Kamis, 02 Oktober 2014

Free Ongkir 'Hari Batik Nasional 2014' se-Indonesia

cek koleksi di FB Famysa ^-^

Mungkin aku belum bisa memberi banyak arti bagi Batik Indonesia 
Mungkin aku tidak mampu membeli Batik tulis Indonesia
Mungkin aku hanya suka pada motifnya tanpa memedulikan dari mana asalnya
Mungkin aku tidak bisa melukiskan Batik
Mungkin aku hanya pecinta Batik amatiran
Mungkin aku mencintai Batik karena Batik yang menghidupiku
Mungkin aku bersalah padanya
Mungkin aku hanya memanfaatkannya
Mungkin cintaku pada Batik harus banyak diuji

Walaupun banyak 'mungkin', sungguh, aku sangat mencintaimu, Batik... Selalu, selamanya...  

by. si Famysa, pecinta Batik

Selasa, 30 September 2014

FAMYSA hunting for SELLER PARTNER (Selpa)

Buat para Sobat Famysa yang tertarik menjadi Reseller produk-produk Famysa, sekarang Famysa membuka peluang sebesar-besarnya dengan promo seasik-asiknya :D

Per tanggal 30 September 2014 ini, Famysa membuat nama khusus untuk para Reseller, yaitu SELLER PARTNER yang dapat disingkat menjadi Selpa. Semoga dengan sebutan SELLER PARTNER (Selpa), sobat semua bisa lebih memiliki sense of belonging terhadap produk Famysa yang kalian tawarkan. Sobat bukan hanya sebagai Reseller, tapi sobat juga berperan sebagai partner-nya Famysa. Artinya di sini kita melakukan kerja sama sebagai Marketing Team. Bukan Famysa sebagai bossnya dan sobat adalah pedagangnya, tetapi kita adalah sama, tugas kita adalah sejajar. Famysa hanya berperan sebagai fasilitator bagi sobat yang ingin belajar bisnis dan belajar menjual. J
Sudah siap baca beberapa ketentuan dan promo asiknya? Ini diaa....
1.      Daftarkan diri sobat pada Famysa;
Caranya dengan ketik “DAFTAR SELLER PARTNER FAMYSA” dengan menyertakan scan/foto KTP/kartu pelajar, kirim ke (pilih salah satu): inbox FB ‘Syifa Azmy Khoirunnisa (Famysa)’, whatsapp/line ‘08997185407’, BBM ‘7d07cfde’, mention di twitter/instagram @famysa_. –rule ini berlaku buat sobat yang sebelumnya sudah menjadi reseller. Daftar lagi yaa yang resmi biar bisa jadi Selpa J-
2.  Ambil gambar dan keterangan produk di FB Syifa Azmy Khoirunnisa/instagram @famysa_. Kemudian tawarkan di media sosial yang kalian punya. *Jika memungkinkan, Famysa akan memfasilitasi sobat dengan grup FB/BBM/whatsapp/line untuk wadah diskusi, motivasi, strategi bisnis dan sharing product photos.
3.     Promo asiknyaa yaituu:
1)     Diskon 5% untuk setiap order 1-4 produk.
2)     Diskon 10% untuk setiap order  minimal 5 produk dst.
3)   Gratis ongkos kirim ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk setiap paket minimal 3 kg (ke satu alamat sama).
4)   Khusus untuk Kabupaten Subang selalu gratis ongkos kirim tiap minggu ketiga setiap bulannya. Paket dikirim secara kolektif ke alamat Famysa, pengambilan barang dan pembayaran dapat dilakukan secara Cash On Delivery (COD) di tempat ketemuan yang telah disepakati.
5)    Berhak mendapatkan bonus yang disebut SELler Partner fEE (SELPEE) sebesar Rp 50.000 setiap orderan sebanyak 20 produk/bulan (berlaku kelipatan). Selpee bisa berupa cash money yang ditransfer ke rekening Selpa, potongan harga ketika order, atau pulsa yang dikirim ke nomor hp Selpa.
6)    Aktif jadi Selpa dan penuhi promo no. 5), Selpa bisa menjadi Selpa Comblang. Ajak satu temanmu untuk menjadi Selpa Famysa. Caranya cukup dengan mengenalkan temanmu ke Famysa dan beritahu ia cara daftarnya, selanjutnya Famysa yang akan memfasilitasinya. Setiap temanmu order satu produk, Selpa comblang berhak mendapatkan Rp 2.000 (berlaku kelipatan). Selpee dari menjadi Selpa Comblang akan diakumulasikan per bulan, berupa cash money, potongan harga, atau pulsa.
7)    Selpa berhak menaikkan harga jual untuk menambah keuntungan (disesuaikan dengan daya beli target marketnya Selpa).
8)  Nama pengirim paket bisa memakai nama pribadi atau nama online shopnya Selpa, bukan nama Syifa Famysa. Termasuk juga nomor hpnya.
9)   Selpa berhak mengajukan proposal dropship jika Selpa aktif selama minimal satu tahun dengan minimal order 350 produk.
10) Promo-promo lain yang Famysa adakan di media sosial (FB, blog, twitter, instagram, BBM) untuk umum dapat Selpa ikuti. Makanya pantau terus medsosnya Famysa yaa biar gak ketinggalan promo. Hehehe :D
4.   Tunggu apa lagiii....?? Ayo daftar sekarang juga! Mumpung ada kesempatan dan mumpung masih punya kekuatan *ting-ting ;)

Best regard, Famysa ^-^

Welcome Back!

