Kamis, 12 Maret 2015

Sadly 28th February

Hari itu benar-benar hari yang menguras emosi dan perasaan. Sedari pagi, emosiku sudah tidak bisa diatur. Waktu itu aku belum melakukan testpack, sudah curiga sih, tapi masih enggan untuk periksa. Hari itu adalah jadwalnya belanja kebutuhan Sakola Printing ke Bandung. Jadwal yang agak dipercepat karena kebetulan hari itu ada meet and greet penulis dan illustrator buku #88LoveLife, Diana Rikasari dan Dinda Puspitasari. Yaa bisa dibilang aku adalah salah satu fansnya Diana Rikasari. Siapa juga sih yang tidak suka padanya? Mompreneur, fashion blogger, dan sekarang punya buku pula. Diana sangat menginspirasi aku. Dan aku akan sangat amat senang jika bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang menginspirasiku itu.

Hari itu jadwalnya memang agak padat. Harus belanja kebutuhan Sakola Printing ke tempat A, harus membeli tablet titipan mamah mertua ke tempat B, harus COD-an dengan yang beli batik Famysa di tempat C, harus membeli buku titipan temanku (kebetulan bisa di Gramedia Paris Van Java (PVJ)  tempat meet and greetnya Diana dan Dinda), dan yang paling penting itu harus bisa datang untuk bertemu Diana.

Singkat cerita, usai belanja kebutuhan Sakola Printing di tempat A, aku dan Ibank meluncur ke tempat B. Namanya orang gak hafal jalan, jadi lah kami harus muter-muter dulu untuk sampai di tempat B. Sesampainya di tempat B, dari konter satu ke beberapa konter lainnya, tablet yang diinginkan mamah tidak ada. Jawaban tiap konter sama, tablet itu belum ada, belum sampai ke sini.

Jam di HP sudah menunjukkan pukul 15.00. Tapi Ibank masih keukeuh harus bisa membelikan tablet untuk mamah hari itu juga. Padahal kami sama-sama tahu bahwa tablet pesanan mamah belum ada! Aku sudah bilang pada Ibank lain kali saja kembali lagi ke tempat ini, mungkin 1-2 minggu ke depan tablet itu sudah ada. Eeh Ibank tetap pada pendiriannya, harus hari itu juga beli tabletnya.

Akhirnya, dipilihlah tablet lain, yang spesifikasinya jelas beda dengan yang diinginkan mamah. Hanya ukurannya saja sama, 10 inci. Saat tablet sedang dicek-ricek, jam di HP sudah menunjukkan pukul 16.00. Bibirku sudah makin maju 5 cm alias manyun. Tapi Ibank masih tidak bergeming. Dia malah bilang “sempat kok. Acaranya sampai jam 6 kan? Yang penting bisa ketemu Diana kan?” Higs. Padahal bukan sekedar ingin bertemu. Aku juga ingin mencuri ilmu dari Diana, salah satu wanita hebat yang menginspirasiku. Apakah aku berlebihan?

30 menit kemudian, akhirnya transaksi selesai. Tapi masih ada yang harus dibeli. Tablet case. Sambil asal dan tetap manyun, kami mendatangi satu persatu toko yang menjual phone case. Dan kami baru benar-benar selesai berbelanja tablet sekitar jam 5 kurang 15 menit.

Sudah lah telat, buta arah, macet pula, makin gak karu-karuan deh perasaanku. Aku sedih, aku kesal. Aku merasa tidak diprioritaskan, dianggap sepele, ah pokoknya waktu itu aku merasa sangat tidak penting bagi Ibank. Kalau aku dianggap penting, kenapa Ibank keukeuh mencari tablet yang jelas-jelas belum ada itu? Kupikir beli tablet besok, lusa, minggu depan bahkan kapan pun akan selalu bisa. Sedangkan acaranya Diana, kapan lagi ada di Bandung (kota terdekat dari Subang)?

