Tampilkan postingan dengan label Indramayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indramayu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Februari 2015

#MyFirstLove; Yang Pernah Ada, Yang Kini Telah Tiada

Sebaik-baiknya bocah, pasti deh pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Meski gak pernah punya pacar, pasti deh pernah punya cinta pertama mah atau kerennya cinta monyet. Kan cinta pertama bukan berarti pacar pertama. Iya gak? *makanya yang sekarang jadi emak gak usah kelimpungan kalau anak bocahnya mulai sedikit cinta-cintaan. Wkwk *jangan ditiru, ajaran sesat :P

Aku juga dulunya bocah. Dan seperti kataku di atas, sebaik-baiknya bocah pasti pernah merasakan jatuh cinta, yaa begitu lah yang terjadi pada diriku waktu bocah dulu. Walaupun mamah susah payah kasih doktrin "dilarang pacaran!", tapi namanya hati mah siapa yang tahu ya.. Pacaran kan cuma fisiknya, lah jiwanya kan hatinya. Walaupun gak pacaran, jatuh cinta tetap saja ada.
waktu kelas 9 SMP. maaf wajahku disensor, dulu belum istiqomah pakai kerudung :P itu Usep yang duduk di sampingku pakai kaos merah, bukan yang berdiri di belakang pegang gitar loh yaa..
Namanya Usep (bukan nama samaran). Nama lengkapnya gak tahu siapa. Aku hanya tahu dia Usep. Aku kenal dengannya sejak aku duduk di bangku SD, kelas 2 SD lebih tepatnya. Kami bukan teman satu sekolah, kami bukan tetangga, kami bukan teman main, kami tidak sedaerah, kami bahkan tidak saling sapa. *loh, jadi dia ini siapa? 
Dia Usep. Dia tinggal di Gantar-Indramayu, di kampung nenekku. Aku hanya bisa melihatnya waktu aku berlibur ke rumah nenek tiap liburan sekolah. Kami tidak saling berkenalan. Bahkan hingga bertahun-tahun ke depan pun -sampai usai masa SD kami-, kami tidak pernah sekali pun bertegur sapa. Kami hanya kebetulan satu tempat mengaji di masjid dekat rumah nenek. Aku tahu dia dan namanya dari teman-temanku, begitu pun dia tahu aku dan namaku dari teman-temannya. Dan entah kenapa, mulai dari mana, teman-teman kami mulai meledek-ledek kami -ceritanya mencomblangi mungkin yaa-, padahal kami sama sekali tidak pernah bertegur sapa.
Berkali-kali liburan, berkali-kali mengaji di masjid itu, teman-teman masih saja meledek. Awalnya aku gak tahu dan gak mau tahu siapa itu Usep. Tapi karena gerah sama ledekan teman-teman, aku jadi penasaran juga kan... Sambil galak-galak jual mahal gitu akhirnya kutanya deh teman-temanku, "mana sih yang namanya Usep? Dia itu siapa? Kenapa kalian meledek-ledeki kami?"

Bertahun-tahun berlalu. Dari kelas 2 SD sampai kelas 6 SD, teman-teman tidak pernah berhenti 'mencomblangi' kami. Baru lah ketika kami memasuki dunia SMP, teman-teman berhenti mencomblangi. Ya yaa, mungkin mereka bosan. Habisnya gak ada progres sih. Haha
Selama itu, selama teman-teman berkicau, kami tidak pernah -sama sekali tidak pernah- bertegur sapa, apalagi main bareng yaa, boro-boro :P Bahkan sampai kelas 8 SMP, kami masih tidak saling bertegur sapa walaupun sudah sama-sama tahu nama masing-masing. 
Baru lah ketika kami kelas 9 SMP, dia memulai percakapan denganku. Swear deh waktu itu aku dag-dig-dug-ser. Secara, cowok yang selama ini, selama bertahun-tahun namanya selalu didengungkan di telingaku oleh teman-temanku, akhirnya sekarang berbicara padaku. Uw uw uuwww :D Rasanya seperti membobol celengan ayam raksasa yang bertahun-tahun kuisi dengan uang seratus demi seratus, akhirnya hari ini dibobol jugaa...

