mengapa kok Pramuka? karena aku mempunyai basic Pramuka dan cukup dekat dengan pembina Pramukanya. aksi yang akan digalakkan pertama kali adalah sweeping trash area di tempat-tempat wisata di Subang. dari aksi ini, sampah botol dan kaleng yang terkumpul akan bisa dijual ke TPS/TPA. hasil penjualannya lumayan untuk kas organisasi. dan dari kas tersebut, akan digunakan untuk biaya daur ulang sampah menjadi bentuk baru yang bernilai jual tinggi. jika klub konservasi dari SMK Negeri 1 Cipunagara sudah terbentuk kuat, kemudian akan melebarkan sayapnya ke sekolah-sekolah lain sekecamatan Cipunagara, kemudian sekabupaten Subang, hingga senusantara dan mendunia. mohon doanya ya, teman :)

ini aksiku untuk Indonesiaku, sederhana dan mendunia :)
mana aksimu untuk Indonesiamu?

tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Nge-Blog Lintas Me 'Aksi Untuk Indonesiaku' (website: http://www.lintas.me)

by. si Famysa, cinta Indonesia

Selasa, 13 November 2012

Andai Aku Menjadi Ketua KPK RI

Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan saudara-saudara sekalian kepada saya untuk menjalankan amanah menjadi ketua KPK RI. Saya, Syifa Azmy Khoirunnisa selaku ketua KPK RI yang baru akan meneruskan perjuangan ketua KPK sebelumnya, Bapak Abraham Samad beserta rekan-rekan dalam upaya pemberantasan korupsi di negeri ini. 
Tentunya tidak mudah dalam mengemban amanah yang mulia ini. Namun saya akan berusaha semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik untuk KPK dan Indonesia. Sebagai ketua KPK yang baru, saya memiliki beberapa terobosan dalam upaya pemberantasan korupsi. Harapannya semoga terobosan yang akan saya uraikan di sini dapat membuat para koruptor jera sehingga kita dapat menuju Indonesia yang lebih baik tanpa korupsi.
Sebelumnya, saya ingin sedikit mengabsen nama-nama berikut; Gayus Tambunan, Muhammad Nazaruddin, Prof. Dr. Gumilar Rosliwa Sumantri, Wa Ode Nurhayati, Miranda Swaray Goeltom, Angelina Sondakh, Nunun Nurbaeti, Neneng Sri Wahyuni, Hartati Murdaya, Siti Fadilah. Ingat kah saudara-saudara pada nama-nama yang saya sebutkan tadi? Mereka juga manusia bukan, sama seperti kita? Namun mengapa mereka bisa leluasa berbuat keburukan seperti yang diajarkan setan? Nah, agar setan-setan serupa tidak lagi bergentayangan, saya akan mengikat mereka dengan terobosan berikut.
  • Students, No Cheating!
Banyak alasan yang biasa dijadikan pembenaran untuk mencontek bagi pelajar. Salah satunya adalah Ujian Nasional (UN) sebagai penentu kelulusan siswa. Untuk mengatasi hal ini, KPK akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena apapun alasannya, mencontek tetap saja tidak baik. Mencontek sama dengan mengambil hak orang lain dengan tujuan agar kita bisa lebih unggul daripadanya. Pemberi contekan sama dengan orang yang membantu melancarkan aksi kebohongan dan kemalasan. Baik pencontek maupun pemberi contekan, keduanya berpotensi untuk menjadi koruptor. Maka dari itu, budaya mencontek ini harus diberantas.
  • Mahasiswa boleh salah, tetapi tidak boleh berbohong
Kalimat ini saya dengar ketika pertama kali menjadi mahasiswa, seorang dosen mengatakan kalimat itu. Namun pada kenyataannya, semakin lama saya menjadi mahasiswa di fakultas tersebut, saya semakin ragu pada kalimat yang dilontarkan dosen saya. Ketika saya mengusulkan proposal kegiatan pada fakultas, pihak fakultas justru meminta saya untuk berbohong ini-itu demi disetujuinya proposal kegiatan. Saya jadi berpikir, pantas saja banyak anggota DPR yang melakukan perjalanan fiktif, cukup dengan kong-kali-kong dengan penyedia tiket pesawat, maka jadi lah tiket fiktif. Dari kuliah saja sudah diajarkan berbohong sedemikian rupa demi anggaran, apalagi kelak jika sudah memasuki dunia kerja. Padahal ini tidak dapat dibenarkan dari sisi manapun. Perilaku seperti itu juga berpotensi menjadikan pelakunya menjadi koruptor. Slogan 'mahasiswa boleh salah, tetapi tidak boleh berbohong' harus benar-benar direalisasikan. Untuk hal ini, KPK akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga, serta dengan seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. 