Ulala, gimana sih keadaan rumahmu kalau kamu tinggalkan selama tiga bulan tanpa ada yang merawat? Sebenarnya kamu tiap hari lewat depan rumahmu siih, tapi kamu cuma nyapuin teras depannya doang, sedangkan ini sedang musim kekeringan, debu-debu jelas lah beterbangan sesuka hati ke rumahmu. Kasihan yaa rumahnya... 
Dan yap! Itu lah yang terjadi pada rumah mayaku. Realy, aku baru banget buka blog ini pagi ini. Bersih-bersih komentar yang menunggu moderasi, bersih-bersih spam yang bejibun, periksa draft. Hmm... Berantakan sekali. Kasihan..
Dari bulan Juli tidak ada satu pun postingan yang numpang lewat di sini. what a lazy me! Gak tahu lah kenapa kok aku sok sibuk banget ya. Sibuk sidang, revisi, pendaftaran wisuda, idul fitri, persiapan wisuda, dan how a busy month, August! Sampai akhirnya dua minggu awal di bulan September aku sakit-sakitan. Kata dokter sih karena kecapekan. Dipaksakan keluar sebentar saja besoknya langsung drop lagi. Akhirnya mamah greget ke aku, mamah bilang "udah istirahat aja! Tidur, tidur! Sakit kok maunya keluar-keluar aja, makannya yang pedas, yang asam aja. Ya gak sembuh-sembuh." Hahaha... 
Lalu apa yang terjadi setelah aku sehat? Yaa, bisa ditebak lah.. Main, main, dan maiiin. Seminggu sekali aku pasti ke luar kota. Dalam 3 minggu September ini saja aku sudah bolak-balik Subang-Semarang, dua kali Subang-Bandung, Subang-Cirebon, belum lagi acara-acara main di sekitaran Subang. Wleee :P Namanya juga pengangguran terselubung ya. Ceritanya ke luar kota ikutan job fair, tapi sebenarnya itu cuma modus supaya bisa menghirup udara luar. *jangan ditiru :P

Mungkin ada yang bertanya, mungkin yaaa :P Kenapa hari ini aku tiba-tiba ngeblog lagi? 
Sudah sejak lamaaa aku meniatkan diri untuk fokus bisnis dan nulis ketika aku sudah lulus kuliah. Tapi kenyataannya aku berat sebelah. Aku terlalu mementingkan bisnisku. Online tiap hari siih... facebookan, twitteran, instagraman, ngepath tiap hari. Tapi blog? Susah buka blog di tab :( Boro-boro posting, mau baca saja selalu jadi hang si tab nya. Mau online di laptop, ribeeet. Si Pinky harus selalu makan setiap dia diajak kerja, alias kudu sambil ngecash terus, baterainya sudah gak ada. Tambah lagi terminalnya cuma satu colokan yang berfungsi. Huaaah! Terlalu banyak alasan dan menyalahkan sekitar ya. Hehehe... Padahal malas mah ngaku saja malas! :P
Well, satu alasan utama kenapa pagi ini aku kembali ngeblog adalah... Kemarin sore aku disentak oleh kalimat mamahku. "....ya habis subuh jangan tidur lagi. Pagi itu kan waktu yang berkah. Tadinya malaikat mau kasih rejeki ke Neng, eeeh Neng nya masih tidur, ya sudah malaikatnya balik lagi, gak jadi deh ngasih rejekinya. Makanya ada istilah nanti rejekinya dipatok ayam tuh ya karena itu.." Dan mulai pagi ini sepertinya aku tidak akan tidur setelah subuh lagi. Hoaaam.... Mengapa jam tubuhku kacau ya? Tidur malam, bangun siang melulu. Bad habbit yang gak kerasa bad karena dibiasakan nih. -___-
Mamah juga memaksaku untuk selalu membuka blog setiap hari untuk mengecek komentar masuk dari para siswa. Ada-ada saja ya, tulisanku dijadikan bahan ajar u__u Untuk pelajaran Bahasa Indonesia kan ada kompetensi memberi komentar pada suatu karya. Nah, tulisanku itu yang dijadikan bahan yang akan dikomentari oleh siswa. Alhasil bejibuuun sama komen-komen yang nyenengin semua. Salut sama siswa-siswanya mamah deh! Malu dong masa mereka komentar yang bagus-bagus, tapi kok aku tidak menulis-menulis lagi di sini. Hehehe... Habisnya agak salah juga sih memberi judul postingan terdahulu (postingan yang jadi bahan ajar) dengan judul Catatan Akhir Mahasiswa Super, jadinya benar 'catatan akhir' deh, sampai akhirnya pagi ini aku tergerak untuk menyeimbangkan waktuku untuk bisnis dan nulis lagi :) Terima kasih yaa adik-adik semua... Kalian juga menginspirasi kakak untuk terus menambah tulisan di blog ini lagi...