Seperti pedekate cowok pada umumnya, dia memulai dengan beribu basa-basi. Lama-lama, dari basa-basi itu, kami mulai akrab, kami mulai main bareng, kami mulai berbagi cerita. Dan ternyata, aku mulai dag-dig-dug-ser sekali menanti saat libur sekolah, gak sabar ingin ke rumah nenek supaya bisa bertemu dia. Hihih..
Semakin lama aku berteman baik dengannya, aku semakin sadar bahwa aku sedang jatuh cinta. Bahkan sejak pertama diledek-ledeki oleh teman-teman pun, aku bisa merasakan malu dan grogi saat namanya disebut. Maklum deh yaa namanya bocah kan suka kayak gitu. Lha wong sudah tak bocah saja, kalau diledek-ledeki teman-teman sama cowok X, kadang ada rasa deg-deg-sernya. *pengalaman bo, dulu sama suami berawal dari ledek-ledekan sahabat :P

Menginjak bangku SMA, aku masih berteman baik dengannya. Kami masih sering bertemu jika aku sedang berada di rumah nenek. Dia yang main ke rumah nenekku, gak lagi main di luar rumah. Kami masih berteman, belum pacaran, dan ternyata kami tidak pernah menjadi pacar.
Suatu hari dia bercerita padaku bahwa dia tidak melanjutkan sekolahnya ke SMA. Katanya cukup sampai SMP saja, dia akan mencari kerja ke Jakarta, kasihan orang tuanya. Katanya mungkin untuk sementara dia akan kuli bangunan -maklum di kampung, pekerjaan paling gampang buat laki-laki ya jadi kuli bangunan- sampai dia mendapat pekerjaan yang layak di Jakarta. Aku sih "Oo Oo" saja, manggut-manggut dengar cerita dia.
Tak lama setelah dia bercerita tentang kehidupannya padaku, suatu weekend aku menginap di rumah nenek. Dia pun main ke rumah nenek. *Mmm ajaib memang waktu itu, tanpa sms-an/telponan, dia bisa tahu bahwa aku sedang di rumah nenek. Hho.. Namanya juga di kampung ya.. Tetangga adalah media komunikasi paling baik. Aha :D Laluu... Dia menyatakan cintanya padaku. Aku ditembaknya! Duh -_-
Momen-momen itu sejujurnya sangat aku tunggu-tunggu sejak lama. Aku bertanya padanya, "kenapa baru nembak sekarang? Kok gak dari dulu nembaknya kalau emang sudah suka sejak lama?". Dia bilang, "dulu aku takut mau nembak Ifa (Ifa/Neng Ipa: panggilanku di kampung nenek). Ifa kan anaknya kepala desa, Ifa juga banyak yang suka. Jadi ya Usepnya minder. Baru sekarang Usep berani karena Usep sekarang udah kenal sama Ifa. Gak kayak dulu yang cuma kenal dari kata teman." Aku sempat galau. Aku ingin menerimanya jadi pacarku. Tapi, aku sudah mulai realistis dan perfeksionis. Aku tidak ingin berjodoh dengan laki-laki yang lebih rendah pendidikannya dariku. Bukan maksudnya pilih-pilih yang tinggi ya, tapi kan berharap dan berusaha yang terbaik tidak ada salahnya.
Dengan berat hati, Usep kutolak. Kujelaskan alasan lain yang sekiranya tidak akan menyakiti hatinya. Alhamdulillahnya, Usep mengerti dan menerima jawabanku. Selanjutnya kami sepakat untuk terus berteman.

Seperti kesepakatan kami, walaupun tidak jadi pacar, kami tetap berteman baik. 
Suatu hari Usep memberiku kado sebuah topi berwarna pink. Dia bilang dia mau ke Jakarta. Dia ingin memberi kenang-kenangan, tapi tidak tahu kesukaanku apa. Dia hanya tahu warna favoritku karena aku memang suka mengenakan pakaian bernuansa pink. Dia juga meminta kenang-kenangan dariku, apa saja, tidak harus khusus berbentuk hadiah. Katanya agar dia selalu mengingatku, begitu pun sebaliknya. Akhirnya kuberikan gelang tangan karetku yang berwarna pink padanya. 
topi hadiah dari Usep yang masih kusimpan sampai sekarang. difotoin suami tadi sore. hihii
Satu tahun berlalu. Aku tidak pernah lagi bertemu Usep ketika berada di rumah nenek. Hingga suatu hari, ada sms masuk ke nomorku. "Ifa, ini Usep. Usep boleh gak main ke rumah Ifa? Ini Usep lagi di Tumaritis, dekat kan ke Cipunagara? Sekalian mau ke Pagaden nih." Glek! Aku spechless. Untung waktu itu hari Minggu, aku sedang berada di rumah, bukan di kosan. Langsung saja kujawab, "Boleh, Sep," dan kuberi dia patokan jalan ke rumahku.
Sesampainya di rumahku, kami langsung mengobrol ke sana-ke mari. Sampai lupa waktu. Matahari pun sudah ingin pulang ke peraduannya.
Tiba-tiba, "Ifa, masih nyimpen foto kita waktu di kebun belakang rumah nenek gak? Usep mau lihat dong." Kujawab 'ada' dan langsung kuambil album fotonya. Lalu, "Ifa, masih nyimpen topi hadiah dari Usep gak?" Ragu-ragu aku menjawab, karena aku tidak tahu dimana topi itu berada, "Mmm gak tahu, Sep. Masih ada gak yaa.. Aku lupa nyimpen." Dan "Yaaah..." jawabnya kecewa. "Usep mah masih nyimpen gelang dari Ifa loh. Nih masih Usep pakai sampai sekarang." Aku terharuu :')
Setelah melihat-lihat foto, Usep bilang mau pamit pulang. Tapi, Usep bicara lagi, "Ifa, Usep boleh gak mau difoto lagi sama Ifa sekarang?" Dalam hati aku bergumam, 'aneh banget ini anak'. Lalu kuambil laptop untuk foto-foto pakai webcam.
Sore itu, Usep lalu pamit pulang setelah menghabiskan waktu bercerita denganku.

