Selasa, 23 Desember 2014

Syifa & Iqbal Wedding

Hello, Gengs... Apa kabar?
Ada banyaaak sekali cerita yang ingin kubagikan dengan kalian. Kapan-kapan yaa... I'm swear i will tell you aaalll stories in my life, specially for 4 month ago.

Sekarang mah aku hanya ingin berbagi kabar bahagia yang satu ini. hihihiii... Jangan kaget yaa! :D Maaf juga sebelumnya, aku lama hiatus dari dunia ini eeh tetiba nongol bagi-bagi kabar mau nikah aja. Hehehe peaceee ^^
That's it! :) 
Mohon doa & restunya yaa, gengs :) dan nantikan foto post-weddingnya yaa :D
Hatur nuhuun....

by. si Famysa, bride wannabe

Jumat, 03 Oktober 2014

Brochure & Name Card Famysa is Out!

kenalan yuk sama Famysa! :D
diadd-friend sama difollow yaa. hhihii ^^
twitter: @famysa_ 
instagram: @famysa_
brochure & name card design by Ibank (089655141507)

by. si Famysa, tukang dagang :)

Kamis, 02 Oktober 2014

Interview Management Trainee Shafira Corporation

Beberapa hari yang lalu aku mendapat sms panggilan interview dari Shafira Corporation (ShafCo) untuk posisi Management Trainee for Retail. Lokasi interviewnya di Bandung, tepatnya di Shafira Store Jalan Sulanjana nomor 28, Dago. Karena lokasi interviewnya di Bandung, langsung saja aku konfirmasi bisa hadir. Bandung kan tidak terlalu jauh dari Subang, dan entah kenapa akhir-akhir ini aku sedang jatuh cinta pada suasana Bandung. Mungkin karena sekarang jauh dari Semarang dan Jogja kali ya, jadinya rindu sama kota besar yang penuh dengan inspirasi. Hehe..
selfie sukaesih saat menunggu giliran :D
Shafira ini merupakan gudangnya busana muslim. Zoya juga ada di bawah naungan ShafCo looh... Jujur aku sih baru tahu. Hehe.. Untuk brand Shafira sendiri harganya jauh, jauuuh di atas Zoya. Zoya saja aku belum mampu beli pakai uang sendiri, apalagi Shafira. Haha :P Selain Zoya dan Shafira, ada juga brand baru dari ShafCo, yaitu Encyclo. Sekilas dari pengamatanku siih, perbedaan dari ketiga brand itu ada di klasifikasi target pasarnya. Shafira untuk kalangan atas, Zoya untuk kalangan menengah, dan Encyclo untuk kalangan remaja.
Salah satu alasan kenapa aku drop CV di ShafCo ya karena ShafCo bergerak di bidang fashion. And i know that fashion is my passion. Meskipun aku gak terlalu gila harus ngikutin fashion terkini, tapi aku sangat sangat suka dan jatuh cinta pada fashion. Bahagia gitu rasanya lihat baju-baju bagus, warna-warni, eye catching. Dan eeh ternyata aku dipanggil untuk interview, untuk posisi Management Trainee lagi.. Itu kan program yang buat jadi manajer ituu. Kan keren kalau bisa langsung jadi manajer :D
kursi interview
Saat ini di hatiku ada rasa ingin menaklukannya. Aku ingin mencoba bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang fashion, itung-itung tambah ilmu dalam dunia fashion kan.. Gimana cara desain, produksi, pemasaran, pemotretan, dll. Ah, kayaknya seru.. Apalagi kalau bisa diterapkan ilmunya buat Famysa. Hihihi..
Kemarin antriannya cukup panjang. Aku datang jam 10 pagi, kebagian interviewnya jam 1.30 siang. Hoaam... Pertanyaan yang diajukan cuma dua sih. Pertama disuruh perkenalkan diri secara singkat, sama ditanya alasan kenapa mau kerja di ShafCo. Yang bikin lama itu ya pertanyaan-pertanyaan sekundernya. Seperti misalnya kemarin waktu aku perkenalan, aku menceritakan kegiatan bisnisku, nah langsung ditanya-tanya di situ perihal bisnisnya.
Pertama masuk, disuruh isi formulir, aku yang tadinya biasa saja tiba-tiba nervous. Lama antri, nervousnya hilang. Pas teman-teman (kenalan di sana) satu per satu dipanggil, nervousnya datang lagi. Tapi pas giliran aku dipanggil, alhamdulillah nervousnya hilang sama sekali. Haha... Pengertian banget ya nervousnya :P Tapiii walaupun gak nervous, berhubung aku diberi giliran pertama untuk memperkenalkan diri, aku jadi gak tahu mau ngomong apa, latihan saja gak pernah *jangan ditiru. Alhasil aku perkenalan diri sekenanya saja. Ah pokoknya terkesan terlalu apa adanya. Sama sekali tidak dipersiapkan siih... Lha wong niat awalnya buat uji mental saja, itung-itung mencoba interview kerja itu seperti apa sih. Hehe.. Sekarang siih berharapnya aku lolos ke tahap berikutnya. Semoga saja Dewi Fortuna menghampiri interviewku kemarin :D
Famysa big wish.. pengen punya ruangan kece kayak gini
Oh ya, kemarin itu, saking tidak dipersiapkan sama sekali, aku ke sana hanya bawa diri. Ternyata di sana disuruh isi formulir. Untung saja di tas ada pulpen. Terus juga diminta foto, copy ijazah dan transkrip, sama copy KTP. Hadeeeh... Mentang-mentang di sms panggilannya gak disuruh bawa apa-apa, ya aku benar-benar hanya bawa diri :P
Saran yaa buat teman-teman yang mau interview kerja: latihan interview, bawa pulpen, bawa copy KTP, ijazah, transkrip, foto terbaru, dll (berkas pendukung lainnya juga boleh deh bawa saja, siapa tahu ditanyakan)!!! Jangan sampai seperti aku kemarin yang kepedean hanya bawa diri. Hehehe
Alhamdulillaah Yaa Alloh... Kemarin dapat pengalaman yang luar biasa! Bisa tahu Shafira, bisa tahu rasanya interview kerja, dapat teman baru, bisa promosi Famysa juga... ^-^

By. Si Famysa, calon manajer :D

Free Ongkir 'Hari Batik Nasional 2014' se-Indonesia

cek koleksi di FB Famysa ^-^

Mungkin aku belum bisa memberi banyak arti bagi Batik Indonesia 
Mungkin aku tidak mampu membeli Batik tulis Indonesia
Mungkin aku hanya suka pada motifnya tanpa memedulikan dari mana asalnya
Mungkin aku tidak bisa melukiskan Batik
Mungkin aku hanya pecinta Batik amatiran
Mungkin aku mencintai Batik karena Batik yang menghidupiku
Mungkin aku bersalah padanya
Mungkin aku hanya memanfaatkannya
Mungkin cintaku pada Batik harus banyak diuji

Walaupun banyak 'mungkin', sungguh, aku sangat mencintaimu, Batik... Selalu, selamanya...  

by. si Famysa, pecinta Batik

Selasa, 30 September 2014

FAMYSA hunting for SELLER PARTNER (Selpa)

Buat para Sobat Famysa yang tertarik menjadi Reseller produk-produk Famysa, sekarang Famysa membuka peluang sebesar-besarnya dengan promo seasik-asiknya :D