  • Penjara bagi koruptor semua skala (kecil sampai besar)
Penjara merupakan suatu hal yang pasti didapatkan bagi semua pelaku kejahatan. Koruptor pun termasuk di dalamnya. Sejauh ini, KPK telah bekerja sama dengan TNI dalam hal pinjaman ruang tahanan TNI bagi koruptor (tahanan KPK). Ke depannya, KPK juga akan bekerja sama dengan Polri dalam hal yang sama. Di dalam penjara, koruptor akan diberi binaan oleh KPK dan LSM terkait. Tujuannya agar para koruptor sadar akan kesalahannya.
  • Hukuman mental bagi koruptor skala puluhan juta
Selain penjara, koruptor skala ini juga akan diberi hukuman mental. Salah satu hukuman mental tersebut adalah dengan cara menjadikan koruptor sebagai pekerja sosial di tempat publik. Contoh pekerjaan sosial yang saya maksud di sini adalah petugas kebersihan taman dan WC. Koruptor yang dijadikan petugas kebersihan akan mengenakan seragam khusus yang bertuliskan 'saya adalah tahanan KPK' beserta kesalahannya. Misalnya, 'saya adalah tahanan KPK, saya korupsi APBD Kabupaten Xxx sebesar Rp 50 juta'. Untuk petugas kebersihan dari tahanan KPK, publik akan diberikan hak bebas mencibir dan menyuruh-nyuruh petugas kebersihan tersebut. Tujuannya agar para koruptor malu dan jera.
  • Hukuman potong tangan bagi koruptor skala ratusan juta
Jika Islam saja mengajarkan hukuman potong tangan bagi pencuri, mengapa kita tidak bisa menerapkan hukuman yang sama bagi koruptor? Mungkin alasannya adalah Hak Asasi Manusia (HAM). Tetapi bukan kah para koruptor pun telah melanggar banyak HAM? Kasarnya, jika KPK menerapkan hukuman potong tangan bagi koruptor skala ratusan juta, KPK hanya akan melanggar HAM satu orang koruptor saja. Sedangkan para koruptor, mereka telah melanggar HAM banyak orang, bahkan semua orang di Indonesia. Hanya hukuman potong tangan saja saya rasa tidak usah menjadi persoalan bagi para keluarga koruptor. Itu sudah menjadi konsekuensi seorang koruptor, serta keluarga yang dianggap tidak bisa mencegah seseorang menjadi koruptor.
  • Hukuman gantung bagi koruptor skala milyaran-trilyunan
Apakah saya sadis? Apakah saya jahat dan tidak berperasaan? Saya rasa tidak. Saya hanya ingin membela hak ratusan juta penduduk Indonesia yang seharusnya dapat menikmati kekayaan Indonesia, namun justru diambil oleh para koruptor. Koruptor yang mengambil milyaran sampai trilyunan uang negara tidak bisa diampuni lagi. Bayangkan saja, uang yang diambil para koruptor skala besar seharusnya bisa untuk memberikan fasilitas pendidikan, kesehatan, maupun yang lainnya dengan gratis, justru malah tidak bisa. Ratusan juta penduduk Indonesia lah yang merasakan kesengsaraan akibat keserakahan seorang koruptor. Apakah masih bisa dikatakan hukuman gantung terlalu sadis bagi mereka? Tujuannya pemberian hukum gantung ini jelas, agar memberikan efek jera bagi para koruptor, serta efek takut bagi seorang yang berniat akan korupsi. Hukuman gantung bisa menjadi cara yang paling efektif untuk membunuh praktek korupsi.
  • Pemiskinan bagi koruptor semua skala
Pemiskinan di sini adalah mengambil kembali semua kekayaan koruptor yang didapat dari hasil korupsi. KPK hanya akan menyisakan kekayaan yang memang benar-benar milik si koruptor, bukan dari hasil korupsi. Dengan demikian, maka koruptor tidak akan memiliki akses semulus waktu dia memiliki kekayaan yang berlimpah. KPK akan mengambil kekayaan koruptor dari hasil korupsi tanpa pandang bulu. Misalnya kemudian ketika seluruh kekayaan dari hasil korupsi telah diambil oleh KPK, dan ternyata kekayaan para koruptor yang tersisa hanya lah sebuah gubuk renta, KPK tidak akan memberi keringanan sedikit pun. Semua kekayaan yang diperoleh dari hasil korupsi akan diambil KPK untuk dikembalikan pada negara.