Di sepanjang perjalanan sambil menembus kemacetan Kota Bandung, aku menangis tak henti-hentinya. Perasaanku sangat mellow, entah kenapa. Kami masih bermacet-macetan padahal sudah jam setengah 6. Dan kami baru benar-benar sampai parkiran luar PVJ jam 6 kurang 5 menit. Saat Ibank belum benar-benar memarkirkan motor, aku sudah berlari menuju PVJ. Sambil terus menangis, sambil memegangi buku #88LoveLife, sambil berusaha tetap fokus agar tidak terpeleset karena jalan becek terguyur gerimis, sambil menahan perut yang sakit, aku terus berlari. Aku mengabaikan Ibank. Aku tidak memedulikan Ibank. Bahkan aku sempat berpikir aku mau ditinggal pulang oleh Ibank juga tidak apa-apa. Aku benar-benar kecewa saat itu. Padahal aku sudah membooking waktunya untuk menemaniku datang ke acaranya Diana pada hari itu, jam 4 sampai jam 6 sore. Tapi apa yang terjadi? Tidak terwujud.

Untuk orang yang baru pertama kali datang ke PVJ seperti aku, sungguh sangat membingungkan. PVJ adalah mall di bawah tanah. Aku kebingungan. Maklum saja di Semarang dan Jogja tempat aku selama ini hangout ke mall tidak ada mall seperti PVJ itu. Sambil terus menyusuri PVJ, aku terus berdoa semoga saja Diana masih ada. Setidaknya masih ada di Gramed walaupun acaranya sudah selesai.

Sampai di Gramed, di sana sepi! Kutanya pramuniaga di sana, katanya acaranya sudah selesai, sudah bubar jam 6 tadi. Aku telat. Semuanya sudah tidak ada. Aku lalu keluar dari Gramed dengan penuh kekecewaan, entah kecewa pada siapa. Aku menangis lagi. Ibank ada bersamaku, ternyata dia mengejarku.

Hari ituu… hari yang amat melankolis bagiku. Tidak pernah sebelumnya aku mempermalukan diriku sendiri dengan menangis meraung-raung di dalam mall. Dilihat begitu banyak orang yang lalu-lalang pun aku tidak peduli. Saat itu aku hanya ingin menangis.

Well, well, butuh waktu berhari-hari untuk aku berdamai dengan Ibank. Dan butuh waktu nyaris 2 minggu untuk aku bisa menuliskannya. Haha… Agak aneh emang yaa cerita kali ini. Jangan di tiru yaa! Gak baik! :P :D

Maaf yaa curhat beginian… Cuma pengen curhat aja sih… Lumayan juga kan buat tabungan tulisan. LOL :P Doaku kali ini, semogaa di lain waktu aku bisa berjodoh dengan Diana Rikasari. Aamiin...
padahal ini buku kado pernikahan. tapi kok aku jadi kecewa sama Ibank karena gagal ketemu penulis buku ini ya. hehehe
by. si Famysa, :)

16 komentar:

  1. sebenernya saya jg penasaran dgn isi buku ini hehehheh tp belum punya..

    salam kenal, mampir yuk hehhe :)

    BalasHapus
  2. semoga kapan2 bisa ketemu ya, mba. penasaran sama isi buku itu. mahal tapi tipis *lho :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin :)
      iya mba, 1 quote harganya 1000. heuu

      Hapus
  3. Kalau gak ketemu sekarang mungkin besok lusa ketemunya bisa berdua sama Kak Diana ;) Btw, kok banyak yang udah punya buku dia aku beluuuum

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin yaa Alloh...
      wah harus punya tuh mel :D

      Hapus
  4. Mungkin belum saatnya, someday mungkin kamu bakalan diajak jalan sama kak diana ? hayo siapa tau ? aminn... hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin aamiin yaa Allohh.... duuhh mimpi aku banget itu mah. hehehe

      Hapus
  5. anti di ceritain ya isi bukunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. isinya quote2 tentang cinta & hidup tante..

      Hapus
  6. Aku baru kenal Diana Rikasari belakangan ini :D Itu kayaknya efek bumil, sensitif sekali :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tante... sensitif banget ihh asli -__-

      Hapus

hatur nuhun kana kasumpingannana :) mangga bilih aya kalepatan atanapi aya nu bade dicarioskeun sok di dieu tempatna..

Mijn Vriend