Per tanggal 30 September 2014 ini, Famysa membuat nama khusus untuk para Reseller, yaitu SELLER PARTNER yang dapat disingkat menjadi Selpa. Semoga dengan sebutan SELLER PARTNER (Selpa), sobat semua bisa lebih memiliki sense of belonging terhadap produk Famysa yang kalian tawarkan. Sobat bukan hanya sebagai Reseller, tapi sobat juga berperan sebagai partner-nya Famysa. Artinya di sini kita melakukan kerja sama sebagai Marketing Team. Bukan Famysa sebagai bossnya dan sobat adalah pedagangnya, tetapi kita adalah sama, tugas kita adalah sejajar. Famysa hanya berperan sebagai fasilitator bagi sobat yang ingin belajar bisnis dan belajar menjual. J
Sudah siap baca beberapa ketentuan dan promo asiknya? Ini diaa....
1.      Daftarkan diri sobat pada Famysa;
Caranya dengan ketik “DAFTAR SELLER PARTNER FAMYSA” dengan menyertakan scan/foto KTP/kartu pelajar, kirim ke (pilih salah satu): inbox FB ‘Syifa Azmy Khoirunnisa (Famysa)’, whatsapp/line ‘08997185407’, BBM ‘7d07cfde’, mention di twitter/instagram @famysa_. –rule ini berlaku buat sobat yang sebelumnya sudah menjadi reseller. Daftar lagi yaa yang resmi biar bisa jadi Selpa J-
2.  Ambil gambar dan keterangan produk di FB Syifa Azmy Khoirunnisa/instagram @famysa_. Kemudian tawarkan di media sosial yang kalian punya. *Jika memungkinkan, Famysa akan memfasilitasi sobat dengan grup FB/BBM/whatsapp/line untuk wadah diskusi, motivasi, strategi bisnis dan sharing product photos.
3.     Promo asiknyaa yaituu:
1)     Diskon 5% untuk setiap order 1-4 produk.
2)     Diskon 10% untuk setiap order  minimal 5 produk dst.
3)   Gratis ongkos kirim ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk setiap paket minimal 3 kg (ke satu alamat sama).
4)   Khusus untuk Kabupaten Subang selalu gratis ongkos kirim tiap minggu ketiga setiap bulannya. Paket dikirim secara kolektif ke alamat Famysa, pengambilan barang dan pembayaran dapat dilakukan secara Cash On Delivery (COD) di tempat ketemuan yang telah disepakati.
5)    Berhak mendapatkan bonus yang disebut SELler Partner fEE (SELPEE) sebesar Rp 50.000 setiap orderan sebanyak 20 produk/bulan (berlaku kelipatan). Selpee bisa berupa cash money yang ditransfer ke rekening Selpa, potongan harga ketika order, atau pulsa yang dikirim ke nomor hp Selpa.
6)    Aktif jadi Selpa dan penuhi promo no. 5), Selpa bisa menjadi Selpa Comblang. Ajak satu temanmu untuk menjadi Selpa Famysa. Caranya cukup dengan mengenalkan temanmu ke Famysa dan beritahu ia cara daftarnya, selanjutnya Famysa yang akan memfasilitasinya. Setiap temanmu order satu produk, Selpa comblang berhak mendapatkan Rp 2.000 (berlaku kelipatan). Selpee dari menjadi Selpa Comblang akan diakumulasikan per bulan, berupa cash money, potongan harga, atau pulsa.
7)    Selpa berhak menaikkan harga jual untuk menambah keuntungan (disesuaikan dengan daya beli target marketnya Selpa).
8)  Nama pengirim paket bisa memakai nama pribadi atau nama online shopnya Selpa, bukan nama Syifa Famysa. Termasuk juga nomor hpnya.
9)   Selpa berhak mengajukan proposal dropship jika Selpa aktif selama minimal satu tahun dengan minimal order 350 produk.
10) Promo-promo lain yang Famysa adakan di media sosial (FB, blog, twitter, instagram, BBM) untuk umum dapat Selpa ikuti. Makanya pantau terus medsosnya Famysa yaa biar gak ketinggalan promo. Hehehe :D
4.   Tunggu apa lagiii....?? Ayo daftar sekarang juga! Mumpung ada kesempatan dan mumpung masih punya kekuatan *ting-ting ;)

Best regard, Famysa ^-^

Welcome Back!

Ulala, gimana sih keadaan rumahmu kalau kamu tinggalkan selama tiga bulan tanpa ada yang merawat? Sebenarnya kamu tiap hari lewat depan rumahmu siih, tapi kamu cuma nyapuin teras depannya doang, sedangkan ini sedang musim kekeringan, debu-debu jelas lah beterbangan sesuka hati ke rumahmu. Kasihan yaa rumahnya... 
Dan yap! Itu lah yang terjadi pada rumah mayaku. Realy, aku baru banget buka blog ini pagi ini. Bersih-bersih komentar yang menunggu moderasi, bersih-bersih spam yang bejibun, periksa draft. Hmm... Berantakan sekali. Kasihan..
Dari bulan Juli tidak ada satu pun postingan yang numpang lewat di sini. what a lazy me! Gak tahu lah kenapa kok aku sok sibuk banget ya. Sibuk sidang, revisi, pendaftaran wisuda, idul fitri, persiapan wisuda, dan how a busy month, August! Sampai akhirnya dua minggu awal di bulan September aku sakit-sakitan. Kata dokter sih karena kecapekan. Dipaksakan keluar sebentar saja besoknya langsung drop lagi. Akhirnya mamah greget ke aku, mamah bilang "udah istirahat aja! Tidur, tidur! Sakit kok maunya keluar-keluar aja, makannya yang pedas, yang asam aja. Ya gak sembuh-sembuh." Hahaha... 
Lalu apa yang terjadi setelah aku sehat? Yaa, bisa ditebak lah.. Main, main, dan maiiin. Seminggu sekali aku pasti ke luar kota. Dalam 3 minggu September ini saja aku sudah bolak-balik Subang-Semarang, dua kali Subang-Bandung, Subang-Cirebon, belum lagi acara-acara main di sekitaran Subang. Wleee :P Namanya juga pengangguran terselubung ya. Ceritanya ke luar kota ikutan job fair, tapi sebenarnya itu cuma modus supaya bisa menghirup udara luar. *jangan ditiru :P

Mungkin ada yang bertanya, mungkin yaaa :P Kenapa hari ini aku tiba-tiba ngeblog lagi? 
Sudah sejak lamaaa aku meniatkan diri untuk fokus bisnis dan nulis ketika aku sudah lulus kuliah. Tapi kenyataannya aku berat sebelah. Aku terlalu mementingkan bisnisku. Online tiap hari siih... facebookan, twitteran, instagraman, ngepath tiap hari. Tapi blog? Susah buka blog di tab :( Boro-boro posting, mau baca saja selalu jadi hang si tab nya. Mau online di laptop, ribeeet. Si Pinky harus selalu makan setiap dia diajak kerja, alias kudu sambil ngecash terus, baterainya sudah gak ada. Tambah lagi terminalnya cuma satu colokan yang berfungsi. Huaaah! Terlalu banyak alasan dan menyalahkan sekitar ya. Hehehe... Padahal malas mah ngaku saja malas! :P
Well, satu alasan utama kenapa pagi ini aku kembali ngeblog adalah... Kemarin sore aku disentak oleh kalimat mamahku. "....ya habis subuh jangan tidur lagi. Pagi itu kan waktu yang berkah. Tadinya malaikat mau kasih rejeki ke Neng, eeeh Neng nya masih tidur, ya sudah malaikatnya balik lagi, gak jadi deh ngasih rejekinya. Makanya ada istilah nanti rejekinya dipatok ayam tuh ya karena itu.." Dan mulai pagi ini sepertinya aku tidak akan tidur setelah subuh lagi. Hoaaam.... Mengapa jam tubuhku kacau ya? Tidur malam, bangun siang melulu. Bad habbit yang gak kerasa bad karena dibiasakan nih. -___-
Mamah juga memaksaku untuk selalu membuka blog setiap hari untuk mengecek komentar masuk dari para siswa. Ada-ada saja ya, tulisanku dijadikan bahan ajar u__u Untuk pelajaran Bahasa Indonesia kan ada kompetensi memberi komentar pada suatu karya. Nah, tulisanku itu yang dijadikan bahan yang akan dikomentari oleh siswa. Alhasil bejibuuun sama komen-komen yang nyenengin semua. Salut sama siswa-siswanya mamah deh! Malu dong masa mereka komentar yang bagus-bagus, tapi kok aku tidak menulis-menulis lagi di sini. Hehehe... Habisnya agak salah juga sih memberi judul postingan terdahulu (postingan yang jadi bahan ajar) dengan judul Catatan Akhir Mahasiswa Super, jadinya benar 'catatan akhir' deh, sampai akhirnya pagi ini aku tergerak untuk menyeimbangkan waktuku untuk bisnis dan nulis lagi :) Terima kasih yaa adik-adik semua... Kalian juga menginspirasi kakak untuk terus menambah tulisan di blog ini lagi...