Demikian 7 terobosan yang dapat saya uraikan pada kesempatan kali ini. Saya meminta bantuan dan dukungan dari semua pihak demi kelancaran kerja KPK. Kritik dan saran yang membangun saya terima dengan keluasan hati. Saya mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya. Sukses untuk KPK dan kita semua! Terima kasih.

baca dan vote juga postinganku di sini yaa ;) --> Andai Aku Menjadi Ketua KPK RI
ikutan juga yuk ;) -- Lomba Blog KPK --

by. si Famysa, calon ketua KPK :)

Jumat, 12 Oktober 2012

Penyusunan Naskah Media & NSPK with Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

tanggal 25 dan 26 September lalu, aku, Kak AdiKak Wawan, dan Mbak Silvi berkesempatan untuk menghadiri diskusi penyusunan naskah media dan NSPK (Nilai, Standar, Prosedur, Kriteria *CMIIW) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. acaranya bertempat di Hotel Santika Semarang. kami hadir di acara tersebut mewakili organisasi Forum Lingkar Pena (FLP) Semarang. 
agenda hari pertama adalah pemaparan dan diskusi tentang Rencana Naskah Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media 2012-2015. dan agenda hari kedua adalah pemaparan dan diskusi tentang NSPK Ekonomi Kreatif Berbasis Media. ada 6 objek yang dibahas di dalamnya, yaitu komik, film animasi, karya fiksi dan nonfiksi, karya kreatif iklan, serta karya audio dan karya video.
di seminar kit yang kudapat, aku tidak menemukan apa itu NSPK, singkatan apakah itu. kutanya Kak Adi, katanya NSPK itu Nilai Standar Prosedur Kriteria. tapi sepertinya Kak Adi juga kurang mantap menjawabnya. makanya CMIIW ya, maaf bangeet :P
inti dari acara tersebut bertujuan untuk membuat kebijakan baru mengenai naskah media. berhubung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga merupakan kementerian baru, makanya diadakan diskusi seperti ini dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) agar aspirasi kami dapat tersalurkan. oh ya, pemangku kepentingan yang dimaksud di sini adalah para pekerja seni. banyak sekali undangan yang hadir dari berbagai komunitas pekerja seni. seperti kami dari FLP (fiksi & nonfiksi), lainnya ada dari Alegori (periklanan), Histeria (konsultan komunitas), fotografer, pembuat film animasi, dll.
ada beberapa diskusi menarik dari beberapa undangan yang hadir, akan kurangkum sedikit di sini. siap menyimak yaa?? agak tegang soalnya nih. hehehe *lebay
kita sebagai pekerja seni tidak melulu membutuhkan kreativitas, tetapi kita juga butuh ekonomis. mengapa kreasi yang kita ciptakan tidak dijadikan lahan bisnis agar menghasilkan 'uang'? kemudian ada yang menimpali pendapat tersebut seperti ini, yakini saja visi kita dalam berkarya sudah benar. jika memang sudah benar, maka sisi ekonomis pun akan mengikuti. hmm... bapak yang menimpali pendapat tersebut sepertinya agak beraliran Jabariyah deh. qonaah banget. hehe.. padahal bukannya segala sesuatu harus diusahakan dulu? sebelum tawakal, manusia kan wajib berikhtiar dan berdoa dulu. ikhtiar di sini bisa jadi dengan cara lebih pandai mencari peluang yang bisa menghasilkan sisi ekonomis. tidak hanya terus berkarya dan meyakini bahwa visi kita sudah benar, tapi kita juga harus aktif mencari peluang dan kesempatan agar kita bisa maju. well, sebenarnya aku kurang paham dan kurang berpengalaman dalam hal diskusi dalam forum formal -sangat formal- seperti itu. makanya aku hanya bisa diam dan menyaksikan. :D
seni VS birokrasi, akhirnya pekerja seni Indonesia lebih banyak melirik LSM luar yang lebih banyak peduli pada seniman Indonesia. pekerja seni Indonesia merasa ditelantarkan oleh pemerintah. tahu sendiri lah bagaimana birokrasi di Indonesia. berbelit-belit dan harus melalui banyak meja, bahkan banyak gedung. repot bukan? mungkin ini yang menjadi salah satu alasan mengapa pekerja seni Indonesia kurang terdengar eksistensinya. seharusnya pemerintah bisa memfasilitasi kita. memfasilitasi kan tidak hanya dengan uang, tapi bisa juga dengan ruang. and then, can we?