Kira-kira satu bulan setelah kedatangan Usep ke rumahku, aku menginap di rumah nenek. Dan suatu siang, kira-kira jam 2 siang, aku mendengar kabar duka dari masjid dekat rumah nenek. Berita kematian. --Innalillahi wa inna illaihi roojiuun... Telah berpulang ke Rahmatulloh, Usep bin.........-- 
Aku... Setengah lemas, tak percaya bahwa itu Usep cinta pertamaku. Ah, nama Usep kan banyak, pikirku. Lalu kutanya pada bibiku, "Bi, yang meninggal Usep siapa? Bukan Usep teman Neng kan?" kata bibi, "iya teman Neng kali, soalnya dia emang sakit. Sakit apa ibi juga gak tahu. Yang jelas keluarga itu mah anak-anaknya meninggal semua. Ini Usep yang terakhir, karena Usep anak angkat. Dikirinya kalau bukan anak kandung gak akan meninggal cepat juga, eh ternyata sama saja. Bedanya Usep emang yang paling lama usia hidupnya, bisa sampai kerja dulu walaupun sebentar".

Dan aku masih tidak percaya. Benarkah itu Usep?
Tapi... kata bibiku yang lain, itu memang Usep. Usep memang telah tiada. Secepat ini.

Aku dengar kata orang, 'orang yang akan meninggal biasanya 40 hari sampai 3 bulan sebelum, dia sudah tahu bahwa dirinya hidup tak akan lama lagi. Hal biasa yang akan orang yang akan meninggal lakukan adalah mendatangi orang-orang kesayangannya, orang-orang yang berarti dalam hidupnya, entah untuk meminta maaf atau untuk sekedar silaturahim.'
Kalau benar begitu, apakah aku ini orang yang berarti untuk Usep? Padahal aku sudah menolaknya. Padahal aku sempat lupa dimana menyimpan topi hadiah darinya. Padahal aku menganggap foto selfie dengannya gak penting lantas aku menghapusnya. Higs :((

Semoga tenang kamu di sana, Usep... Semoga kamu mendapat tempat terbaik di sisi-Nya... Aamiin... Salam rindu dariku dari sini.. Aku sekarang sudah menikah dengan laki-laki harapanku, dengan laki-laki yang aku sayang.. Walaupun kamu tidak akan pernah membaca ini, di sini aku ingin mengatakan sejujurnya, bahwa aku juga suka sama kamu.. 

Good Bye, Usep, cinta pertamaku, yang pernah ada, yang kini telah tiada :'''''')))  

Minggu, 04 Maret 2012

The Hot Red

sudah siap melihat koleksi batik terbaruku belum niiih? hehee
kalau belum, segera persiapkan jiwa dan ragamu dari sekarang dong ah. lah kenapa kok mesti dipersiapkan?? soalnya aku berantisipasi saja barangkali diantara teman-teman pembaca semua ada yang jatuh pingsan melihat fotoku dengan batik baruku. hihihii.. lebay deh boo..
naah kalau sudah siap, yuk mari pencet tut page downnya!. :D
~ motif bagian depan berbeda dengan bagian belakang
~ terdapat lubang sabuk di bagian pinggang atas. sabuknya sendiri dibuat dari kain yang sama, berbentuk tali panjang, jadi bisa diikat pita di depan. atau kalau mau di pinggir or di belakang juga boleh. sah-sah saja kok. hehe
~ bagian bawah dress dibuat dua undak (seperti renda). boleh juga dibuat tiga undak atau lebih. suka-suka anda deh :D
~ model dress ini terinspirasi dari baju tidur oleh-oleh Jogja dari Bibi Wiwin. bajunya sekarang sudah compang-camping, calon lap banget deh --" wong dari aku kelas 5 SD dulu, 8 tahunan yang lalu dong. #pantesaaan :O eh tapi bajunya masih suka aku pakai juga sampai sekarang. habis kainnya lembut dan adem sih -kain santung-.
 ~ sendalnya dapat pinjam dari Bibi Ani :P
~ kerudungnya dapat pinjam dari mamah :P
~ celananya warisan dari Bibi Wiwin :D
~ kamera (hp)nya juga dapat pinjam dari Bibi Wiwin. hehee
~ bagian atasnya karet. di bagian kanan ada resletingnya juga. antisipasi takutnya gak muat gitu loh. hehee.. 
~ noh lihat motif bagian belakangnya seperti di foto itu...
~ tempat dalam foto ini adalah di jembatan Bendungan Situraja, Gantar, Indramayu, Jawa Barat.
~ fotografernya Bibi Ani.
~ photo editing pakai PhotoScape
~ dress ini sebenarnya bisa juga dipadupadankan dengan bolero/rompi. buat yang gak berkerudung juga bisa pakai dress ini tanpa tambahan celana dll. biar seksi kayak Cherrybelle gitu loh..
~ designer dress ini adalah aku sendiri, sedangkan penjahitnya adalah Pak Ade, penjahit langgananku di kampung sana :D
~ bahan dress ini adalah kain sarung batik looh.. aku nemu sarung (bahan dress ini) di lemari kamar Dede kurang lebih setahun yang lalu. aku tanya mamah "Mah, ini sarung siapa? kok lucu sih motifnya." terus mamahnya jawab gini, "eh iya itu sarung tuh sebenarnya mau mamah bikin rok kebaya buat Neng perpisahan SMA dulu. eeh malah kelupaan deh. sampai sekarang ketemu sama Neng sendiri. hehe.. ya udah ambil aja, dibikin apa kek terserah." --- "asyiiiik :D" 