Oh ya, nanti aku mau launching Seller Partner Famysa looh :D Tunggu tayangnya yaa.... bubye.... ^^

by. si Famysa, lazy girl yang mau jadi diligent girl

Senin, 02 Juni 2014

In Front of Chocolate Eiffel

Berawal dari iseng, hari Jumat, 30 Mei kemarin akhirnya sampai juga kaki-kaki mungil ini di Paragon Mall Semarang. Niat awalnya sih mau nemuin teman SMA yang lagi liburan di Semarang. Eeh tapi gak jadi karena si temannya bilang gini, "kalian kalau mau ke sini bawain makanan ya.. kita lapar, di sini gak ada yang jual makanan." Gubraks! Sisi jahat aku dan Khaslinda berkata 'ya udah gak usah jadi nemuinnya ah. kita hangout aja ke Paragon.' Hahaha... :P
Ide untuk hangout ke Paragon tiba-tiba saja terpikir karena aku ingat ada pameran coklat cookies di sana. Agak-agak penasaran seperti apa, makanya kuhasut Khaslinda dan Ayu untuk ke Paragon. Hehe.. Ekspektasi pertama aku dan Ayu mengenai pameran itu mungkin sama seperti pameran semacam kue sebelumnya. Dulu hanya aku dan adikku, Ulfah yang melihat. Ceritanya pernah kutulis di postingan ini -> Garden Cupcake.
Penyelenggara pameran chocolate cookies ini sepertinya sama dengan penyelenggara Garden Cupcake dua tahun lalu, yaitu Fortune. Nama acaranya juga sepertinya sama. Dulu jelas-jelas terpotret olehku, nama acaranya Fortune Baking Festival. Tapi kemarin aku tidak sempat memotret lebih banyak, karena acara sudah akan segera usai. Hanya saja di belakang background 'The Stiries of 10000 Chocolate Cookies' terlihat ada logo bertuliskan FBF 2014. FBF mungkin singkatan dari Fortune Baking Festival. Hehehe banyak mungkin dan sepertinya nih ah. Payah :P Hampura sim kuring nyaa :D  
by. si Famysa, :)

Minggu, 01 Juni 2014

Catatan Akhir Mahasiswa Super

Aku bukan mahasiswa yang hanya mengandalkan uang kiriman dari orang tua. Tanggal muda maupun tanggal tua sama saja bagiku, sama-sama harus selalu kerja keras. Beruntung aku punya tabungan yang cukup untuk modal hidup ketika orang tua tidak bisa memberi kiriman selama lima bulan. 
Aku sempat merasakan kerasnya dunia Multi Level Marketing (MLM). Senang rasanya mendapatkan uang dengan nominal yang cukup besar dari hasil jerih payah sendiri, bekerja di bawah tekanan dari pagi sampai malam, lumayan untuk nombok kekurangan biayaku.
Aku bukan mahasiswa yang mau apa tinggal bilang pada orang tua. Walaupun mungkin orang tuaku akan mati-matian mengusahakannya, tapi aku tidak sekurang ajar itu. Aku bukan mahasiswa yang dua kali ganti laptop selama kuliah. Cukup laptopku, PinkQ saja yang menemaniku. PinkQ kusebut legendaris karena dia adalah laptop tertua dan terawet diantara laptop teman-temanku. Meski sudah sakit-sakitan, tapi PinkQ masih bisa kuajak menghasilkan uang.
Aku bukan mahasiswa yang berkali-kali minta pada orang tua untuk ganti hp atau gadget lainnya demi mengikuti tren, demi tidak diledeki kudet, demi eksis di sana-sini. Karena kamera digital, hp android, kamera SLR, dan tablet yang kumiliki saat ini adalah hasil jerih payahku berjualan batik online, serta untuk mendukung kelangsungan bisnis onlineku juga. Kupikir untuk apa hp atau tablet yang canggih kalau sekedar untuk mengikuti tren, untuk bermain games, untuk mengakses yang tidak penting. Untuk apa kamera keren kalau sekedar demi kesenangan semata. 
Aku bukan mahasiswa yang kerjaannya santai, 'kupu-kupu' alias kuliah-pulang-kuliah-pulang, tanpa secuil prestasi pun diluar kuliah. Apalagi menonton film sampai pagi, mati-matian menghafal lirik lagu dan selebriti, nongkrong di sana-sini, buang uang sana-sini. Aku mempunyai target. Betapa sia-sianya waktuku selama empat tahun kuliah jika hanya dipenuhi oleh lagu-lagu dan film-film.
Aku bukan mahasiswa yang kebanyakan uang. Di saat orang lain berkali-kali berganti tas, aku justru tetap setia dengan tas-tasku sejak jaman sekolah dulu. Toh tas-tasku masih bagus dan bisa dipakai. Tidak perlu lah mengikuti keinginan dan memuaskan rasa bosan terus. Buku tulis saja aku cuma beli satu kali, itu pun paroan dengan temanku. Binder dari jaman SMP masih kupergunakan. 
Aku bukan mahasiswa yang fashionable, yang bisa berganti baju baru atau sepatu baru terus. Sepatu putihku yang buluk setia menemani langkahku. Pakaian-pakaianku sebagian besar adalah peninggalan dari jaman sekolah dulu. Bahkan pakaian dari jaman SD saja masih ada yang terpakai.
Aku bukan mahasiswa yang bisa jajan seenaknya. Mau eskrim tinggal beli, mau coklat tinggal beli, mau cemilan apapun tinggal beli. Hanya ketika stres tugas dan skripsi saja aku bisa jajan semaunya. Selebihnya, sering-sering tahan iman, tahan godaan. Masih banyak hal lain yang lebih penting, masa depanku lebih penting daripada nafsuku pada jajanan.
Aku bukan mahasiswa yang tiap minggu bisa menengok kampung halamanku. Aku mahasiswa rantau. Bahkan pulang pun bagiku bukan sekedar melepas rindu, tapi harus mendapatkan ilmu dan pemasukan rupiah baru dari hasil daganganku.
Aku bukan mahasiswa yang mempunyai serentet kisah SD yang indah untuk diceritakan pada teman-teman. Uang jajanku paling besar selama SD adalah Rp 500, itupun dengan catatan kalau tidak sarapan di rumah. Kalau sudah sarapan di rumah, kadang diberi Rp 200, atau tidak sama sekali. Karena Rp 200 pun sering habis oleh mereka para pembullyku. Namun senang sekali rasanya ketika aku bisa mengumpulkan tabungan sebanyak Rp 200.000 saat kelas 2 SD dari uang jajan Rp 200ku plus tambahan angpau dari kakek dan nenekku. Wow!
Aku mahasiswa kampungan. Ya, aku berasal dari kampung. Banyak tempat gaul dan apapun yang gaul-gaul yang aku tidak tahu. Tapi sepertinya sekarang anak kampung ini sudah agak maju. Minimalnya beli gadget saja tidak usah minta pada orang tua.
Aku bukan mahasiswa yang berasal dari keluarga kaya raya atau keluarga harmonis. Mungkin ketidakharmonisan yang membuat keluargaku seperti tidak kaya raya, padahal mereka mempunyai segudang simpanan harta. Aku bukan mahasiswa yang fokus kuliah, berbisnis, dan berkarya tanpa masalah keluarga. Justru masalah-masalah keluargaku itu yang memicuku semakin giat bekerja keras. Namun apakah harus mereka yang berada dalam kedamaian keluarga merasakan masalah keluarga dahulu agar semangat juangnya terpicu? Menurutku ini bukan solusi. Hanya saja ini kerap dijadikan alasan bagi mereka yang malas bekerja keras.
Aku bukan mahasiswa biasa saja, karena aku adalah mahasiswa luar biasa! Aku tidak akan merasakan menjadi pengangguran, karena pada detik ini pun aku sudah mempunyai kesibukan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Aku hanya seorang mahasiswa yang tiada henti memotivasi diri bahwa aku adalah seorang pebisnis, penulis, pembelajar, dan pengabdi :)
And whats the next? Aku ingin terus berbisnis, aku ingin terus menulis, aku ingin kuliah S-2, aku ingin menikah, dan aku ingin berbagi dan terus berbagi hingga tutup usia nanti.... Aamiin...
Bukan perjuangan namanya jika segala sesuatunya berjalan dengan mudah. Karena bagiku perjuangan adalah usaha menembus batas ketidakmungkinan, usaha yang penuh dengan halang rintang, usaha yang bisa membuat kita menggapai bintang-gemintang.
Ada tujuan, ada usaha. Ada tujuan, tanpa usaha, mustahil tujuan dapat tercapai. Berharap ada keajaiban pun tak berhak. Karena keajaiban hanya diperuntukkan bagi mereka yang berusaha sekuat tenaga. 
by. si Famysa, mahasiswa super!  

