Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

Modus Penipuan 'Numpang Transfer'

Tanggal 6 April 2014 lalu, waktu aku mau beli tablet di Ramai Mall Jogja, ada satu pengalaman yang tidak terlupakan sampai sekarang. Niat hati sih ingin langsung menuliskan ceritanya (duluu), tapi apa daya, tahun kemarin tahun paling sepi tulisan di blogku. Wkwk..

Jadi begini ceritanya…

Di ATM Center Ramai Mall, aku mengantri bersama para nasabah lain yang akan bertransaksi di ATM itu. Aku bersama Ibank. Di depan kami, ada seorang ibu yang sepertinya sedang bercakap-cakap dengan seorang laki-laki cungkring bertato. Tak lama, si ibu pun pergi meninggalkan laki-laki itu.
Tiba giliranku masuk ke ATM, aku dicegat oleh laki-laki itu. Tanpa segan laki-laki itu langsung memulai percakapan denganku.

(Ket: L: Laki-laki itu, S: Syifa, I: Ibank)
L: Mbak, mau ambil uang ya?
S: Iya.
L: Mbak, aku boleh minta tolong gak?
S: Minta tolong gimana, Mas?
L: Aku numpang transfer dari ATM Mbak. Ini nanti uangnya aku ganti cash (sambil menyodorkan uang cash Rp 1.000.000). Ada gak, Mbak?
S: Hmm… Ada sih… Tapi bentar ya, Mas, aku cek dulu barangkali belum ada uangnya.
I: Kalau boleh tahu, emang uangnya buat apa ya, Mas?
L: Aku mau transfer ke temanku, Mas.. Kasihan dia habis kemalingan di jalan, dompet sama HPnya hilang.
I: Emang posisi teman Masnya dimana?
L: Dia lagi di Jakarta, Mas.. Kasihan dia nanti gak bisa pulang. Lagian di Jakartanya nanti gimana dia, kan gak punya uang.
I: HPnya hilang kok bisa ngehubungin Mas?
L: Dia nelpon pinjam HP orang lain di sana, Mas. Katanya darurat banget dia minta ditransfer.
I: Oh ya udah kita cek dulu saldonya ya, Mas. Ini tuh lagi nunggu transferan Bapa, gak tahu udah ditransfer apa belum.
L: Oh iya, monggo, Mas..

Di dalam ATM, aku agak gemetaran. Takut. Apalagi uang di ATMku waktu itu cukup banyak.
Aku berdiskusi dengan Ibank…
S: Gimana nih? Dikasih jangan? Beneran gak sih itu orang? Tapi kan uangnya nanti diganti langsung sama dia.
I: Ibank ragu, Syif.. Kan katanya mau transfer ke temannya di Jakarta, temannya kemalingan, dompet dan hapenya hilang. Nah kalau dompetnya hilang, otomatis ATMnya juga hilang dong? Biasanya kan kita nyimpan ATM di dompet. Atau gak di dompet HP kayak Syifa. Terus katanya darurat, ini udah malam, kalau harus ngurus ATM atau ambil uang ke bank sekarang juga kan gak bisa.
S: Hmm… Iya juga yaa… Terus kok dia punya uang Rp 1.000.000 itu? Berarti kalaupun kita transfer, kita kan tetap punya uangnya cash dari dia.

Kami sejenak termenung….
Kemudian…
S: Oooh… Bisa saja uang yang di tangannya itu uang palsu atau uang hasil curian. Dia mau transfer uangnya supaya jejaknya hilang. Ibaratnya money laundry. Jadi kan nomor seri di uang yang dia curi itu berpindah ke tangan kita. Dia malah bersih. Nanti kita yang kena batunya. Atau mungkin uang itu palsu. Nanti kita juga yang kena masalah.
I: Iya bisa jadi. Lagian kalau Ibank atau Syifa yang kena musibah, pasti yang dihubungi pertama kali keluarga kan. Atau kalau Ibank mah ngehubungin Syifa dulu deh karena hafalnya nomor Syifa. Hebat banget ya itu orang, dia mah hafalnya nomor temannya.  
S: Terus sekarang gimana cara keluarnya?
I: Ya udah keluar aja. Kita bilang ke orang itu uangnya gak ada, belum ditransfer.
S: Oke, ayo!

Di luar, orang itu setia menanti kami.
L: Gimana, Mas, Mbak, bisa nggak saya numpang transfer?
S: Maaf, Mas, ATMku gak ada segitu saldonya. Bapaku ternyata belum transfer. Permisi ya, Mas, kami mau masuk dulu.

Di pintu masuk Ramai Mall, kami kembali menoleh ke ATM Center. Orang itu masih di tempatnya, hanya di ATM bank itu, tidak berpindah ke ATM bank sebelahnya. Sepertinya dia masih akan terus mencari mangsa lain.

Satu sisi, aku takut aku yang berburuk sangka pada orang lain yang padahal memang sedang membutuhkan bantuan. Tapi di sisi lain, dia orang asing. Helloww… Aneh banget kan dia berdiri terus di ATM sambil memegang uang Rp 1.000.000-nya tanpa takut ada jambret atau apa lah. Alasannya juga gak masuk akal. Penampilannya pun mencurigakan.

Pokoknya, kita mah waspada saja lah! Jangan mudah percaya pada orang asing, jangan mudah dirayu dan menaruh simpati pada orang asing! Waspadalah, waspadalah… Kejahatan bukan hanya terjadi karena ada niat si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan. So, kita sebagai –mungkin- target, jangan sampai memberikan setitik kesempatan pun pada orang-orang jahat untuk melancarkan aksinya.