 teman-teman mau beli (all about) batik??
kunjungi Famysa Collections sekarang juga! :)

note: tunggu giveaway Jejak Si Miaw :-) bulan depan yaa! nanti hadiahnya dari Famysa Collections looh :)

by. si Famysa, designer :)

Senin, 10 Oktober 2011

My New 'White' :)

haiyaa... akhirnya bisa melanjutkan kisah seputar Walimaturasul Sarah. benar-benar sedang malas deh ih. hhh...
jadinya sekarang cuma sekedar ingin pamer saja ah. ini dia My New White...
~Dayah & me~ itu bross bunga yang kupakai, sudahlah dapet nyuri (tapi bilang dulu) dari mamah, sekarang malah tertinggal di rumah bapak. weleh-weleeeh...
pamer si aku pake heels. hihii
bulu mata palsu tuh. eitss bukan mata aku kok...
batikku hari ini. mana batikmuu??
aku (kerudung coklat muda), Dayah (kerudung pink), Uunk (kerudung jingga). bandingkan make up kita. apa bedanya coba? hahah...
adekku udah gede atau akunya yang terlalu imut?? --" #pedebeudd
berfoto dengan gong di panggung sandiwara. kapan lagi bisa megang gong coba kalau bukan kemarin. #lebay
yang penting eksiiiiss..
jelas gak? gak jelas ya si new whitenya? hohoo..
kalau ini gimana? apakah sudah cukup cantik? hihii #lagi narsis beudd nih.
the last photo. i just wanna say that we are happy sisters ~Syifa, Ulfah, Hidayah~ :)
 notes:
beberapa foto di bawah fotoku dengan gong itu masih tetap di atas panggung sandiwara. pede gilee donk di saat tamu ramai berdatangan, kita malah narsis ria di panggung. rada-rada jadi tontonan juga deh akhirnya. hmm... gak apa-apalah itung-itung menghibur tamu undangan sebelum sandiwaranya dimulai, dibuka dulu oleh model-model cantik nan narsis ini.. khusus dipersembahkan dari tuan rumahnya loh. ahahaa... #sumpah gajebo.
eh ada yang sadar gak? bukannya pada cerita sebelumnya aku bilang kalau aku seharian duduk di kursi pencatatan hadiah... nah loh kok itu di foto bisa kemana-mana sih. hihihii... sebenarnya walaupun bertugas jadi juru catat, si aku juga banyak mbolosnya kok. salah satunya ya foto-foto di atas ini. terus juga waktu habis solat duhur aku sempat-sempatnya tidur siang selama 2 jam, meninggalkan Uunk & Dayah jaga pos. terus juga jajan kesana-kemari sama bibi & De Ghina. ahahaa... egois deh si teteh teh. xixixii... maaf deh... asli bukan disengaja kok xD