Sabtu, 31 Mei 2014

Pinter Kodek

Ada yang tahu atau pernah dengar istilah 'pinter kodek'? Orang Sunda harusnya tahu loh yaa... Karena ini istilah bahasa Sunda :)
Sederhananya, pinter kodek itu adalah sebutan bagi orang yang curang. Lebih luasnya, pinter kodek itu adalah sebutan bagi orang yang bersikap "habis manis sepah dibuang" pada orang lain, atau bersikap "kacang lupa pada kulitnya" pada orang yang telah berjasa padanya, atau ingin senang sendiri tapi melupakan kesenangan orang lain, atau ingin berbagi sedih dengan orang lain tapi giliran senang dia tidak berbagi, atau ingin untung sendiri tapi merugikan orang lain, atau... apa lagi ya? Hmm... Silakan tafsirkan saja sendiri lebih luas. Intinya pinter kodek itu sifat curang, baik sedikit maupun banyak, dalam hal apapun.
Pinter kodek tidak sama dengan pelit. Banyak orang yang pinter kodek baik hati dan suka memberi. Namun dalam beberapa hal yang sekiranya bermanfaat dan penting bagi orang lain, dia kadang menyimpan untuk dirinya sendiri, dia tidak mau membaginya dengan orang lain, walaupun dengan teman dekatnya sendiri. Orang yang pinter kodek tidak selalu merugikan secara lahir, tapi bisa juga merugikan secara bathin. Kerennya suka bikin sakit hati.
Sayangnya, tidak semua orang pinter kodek sadar bahwa dirinya adalah orang yang seperti itu. Dia woles saja dengan watadosnya seolah tidak terjadi apa-apa, seolah semua baik-baik saja. Padahal jauh di sebrang sana mungkin saja ada orang lain yang sedang terlukai hati atau fisik karenanya. Ya iya lah ya.. Mana ada maling mengaku maling. Kalau maling jujur semua nanti penjara penuh *oops :P Dan mungkin saja aku atau kalian yang baca juga adalah orang yang pinter kodek, baik sedikit atau banyak kadarnya -memangnya emas ada kadarnya. zzzz-
Aku jadi ingat beberapa waktu yang lalu saat sedang penelitian skripsi.. Aku sedang menunggu narasumberku. Kemudian ada seorang bapak yang menghampiriku. Beliau mengajakku mengobrol, katanya kasihan melihatku menunggu sendirian, makanya beliau ingin menemaniku. Ketika cerita dari Utara sampai Selatan, di tengah-tengah beliau bertanya seperti ini padaku, "Mbak Syifa pernah ngalamin hal gak enak gak selama temenan sama teman-teman di kuliahan?" Kubilang "Nggak tuh, Pak. Selama ini saya baik-baik saja dengan teman-teman." Lalu beliau berkata lagi, "Ooh berarti belum ngerasain ya.. Hati-hati aja, Mbak, nanti juga Mbak bakal ngerasain gimana rasanya dikhianati sama teman. Di depan bilang A, padahal hatinya Z. Sudah dibantu banyak, tapi malah Mbak Syifa dilupain." Dan dengan santai kubilang, "Iya, Pak."
Ternyata apa yang dikatakan bapak tersebut benar adanya... Siapapun pasti bakal mengalaminya. Aku, kamu, kita, akan berkesempatan dekat dengan orang pinter kodek.
Waspadalah! Kalau bertemu dengan orang pinter kodek, jauhilah! Kita boleh kok pilih-pilih teman. Masa iya kita mau berteman dengan penjagal manusia, kan seram. Bisa-bisa kita yang dimutilasi. Masa iya kita tetap berbisnis dengan orang yang sudah mencurangi kita. Kan itu bodoh namanya. Pokoknya, say no to pinter kodek! *loh
*Berbagi kesulitan itu mudah, menerima bantuan itu mudah. Yang susah adalah berbagi kebahagiaan dan memberi bantuan setelah kita berkeluh kesah pada orang lain setelah kita menerima jasa orang lain.
*Bantuan kecil yang berarti besar seharusnya dapat mengikat kita untuk berusaha membalas jasa. Namun pada kenyataannya, bantuan kecil tak lebih diingat daripada kesalahan kecil. Memang, 'forgive is not forget', tapi perlu diingat, 'helper must be reminder'.
*Orang baik bertebaran dimana-mana, orang sok baik juga ada, bahkan orang jahat sekalipun bisa berpura-pura baik. Namun baik saja tidak cukup. Dunia ini butuh empati!
*Jika definisi sahabat adalah dia yang berbagi suka maupun duka denganmu, tak peduli apapun keadaannya, maka siapakah sahabatmu? Adakah sahabatmu? Karena ternyata tidak semua teman adalah sahabat.
*Semuanya adalah quotes ala my self yang kutulis di Path Syifa Azmy Khoirunnisa, bukan quotes colongan loh yaa :P

by. si Famysa, semoga jauh dari 'pinter kodek'

Kamis, 29 Mei 2014

Menanti Eksekusi 'Scriptsweet'

Banyak cerita yang tertunda untuk kutuliskan karena kesibukanku pada skripsi. Mungkin tidak terlalu sibuk sampai-sampai seharian mengarjakan skripsi, hanya saja aku butuh memfokuskan diri untuk mengerjakan satu hal. Aku bukan tipe orang yang bisa mengerjakan berbagai hal sekaligus dalam satu waktu, jika ingin mencapai efektivitas, apalagi kalau dikejar deadline. Kecuali jika pekerjaannya santai dan menyenangkan, dalam artian pekerjaan itu aku suka, baru aku bisa mengerjakannya. Dalam hal skripsi ini, bukan berarti tidak suka atau tidak menyenangkan. Hanya saja ada beberapa faktor yang menimbulkan hal-hal tidak menyenangkan. Ya, yaa buat yang sudah melalui tahap skripsi ini pasti tahu laah apa yang kumaksud faktor itu. 
Aku tidak terlalu rajin dalam mengerjakan skripsi. Tapi aku juga tidak malas-malasan. Aku justru memiliki target kapan harus menyelesaikan skripsi. Meski pada akhirnya tetap ngaret karena lamanya penantian eksekusi. Ya sudah lah woles saja sekarang mah.. Hidup bukan hanya untuk skripsi, bukan? Hehehe... Aku juga bisa melakukan banyak hal lain yang bermanfaat karena sekarang woles pada skripsi. Aku tidak terlalu gencar mengejar-ngejar dosen. Kupikir untuk apa? Toh kalau memang dosen sudah bisa ditemui atau mengoreksi, pasti dosen akan segera mengoreksi kok. Freak banget kalau aku ngebet cepat di-ACC dan lulus. Mau apa sih? Nanti aku bisnis tidak akan menggunakan ijazah S1-ku kok :P
Well, well, jangan diteruskan baca ini deh mendingan. Takut bikin mumet kepala. Hahaha...
Eh, tadinya aku sudah melupakan draf ini loh. Baru satu paragraf di atas (awal), tadinya mau kuhapus saja drafnya. Namun adaaa saja hal-hal yang mengingatkanku lagi pada kegalauan skripsi. Salah satunya beberapa waktu yang lalu ada temanku yang curhat dia dimarahi dosen hanya karena sms minta waktu bimbingan. Halaah aku sih sudah biasa dimarahi kalau sms beliau. Awalnya memang agak mengerikan, takut dosennya sentimen atau apa lah. Tapi ternyata 'kalem aja, lanjut terus tuh :D'. Malah sekarang skripsiku sudah di-ACC oleh beliau yang aku takutkan akan sentimen padaku gara-gara smsku. Tinggal tunggu satu dosen lagi nih. Mohon doanya yaa, teman-teman :))
ini isi sms balasan dari beliau karena aku agak 'protes'. lucu ya, masa iya hari gini disamain sama jamannya dulu. hehehe *peaceee!
by. si Famysa, maunya rajin ngeblog lagii :D

Sabtu, 05 April 2014

Ingatkah Kawan?

Ingatkah kawan... Dimana pertama kali kita bertemu? Gedung B FISIP ruang 202 kan ya...
Ada Arista, Syifa, Siska, Icha, Ayuni, Vinna, Anita, Arina, Komang, Diaz, Odi, Anjar, Ady.
Lalu di Tony Blank, Pak Kordes memimpin kita berkenalan lagi.
Aku Diaz, Sastra Jepang,
Aku Anita, Adminitrasi Bisnis,
Aku Arista, Sastra Inggris,
Aku Siska, Administrasi Publik,
Aku Icha, Administrasi Publik,
Aku Syifa, Administrasi Publik
Aku Ayuni, Sastra Jepang,
Dan seterusnya...
photo edited by Ayuni
Rapat kedua... Rapat Ketiga... Survey... Macet-macetan... Menyusun LRK... Survey lagi...
Ingatkah kawan... Tanggal berapa kita pelepasan? Tanggal 15 Juli bukan?
Sore harinya, kaki-kaki ini sudah menginjak tanah Pagersari.
Apa perasaanmu kala itu? 
Setiap hariiiii selalu membuka kalender. Menghitung hari... 15, 14, 13, 11, 10, 9, sampai akhirnya tiba saat kita mudik lebaran.
Kita menghadapi anak-anak, menghadapi masyarakat, tarawih bersama, sahur bersama, buka puasa bersama, tidur bersama, kita menjadi guru dadakan, luaaaarrr biasa kesabaran diuji. Terlebih saat belajar merajut dan berhadapan dengan anak SD.
Ingatkah kawan... Sindiran dari kita dari luar adalah Pagersari memang mager!! Selaluuuu telat, selaluuu kesiangan. Tapi memang inilah kita apa adanya. Dengan segala kekurangan dan kelebihan kita. 
Kita bersama bersuka cita, bersama berlelah-lelah, bersama berduka cita. Ada marah, ada sedih, ada letih, ada bahagia, juga ada cinta...
Ingatkah kawan... Kapan kita kembali lagi ke sini setelah lebaran? Tanggal 15 Agustus bukan?
Entah kenapa waktu itu sudah tak ada lagi agenda menghitung kalender, tak ada lagi keluhan tentang makanan. 
Apa sebenarnya yang kita rasakan? Apa itu rasa sebuah keluarga? Apa itu rasa cinta?
Ingatkah kawan... Siapa nama-nama kita. dari mana asal kita, apa yang kita suka dan tidak kita suka.
Ingatkah kawan... Seberapa kuat hati kita menyimpan kenangan ini? Tanya hatimu, tanya hatimu, tanya hatimu...
photo edited by Ayuni
Dimana kita akan meletakkan kita di hati kita? Dimana kita akan bertemu lagi setelah akhir dari KKN ini?
Kita akan sangat merindukan kita...
Saat kesal, saat bernyanyi, saat tertawa terbahak, saat berpijat-pijatan ria, saat menyaksikan ada cinta...
Ingatkah kawan... Meski raga ini berpisah, hati ini akan selalu satu. Biarkan ribuan foto yang memenuhi laptop dan hpmu tetap di sana. Tataplah kita saat kita merindukan kita. Katakanlah kangen di grup whatsapp kita.
Ingatkah kawan... Sedang apa kita pada detik ini? Lalu bagaimana dengan besok? Tentunya kita akan teringat selalu pada tempat ini dan 30 hari ini.
Berjanjilah kawan... Temui kita, temui kenangan kita.
Ingatkah kawan... Apa kabar LPK kita? Apa kabar BBB?
Aku sayang kalian :* :* :*