Dan di dalam Ramai Mall…
S: Lalu aku harus ambil uang dimana? Kan mau beli tabletnya saat ini juga. Kalau balik lagi ke ATM Center Ramai Mall nanti ada orang itu lagi… :(
I: Oh iyaaa….. *tepok jidat

Terpaksa kami berjalan ke luar Ramai Mall lewat pintu depan (Jalan Malioboro) dan mencari ATM terdekat di Jalan Malioboro. Akhirnya nemu deh ATM bank lain. Higs, kena potongan lumayan deh karena bukan di ATM bank sendiri. Ahaha :P

By. Si Famysa, waspada!

Jumat, 04 April 2014

Valentine Kelabu yang Telah Berlalu

Oke, fix maximal! Bulan Maret tidak ada postingan satu pun di blog ini. Skripsiku memang sudah selesai kutulis. Tapi saat ini aku masih menunggu eksekusi dosen pembimbingku yang amat sibuk. Mohon doanya yaa teman-temaan :)

Masih ingat bencana yang melanda Indonesia pada tanggal 14 Februari 2014 lalu?
Letusan Gunung Kelud yang abunya menyebar hampir ke seluruh Pulau Jawa.
Saat itu, subuh-subuh aku dibangunkan oleh Mbak Dian. Agak mengagetkan. Aku yang masih tertidur pulas langsung membuka mata dan sikap sempurna. "Syif, Kelud meletus. Kata temanku hujan abu. Coba lihat ke depan rumah yuk!"
Setelah melihat keadaan di luar rumah, memang, semuanya kelabu. Berjalan-jalan ke depan rumah harus payungan. Kalau tidak, kerudung dan bajuku akan penuh abu.
Kami mencoba bersembunyi di dalam rumah. Hujan abu masih berjatuhan deras disertai angin yang lumayan kencang. Pemandangan yang kami lihat dari dalam jendela rumah terlihat putih seperti tertutup kabut, padahal tertutup abu yang masih berjatuhan. Jujur, kami agak ketakutan. Takut hujan abu semakin deras. Takut dalam rumah tidak akan aman dari abu. Padahal hanya di dalam rumah lah kami berlindung.
Hari sudah menjelang siang. Hujan abu sepertinya sudah berhenti. Akhirnya kami bersih-bersih rumah, memasak, lalu sarapan. Sekitar jam 11 siang, karena kelelahan bersih-bersih rumah, aku tertidur di kasur angin di ruang TV. Pulas. Hingga kemudian Mbak Dian membangunkanku lagi dengan nada panik. "Syif, hujan abu lagi, Syiif..." Ya sudah lah, rumah yang sudah dibersihkan terkotori lagi. Di luar rumah terlihat pekat. Abu yang menumpuk di tanah, atap, dedaunan semakin tebal. Kami pasrah.

Sore harinya, orang-orang sudah mulai terlihat ramai beraktivitas lagi. Tetangga-tetangga juga sudah mulai membersihkan bagian depan rumahnya. Kami pun tak mau kalah. Halaman lapang di samping rumah Mbak Dian menjadi sasaran utama kami. Abunya tebal sekali. Sampai-sampai terkumpul sekitar kurang lebih 50 bak! Kupikir andai itu semen, bisa kaya mendadak lah kami, menjual semen 50 sak. 
Hingga beberapa hari kemudian, hujan abu masih terus turun meskipun intensitasnya mulai berkurang. Jogja masih kelabu. Penelitian skripsiku waktu itu juga sempat terhenti 1 minggu karena bencana Kelud tersebut. Antara tidak kuat menempuh jalanan Turi-Magelang yang penuh abu dan pastinya badan yang sedang kuteliti juga sedang sibuk menangani bencana ini. Banyak agenda yang terpaksa dibatalkan. Beruntungnya kami sudah membeli stok makanan cukup banyak sehingga kami tidak terlalu kesusahan dalam mencari makan.

Kami sempat bertanya-tanya, kenapa bencana itu datang bertepatan dengan hari Valentine?
Dan berturut-turut setelah bencana Kelud, bencana-bencana lain datang silih berganti. Gunung-gunung lain juga sepertinya sedang ingin bangun berbarengan. Lalu beberapa waktu yang lalu, Gunung Merapi, gunung yang dekat dengan tempat tinggalku sekarang (di Turi, rumah Mbak Dian) dan gunung yang menjadi lokus penelitian skripsiku mulai menampakkan keaktivannya lagi. Merapi sempat erupsi, bahkan setiap hari sepertinya ada abu yang dikirim dari Merapi. 
Sekarang cuaca Jogja sedang sangat amat panas. Aku jadi ingat kata Mbak Dian dan kata Mbak Erna (penduduk KRB III Merapi), kalau Merapi aktif, cuaca di sekitarnya akan panas sekali. Ah, semoga panas ini hanya pertanda akan turun hujan. Bukan pertanda Merapi bangun lagi. Mohon doanya teman :))

by. si Famysa, agak sakit :')