by. si Famysa cantik xD

Jumat, 07 Oktober 2011

All About Walimaturasul Sarah

apa itu walimaturasul?? mungkin pembaca sekalian baru mendengar istilah itu. padahal sebenarnya kan adanya walimatul ursy atau walimatunnikah atau walimahan (versi Sunda), ya...
hohohoo... entah itu istilah datangnya dari mana, siapa yang mengawalinya, tidak jelas asal-usulnya. barusan aku search di Mbah Google juga jawabannya tidak muncul. yang muncul malah organ dangdut Indramayu by Wong Bongas dari Youtube. halah... halaah... itu sudah disebut barusan Bongas Indramayunya. jadi malu deh ah... itu kan tempat yang akan kuceritakan. ckckck... #pura-puranya dimaklum saja deh ya. hehe..
walimaturasul itu berasal dari kata 'rasulan'. gak jelas juga nih kata rasulan ini asalnya dari mana, filosofinya kayak gimana. yang jelas, rasulan itu agak-agak sama dengan hajat sunatan. cuma kalau rasulan ini untuk anak perempuan. 
nah sekarang yang jadi pertanyaannya, bukannya perempuan itu disunat (atau apalah istilahnya gitu) waktu masih bayi? jawabannya ya memang iya... rasulan ini cuma sekedar hajatnya saja. semacam syukuran atau rame-rameannya. biasa deh kalau di kampung kan belum hajatan belum dianggap keberadaannya. hmmm... aneh ya... tapi ya memang seperti itulah fenomena sosial yang terjadi di sana.
nah dibalik sibuknya prepare sebelum hajat, bapakku berkali-kali bilang gini, "Bapa mah hoream da sabenerna hajat-hajat teh, risih." lalu aku balas gini, "lah terus kunaon atuh hajat?" --- "nya terang nyalira di kampung ciga kumaha kahirupanna. hobina miceunan acis. pemborosan wungkul. nu teu penting ge sok diaya-ayakeun. padahal di negara maju mah teu kieu. acis teh ditabung, sanes dihambur-hamburkeun. pantes Indonesia teu maju-maju meureun nya ai pamikiranna carariga kitu mah." wkwkwk... sabar ya, Beh. tapi ekstrim juga sampai bawa-bawa Indonesia gitu ah.
stop! sekarang kita berhenti dulu membicarakan seputar walimaturasul dan ada apa dibalik hajat itu. aku ingin memperkenalkan dulu siapa Sarah pada ceman-ceman cemua #alaybeudd. ~ceritanya tetap berlanjut di bawah kok tenang saja. ;D~
sebelumnya apakah ada yang sudah tau Sarah itu siapa? 
kriiiiiiiiiiikkk............ gak ada yang jawab ya. #ahahaa... gila.
Sarah itu adalah adikku yang paling kecil dari bapak (beda ibu). nama lengkapnya Sarah Nurhalizah. lucu banget deh dasar orang kampung ya.. mentang-mentang si bapak dulu itu lagi ngefans sama tokoh Sarah di sinetron Kiamat Sudah Dekat yang diperankan oleh Zaskia A. Mecca, dan lagi ngefans juga sama Siti Nurhaliza, jadilah terbentuk nama Sarah Nurhalizah. hohoo... untung namaku tidak menjadi korban bapak. ahahaa...
kayak Nyai Roro Kidul ya?? nuansa hijau.
pengantin sudah naik ke (anggap saja) burung rajawali
bentuk syukuran dari hajatan ini adalah dengan mengundang segenap keluarga, relasi, tetangga, dan semuanya yang dikenal deh pokoknya. seperti biasanya saja, di hajatan kan pastinya ada makanan prasmanan dan hiburan. nah kemarin itu untuk hiburannya adalah ibing gotong Sisingaan (kesenian daerah Subang, Jawa Barat) dan Sandiwara (kemarin sih dari Majalengka, tapi gak tau aslinya kesenian ini berasal dari mana). hehe
lalu kenapa kok foto Sarah di atas itu naiknya burung, bukan singa, katanya sisingaan? yap.. jawabannya adalah karena seiring dengan kemajuan jaman, sisingaan itu dimodifikasi menjadi bentuk-bentuk lain, tapi fungsinya tetap sama yaitu untuk menggotong orang (seperti di foto). sebenarnya singanya itu sendiri masih ada, wajib ada dong. cuma sekarang-sekarang ini tuan/nona hajatnya cenderung lebih memilih burung karena ukurannya lebih besar dan terlihat lebih gagah.
lagi apa hayooo?
kelihatan gak tuh si aku lagi ngapain? atau lebih jelasnya buku apa yang aku pegang itu?
bagi yang berhasil ngezoom foto di atas, akan terlihat di atas kertas itu tertulis souvenir.  