data/arsip kesenian budaya dan pekerja seni terkadang diabaikan, padahal data ini bisa menjadi investasi bangsa. misalnya ada pihak luar yang menginginkan data tersebut untuk suatu kepentingan yang baik, maka kita bisa memberikan data dengan tidak cuma-cuma. tentu saja ada imbalannya, baik berupa uang, sarana promosi, pertukaran data, dan lain sebagainya. waah... menarik ya? :D kalau suatu hari aku diminta untuk mengumpulkan data ini dalam bentuk fiksi atau nonfiksi, aku mau deeh... apalagi kalau ada 'tidak cuma-cuma'nya itu. hihihi... kan lumayan.. daripada lumanyun mulu :P
menu vegan ala Syifa :D
bicara tentang hak cipta di Indonesia sepertinya agak risih. boro-boro yang belum mempunyai hak cipta, yang sudah memiliki hak cipta pun masih dibajak seenaknya. buku difotokopi, CD dibajak, mau lagu atau film baru carinya di situs download gratis. hadeehh --" dan sepertinya saya juga sering melakukan praktek pelanggaran hak cipta tersebut. ampuuun :O untuk mengatasi hal ini, ada undangan yang menyarankan agar hak cipta dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan formal. mungkin bentuknya bisa menjadi satu pelajaran/mata kuliah khusus, atau diselipkan di pelajaran/mata kuliah lain. ide bagus tuh.. hanya yang perlu diperhatikan adalah follow up dan aplikasinya. tidak melulu disuarakan di dalam kelas, tapi juga harus disertai dengan aksi nyata.
foto bareng peserta lain, dari perwakilan organisasi/komunitas yang berbeda pula
ketidaknyamanan pekerja seni di tempat wisata yang akan dijadikan lokasi dalam karya mereka. misalnya untuk pemotretan, pameran seni, pembuatan film, dll. menurut salah satu undangan, harga sewa tempat wisata/budaya di Semarang (baca sambil diraba-raba: l*wa*g *e*u) sangat mahal. mungkin mahal atau murah itu relatif ya.. bagi sebagian orang, bisa saja harga sewa sejumlah itu tergolong murah. tapi bagi sebagian orang lainnya, harga sewa sejumlah itu sangat mahal. lantas kenapa tidak dibuat murah menurut ukuran kalangan menengah ke bawah saja. kan jadi bisa terjangkau oleh semua kalangan tuh. atau tetapkan saja diskriminasi harga seperti untuk pengunjung lokal dan pengunjung dari luar negeri. hmm... lalu undangan lain (wakil dari Dinas Pariwisata Kota Semarang) berpendapat bahwa mengenai harga, akan mereka komunikasikan lagi dengan pihak pemilik tempat wisata/budaya tersebut. semoga berhasil ya :) 
menu vegan ala Syifa juga :D
regulasi perpajakan film indie (independen) jangan disamakan dengan mainstream. jika harga diseragamkan, maka dikhawatirkan produsen/pekerja seni film indie akan gulung tikar. padahal film indie dan mainstream jelas berbeda (padahal aku sendiri yo ndak tau opo bedonya). kemudian pembahas menanggapi dengan memberi saran, mungkin film indie bisa mencari sponsor atau mengikuti lomba-lomba yang diadakan pemerintah, dengan begitu film indie tersebut akan terfasilitasi. 
terakhir, ada hal yang lucu. perbedaan persepsi antara Kak Adi dan pembahas mengenai skenario. pembahas keukeuh bahwa skenario tidak masuk ke ranah fiksi. skenario adalah proses lanjutan dari fiksi, tetapi tidak dapat digolongkan ke dalam fiksi. padahal kata Kak Adi, skenario juga seharusnya masuk ke fiksi loh, di dalam fiksi juga kan ada drama. nah loh.. jadi piye? :D
Kak Wawan remang-remang :D
ketika berada di meja makan dan berbincang-bincang mengenai diskusi yang sudah kami lewati, aku menangkap ada suatu ketidakpercayaan pada pemerintah. "jangan sampai diskusi tadi cuma dijadikan formalitas saja, padahal sebenarnya mereka (pemerintah) sudah punya rencana sendiri. percuma saja kita berpendapat tetapi pendapat kita tidak ditampung ke dalam kebijakan tersebut. diskusinya sama saja bohong." hmm... entahlah... no comment. orang Indonesia kebanyakan di-PHP-in (baca: Pemberi Harapan Palsu) sama pemerintah sih ya. jadinya ya suudzon mulu deh. hehe...
pengalaman yang kudapat kali itu sangat-sangat berharga. aku jadi tahu secuil dari proses pembuatan kebijakan. ternyata memang tidak mudah. sejatinya kebijakan memang tidak mungkin bisa sesuai dengan keinginan semua orang. pasti ada pro dan kontra, pasti ada masalah di dalamnya. entah itu dalam perumusan, pelaksanaan, maupun evaluasinya. 
jadi policy maker memang sesuatu deh :) insya Allah itu akan menjadi pekerjaanku kelak. ahahaa... aamiiin...