Sabtu, 01 Februari 2014

Lorong Itu & Kain Tenun Lombok

Hola, February! How are you? Do you still with your color, pink? :)
And how are you too, friends? Do you still with your hobby, reading and blogging? :)
in this post i will show you my new creation with kain tenun Lombok. Are you ready open your eyes in this morning to read this guys? Hihihi *tumben ini teh si aku lagi kerajinan, pagi-pagi begini sudah buka PinkQ buat ngeblog.
Tebak-tebakan yuuuk! Dimana lokasi foto-fotoku ini hayoo? Yang bisa nebak dan tebakannya benar, aku kasih kue keranjang rasa coklat deh. Tapi syarat dan ketentuan berlaku, ambil sendiri sini kue keranjangnya :P *pagi-pagi nyebelin gini ya. Hahaa 
Jadi ceritanya hari Selasa kemarin (28 Januari 2014), aku ke Magelang untuk mengurus surat ijin penelitian skripsweet diantar oleh Ibank. Kami berangkat dari Jogja, karena memang dari hari Minggu kemarin aku sudah berada di Jogja. Padahal niat awalnya sih aku akan ke Magelang sendiri pas hari Senin. Tapi batal gara-gara akunya asyik main sama Dea yang sedang liburan di Jogja dengan rombongan kantornya. Kan waktu yang langka banget bisa main lagi sama Dea setelah terpisah pasca lulus SMA, dan memang baru bisa bertemu lagi kemarin! Aku jadi kesiangan ke Magelangnya deh. Hehehe
Ya sudaah jadi lah aku ke Magelang diantar oleh Ibank, kebetulan hari Selasa adalah jadwal libur kerjanya. Padahal sih niat awalnya hari Selasa mau dijadikan quality time main sama Ibank saja. Main seharian sambil foto-foto. Eeh batal lagi gara-gara hari Selasa harus menggantikan hari Senin. Daripada batal juga foto-fotonya, akhirnya aku mendapat ide untuk sekalian foto-fotonya di Magelang saja. 
Di perjalanan menuju Kantor Kesbang Kabupaten Magelang, aku tengok kanan-kiri untuk mencari tempat yang pas buat foto-foto. Ada siih, nemu. Tapi lagi-lagi batal. Hihihi... Karena surat perijinan sudah beres sebelum masuk waktu lohor, akhirnya aku memutuskan untuk langsung pulang ke Jogja saja, foto-fotonya di Jogja saja. Lalu Ibank mengajakku ke tempat ini. Dimana hayoo inii? :D
Sudah sejak lama aku ingin ke tempat ini. Namanya sudah lama nangkring di sticky notenya PinkQ. Bahkan aku hampir melupakannya. Ibank tiba-tiba mengajakku ke sini. Ah dasar jodoh ya. Walaupun sempat terlupakan juga tetap saja akan dipertemukan *edisi curhat pagi-pagi :P Dan setelah aku menginjakkan kaki di tempat ini, aku tersenyum ketika melihat must visit listku di sticky note. Ada daftar yang akan kuhapus. Dia adalah Taman Sari Jogja :)
Kami sampai di Taman Sari sekitar pukul setengah tiga sore. HTMnya Rp 4.000/orang. Pertama memasuki benteng, aku disambut oleh kolam yang dulunya adalah tempat pemandian keluarga kerajaan. Persis seperti yang kulihat di foto-foto koleksinya Mbah Google. Sayangnya karena kami datang kesorean, kami jadi tidak sempat kembali lagi ke kolam itu untuk berfoto di sana. Awalnya mau berkeliling dulu sambil mencari titik yang bagus untuk foto. Tapi apa daya, waktu yang kami punya tidak cukup lama.
Dulu kukira di Taman Sari hanya ada kolam dan lorong, seperti yang sering kulihat gambarnya. Ternyataa... Taman Sari adalah desa wisata. Komplek Taman Sari luas sekali. Tidak cukup untuk mengelilinginya dalam waktu dua jam saja. Aku banyak melihat rumah-rumah di komplek Taman Sari sebagai rumah seni. Ada yang sedang membatik, ada pajangan batik, lukisan, kaos-kaos Jogja handmade, dll. Betah deh mata memandangnya. Andai saja kemarin waktuku lebih lama. Hmm...
Saking singkatnya waktu yang kami punya, kami bahkan tidak bisa menemukan lorong yang sering kulihat di Mbah Google ituu.. Iya lorong yang itu looh... Duuh susah menjelaskannya. Pokoknya yang itu saja lah. Hahaa... Semoga lain waktu aku bisa ke sana lagi untuk mengeksplor Taman Sari lebih banyak. Dan tentunya untuk menemukan lorong itu :P Kan kurang asyik nih cuma bisa foto-foto di beberapa titik doang ~.~

Rok yang kupakai berbahan kain tenun Lombok. Karena tenun jadi agak mahal dari harga batik Famysa biasanya ya :D
Harganye Rp 200rebu (free ongkir daah buat sobat yang di Indonesia :))
Modelnya sengaja kubuat sederhana agar ongkos jahit tidak terlalu mahal. Kainnya kan sudah mahal. Bisa-bisa tambah mahal kalau modelnya yang agak rame. Hehehe
Mauu? Sms/line kemari aja yaa --> 08997185407, atau mention twitterku --> @famysa_ ;)
Dan gak ketinggalan, di Famysa, sobat bisa #SambilOrder #SambilBeramal. Agar belanja tidak hanya mengeluarkan uang untuk belanja, tetapi juga mengeluarkan uang untuk beramal ^^

See you guys... Tunggu foto-foto Famysa selanjutnya yaa :)

fotografer: Ibank
lokasi: Taman Sari, Yogyakarta
Need review for your product in this blog? Call me as soon as possible... ;)

by. si Famysa ;)

Jumat, 20 Desember 2013

Eksotisme Desa Tembi #BN2013

Sebelum lanjutin baca, sudah baca cerita sebelumnya belum nih? Kalau belum, baca dulu deh ah biar nyambung ;). Nih --> Stories Behind the #BN2013

Naah sekarang kalau sudah baca cerita sebelumnya, yuk ah lanjut baca yang ini...