*musikalisasi puisi malam perpisahan dari Syifa & Diaz

by. si Famysa, with love :*

Jumat, 04 April 2014

Valentine Kelabu yang Telah Berlalu

Oke, fix maximal! Bulan Maret tidak ada postingan satu pun di blog ini. Skripsiku memang sudah selesai kutulis. Tapi saat ini aku masih menunggu eksekusi dosen pembimbingku yang amat sibuk. Mohon doanya yaa teman-temaan :)

Masih ingat bencana yang melanda Indonesia pada tanggal 14 Februari 2014 lalu?
Letusan Gunung Kelud yang abunya menyebar hampir ke seluruh Pulau Jawa.
Saat itu, subuh-subuh aku dibangunkan oleh Mbak Dian. Agak mengagetkan. Aku yang masih tertidur pulas langsung membuka mata dan sikap sempurna. "Syif, Kelud meletus. Kata temanku hujan abu. Coba lihat ke depan rumah yuk!"
Setelah melihat keadaan di luar rumah, memang, semuanya kelabu. Berjalan-jalan ke depan rumah harus payungan. Kalau tidak, kerudung dan bajuku akan penuh abu.
Kami mencoba bersembunyi di dalam rumah. Hujan abu masih berjatuhan deras disertai angin yang lumayan kencang. Pemandangan yang kami lihat dari dalam jendela rumah terlihat putih seperti tertutup kabut, padahal tertutup abu yang masih berjatuhan. Jujur, kami agak ketakutan. Takut hujan abu semakin deras. Takut dalam rumah tidak akan aman dari abu. Padahal hanya di dalam rumah lah kami berlindung.
Hari sudah menjelang siang. Hujan abu sepertinya sudah berhenti. Akhirnya kami bersih-bersih rumah, memasak, lalu sarapan. Sekitar jam 11 siang, karena kelelahan bersih-bersih rumah, aku tertidur di kasur angin di ruang TV. Pulas. Hingga kemudian Mbak Dian membangunkanku lagi dengan nada panik. "Syif, hujan abu lagi, Syiif..." Ya sudah lah, rumah yang sudah dibersihkan terkotori lagi. Di luar rumah terlihat pekat. Abu yang menumpuk di tanah, atap, dedaunan semakin tebal. Kami pasrah.

Sore harinya, orang-orang sudah mulai terlihat ramai beraktivitas lagi. Tetangga-tetangga juga sudah mulai membersihkan bagian depan rumahnya. Kami pun tak mau kalah. Halaman lapang di samping rumah Mbak Dian menjadi sasaran utama kami. Abunya tebal sekali. Sampai-sampai terkumpul sekitar kurang lebih 50 bak! Kupikir andai itu semen, bisa kaya mendadak lah kami, menjual semen 50 sak. 
Hingga beberapa hari kemudian, hujan abu masih terus turun meskipun intensitasnya mulai berkurang. Jogja masih kelabu. Penelitian skripsiku waktu itu juga sempat terhenti 1 minggu karena bencana Kelud tersebut. Antara tidak kuat menempuh jalanan Turi-Magelang yang penuh abu dan pastinya badan yang sedang kuteliti juga sedang sibuk menangani bencana ini. Banyak agenda yang terpaksa dibatalkan. Beruntungnya kami sudah membeli stok makanan cukup banyak sehingga kami tidak terlalu kesusahan dalam mencari makan.

Kami sempat bertanya-tanya, kenapa bencana itu datang bertepatan dengan hari Valentine?
Dan berturut-turut setelah bencana Kelud, bencana-bencana lain datang silih berganti. Gunung-gunung lain juga sepertinya sedang ingin bangun berbarengan. Lalu beberapa waktu yang lalu, Gunung Merapi, gunung yang dekat dengan tempat tinggalku sekarang (di Turi, rumah Mbak Dian) dan gunung yang menjadi lokus penelitian skripsiku mulai menampakkan keaktivannya lagi. Merapi sempat erupsi, bahkan setiap hari sepertinya ada abu yang dikirim dari Merapi. 
Sekarang cuaca Jogja sedang sangat amat panas. Aku jadi ingat kata Mbak Dian dan kata Mbak Erna (penduduk KRB III Merapi), kalau Merapi aktif, cuaca di sekitarnya akan panas sekali. Ah, semoga panas ini hanya pertanda akan turun hujan. Bukan pertanda Merapi bangun lagi. Mohon doanya teman :))

by. si Famysa, agak sakit :')

Kamis, 06 Februari 2014

Calon Finalis Ubek Negeri-Copa de Flores

email dari Adira Faces of Indonesia
Sejak tadi malam sampai saat ini, jantungku tak berhenti berdetak lebih kencang dari biasanya. Bahasa kerennya deg-deg-seerr lah gitu. Dari hari Selasa sore kemarin memang ada nomor telepon kode area Jakarta (021) menghubungiku. Tapi tidak sempat kujawab karena aku sibuk motoran ke sana-ke mari, maklum lagi skripsian. Tadi malam, nomor itu menghubungiku lagi, dan akhirnya bisa kujawab. Di awal sempat terjadi kesalahan teknis, suaranya tidak jelas terdengar. Sambungan pun putus. Namun nomor itu menelpon lagi. Kali ini benar-benar tersambung. Suaranya perempuan, sepertinya masih muda. 
(M: si Mbak, S: si Syifa)
M: halo, benar ini dengan Syifa?
S: (sambil waspada) iya benar. Ada perlu apa ya, Mbak? 
M: Saya dari Adira...
S: Adira siapa ya, Mbak (masih waspada)? ~maklum si aku kadang dapat telepon dari pembeli, atau yang sekedar ingin tanya ini-itu~
M: Adira Faces of Indonesia. Sudah buka email belum?
S: oooh Adira FOI... Email apa ya, Mbak? Aku memang belum buka email.
M: Jadi, artikel Syifa lolos sebagai calon finalis. Tapi Syifa harus melengkapi dokumen yang kami butuhkan. Syifa diberi kesempatan dalam waktu satu jam untuk melengkapi dokumen tersebut, karena memang hari ini batas pengumpulan dokumennya... Gimana, bisa? Kalau tidak bisa Syifa dianggap mengundurkan diri.
S: Iya siap, bisa, Mbak. Dalam satu jam ini segera saya kirim email.
Tut tut tuut. Pembicaraan selesai. Aku langsung riweuh buka laptop, sambungkan modem, buka email. Setelah membaca email tersebut, aku agak hopeless. Surat ijin orang tua! Bagaimana caranya aku mendapatkan surat ijin orang tua dalam waktu satu jam sedangkan orang tuaku gaptek dan nun jauh di sana. Huaah! Dalam waktu singkat logikaku dipacu untuk mengerjakan tiga dokumen sekaligus. Formulir kesepakatan, foto kopi KTP, surat ijin orang tua, dan surat pernyataan bebas narkoba. 
Malam-malam, tidak ada scanner, kamera hp tidak memadai, aku tetap memaksakan memfoto KTPku. Hasilnya buram, diperbesar bakalan tidak terbaca. Hoho... Lalu untuk surat ijin orang tua, aku segera nodong mamahku untuk membuat pernyataan ijin via sms, lalu kuprint-screen sms itu untuk dilampirkan. Sedangkan untuk KTP yang buram, aku juga menyertakan scan foto KTMku. Mudah-mudahan saja lampiran-lampiran yang sebenarnya tidak diminta itu dapat membantu...
Alhamdulillah, alhamdulillaah, Yaa Robb. Aku benar-benar deg-degan. Tidak menyangka. Aku senang, campur was-was, campur gemetaran, campur aduk deh. Semoga aku berjodoh dengan kompetisi ini, Yaa Robb.. Semoga aku berjodoh dengan Flores bersama 11 finalis terpilih lainnya. Aamiin...
Mohon doanya yaa teman-teman semuaa... Doa kalian akan sangat berarti bagiku... :))