untuk apakah buku ituuu?? hmm... tradisi yang agak aneh dan memalukan juga sih (bagi aku mah). tapi lagi-lagi yaa begitulah di sana, di kampung bapakku (Soga, Bongas, Indramayu). jadi buku itu adalah catatan hadiah uang dari para tamu undangan yang datang. nama, alamat, sampai nominal uangnya dicatat booo... dan itu menjadi tugasku kemarin. hhh... dari pagi hingga selesainya acara pada malam hari, kerjaanku di situ lah, mencatat dan mencatat. habis mau bagaimana lagi... sedari pagi waktu aku masih berdandan, namaku dan adik-adikku (Ulfah & Dayah) sudah dipanggil-panggil terus oleh MC. -___-" gak bisa kabur deh.
oh iya, balik lagi ke buku souvenir di atas... maksud dan tujuan dari catatan tersebut adalah seperti (kita ibaratkan) buku tabungan. bukan buku tabungan empunya hajat, tapi buku tabungan para tamu undangan yang namanya tertera di situ. sewaktu-waktu jika salah satu dari nama-nama di dalamnya ada yang hajat dan mengundang bapakku sekeluarga, maka bapak harus memberinya hadiah minimalnya sama dengan jumlah yang pernah diberikan orang itu waktu bapak hajat. mudahnya dapat kita sebut bayar atau ganti gitu lah.
misalnya gini, si A kondangan ke si B. memberi uang 50ribu rupiah. satu tahun kemudian si B hajat, mengundang si A. maka si A memberi si B uang 50ribu juga. 
begitupun kalau hadiahnya berupa beras, maka kelak bapakku harus memberi beras lagi dengan takaran yang sama pada orang tersebut jika hajat dan mengundang bapak. atau bisa juga diganti dengan uang tapi harus seharga beras itu tentunya.
lucu ya....? atau aneh....? hmmm.... hajat kok kayak ngutang kesana-kemari.
ada juga cerita bapakku yang menggelitik hatiku perihal beras hasil hajat. menurut penuturan bapak, kemarin itu ada yang mencuranginya. ada salah satu tamu undangan yang memberi beras, di bungkus (karung)nya tertulis 20 kg (kalau tidak salah, berarti benar ;D). tapi setelah ditimbang ternyata itu cuma 15 kg. bapak dicurangi 5 kg dong ya... kata bapak sih biarkan saja... mungkin orang itu menginginkan sebagian kecil dari harta bapak. hohoo...
capeeek banget deh dari pagi sampai malam jagain tamu, duduk, dan nyatet mulu. mana berisik, ngantuk tapi gak bisa tidur, memikirkan tugas kuliah yang belum dikerjakan. haduh... haduuuuh... sudahlah dari kemarin-kemarinnya aku nonstop tanpa istirahat tambahan kecuali tidur malam. bayangkan saja (gak apa-apa kan ya curhat sedikiiiiiiittt)... Kamis pagi aku berangkat dari Semarang naik kereta. turun di Cirebon lalu dijemput bapak. sesampainya di rumah bapak aku langsung pulang dulu ke Subang naik motor nyetir sendiri. sampai rumah menjelang magrib. malamnya aku masih harus menunggu orang yang mau mengambil pesanan. Jumatnya aku ke Subang kota untuk mengantarkan pesanan, lalu ke desa pelosok untuk menengok adikku yang sedang kemah, malamnya langsung ke rumah nenek di Gantar, Indramayu. Sabtu paginya ke rumah bapak, mengurus hajat seharian penuh. hoaaamm.... pegeeeelll.... apalagi jika ingat besok paginya aku harus langsung ke Semarang lagi. capek deeeeh...
hmm.... oleh karena aku terlalu lelah, aku jadi tidak bisa menonton sandiwara pada malam harinya. awalnya sih memang sudah berniat akan nonton. tapi ketika sandiwara baru mulai sebentar, mataku sudah tak bisa diajak kompromi. tewas deh aku. hehe... yang nonton cuma Ulfah & Dayah. hebat deh mereka begadang sampai pagi nonton. ckck... akunya sih cuma kebagian nonton sambutan Pak Kadesnya doank. aku ingat sekali tuh si Pak Kades sekalian promosi Jampersal (Jaminan Persalinan) bagi warga kurang mampu.
eh, eh iya, dari hajat itu, bapakku mendadak jadi banyak uang. wuiiihh gak tau deh berapa triliun uang yang terkumpul #lebay. tapi... banyak uang, hutangnya juga banyak (kata bapak).
makanya hati-hati kalau mau hajatan di tempat yang menganut paham seperti itu.. waspada sajoo. hohoo...