Once upon a time.... in the village, called Tembi Village...
~~selamat membaca... ^_^~~
Konon kata Pak Petrus, Desa Tembi ini dulunya adalah desa tempat mendidik para raja dan keturunannya, juga abdi dalemnya. Sampai sekarang, banyak pemimpin-pemimpin bangsa yang menimba ilmu di Desa Tembi. Contohnya SBY dan Jokowi. Bahkan hampir semua public figure Indonesia pernah datang ke Desa Tembi.
Pak Petrus sampai bertanya penuh tantangan padaku, juga pada Teh Titin dan Mbak Mesha yang kebetulan ikut menyimak. “Coba kamu mau tanya artis siapa, yang sudah terkenal, sebutin aja.. Dia pasti sudah pernah ke sini.” Mendengar itu langsung dong tepikirkan Agnes Monica di otakku. “Agnes Monica, Pak?”, dan jawaban bapaknya begini, “shooting sinetron Pernikahan Dini kan di sini. Tuh di depan rumah saya salah satu lokasinya.”
Lalu bergantian Teh Titin dan Mbak Mesha yang bertanya. Ketika Mbak Mesha bertanya salah satu sutradara terkenal (aku lupa namanya. Siapa ya, Mbak? :P), Pak Petrus menjawab begini, “ah masa sih sudah terkenal tapi belum ke sini? Itu paling juga tidak akan bertahan lama ketenarannya.” Nah loh?!
Banyak sekali figur yang kami sebutkan dan memang Pak Petrus menjawab figur tersebut sudah pernah ke Desa Tembi, entah itu sekedar berkunjung atau stay di sana. Ada juga satu figur terkenal yang kami tanyakan, Pak Petrus menjawab begini, “dia belum ke sini. Mungkin nanti kapan-kapan.” Nah loh, aku jadi bingung. Apa bedanya dengan sutradara di atas? Jika aku menyimpulkan, seolah yang satu “tidak akan bertahan lama kesuksesannya”, sedangkan satunya “ada harapan untuk sukses dan bertahan.” Dari mana bisa membedakannya ya? Hmm *geleng-geleng ora mudeng.
sarapan pembuka di Petrus Homestay
Pak Petrus juga menegaskan bahwa orang-orang yang pernah datang ke Desa Tembi dan memiliki niat baik, ia pasti akan mendapat keistimewaan, dalam bentuk apapun. Sedangkan jika ada orang yang memiliki niat buruk, ia pasti akan mendapat keburukan juga.
Contohnya suatu hari ada pencuri pakaian (dari jemuran) yang datang pada malam hari. Belum sempat si pencuri itu kabur, ketika sampai di ujung Desa Tembi, si pencuri malah tertidur di pinggir sawah. Ya sudah lah, ketahuan esok paginya. Pun ketika ada pencuri sepeda motor datang dan menjalankan aksinya di malam hari, endingnya juga sama. Si pencuri malah tertidur di pinggir sawah ujung desa itu. Atau ketika ada petugas listrik yang datang dan ingin menebang pohon di Desa Tembi demi perbaikan listrik. Namun proyek perbaikan listrik tersebut tidak berjalan lancar. Hingga beberapa hari kemudian petugas listrik datang kembali dan meminta maaf. Baru lah proyeknya lancar.
Wow, sesuatu ya... Sepertinya aman tinggal di Desa Tembi :)
buah raja
Ada juga kisah tentang pohon buah raja yang langka. Saking langkanya, pohon itu hanya ditemukan di Desa Tembi. Buahnya enak (alhamdulillah aku beruntung bisa mencicipi :D), rasanya seperti campuran antara buah lengkeng, delima, dan entah apa lagi. Rasanya random. Seperti sudah tidak asing lagi di lidah, tapi yaa asing juga ternyata. *gimana sih? -__-
Pohon tersebut konon tidak bisa tumbuh di tempat lain jika tidak ditanam oleh penduduk Desa Tembi asli. Misalnya aku sebagai pengunjung meminta benih pohon itu dan menanamnya di rumahku di Subang, benihnya tidak akan pernah tumbuh. Berbeda jika misalnya Pak Petrus merantau ke Subang dan menanam benih pohon buah raja di sana. Benihnya pasti akan tumbuh. Yaa begitu lah.. Pohon istimewa untuk desa yang istimewa :)

Selain banyak berkisah tentang Desa Tembi, Pak Petrus juga berbagi pengalamannya di dunia bisnis. Mulai dari bisnis kerajinan tangan, minuman olahan rempah, hingga batik. Ketika mendengar beliau pun berbisnis batik, wuiiih telingaku kuat sekali mendengarkan. Senang sekali rasanya Pak Petrus juga mengapresiasiku yang sedang belajar bisnis. Apalagi bisa melihat-lihat koleksi batik beliau juga. Rasanya senaaang sekalii... Aku bisa tahu keindahan batik lebih banyak :) Katanya mumpung masih muda, belajar bisnis terus.. Sungguh ini merupakan suatu motivasi bagiku. Ketika bapakku tidak bisa mengapresiasi usaha bisnisku, ada Pak Petrus yang menguatkan. Hihihi... I’m so happy, really :D
Terima kasih banyak sudah banyak berbagi, Pak... :)
Kearifan lokal Desa Tembi membuatku jatuh cinta dan ingin datang lagi ke sana.. Rasanya seperti waktu aku ke Bali, seperti waktu aku mendengar kisah kearifan lokal Bali dari temanku yang memang berasal dari Bali. Ah, mungkin kapan-kapan akan kutuliskan di sini juga tentang kearifan lokal Bali :)

Tembi, tunggu aku mengunjungimu lagi... Tembi, semoga keistimewaanmu melekat juga padaku... :D