note: diskusi ini diadakan di 4 kota besar; Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya

by. si Famysa, calon pembuat kebijakan yang adil :)

Kamis, 17 Mei 2012

Membangun Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Politik Dengan Pendidikan Moral

Partisipasi penting bagi pembangunan, bahkan menjadi tujuan pembangunan itu sendiri. Yakni terlibatnya, tergeraknya seluruh masyarakat dalam suatu proses pembangunan berencana sesuai dengan arah dan strategi yang telah ditetapkan melalui suatu bentuk partisipasi dalam sistem politik. Tiga hal penting lainnya yang mendapat perhatian administrasi pembangunan dalam rangka partisipasi tersebut adalah masalah kepemimpinan, komunikasi, dan pendidikan. 
Pendidikan tersebut dapat berupa pendidikan formal maupun pendidikan informal. Di dalam pendidikan formal dan informal ini lah pendidikan moral perlu dimasukkan. Karena saking pentingnya pendidikan moral sehingga dalam banyak hal kemajuan peradaban suatu bangsa dapat diukur dari sejauh mana individu-individu dalam bangsa tersebut dapat menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
Pendidikan moral dapat juga dimasukkan dalam kurikulum sekolah dan Perguruan Tinggi dengan porsi yang agak besar. Atau dapat juga dicontohkan dengan sebaik-baiknya oleh para guru, dosen, politisi, pejabat publik, pemimpin bangsa, pemimpin daerah, dll (mengajar dan memimpin dengan teladan).
Moral adalah hal-hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang baik sebagai “kewajiban” atau “norma". Moral juga dapat diartikan sebagai sarana untuk mengukur benar tidaknya tindakan manusia (Wahyudi Kumorotomo, 2007).
Walaupun pada kenyataannya justru masyarakat menjadi korban contoh yang tidak benar dari mereka tersebut di atas. Dewasa ini masyarakat sering menyalahartikan partisipasi pembangunan. Mereka lebih suka melakukan demonstrasi anarkis daripada mengawasi dengan benar jalannya pembangunan di Indonesia. Parahnya lagi, mereka bahkan ada yang tidak mengerti tujuan dari demonstrasi mereka untuk apa dan dilatarbelakangi apa. Tanpa tahu ilmunya, mereka serta-merta ikut-ikutan berdemo karena kurangnya pendidikan moral. Sebagai contoh beberapa waktu yang lalu ketika peringatan tujuh tahun pemerintahan SBY dan wacana kenaikan harga BBM, teman saya mengikuti demo yang dipimpin oleh salah satu himpunan yang diikutinya. Ketika saya bertanya apa yang melatarbelakangi demo tersebut, dia tidak mengetahuinya. Dia sekedar ikut untuk meramaikan suasana, terlebih lagi karena ada bayarannya. Pada contoh ini, dia melakukan hal yang benar (demonstrasi) tetapi dengan alasan yang salah (just be a follower), yang berarti telah menyalahi moral.
Contoh lainnya ketika ada pencalonan kepala desa di desa saya, para warga desa menyalahkan kedatangan calon kepala desa A ke rumah-rumah mereka karena calon kepala desa A tersebut tidak membawa bingkisan apa-apa. Dan mereka sepakat tidak akan memilih calon kepala desa A tersebut. Pada contoh ini juga warga desa telah menyalahi moral karena tidak berlandaskan atas kebenaran.
Dalam dua contoh yang telah diuraikan sebelumnya terlihat jelas bahwa masyarakat Indonesia masih sangat berpendidikan moral rendah. Mereka masih sangat mudah dirayu dengan ‘uang’. moralnya berUANG! Bagaimana bisa pembangunan di Indonesia, terutama pembangunan politik berjalan dengan baik jika segala sesuatunya harus berdasarkan dengan sogokan?
Dengan pendidikan moral yang sebaik-baiknya, diharapkan Indonesia dapat mencapai pembangunan politik yang bersih, transparan, dan dapat dipercaya. Tidak hanya berlandaskan ‘uang’ tetapi memang berlandaskan hati nurani dan dengan melihat kemampuan yang ada.
Pendidikan moral dapat diaplikasikan dengan melihat unsur-unsur berikut:
  1. Harus diarahkan kepada konflik moral dan menstimulasi pertimbangan moral tingkat tinggi;
  2. Harus diarahkan kepada pengambilan peranan moral dan tumbuhnya empati moral;
  3. Harus diorientasikan kepada pilihan moral dan tindakan moral;
  4. Harus diarahkan kepada norma-norma yang sudah diterima secara umum dan kepada moral komunitas;
  5. Harus diarahkan kepada analisis terhadap situasi moral dan sistem nilai;
  6. Harus diorientasikan kepada penalaran pribadi peserta didik, perubahan sikap, dan aspirasi psikologis    (menguasai dan mempertahankan);
  7. Harus diarahkan kepada pengetahuan moral teoritik yang dimiliki seseorang (misalnya psikologi moral,   filsafat moral, dan lain sebagainya).
Setidaknya dengan pendidikan moral pasti akan ada dampak positifnya, karena tidak semua masyarakat Indonesia mengabaikan pendidikan. Masih banyak masyarakat Indonesia yang bertindak berdasarkan pendidikan dan ilmu yang dimiliki. Diharapkan walaupun tidak semua unsur dapat terealisasi, setidaknya masyarakat mengetahui mengenai mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk sehingga dapat bertindak sesuai dengan yang seharusnya.