Oh ya, ini dua artikel yang kuikutkan di kompetisi #ubeknegeri #copadeflores Adira FOI. Monggo dibaca juga, dan semoga sukaa ^_^

Dan, hmm... Mau sekalian berbagi juga... Masih ingat beberapa waktu yang lalu aku mengikuti lomba foto blog Ki Tambleg? Postingannya ada di bulan Desember 2013 :)
Nah di lomba itu, aku otomatis tidak akan bisa menang. Gara-gara kudet alias kurang update. Jadi ceritanya di rules lomba itu tidak disebutkan foto harus tanpa editing sama sekali, harus original. Karena tidak disebutkan aturan seperti itu, jadinya fotoku diedit deh. Sekedar edit pencahayaan saja, seperti lomba foto pada umunya, kan biasanya boleh kalau cuma edit pencahayaan tanpa merubah isi foto. Beberapa jam sebelum penutupan lomba, aku iseng-iseng kepoin twitternya media partner penyelenggara lomba. Dan ternyataa... Di sana banyak yang tanya-tanya, foto boleh diedit tidak. Jawabannya adalah tidak. Foto harus original, apa adanya. Gubraks deeh --" Hatiku tak karuan. Antara kecewa pada penyelenggara, tapi yaa salahku juga kenapa tidak rajin-rajin kepoin media partnernya. 
Tapiii.... Di balik kekecewaanku, aku juga senang karena salah satu fotoku mejeng di pengumuman penutupan lomba & daftar peserta. Alhamdulillah fotoku terpakai :D 
http://www.tintahijau.com/ragam/38-nusantara/5595-memotret-wajah-pohon-ki-tambleg
foto Ki Tambleg dari postinganku yang ini -->> Ki Tambleg di Perum Sang Hyang Seri
Well, dari dua kejadian di cerita postingan ini, aku sekedar ingin berbagi nasihat saat sedang mengikuti lomba. Cuma satu kok nasihatnya. Yaituuu "rajin-rajin lah kepoin media sosial/media partner penyelenggara lomba. Jangan kudet kayak aku, atau kamu bakal ketinggalan info terpenting. Rajin-rajin juga buka email & medsosmu, siapa tahu dapat pengumuman menggembirakan bahwa kamu lolos kualifikasi atau bahkan menang lomba. Jangan sampai riweuh seperti aku gara-gara kudet deh intinya. Hihihi"

Selamat berlomba, selamat mengerjakan skripsi... (berlaku untuk semua teman-teman yang ingin di'selamat'i :D) Tak lupa mohon doanya yaa cems untukku... *big hope :')

by. si Famysa, wish me luck!

Sabtu, 01 Februari 2014

Lorong Itu & Kain Tenun Lombok

Hola, February! How are you? Do you still with your color, pink? :)
And how are you too, friends? Do you still with your hobby, reading and blogging? :)
in this post i will show you my new creation with kain tenun Lombok. Are you ready open your eyes in this morning to read this guys? Hihihi *tumben ini teh si aku lagi kerajinan, pagi-pagi begini sudah buka PinkQ buat ngeblog.
Tebak-tebakan yuuuk! Dimana lokasi foto-fotoku ini hayoo? Yang bisa nebak dan tebakannya benar, aku kasih kue keranjang rasa coklat deh. Tapi syarat dan ketentuan berlaku, ambil sendiri sini kue keranjangnya :P *pagi-pagi nyebelin gini ya. Hahaa 
Jadi ceritanya hari Selasa kemarin (28 Januari 2014), aku ke Magelang untuk mengurus surat ijin penelitian skripsweet diantar oleh Ibank. Kami berangkat dari Jogja, karena memang dari hari Minggu kemarin aku sudah berada di Jogja. Padahal niat awalnya sih aku akan ke Magelang sendiri pas hari Senin. Tapi batal gara-gara akunya asyik main sama Dea yang sedang liburan di Jogja dengan rombongan kantornya. Kan waktu yang langka banget bisa main lagi sama Dea setelah terpisah pasca lulus SMA, dan memang baru bisa bertemu lagi kemarin! Aku jadi kesiangan ke Magelangnya deh. Hehehe
Ya sudaah jadi lah aku ke Magelang diantar oleh Ibank, kebetulan hari Selasa adalah jadwal libur kerjanya. Padahal sih niat awalnya hari Selasa mau dijadikan quality time main sama Ibank saja. Main seharian sambil foto-foto. Eeh batal lagi gara-gara hari Selasa harus menggantikan hari Senin. Daripada batal juga foto-fotonya, akhirnya aku mendapat ide untuk sekalian foto-fotonya di Magelang saja. 
Di perjalanan menuju Kantor Kesbang Kabupaten Magelang, aku tengok kanan-kiri untuk mencari tempat yang pas buat foto-foto. Ada siih, nemu. Tapi lagi-lagi batal. Hihihi... Karena surat perijinan sudah beres sebelum masuk waktu lohor, akhirnya aku memutuskan untuk langsung pulang ke Jogja saja, foto-fotonya di Jogja saja. Lalu Ibank mengajakku ke tempat ini. Dimana hayoo inii? :D
Sudah sejak lama aku ingin ke tempat ini. Namanya sudah lama nangkring di sticky notenya PinkQ. Bahkan aku hampir melupakannya. Ibank tiba-tiba mengajakku ke sini. Ah dasar jodoh ya. Walaupun sempat terlupakan juga tetap saja akan dipertemukan *edisi curhat pagi-pagi :P Dan setelah aku menginjakkan kaki di tempat ini, aku tersenyum ketika melihat must visit listku di sticky note. Ada daftar yang akan kuhapus. Dia adalah Taman Sari Jogja :)
Kami sampai di Taman Sari sekitar pukul setengah tiga sore. HTMnya Rp 4.000/orang. Pertama memasuki benteng, aku disambut oleh kolam yang dulunya adalah tempat pemandian keluarga kerajaan. Persis seperti yang kulihat di foto-foto koleksinya Mbah Google. Sayangnya karena kami datang kesorean, kami jadi tidak sempat kembali lagi ke kolam itu untuk berfoto di sana. Awalnya mau berkeliling dulu sambil mencari titik yang bagus untuk foto. Tapi apa daya, waktu yang kami punya tidak cukup lama.
Dulu kukira di Taman Sari hanya ada kolam dan lorong, seperti yang sering kulihat gambarnya. Ternyataa... Taman Sari adalah desa wisata. Komplek Taman Sari luas sekali. Tidak cukup untuk mengelilinginya dalam waktu dua jam saja. Aku banyak melihat rumah-rumah di komplek Taman Sari sebagai rumah seni. Ada yang sedang membatik, ada pajangan batik, lukisan, kaos-kaos Jogja handmade, dll. Betah deh mata memandangnya. Andai saja kemarin waktuku lebih lama. Hmm...
Saking singkatnya waktu yang kami punya, kami bahkan tidak bisa menemukan lorong yang sering kulihat di Mbah Google ituu.. Iya lorong yang itu looh... Duuh susah menjelaskannya. Pokoknya yang itu saja lah. Hahaa... Semoga lain waktu aku bisa ke sana lagi untuk mengeksplor Taman Sari lebih banyak. Dan tentunya untuk menemukan lorong itu :P Kan kurang asyik nih cuma bisa foto-foto di beberapa titik doang ~.~

Rok yang kupakai berbahan kain tenun Lombok. Karena tenun jadi agak mahal dari harga batik Famysa biasanya ya :D
Harganye Rp 200rebu (free ongkir daah buat sobat yang di Indonesia :))
Modelnya sengaja kubuat sederhana agar ongkos jahit tidak terlalu mahal. Kainnya kan sudah mahal. Bisa-bisa tambah mahal kalau modelnya yang agak rame. Hehehe
Mauu? Sms/line kemari aja yaa --> 08997185407, atau mention twitterku --> @famysa_ ;)
Dan gak ketinggalan, di Famysa, sobat bisa #SambilOrder #SambilBeramal. Agar belanja tidak hanya mengeluarkan uang untuk belanja, tetapi juga mengeluarkan uang untuk beramal ^^