By. Si Famysa, cinta budaya

Kamis, 19 Desember 2013

Stories Behind the #BN2013

Joglo Abang - opening by duo MC
Teman-teman blogger yang baca postingan ini pasti sudah pada tahu dong yaa apa itu #BN2013? :D kalaupun kalian yang membaca tidak mengikuti acara tersebut, tapi pasti kalian sudah pernah mendengar atau membaca sebelumnya. Iya kan iya kaan? Iya doong... Masa gak tahu siih... Kalau gak tahu berarti gak gahool nih ah :P *maksa bingit yah gueh *plaak! :P
Telkom Speedy, sponsor acara
#BN2013 merupakan acara seminar dan kopdar alias kopi darat yang diselenggarakan oleh komunitas Blogger Nusantara. Kenapa penulisannya jadi #BN2013? Karena... biasa laah... Jaman sekarang gak pakai hastag dianggap gak gahool -_- Itu tuuh ala-ala twitter gituu.. Suatu acara di twitter kan biasa kita tuliskan dengan didahului oleh tanda pagar (#) kemudian diikuti oleh singkatan dari judul acaranya. Misal ini kan judul acaranya Blogger Nusantara tahun 2013, maka disingkat menjadi #BN2013. Ya.. begitulah :D *penting gak sih? *eh -,-
with IIDN Semarang & Mas Anjari (panitia, maskot #BN2013 :P)
#BN2013 diselenggarakan di Kota Pelajar; Jogja, never ending Asia. Tepatnya diselenggarakan di dua tempat di Jogja, yaitu di Joglo Abang dan Desa Wisata Tembi. Joglo Abang beralamat di Dusun Gombang, Tirtoadi, Mlati, Sleman. Sedangkan Desa Wisata Tembi beralamat di Jalan Parangtritis Km 8, Dusun Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul. Kalau sekarang aku ditanya hafal tidak jalan ke Desa Tembi, aku pasti akan menjawab, “ya, hafal sekali.” Sedangkan kalau aku ditanya hafal tidak jalan ke Joglo Abang, jawabannya adalah, “boro-boro, kemarin buntutin orang saja pusing -,-“ hahaha... Mungkin karena Jogjo Abang bukan daerah jajahanku sebelumnya juga kali yaa makanya aku susah mengingat jalannya. Kalau ke Desa Tembi mah kan gampang, di jalan Parangtritis doang, lumayan dekat dengan kosanku waktu magang dulu (kosan Rini) :)
new friends, except Mba Norma (kedua dari kiri) :P
#BN2013 diselenggarakan selama dua hari satu malam, pada tanggal 30 November sampai 1 Desember 2013 *satu bulan cuuy! :O LOL :P Hari pertama acara berlangsung di Joglo Abang. Malam harinya kita hijrah dari Sleman ke Bantul untuk menginap di Desa Wisata Tembi. Dari menginap sampai selesainya #BN2013, acara berlangsung di Desa Wisata Tembi.
Oh ya, panitia #BN2013 baik banget looh... Peserta yang datang dari luar Jogja diberikan fasilitas penginapan gratis di Edu Hostel, sehari sebelum acara dimulai. Aku termasuk ke dalam daftar orang yang berasal dari luar Jogja dan berhak mendapat fasilitas tersebut. Tapi aku lebih memilih stay di kosan Rini. Hihihi... Dan akibatnya, keesokan harinya aku harus mencari jejak sendiri, kehilangan rombongan Semarang, ketinggalan info dress code batik (malu bangeet -___-), dan motoran sendiri sampai acara selesai! 
Leksa Ganesha Gallery
Aku tidak tahu dimana itu Ngabean (alamat Edu Hostel, tempat pemberangkatan pertama). Aku cari-cari, dan akhirnya ketemu. Setelah Edu Hostel sudah di depan mata, aku bergumam sendiri, “kok kayaknya aku dejavu sama tempat ini”. Lalu, olalaaa! Ternyata itu adalah penginapan tempat adikku, Hidayah menginap waktu study tour ke Jogja beberapa bulan lalu. Wohoho kok segitu lupanya ya aku sama nama Edu Hostel :D *maklum, faktor semester tua. Loh?
sepak bola antar penyandang disabilitas & non penyandang disabilitas 
Kupikir walaupun aku membawa motor, aku akan tetap diikutkan bersama peserta lain naik bus. Motornya dititipkan atau dibawa panitia gituu pikirku. Tapi ternyata aku harus membawa motorku sendiri. Huhuhu... Ini membuatku berpisah dengan rombongan Semarangan :( Pengalaman yang mendebarkan deh harus touring dan menyetir sendiri. Apalagi waktu malam-malam perjalanan ke Desa Wisata Tembi bersama Mas Cowie (temannya Mba Norma). Whuaa selama perjalanan aku meringis sendiri. Dan alhamdulillahnya aku bisa! Hahaha... thanks a lot buat Mas Cowie yaa :D Membawa Bepink (nama motorku) membuatku bertemu dengan banyak orang baru, kenalan baruu... Selalu ada berkah terselubung di balik udang. Hehe..
Di #BN2013, aku merasa makin cinta pada Indonesiaku. Bagaimana tidak, hiburan demi hiburan yang disuguhkan semuanya adalah dari Indonesia! Tarian, nyanyian, dongeng. Ah, pokoknya greaaatt!! Belum lagi dress code batik, tempat yang murni Indonesia 100%, dan seluruh pengisi acara yang nasionalismenya kental banget, bahasannya juga nasionalisme banget. Semua karya seni dan pemuda-pemudi kebanggaan Indonesia tumpah ruah di #BN2013. Aaaakk aku sukaaa :O two thumbs up for #BN2013!!
Ternyata juga nih, #BN2013 sekaligus merangkum acara Disability Gathering dalam rangka peringatan hari disabilitas internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember. 1000 blogger plus 500 penyandang disabilitas berbaur menjadi satu. Sungguh acara yang membuatku takjub. Sudah lah acaranya gratis, aku tinggal daftar dan datang doang, acaranya seru dan penuh ilmu pula. Beruntung aku berjodoh dengan #BN2013 yaa :D
with disability football team
Di Desa Wisata Tembi, aku kebagian tinggal di homestay milik Pak Petrus bersama belasan peserta lain yang sama sekali tidak kukenal sebelumnya. Ada enak dan tidak enaknya bersama orang baru. Enaknya, aku bisa dapat teman-teman baru. Tidak enaknya, aku agak susah beradaptasi dengan banyak orang baru dalam keadaan sedang sangat lelah. Seharian mengikuti rangkaian acara #BN2013 jelas saja membuatku lelah, apalagi aku motoran. Awalnya sempat terpikir juga aku mau kabur dari padatnya acara dan pulang ke kosan Rini. Hehehe *anak nakal :P Tapii niat itu kuurungkan kook! Walaupun lelah, aku tetap mencoba untuk bertahan demi mengikuti seluruh rangkaian acara #BN2013 yang sayang sekali bila dilewatkan *haseeeekk :P
tari topeng
Malam hari di Desa Wisata Tembi, saat tubuh ini sudah sangat lelah, saat mata ini ingin segera terpejam, Pak Petrus, pemilik rumah menyapa kami. Aku yang kebetulan sedang berbaring di kursi panjang saat Pak Petrus datang terpaksa harus bangun karena bapaknya pasti akan duduk di kursi itu juga. Dan saat aku tahu aku sedang ditransfer ilmu oleh Pak Petrus, aku merasa jadi penghuni Petrus Homestay yang paling beruntung. Hanya aku yang mengobrol dengan Pak Petrus. Itu berarti hanya aku yang mendapat ilmu berharga dari Pak Petrus. Hihihi *tapi kan ini mau aku bagikan ceritanya :D
Eiittss tapiii bersambung ke postingan berikutnya yaa... hehehe.. Agak panjang soalnya ceritanya. Orang sabar pasti disayang Tuhan kan ya.. hihii :D