acuan:
Tjokroamidjojo, Bintoro. 1974. Pengantar Administrasi Pembangunan. Jakarta: LP3ES
Siagian, S.P. 2001. Administrasi Pembangunan. Jakarta: Gunung Agung
Kumorotomo, Wahyudi. 2007. Etika Administrasi Negara. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Haricahyono, Drs. Cheppy. 1995. Dimensi-dimensi Pendidikan Moral. Semarang: IKIP Semarang Press

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Indonesia Bangkit di BlogCamp

by. si Famysa, calon birokrat bermoral :D

Kamis, 26 April 2012

Visited Badan Diklat Provinsi Jateng

hari Jumat, 20 April 2012 lalu aku beserta teman-teman sejurusan (se-mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)) melaksanakan kunjungan ke Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah. kata pak ketuplak, kami harus sudah berkumpul di depan pom bensin Undip jam 06.30. padahal menurut Pak Mustam (dosen mata kuliah MSDM), paling-paling juga kantor Badan Diklat baru benar-benar buka jam 08.00, berangkatnya jam 07.30 juga tidak apa-apa. huahh ya jelas saja aku mengingkari perintah pak ketuplak. aku mau bangun agak siang. badanku saja masih remuk karena kemarin (Kamis sore)nya aku baru pulang dari Jogja dengan si Bepink. ketika jarum jam sudah menunjukkan pukul 06.30, Zizah sms yang bunyinya kira-kira begini, "Cip, mau berangkat kapan?" --- "gak mau sekarang ah.. jam 07.30 aja..." --- "dih ><" dan karena Zizah mau nebeng Ayu pakai si Bepink (akunya pinjam motor orang. hehe), Ayunya mengikuti kenakalanku, jadi lah Zizah juga terpaksa harus mengikuti kenakalan kami. wkwkwk...
akhirnya, jam 7an lebih kami baru berangkat. di sepanjang jalan Setiabudi, kami mencari-cari alamat Badan Diklat. hanya bermodalkan clue: dekat kok, tidak sampai melebihi Ada Swalayan, kami nekat tidak mengikuti rombongan. *bagus kan?? anak baik yaa :D
singkatnya, kami sudah menemukan Badan Diklat saja lah :P begitu masuk, kami melihat teman-teman lainnya sudah berkumpul dan hendak menuju aula kuliah. langsung saja kami memarkir motor dan mengikuti yang lainnya. kami mengisi daftar hadir dulu, mencari tempat duduk paling depan, dan kuliah di Badan Diklat pun dimulaiiiii.....
sekilas penjelasan mengenai Badan Diklat:
Fungsi Badan Diklat 
  • perumusan kebijakan teknis pendidikan dan pelatihan aparatur;
  • penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendidikan dan pelatihan;
  • pembinaan, fasilitasi, dan pelaksanaan tugas di bidang pengembangan dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, pendidikan, dan pelatihan teknis, pendidikan, dan pelatihan fungsional lingkup provinsi dan Kab/kota;
  • pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang pendidikan dan pelatihan aparatur;
  • pelaksanaan kesekretariatan badan;
  • pelaksanaan tugas lain yang diberikan gubernur sesuai tugas dan fungsinya.
nama bapak-bapak di atas itu lupa aku catat. very sorry, Bapake :D
kiri: Pak Mustam (dosen MSDM), kanan: Pak Kris (Kepala Badan Diklat Provinsi Jateng)