Oh ya, nanti aku mau launching Seller Partner Famysa looh :D Tunggu tayangnya yaa.... bubye.... ^^

by. si Famysa, lazy girl yang mau jadi diligent girl

Senin, 02 Juni 2014

In Front of Chocolate Eiffel

Berawal dari iseng, hari Jumat, 30 Mei kemarin akhirnya sampai juga kaki-kaki mungil ini di Paragon Mall Semarang. Niat awalnya sih mau nemuin teman SMA yang lagi liburan di Semarang. Eeh tapi gak jadi karena si temannya bilang gini, "kalian kalau mau ke sini bawain makanan ya.. kita lapar, di sini gak ada yang jual makanan." Gubraks! Sisi jahat aku dan Khaslinda berkata 'ya udah gak usah jadi nemuinnya ah. kita hangout aja ke Paragon.' Hahaha... :P
Ide untuk hangout ke Paragon tiba-tiba saja terpikir karena aku ingat ada pameran coklat cookies di sana. Agak-agak penasaran seperti apa, makanya kuhasut Khaslinda dan Ayu untuk ke Paragon. Hehe.. Ekspektasi pertama aku dan Ayu mengenai pameran itu mungkin sama seperti pameran semacam kue sebelumnya. Dulu hanya aku dan adikku, Ulfah yang melihat. Ceritanya pernah kutulis di postingan ini -> Garden Cupcake.
Penyelenggara pameran chocolate cookies ini sepertinya sama dengan penyelenggara Garden Cupcake dua tahun lalu, yaitu Fortune. Nama acaranya juga sepertinya sama. Dulu jelas-jelas terpotret olehku, nama acaranya Fortune Baking Festival. Tapi kemarin aku tidak sempat memotret lebih banyak, karena acara sudah akan segera usai. Hanya saja di belakang background 'The Stiries of 10000 Chocolate Cookies' terlihat ada logo bertuliskan FBF 2014. FBF mungkin singkatan dari Fortune Baking Festival. Hehehe banyak mungkin dan sepertinya nih ah. Payah :P Hampura sim kuring nyaa :D  
by. si Famysa, :)