Bubyee dan selamat penasaraaan ^_^

By. Si Famysa, blogger 100%

Kamis, 12 Desember 2013

Dramatis; Sungai Oya & Ojek Wisata :)

draft lawas banget nih. sebulan lebih yang lalu. hahaha... biasa laah mahasiswa tingkat akhir galaunya ngalahin apapun. sampai kegiatan ngeblog pun dijadikan sampingan terus. sampingan kalau ingat dan sempat. zzzz.... maaf yaa kawan blogger semuaaa... aku memang kebiasaan seperti ini. menulis draft dari jaman kapan, dipostingnya jaman kapan pula -____-

sudah, sudah... sekarang kita senang-senang saja yuk sama cerita dan foto-foto jalan-jalanku pada tanggal 3 November 2013 lalu ;) 
happy reading all ^_^
nooh sudah kebaca kan kami semua sedang ada dimana. ya, Goa Pindul. hihiii
kami berangkat dari kosan Rini sekitar jam 10.30an. katanya sih mau berangkat jam 8.00 gituu... tapii apa kabar, cowok-cowoknya kecapekan, kesiangan, dan kejebak macet :P aku dan Rini menunggu mereka di kosan sampai sudah keringatan lagi. hehe
ketika mobil sudah mendarat di Kabupaten Gunung Kidul, rintik-rintik gerimis mulai turun membasahi kaca mobil. jalan berkelak-kelok dan mendaki, disertai rintik gerimis tak diundang membuat mataku sayup-sayup ingin tidur *plaak! ya gimana nggak, cuaca dan hijaunya alam mendukung banget buat tidur. hahaha...
di pertigaan jalan menuju Goa Pindul, di sana ada banyak ojek wisata yang bisa mengantarkan pengunjung ke lokasi Goa Pindul. namun karena kami sudah membawa guide sendiri yang sudah hafal jalan ke sana, yaitu Rini, jadi kami tidak memakai jasa ojek tersebut. tapi eh tapiii.... ada satu ojek yang mengikuti kami terus dan menawari kami jasanya. kami sudah menolak dengan baik. tapi tetap saja diikuti. akhirnya niat buruk pun muncul kan dari cowok-cowok. mau mengerjai bapak ojeknya begini dan begitu. higs.. padahal aku dalam hati kasihan juga sih sama bapak ojeknya :( maafkan kami ya, Pak...
ternyata, ojek tadi memang terus membuntuti kami. mungkin nanti di lokasi, dia akan melapor pada pengelola Goa Pindul bahwa seolah-olah kami memakai jasanya, agar kemudian ojek tersebut bisa menerima bayaran dari pengelola. memang begitu lah sistemnya, pengelola yang akan membayar ojeknya, sesuai dengan tamu yang dibawanya. tapi kata Rini ada juga sih ojek yang meminta bayaran pada pemakai jasa juga. kalau yang begini jadi dapat jatah dobel dong ya :P
bapak ojek benar-benar membuntuti kami sampai kami keluar dari parkiran dan berjalan menuju loket tiket. akhirnya niat buruk muncul lagi. kami mengelak dengan berkata akan solat duhur dulu. setelah kami selesai solat, bapak ojek pun menghampiri kami lagi, dia bertanya, "Mas, ini tadi yang saya antar ya? sudah beli tiketnya belum?", salah satu diantara kami menjawab, "bukan, Pak. sudah kok." lalu bapak ojek pun pergi. namun tak lama, bapak ojek kembali lagi dan bertanya, "Mas, ini tadi yang saya antar, yang bilang mau solat dulu ya?" lagi-lagi kami tidak memedulikannya. cowok-cowok keukeuh berpendapat kami jangan berbaik hati pada bapak ojek itu. bapak ojek pun pergi lagi.
tidak kehabisan akal, ternyata bapak ojek kembali menghampiri kami dan bertanya, "Mas, ini tadi yang bawa mobil AVP ya?" skakmat! dan baru lah kami menjawab "iya, Pak." lalu akhirnya salah satu diantara kami diminta bapak ojek untuk ikut dengannya ke loket tiket. entah apa yang dibicarakan di sana. sebelum perwakilan kami mengikuti bapak ojek ke loket tiket, ada yang berkata seperti ini, "awas ya diladeninnya pake otak, jangan pake hati. orang kayak gitu mah gak usah dikasih hati." Oooh my Goood.... aku hanya bisa membatin. aku hanya tamu diantara mereka. aku tidak punya hak untuk bersuara kala itu. maafkan saya, bapak ojek... maafkan saya, teman-teman...
well, pelajaran berharga yang dapat kuambil dari peristiwa ojek tersebut adalah pelajaran tentang BERBAGI. apa ruginya sih kita berbagi dengan orang lain yang membutuhkan.. toh pekerjaan ojek wisata itu halal. pekerjaan itu pun tidak merugikan kita. yang bayar jasanya kan pihak pengelola. pun kalau kita diminta membayar jasanya, ya sudah tidak apa-apa, itung-itung sedekah. atau kita bisa juga benar-benar menggunakan jasa ojek tersebut untuk mengetahui cerita tentang Goa Pindul. membayar 10-20ribu doang rasanya tidak akan rugi untuk kita. dibanding kita menghabiskan uang 10-20ribu itu untuk hal yang tidak bermanfaat.
yaa memang sih siapa yang tahu hatinya orang lain. tapi sepertinya akan lebih baik jika hati kita terlebih dahulu yang berniat baik dan berbaik sangka. dunia pasti akan terlihat lebih indah, sekitar kita pasti akan terasa lebih nyaman :) setujuuu, sob!!? :D
bapak ojek's story are done. mari lanjut ke cerita berikutnya :D
Goa Pindul beralamat di Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. di sana ada tiga tiga wahana keren yang bisa kita coba. yaitu cave tubing Goa Pindul, cave tubing Goa Sriti, dan rafting Sungai Oya. nah kemarin kami memilih rafting Sungai Oya karena kami pikir kalau cave tubing ya gitu-gitu doang, tidak menantang.
sambil menunggu giliran, kami duduk-duduk sambil foto-foto dan melihat-lihat foto yang terpajang di tempat tunggu. mataku tertuju pada foto rafting Sungai Oya. oh my God! apa-apaan ituu... masa rafting pakai ban pelampung juga sih, bukannya memakai perahu rafting. kalau aku terpisah dari rombongan gimana dong? kalau aku hanyut terbawa arus gimana dong? whuaa.... selama menunggu, hatiku jadi tak tenang. kupikir rafting kali ini pasti bakal ekstrem. -_-
dan tiba lah giliran kami diantar ke lokasi rafting Sungai Oya. mobil pick up yang akan membawa kami ke lokasi. selama perjalanan, beuuhh... jalannya ekstrem ternyata. kami seperti sedang dibawa offroad. kanan-kiri kami kebun kayu putih, jalannya tanah bergerinjal-gerinjul, hanya cukup satu mobil lewat pula! kami sempat merasakan perjuangan mobil-mobil pick up yang silih membantu jika ada yang terjebak 'berhadapan'. hahaa seruuu!
sesampainya di Sungai Oya.... ternyata... hahahaa..... aku ingin tertawa sepuasnya... ini rafting atau cave tubing? sungainya sudah penuh dengan manusia. itu manusia-manusia di atas ban pelampung mau pada ngapain coba? penuh berdesakan.. hahaa.... agak speechless juga deh jadinya :P
dan ternyata juga... kita tidak akan dibiarkan bermain sendiri. setiap kelompok pasti akan didampingi oleh satu guide yang akan membawa kita mengarungi Sungai Oya. guidenya kami keren deeh... gokil abiiis... diajak foto oke, diminta fotoin mau, direpotin mulu dengan kami yang sering melepaskan pegangan noblem, dan dia juga yang membuat kami berani terjun gak pakai payung dari jembatan ke sungai. byuuurr....!!! gilaaa... itu kalau gak pakai pelampung yaa selamat tinggal dunia deh aku :P
ki-ka: Ibank, Welly, Manda, Rini, aku (Syifa), Dika, Aldo, Galih. yang hurufnya warna ungu: Kacrut Timeless :P
aku akan selalu bilang, selalu ada pelajaran dari setiap perjalanan :)