See you guys... Tunggu foto-foto Famysa selanjutnya yaa :)

fotografer: Ibank
lokasi: Taman Sari, Yogyakarta
Need review for your product in this blog? Call me as soon as possible... ;)

by. si Famysa ;)

Senin, 27 Januari 2014

Aziz 'Kacrut Timeless' Wedding

yaay, congratulation for being a legal couple, Aziz & Elis.. congratulation for the wedding :D
Alhamdulillaah... Akhirnyaa satu lagi kacrut Timeless beberapa waktu yang lalu menutup masa lajangnya. Tepatnya pada tanggal 10 Januari 2014 lalu telah menjadi hari bersejarah Aziz 'kacrut' dan Elis. Akad nikah berlangsung di rumah orang tua Elis di Desa Padamulya Kecamatan Cipunagara Subang. Aku, KokomWellyEka, dan Dini bersama rombongan pengantin pria berangkat jam 07.00 WIB dari kediaman pengantin pria, di kota kecamatan Cipunagara *tsaah kota :P Iyaa, jadi Elis dan Aziz sebenarnya berada dalam satu kecamatan, tapi desanya dari ujung ke ujung, jadi berasa jauh deh. Hehe..
Sesampainya di singgasana Elis, kami selaku rombongan pengantin pria langsung riweuh oleh pembagian barang bawaan. Aku dan Kokom kebagian memegangi kado yang entah apa isinya. Lalu kami menuju tempat duduk tamu sambil bersalaman dengan keluarga pengantin wanita yang telah berjejer menyambut kedatangan rombongan pengantin pria. Kami pun duduk. Hidangan demi hidangan berseliweran di hadapan kami. Ada rangginang, kacang, pisang, serta kue-kue lain yang tidak sempat aku lirik isinya. Ketika toples berisi kacang sampai ke hadapan Kokom, kami langsung mendapat ide, "lumayan tuh buat di mobil. Hahaha :P"
Sambutan demi sambutan dari pihak pengantin wanita silih berganti. Doa demi doa pun terucap. Guyonan demi guyonan terlontar ringan dari pemberi sambutan. Ada satu guyonan yang nempel di ingatanku, "ATM" LOL :D *do you know whats the meaning of ATM? Ssstt yang tahu diam saja ya! Agak vulgar soalnya *oops *eh o_O Hingga akhirnya bapak penghulu datang sekitar pukul 09.00 WIB, sebelum kami menuju mushola tempat akan dilangsungkannya akad nikah, kami berdoa terlebih dahulu, dipimpin oleh pak ustad. Jeng.. Jeng.. Jeeeng... Saat-saat mendebarkan sesaat lagi akan segera dimulai. Ketika langkah-langkah kami tertuju pada mushola...  
Barisan di belakang pengantin sudah mulai terisi. Ketika kami masuk, kami dipersilakan untuk duduk tepat di belakang pengantin oleh para tamu lain. Kata salah seorang bapak begini, "sok mangga, Neng calik dipengkereun Aziz. Supaya ngarencangan Aziz, pan rerencanganna nya.. -silakan, Neng duduk di belakang Aziz. Supaya nemenin Aziz, kan teman-temannya ya..-" Waak, itu memang tujuanku. Aku duduk tepat di belakang Aziz. Entah kenapa aku selalu ingin berada di dekat sahabat-sahabatku ketika mereka menjalani hari-hari spesialnya. Dan entah itu senang atau apaa gitu yaa... Merinding juga duduk di belakang Aziz. Hahaha horor kan :P Aku jadi ikut deg-degan. Sama seperti dulu aku deg-degan membawakan kotak maskawinnya Aab untuk Fitri, 10 November 2010 lalu.
receh 'saweran' Kokom dirampok orang - melas temen, Nok :P
Bapak penghulu sibuk memeriksa berkas-berkas nikah Aziz dan Elis. Ketika Aziz menandatangani berkas ini-itu, beberapa kali selendang pengantin turun dari kepala Aziz. Otomatis aku lah yang harus merapikannya karena aku yang berada tepat di belakang Aziz. Aku sempat kaget waktu Aab berkata hati-hati ketika aku merapikan selendang Aziz, "hati-hati, jangan pegang-pegang selendang pengantin... -jeda- nanti takut ketularan nikah loh." Loh, hahaa... Kukira hati-hati kenapa. Kalau ketularan nikah mah ya gak apa-apa deh, ikhlas kok, dengan senang hati. Hihihi... Aamiiin... 
dua pasangan kacrut; Aab & Fitri (10-10-10), Aziz & Elis (10-1-14). sama-sama tanggal 10 :)
Setelah lengkap semua, berkas sudah terpenuhi, ijab qobul baru akan dilaksanakan. Ada kejadian lucu kemarin. Si Aziz malu-maluin. Belum juga ijab selesai diucapkan, Aziz sudah terburu-buru mengucap qobul. Sontak semua orang tertawa kecil. Lalu bapak penghulu berkata, "kalem, Jang, sabaar... tong buru-buru teuing.. -santai, Nak, sabaar.. jangan buru-buru amat." And as we know, Aziz memang suka terburu-buru kalau bicara. Sampai kadang kita berujar, "ngomong apa sih, Ziz? :P" Takut ketinggalan kereta kali ya, Ziz :D Tapi setelah kejadian lucu itu, Aziz lancar mengucap qobul tanpa ada pengulangan. Kata "saaah" pun menggema di mushola itu. Alhamdulillah... Great! Tepuk tangan yuk buat Aziz *prok-prok-prok... :)) 
sebenernya Aziz & Elis ini nahan tawa. emang enak dikerjain. wakakak :P
Ijab qobul, pengucapan kewajiban suami, penandatanganan surat nikah, dan sungkeman beres! Lalu hal yang tidak akan terlewatkan tentu adalah foto-foto. Pertama pengantin berfoto berdua dulu sambil menunjukkan surat nikah. Lalu berfoto bersama keluarga besar. Setelah itu baru lah tiba giliran kami. Yeay! Momen ini lah yang paling kutunggu-tunggu :D 
Selesai foto-foto di mushola, pengantin dipersilakan menuju tempat saweran. Aku dan Kokom siap sedia menanti receh demi receh yang bertaburan. Sedangkan Aab dan Welly sibuk jeprat-jepret sambil menonton kepolosanku dan Kokom. Hhuu... Dengan penuh peluh dan keringat, aku dan Kokom berhasil mengumpulkan receh sekitar 2000an dan segepok aneka permen. Meski sempat ada tragedi receh gopean Kokom jatuh dan direbut oleh ibu-ibu, but thats a funny thing, hal lucu yang akan selalu terkenang :) Ikhlaskan sajaa gopenya. Hihihii...
ki-ka: Aab 'Kacrut', Fitri, aku 'Kacrut', Aziz 'Kacrut', Elis, Kokom 'Kacrut', Dini, Welly 'Kacrut', Eka
Saweran berakhir, pengantin kembali ke rumah untuk berganti kostum, sedangkan kami menyantap hidangan makan besar. Tapi tak lama Aziz sudah keluar dengan kostum baru berwarna ungu. Aziz menemani kami makan sambil bercerita-cerita budget nikahan dan kejadian semalam sebelum hari pernikahan. Takdir memang berkata bahwa kalian berjodoh, Ziz, Lis.. Aziz diselamatkan dari kecelakaan malam hari sebelum hari spesial kalian. Alhamdulillah...
kado terkacrut dari 5 kacrut Timeless - kata Ayu dan Isna sih "pede banget ngasih kado nikahan foto kalian berenam --"
Kamu tahu, Ziz.. betapa aku, Kokom, Welly, dan Aab berusaha sekuat tenaga bisa menghadiri acara pernikahanmu.. Tapi malah ada satu kacrut yang gak datang. Piye perasaanmu, Ziz? Perasaan kami berempat saja hancur. Haha.. Lebay! Mari timpuk rame-rame Ibank 'kacrut'. Hhuuu!!! 
Kamu tahu, Ziz.. Aku dan Kokom nyaris saja terlambat datang karena bangun kesiangan karena lelah perjalanan. Untungnya kami berhasil ngebut. Untungnya aku berhasil menemukan baju, kerudung, dan sandal mamah yang bisa kupakai. Haha *oops. 
Kamu tahu, Ziz.. Kado terkacrut untukmu dibungkus di mobil selama perjalanan :D Itu kado dicetak di Semarang loh, Ziz. Wkwkwk... Terima kasiiih kamu mau menempatkan kado dari kami di kamar pengantinmu. Kan terharu, Ziz :P
Dan kalian tahu, Kacrut... Apa jadinya kalau kita semua sudah menikah? Semoga tetap kompak selalu yaa sampai kapanpun ^_^