ceritanya berlanjut yeeee.... xD sekarang sudah dulu... aku pamit duluuu...

by. si Famysa, sedang murung

Sabtu, 27 Agustus 2011

Jejak Ramadhan 1432 H

rasa-rasanya saya teramat rinduuuu pada blog saya. sudah lama sekali saya tak menjamahnya. bukan karena saya lupa, malas, sibuk, atau semacamnya. tetapi karena selama berada di rumah secara sangat terpaksa saya harus say good bye dengan yang namanya internet. boro-boro untuk bersenda gurau sepanjang waktu dengan Jejak Si Miaw, saya mengurusi urusan bisnis pun harus berakir-rakit ke warnet dahulu. maklum lah rumahku terletak di tengah-tengah kampung kecil. ndeso banget ya... ohohooo.... namun walau bagaimana pun, rumahku adalah surgaku :)

petualangan tanpa ngeblog di mulai dari tanggal 9 Agustus 2011.
hari itu aku mutusin buat pulang kampung bareng Tiara dan Ayu. dan itu berarti aku harus meninggalkan Khaslinda di Semarang seorang diri. *lebay.com. kami pulang naik kereta Harina. aku dan Ayu turun di Cirebon, sedangkan Tiara lanjut sendirian ke Purwakarta. seturunnya aku dari kereta, di depan loket stasiun udah ada si babeh berdiri celingukan aja tuh nyariin aku. hehe.. pas udah ketemu, koper berisi belanjaan yang sedari tadi merepotkanku akhirnya digotong oleh babeh. haha tak sopannya diriku #peace beeeh :D. terus-terus aku sama babeh nganterin Ayu dulu ke rumahnya. sekalian ngambil barang-barangku yang dititipkan di Ayu dari jaman purba. wohoho.. udah nganterin Ayu, lanjut pulang deh kami.
di perjalanan menuju Indramayu, aku ngerasa kok jauuuuuhh banget gitu ya jarak Cirebon-Indramayu. gak kayak biasanya deh. dilihat-lihat jam. detik, menit, jam berlalu, tapi kok belum sampai juga. padahal kondisi jalan saat itu mulus tanpa macet. apa karena ngantuk, puasa, dan panas gitu ya yang nyiptain rasa seolah jarak jadi jauh seperti itu. hmmm...
sesampainya di rumah babeh, aku putuskan untuk menginap satu malam saja. sebenarnya sih pengen langsung pulang ke Subang, tapi ya apa mau dikata.. wong akunya juga masih capek. ampun deh kalau harus langsung nyetir motor ke Subang.
buka puasa pertama di rumah... seperti yang sudah kubayangkan sebelumnya. pasti serba ada dan pasti serba dilahap. mulai dari makan (terdiri dari sayur asem, tumis jamur, gorengan, kerupuk, telor asin, sambal), sup melon, mangga, jeruk, sampai mie ayam pun berhasil masuk ke perutku dalam waktu 4 jam saja. alhasil tiba-tiba perutku terlihat seperti perutnya ibu hamil. huaahh... ingat sih ingat perintah berhentilah makan sebelum kenyang. tapi yaa gimana yaa... dasar Syifa. hehehe...
ada juga cerita tentang taraweh dengan adik-adikku, Dayah dan Ulfah. masa iya aku jadi berasa muda lagi. hihii... abisan aku jadi ikut-ikutan mereka ngobrol, maen hape, ketawa-ketiwi kecil di saat yang lain masih taraweh (maklum deh kami cuma taraweh 8 rakaat). selesai taraweh aku juga ikut tadarusan di mushola. tadarus yang mengingatkanku ketika aku masih SMP dulu. tadarus kenceeeeng banget pakai mik dan pengeras suara. ahahaa... berhubung aku masih terlihat ABG, jadinya gak kelihatan deh kalau aku adalah yang tertua diantara anak-anak SD, SMP, dan SMA itu. :D

10 Agustus 2011
akhirnya tiba waktuku untuk pulang ke Subang. awalnya sedikit ngeri juga sih.. masa cantik-cantik gini, ditambah motornya imut, harus bawa koper yang diikat di jok belakang dan gandulan barang-barang lainnya yang ditaruh di depan. aduuuh.... yang pertama aku bayangkan itu adalah kondisi jalan dari rumah babeh ke jalan raya itu looh... jeleknya minta ampun. jalannya bergelombang, diapit kali dan sawah pula. kan ngeri tuh kalau sampai (amit-amit) jatuh. hiiiyy...
alhamdulillah medan yang terjal itu bisa kulewati. dan sampailah aku di rumah. yeaaahh :D senangnya hatikuuu...

14 Agustus 2011
awalnya aku punya rencana akan membuat postingan spesial untuk Pramuka pada tanggal ini. eeehh... tapi si koneksi internetnya gak bisa diajak damai banget. tumben aja nih sekarang bisa damai. semoga damai selalu ya kamu, sayang... :-*
pada tanggal ini aku kebingungan dengan undangan berbagai acara. mulai dari buka bareng (bubar) V-Ghost di Bandung, bubar & kopdar Bloofers di Bandung, pesantren kilat Quantum Club di Subang, bubar di rumah babeh sama a Ranu, kakakku, sampai bubar DA Ganpadma di Smansa. asli aku bingung abiiiss.... gak mungkin banget kan kalau aku minta pada Allah agar aku bisa membelah diri kayak amoeba sehari itu aja. ngoook...
setelah melewati berbagai pertimbangan, akhirnya kuputuskan untuk datang ke bubar DA Ganpadma di smansa. secara, pada hari itu tepat banget pas hari ulang tahun Pramuka. aku kangen aja gitu sama Pramuka. akhirnya aku datang, dan aku senang. alhamdulillah :)
dirgahayu Pramuka Indonesia!!
1. satu orang jagain satu lilin yaa :D 2. ini makananku... 3. para alumni sedang makan dengan lahapnya.
18-19 Agustus 2011
aku hanya terbaring lemas di ranjang, alias sakit. aku anggap sakit ini mungkin adalah akhir dari segala runtutan sakitku sebelum-sebelumnya. mulai dari sakit telinga, sakit tenggorokan, bibir berdarah padahal gak dipocelin, hidung berdarah tapi bukan mimisan, dan akhirnya... demam, flu dan batuk membuatku tak berkutik. tapi alhamdulillah masih bisa puasa... :)