apa kesanmu setelah melihat foto-foto Sungai Oya ini sob? :)
bubyeee and CU in the next post.... ^_^

by. si Famysa, love travelling 

Sabtu, 21 September 2013

Magang ooh Magang

sesuai judulnya, magang ooh magang... terdengar agak mengeluh yaa... hehehe
mungkin iya, aku mengeluh. tapi bukan mengeluhkan magangnya. melainkan mengeluhkan kesemrawutan jadwal menulisku di tahun ini. magang dari jaman kapaaan... baru bisa ditulis sekarang. ckckck *sibuk atau sok sibuk sih loe? -_-
maaf yaa kalau mungkin di beberapa postingan-postingan berikutnya aku masih ingin menyumpah-serapahi diriku sendiri yang malas menulis ini. very very big big big sorry.... T__T

well, forget it! yang penting sekarang aku ingin menulis. 
dengan tumpukan Surat Perintah Kerja (SPK)/Kontrak RR Merapi
di awal tahun 2013, lembar kisahku dibuka oleh magang. sudah dari bulan Desember tahun lalu aku sibuk mengurusi magang. mulai dari pencarian tempat, pendaftaran, sampai perijinan ke sana-ke mari yang lumayan menguras emosi, materi, dan tenaga. hmm... itu lah birokrasi. harus dinikmati :)
how interesting you are, my jobs...
setelah melalui berbagai tahapan yang panjang, akhirnya aku diterima magang di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta. aku magang di BPBD bersama temanku, Isna. hari pertama magang, tanggal 21 Januari silam, belum ada pekerjaan yang kami lakukan. malah kami seolah disambut oleh peresmian gedung baru BPBD. ada acara tumpengan dan makan-makan. hihihi... *enak beneeer kan kesan pertama magangnya semenyenangkan ini :D
selesai acara peresmian gedung, aku dan Isna masih luntang-lantung. akhirnya kami bertanya dan minta ditempatkan di bidang yang kami tuju. aku minta ditempatkan di bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR), Isna di bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK). tujuannya supaya sesuai dengan bahasan skripsi kami masing-masing. 
ada yang lucu... ternyata bidang RR kantornya terpisah sendiri. RR beralamat di jalan Kledokan, Depok, Sleman, bukan di jalan Kenari (kantor BPBD). dan ternyata lagi, kantor RR dekat sekali dengan Bolo Resto, tempat kerjanya Ibank (waktu itu masih jadi pacar. hahahaa). aku hanya bisa nelen ludah *glek, kok jadi didekatkan dengan Ibank gini ya --", tapi dijauhkan dari kosan --". khusus bidang RR kenapa masih terpisah, karena gedung yang baru diresmikan belum siap menampung RR. huhuhuu *makanya RR sering disebut anak tiri oleh penghuni RRnya sendiri :P *peacee... 
makan-makan perpisahan pensiunnya Pak Aziz, Kabid RR
3 hari pertama aku di RR... kesannya bete pake banget. belum ada pekerjaan yang jelas. aku cuma disuruh belajar dan belajar oleh Pak Aziz, buku-buku tentang Merapi pun menumpuk di meja kerjaku. ya sudah akhirnya aku mencicil mengerjakan laporan magang. lama-lama bete. lalu main game. lama-lama makin bete. iseng-iseng aja aku ngintili Mas Agung. ngintipin dan ngerecokin kerjaannya. hehehe... walhasil, aku diisengin balik. mulai dari sini lah aku punya kerjaan yang berat *sampai keringatan loh, kayak kuli, ciyuus deh :D.  
RR Crew: Bu Heni, Bu Yani, Bu Ajun, Pak Aziz