Visi Badan Diklat 

“menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan terbaik dalam menghasilkan aparatur yang kompeten”
ini catatanku. bagus kan tulisannya?? :D
kiri: Isna, tengah: Zizah, kanan: aku ^o^
Misi Badan Diklat
  1. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di bidang program, keuangan, umum dan kepegawaian;
  2. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan di bidang pengembangan dan pengendalian mutu pendidikan dan pelatihan lingkup provinsi dan Kab/Kota;
  3. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan di bidang pendidikan dan pelatihan prajabatan, kepemimpinan dasar, kepemimpinan menengah dan pemerintahan daerah lingkup provinsi dan Kab/Kota;
  4. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan di bidang pendidikan dan pelatihan teknis administrasi, teknis pembangunan lingkup provinsi dan Kab/Kota;
  5. Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi dan pelaksanaan di bidang pendidikan dan pelatihan fungsional profesi, fungsional kediklatan lingkup provinsi dan Kab/Kota;
  6. Melaksanakan peningkatan kualitas pengelola pendidikan dan pelatihan dan kelompok jabatan fungsional / Widyaiswara.
the big family of Public Administration Undip 2010
selesai kuliah, aku, Isna, Ayu, Zizah, dan Tian berfoto dulu di lapangan hijau, depan gedung kuliah kami. 
Badan Diklat yang menempati luas 20 hektar itu membuat kami betah berlama-lama di sana. kampusnya baguuus, sekelilingnya hijauuu, rindang, ahh cocok deh pokoknya :D malah ada yang bergumam seperti ini (entah siapa), "Undip saja kalah. kita kuliah di sini saja gimana. di sini lebih enak." hhohoo
mau rok batik yang aku pakai?
main-main ke Famysa Collections yuk! ;)
atau sms aku di nomor 08997185407 ;)
gabungin foto pakai photoscape. hasilnya tidak bisa terlihat seperti asli --"
blue: aku ^o^, purple: Isna, orange: Tian, white: Zizah 
fasilitas di Badan Diklat Provinsi Jateng ini sangat lengkap. dan mungkin memang standarisasi Badan Diklat di Indonesia ya seperti ini lah. baguus... tapi aku heran, kenapa Bapakku dulu sering kabur ya kalau ada acara diklat-diklatan. hihihi *jangan ditiru!
kampus diklat dan asramanya ada banyak, dilengkapi masjid, laboratorium komputer yang canggih, laundry center, sport center, free hotspot, poliklinik, perpustakaan, dan area parkir. mantap deh pokoknya.. nyaris seperti hotel mungkin ya. :O
salah satu gedung kuliah di Badan Diklat
sport center: lapangan tennis
setelah puas berkeliling, kami pun pulang. dan karena perut kami sudah kelaparan, kami mampir dulu di tempat makan Kampoeng Ayam.
kiri: Ayu, tengah: aku ^o^, kanan: Tian @Kampoeng Ayam
di Kampoeng Ayam, aku menemukan wallpaper ini. lucu kan? makanya aku fotoin wallpaper ini, khusus kupersembahkan untuk teman-teman pembaca semua :) semoga kalian menyukainya ^^

jangan lupa ikutan Jejak Si Miaw :-) #1 Giveaway yaa!! ;)

by. si Famysa, calon presiden :P

Mijn Vriend