20 Agustus 2011
walaupun masih sakit, kupaksakan diri untuk tetap menghadiri acara bubar smansa 3 angkatan di smansa. sayang juga udah bayar gitu loh. hehe
awalnya kukira itu acaranya paling cuma sekedar buka puasa bersama aja. tapi... ternyata eh ternyata.. ketika aku menginjakkan kaki di smansa, parkiran penuh banget. pas registrasi, ini teman-temanku yang jaganya kok pada gaya amat sih.. eh aku makin terkejut lagi pas masuk ke lapangan upacara, di sana telah berdiri panggung, bazar-bazar pakaian, dan terpasang juga spanduk dari berbagai sponsor. wahh... ini sih reunian. acaranya rame deh... terbilang gede-gedean lah. salut deh sama panitianya. ;D sayangnya aku gak bisa nonton sampai acara hiburannya selesai. maklum deh lagi sakit, rumahnya jauh pula. huhuu.. maafkan aku kawan... bukannya aku tak rindu...
sedang makan
berfoto setelah makan
21-22 Agustus 2011
lagi-lagi aku memaksakan diri mengendarai motor jarak jauh dalam keadaan masih sakit. janji adalah hutang, makanya wajib dibayar. pergilah aku ke kampung nenekku di Gantar, Indramayu. sekalian ada syukuran sebulannya dede bayi (dari mang Amin & bi Eneng). sekalian juga nganterin batik pesanan bibi-bibiku di sana.
aku ke sana dengan adikku, Maulana. ada satu kesamaan alasan kenapa aku sangat malas ke rumah nenek sama ke rumah babeh adalah: jalan butut (baca: jelek sejelek-jeleknya). si aku agak-agak trauma gitu deh sama jalan butut. gak tanggung-tanggung sampai pernah jatuh 3 kali akibat jalannya butut. makanya aku susaaaah banget kalau disuruh ke dua tempat itu tanpa ada agen penjemput. hhh...
cukup satu malam saja kami bermalam di sana. sebenarnya kami, terutama aku betah-betah saja kalau harus berlama-lama menginap di rumah nenek. secara, aku dibesarkan di sana gitu loh. di sana juga banyak keluarga, baik-baik, suka ngasih duit pula. ahahaa #anak kecil banget deh. tapi... ada tapinya loh... yang bikin gak betah itu karena di sana minim banget sinyal (nyaris) segala macam provider. hari gini Syifa tanpa hape.. oh tidak bisaaa! karena dengan hape aku bisa dapat uang. hehe #matre.
ini loh dede bayinya... namanya Reno ^^
nebeng difoto depan dagangan orang with De Ghina
ini OBROG. ada yang tauuuu? :D
25 Agustus 2011
hari itu aku berpetualang mencari alamat pemesan batik. tentunya untuk mengantarkan pesanannya. aku menembus jalanan jelek, berdebu, sepiiiii.... takut juga sih. hheuu... alamatnya tak kusangka berada di pedalaman. lebih pedalaman lagi dibanding kampungku BD dari rumahku di Cipunagara, aku harus melewati 2 kecamatan hingga akhirnya sampai di kecamatan alamat yang dituju. great experience! ;) meskipun awalnya menyebalkan. hihiii

26 Agustus 2011
heran deh sama temanku yang satu ini. dia merengek meminjam uang padaku. kukira benar untuk urusan lamaran pekerjaannya. tapi ternyata malah buat rebonding rambut. ckckck... padahal kondisi rambutnya sudah bagus. kalau menurutku sih gak usah bonding-bondingan segala juga udah cukup. satu pelajaran yang bisa diambil: rem kuat-kuat keinginan-keinginan yang gak terlalu penting dan mendesak! dahulukan kebutuhan dan kemampuan!
tak cukup sampai di situ.. aku juga diminta untuk menemaninya ke salon. gileee dooonk..... aku bulukan nungguin orang yang nyalon dari jam setengah tiga sore, pulang-pulang jam setengah sembilan malam. hoek gak lagi-lagi deh. ampun aku mah gak bakalan mau rebonding rambut kalau tahu prosesnya melelahkan kayak gitu. saking kesalnya nunggu, aku jadi memangkas pendek rambutku. hoaamm apa hubungannya coba? hahaa...
menemani teman rebonding rambut = latihan sabar

27 menjelang 28 Agustus 2011
lagi curhat nih sama Jejak Si Miaw. hehe

by. si Famysa baik :)

Mijn Vriend