Minggu, 01 Juni 2014

Catatan Akhir Mahasiswa Super

Aku bukan mahasiswa yang hanya mengandalkan uang kiriman dari orang tua. Tanggal muda maupun tanggal tua sama saja bagiku, sama-sama harus selalu kerja keras. Beruntung aku punya tabungan yang cukup untuk modal hidup ketika orang tua tidak bisa memberi kiriman selama lima bulan. 
Aku sempat merasakan kerasnya dunia Multi Level Marketing (MLM). Senang rasanya mendapatkan uang dengan nominal yang cukup besar dari hasil jerih payah sendiri, bekerja di bawah tekanan dari pagi sampai malam, lumayan untuk nombok kekurangan biayaku.
Aku bukan mahasiswa yang mau apa tinggal bilang pada orang tua. Walaupun mungkin orang tuaku akan mati-matian mengusahakannya, tapi aku tidak sekurang ajar itu. Aku bukan mahasiswa yang dua kali ganti laptop selama kuliah. Cukup laptopku, PinkQ saja yang menemaniku. PinkQ kusebut legendaris karena dia adalah laptop tertua dan terawet diantara laptop teman-temanku. Meski sudah sakit-sakitan, tapi PinkQ masih bisa kuajak menghasilkan uang.
Aku bukan mahasiswa yang berkali-kali minta pada orang tua untuk ganti hp atau gadget lainnya demi mengikuti tren, demi tidak diledeki kudet, demi eksis di sana-sini. Karena kamera digital, hp android, kamera SLR, dan tablet yang kumiliki saat ini adalah hasil jerih payahku berjualan batik online, serta untuk mendukung kelangsungan bisnis onlineku juga. Kupikir untuk apa hp atau tablet yang canggih kalau sekedar untuk mengikuti tren, untuk bermain games, untuk mengakses yang tidak penting. Untuk apa kamera keren kalau sekedar demi kesenangan semata. 
Aku bukan mahasiswa yang kerjaannya santai, 'kupu-kupu' alias kuliah-pulang-kuliah-pulang, tanpa secuil prestasi pun diluar kuliah. Apalagi menonton film sampai pagi, mati-matian menghafal lirik lagu dan selebriti, nongkrong di sana-sini, buang uang sana-sini. Aku mempunyai target. Betapa sia-sianya waktuku selama empat tahun kuliah jika hanya dipenuhi oleh lagu-lagu dan film-film.
Aku bukan mahasiswa yang kebanyakan uang. Di saat orang lain berkali-kali berganti tas, aku justru tetap setia dengan tas-tasku sejak jaman sekolah dulu. Toh tas-tasku masih bagus dan bisa dipakai. Tidak perlu lah mengikuti keinginan dan memuaskan rasa bosan terus. Buku tulis saja aku cuma beli satu kali, itu pun paroan dengan temanku. Binder dari jaman SMP masih kupergunakan. 
Aku bukan mahasiswa yang fashionable, yang bisa berganti baju baru atau sepatu baru terus. Sepatu putihku yang buluk setia menemani langkahku. Pakaian-pakaianku sebagian besar adalah peninggalan dari jaman sekolah dulu. Bahkan pakaian dari jaman SD saja masih ada yang terpakai.
Aku bukan mahasiswa yang bisa jajan seenaknya. Mau eskrim tinggal beli, mau coklat tinggal beli, mau cemilan apapun tinggal beli. Hanya ketika stres tugas dan skripsi saja aku bisa jajan semaunya. Selebihnya, sering-sering tahan iman, tahan godaan. Masih banyak hal lain yang lebih penting, masa depanku lebih penting daripada nafsuku pada jajanan.
Aku bukan mahasiswa yang tiap minggu bisa menengok kampung halamanku. Aku mahasiswa rantau. Bahkan pulang pun bagiku bukan sekedar melepas rindu, tapi harus mendapatkan ilmu dan pemasukan rupiah baru dari hasil daganganku.
Aku bukan mahasiswa yang mempunyai serentet kisah SD yang indah untuk diceritakan pada teman-teman. Uang jajanku paling besar selama SD adalah Rp 500, itupun dengan catatan kalau tidak sarapan di rumah. Kalau sudah sarapan di rumah, kadang diberi Rp 200, atau tidak sama sekali. Karena Rp 200 pun sering habis oleh mereka para pembullyku. Namun senang sekali rasanya ketika aku bisa mengumpulkan tabungan sebanyak Rp 200.000 saat kelas 2 SD dari uang jajan Rp 200ku plus tambahan angpau dari kakek dan nenekku. Wow!
Aku mahasiswa kampungan. Ya, aku berasal dari kampung. Banyak tempat gaul dan apapun yang gaul-gaul yang aku tidak tahu. Tapi sepertinya sekarang anak kampung ini sudah agak maju. Minimalnya beli gadget saja tidak usah minta pada orang tua.
Aku bukan mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya raya atau keluarga harmonis. Mungkin ketidakharmonisan yang membuat keluargaku seperti tidak kaya raya, padahal mereka mempunyai segudang simpanan harta. Aku bukan mahasiswa yang fokus kuliah, berbisnis, dan berkarya tanpa masalah keluarga. Justru masalah-masalah keluargaku itu yang memicuku semakin giat bekerja keras. Namun apakah harus mereka yang berada dalam kedamaian keluarga merasakan masalah keluarga dahulu agar semangat juangnya terpicu? Menurutku ini bukan solusi. Hanya saja ini kerap dijadikan alasan bagi mereka yang malas bekerja keras.
Aku bukan mahasiswa biasa saja, karena aku adalah mahasiswa luar biasa! Aku tidak akan merasakan menjadi pengangguran, karena pada detik ini pun aku sudah mempunyai kesibukan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Aku hanya seorang mahasiswa yang tiada henti memotivasi diri bahwa aku adalah seorang pebisnis, penulis, pembelajar, dan pengabdi :)
And whats the next? Aku ingin terus berbisnis, aku ingin terus menulis, aku ingin kuliah S-2, aku ingin menikah, dan aku ingin berbagi dan terus berbagi hingga tutup usia nanti.... Aamiin...
Bukan perjuangan namanya jika segala sesuatunya berjalan dengan mudah. Karena bagiku perjuangan adalah usaha menembus batas ketidakmungkinan, usaha yang penuh dengan halang rintang, usaha yang bisa membuat kita menggapai bintang-gemintang.
Ada tujuan, ada usaha. Ada tujuan, tanpa usaha, mustahil tujuan dapat tercapai. Berharap ada keajaiban pun tak berhak. Karena keajaiban hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusaha sekuat tenaga. 
by. si Famysa, mahasiswa super!  

Mijn Vriend