di hari-hari berikutnya, kerjaanku makin numpuk. mulai dari A sampai Z. aaaaaa.... rasanya lelah dan mumet sekali. apalagi di dua minggu terakhir masa magangku, ada pemeriksaan dari BPK gitu. wah itu sibuknya gak ketulungan. Sabtu lembur pun aku ikutan. bisa pulang kerja tepat jam 4 sore ituu rasanya sangat beruntung sekali. karena hal itu jarang sekali terjadi, saking banyaknya kerjaan. aku sampai kos langsung tepar. tidur-tiduran sebentar saja, adzan magrib sudah memanggil. dari magrib ke isya itu rasanya lamaaa sekali... saking ngantuknya. dan setelah isya, sudah, good bye, sudah tidak ada kehidupan di kamarku, alias tidur pulas, zzzzz....   
RR Crew: Mbak Irsha, Mas Hafid, Bu Is, Mas Doma, Mbak Dian
aku yang tidak pernah bekerja kantoran sebelumnya agak merasa bahwa kerja kantoran itu capek dan membosankan. hehe... bagaimana tidak, kerja diatur oleh jam kerja, diatur oleh sistem dari atasnya, diatur oleh birokrasi, semua serba diatur. tapi yaa memang begitu lah kantor. ini juga tujuannya magang, supaya mahasiswa kenal dengan dunia kerja yang mungkin akan mahasiswa masuki kelak. setidaknya aku pernah beradaptasi dengan kantor publik. very interesting... banyak ilmu dan pengalaman yang didapat di sana.... terutama ilmu tentang disiplin dan melayani publik.
RR Crew: Mas Agung, Pak Tarno, Pak Mandala (gak kefoto -_-)
selain ilmu dan pengalaman dunia kerja di kantor publik, aku juga mendapat banyak berkah magang lainnya. tidurku teratur, jadi gak sering begadang lagi. tiap minggu olahraga, BBku jadi turun deh :P. isi dompetku teratur, tidak banyak pengeluaran, hihihii... ya iya lah, sarapan bawa susu sachet diseduh di kantor, makan siang ada jatah dari kantor, kalau pun sedang tidak ada jatah, tetap saja ada yang mentraktirku :P, pulangnya aku penuhi tumblerku dengan air galon di kantor :P, belum lagi kalau ada jajanan atau jatah makan siang berlebih, pasti aku yang jadi sasaran untuk membawanya. hahaha... dengan sangat senang hati :D apalagi waktu acara makan-makan Pak Aziz, aku kebagian bawa pulang ikan gurame utuh, guedee... dimakan berempat di kosan tanpa nasi pun sudah kenyang. alhamdulillaaaah :) 
nasi Padang; menu andalan makan siangnya RR. ini makan siang terakhirku di RR. higs :'(
nasi padang. 3 cewek Undip (aku, Mbak Dian, Mbak Irsha) VS 3 cowok UGM (Mas Agung, Mas Doma, Mas Hafid). "kalau lihat rak ini pasti inget sama Syifa, ini kan idenya Syifa", kata Mas Doma. ngerumpi di jam istirahat. nyicipin kosmetiknya Mbak Dian, hahahaa :D *ngakak banget di momen ini. becandain Mas Agung yang galau menjomblo *peacee, Mas :P. sabotase meja kerjanya Mas Hafid dan Mbak Dian karena mau ngeprint. gangguin Bu Heni, Mbak Irsha, Mbak Dian, Mas Agung, Mas Doma, ketika aku tidak mengerti atau tidak bisa mengerjakan sesuatu. main petak umpet sama SPK featuring Mas Agung *hahaa... curi-curi ngobrol sama Mas Agung di tengah kerjaan. ngobrolin diet. ngbrolin apaaa aja ngalor-ngidul...
semuanya bakal selalu bikin aku kangeeeeeennn.......................... :* :* :* 
laporan magang. masih punya hutang; belum mengumpulkan ke BPBD. hehehe :P
semua tentang RR akan selalu tersimpan rapi dalam memoriku... semoga di kemudian hari aku dipertemukan kembali dengan keluarga besar RR... aku rindu kalian... aku rindu keluargaku di RR... terima kasih semuanya... terima kasih sudah mengajari dan membimbingku dengan sabar... terima kasih atas kebersamaan dan pengalaman yang kalian berikan... semoga aku dimaafkan atas segala kelalaianku selama magang... Syifa sayang RR :') ~Bu Heni, Pak Aziz, Mbak Dian, Mbak Irsha, Mas Agung, Mas Hafid, Mas Doma, Pak Aji, Bu Is, Pak Mandala, Pak Tarno~

by. si Famysa, sayang RR :*

Mijn Vriend