Semoga Aziz dan Elis menjadi keluarga samara... Cepat dikaruniai jagoan kembar seperti yang Aziz harapkan... Dilimpahi rizki yang tiada tara oleh Alloh, rizki sehat, rizki ilmu, rizki harta... Aamiiin..
Doakan juga supaya aku cepat menyusulmu ya, Ziz. Hihihi

by. si Famysa, nikah? aaak :D :O

Jumat, 24 Januari 2014

#SambilOrder #SambilBeramal

Dear sobat yang baik hatinya, dear sobat pelanggan setia Famysa, kalian tentu sudah gak asing lagi kalau aku update sambil promosi di status facebook maupun twitter, bahkan di beberapa postingan blog ini juga. Biasanya promosi koleksi terbaru, woro-woro cara pembelian dan transaksi, woro-woro reseller, woro-woro akun whatsappku sedang nonaktif *eh, dsb. Hihihi.. 
Nah kali ini aku mengajak sobat semua untuk tidak sekedar berbelanja di Famysa, tetapi juga sambil beramal. Agar belanja tidak sekedar mengeluarkan uang untuk belanja, tetapi juga mengeluarkan uang untuk beramal.
Project ini sebenarnya sudah sejak lama ada di angan-anganku. Dulu kupikir sepertinya hal ini akan menjadi riya. Mengapa tidak aku saja yang menyisihkan berapa persen dari keuntungan berjualan untuk beramal. Tapi sekarang aku mengerti, bukannya segala sesuatu itu tergantung niatnya. Niat baik, insya Alloh akan menghasilkan hal baik pula. Meskipun tidak semua niat baik kita bisa diterima orang lain, atau bahkan tidak sesuai dengan hasil yang ingin kita dapatkan. Naah makanya, kali ini lah saatnya untuk belajar meluruskan niat, agar niat kita selalu baik :)
Seperti sudah sama-sama kita ketahui, akhir-akhir ini bencana demi bencana silih berganti datang di negeri kita tercinta ini. Bahkan bencana yang satu belum usai, sudah disusul oleh datangnya bencana lain. Ini juga lah yang membuatku semakin mantap segera merealisasikan project ini, project yang sudah lama tersimpan dalam angan.
Ke depannya, pun jika urusan mengenai bencana sudah usai, project ini akan terus berjalan. Toh amal kita juga tidak akan terhenti setelah bencana-bencana ini usai, bukan? ;) Masih banyak ruang untuk kita menyalurkan amal kita. Untuk pendidikan dan kesehatan keluarga yang kurang mampu, untuk membangun tempat ibadah, untuk membangun taman belajar, taman baca, dah, ah tentu saja masih banyak yang lainnya. Insya Alloh aku akan menyalurkan amal sobat semua pada lembaga-lembaga terpercaya yang menangani penyaluran sedekah, atau pada organisasi-organisasi mahasiswa/masyarakat yang memang mumpuni.  

Sobat yang mau berpartisipasi dalam project ini, caranya gampang saja. Simak yaa! ;) 
  1. Tiap kali sobat belanja di Famysa, sobat bisa melebihkan pembayaran. Tentunya lebihnya itu akan menjadi amal sobat.  
  2. Sobat yang tidak berbelanja, tetap bisa ikut beramal melalui Famysa. Sobat bisa beramal dalam bentuk uang (transfer ke rekeningku) dan dalam bentuk pakaian bekas layak pakai (kirim via jasa kiriman barang ke alamatku). -rekening dan alamat dikasih tahu personal saja yaa :)- 
  3. Nominal dan jumlahnya terserah sobat, aku tidak membatasi. Tentunya lebih besar dan lebih banyak akan lebih baik pahala dan manfaatnya kan. Insya Alloh ;)
  4. Wajib diawali dengan niat baik dan keikhlasan yaa :D Walaupun terkadang niat baik dan keikhlasan itu terganggu, tetapi di sini kita akan sama-sama belajar memperbarui niat kita, yang penting selalu mau berusaha dan belajar.
  5. Yuk lakukan sekarang juga! :))
Dengan segala kerendahan hati, mohon doa dan partisipasinya yaa sobat.. Sobat blogger maupun sobat shopaholic dan batik lovers semuaa :) Karena tentunya project ini tidak akan berjalan lancar tanpa doa dan partisipasi sobat semua...
Terima kasih sobat... Salam #SambilOrder #SambilBeramal ^_^

lets join this project, sob! ;) together we can do it, together we can do big things for Indonesia!

Ada pertanyaan mengenai project #SambilOrder #SambilBeramal ini? 
Langsung saja komentar di postingan ini, atau via facebook Famysa, twitter @famysa_, sms/line 08997185407

by. si Famysa, senang berpartner dengan sobat semua :*

Rabu, 22 Januari 2014

Wisata Mangrove dan Teluk di Pantai Cirewang

This is it... Subang proudly present: Cirewang Beach :)
wisata mangrove di river trip menuju Pantai Cirewang
Di tengah duka cita pemberitaan media tentang kampung halamanku yang tergerus banjir, ijinkan aku yang berada nun jauh di Semarang sini mempersembahkan salah satu keindahan alam yang dimiliki Subang. Salah satu keindahan alam yang mungkin saat ini tertutup keindahannya oleh luapan air. Pray for Subang, pray for Indonesia... Semoga banjir cepat berlalu.. Semoga segala bencana cepat berlalu.. Aamiin...
Teluk Cidaon
Pantai Cirewang; namanya pertama kali aku baca di salah satu akun twitter yang berisi pemberitaan mengenai Subang. Katanya doi adalah pantai baru. Yaa memang aku juga baru mendengar namanya akhir-akhir ini. Karena setahuku di Subang cuma ada dua pantai, Pantai Pondok Bali dan Pantai Patimban. Dan beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Kamis, 26 Desember tahun lalu -hohoho- aku, IbankWelly, dan Syiha mendadak mendamparkan diri di Pantai Cirewang.
Pantai Cirewang
Jadi ceritanya setelah hunting foto Ki Tambleg di Perum Sang Hyang Seri Ciasem, mengingat hari masih cukup terang, sekitar pukul 14.30-an WIB, tiba-tiba saja di perjalanan pulang terpikirkan untuk main-main dulu. Main kemana? Itu yang kami pikirkan sepanjang perjalanan pulang ketika masih berada di Jalur Pantura. Setelah diskusi singkat, mempertimbangkan ini-itu, akhirnya kami memutuskan untuk main ke Pantai Pondok Bali. Dari Pamanukan, kami banting setir ke kiri jalan, ke arah Pantai Pondok Bali. Sambil meraba-raba jalan, kami terus mendekati Pantai Pondok Bali.
ki-ka: pantai, teluk - hanya dipisahkan oleh daratan kecil
Di perjalanan menuju Pantai Pondok Bali, sekilas aku melihat ada baligho bertuliskan Pantai Cirewang. Tapi awalnya aku tidak bisa membaca dengan jelas apa yang tertulis di baligho itu. Kemudian aku ingat, aku pernah membaca info mengenai pantai baru di dekat Pantai Pondok Bali. Eeh setelah aku menceritakan pantai baru yang aku lupa namanya itu, aku menemukan baligho yang bertuliskan Pantai Cirewang lagi. Kali ini terbaca jelas. Kubilang, "Naah itu tuuh, Pantai Cirewang!" Mobil terus melaju... Hingga akhirnya di suatu pertigaan. Lurus: Pantai Pondok Bali, 4 Km, kanan: Pantai Cirewang, 7 Km.
dermaga Teluk Cidaon
Kami mulai galau. Ke Pantai Pondok Bali sesuai dengan rencana awal atau banting setir ke Pantai Cirewang. Dengan keputusan kilat, akhirnya Pantai Cirewang lah yang kami pilih. Alasannya karena aku tahu bahwa Pantai Cirewang ini adalah pantai baru yang konon katanya belum terjamah, tidak seperti Pantai Pondok Bali yang sudah kotor di sana-sini, tidak terawat. Belok kanan lah kami... Menempuh 7 Km perjalanan selanjutnya. Yang kemudian disuguhi oleh indahnya jalan becek, rusak, setapak, dan berlumpur. Maknyus deh jalannya. Hehehe...
mangrove di Pantai Cirewang
Sesampainya di Kampung Cirewang, kami kebingungan. Pantainya manaa? Selidik punya selidik, ternyata untuk menuju ke pantai harus ditempuh dengan perjalanan menggunakan perahu menyusuri sungai. Pantas saja... Kupikir kami tersasar :D Biaya perahunya Rp 15.000/orang (PP, unlimited time, ditunggu sepuasnya). Lumayan kan, murah biayanya.. Apalagi setelah tahu dengan perahu itu kami akan diajak berwisata mangrove dan wisata teluk. Beuuhh 15.000 itu mah gak ada apa-apanya. Wisata pantai yang unik, harus naik perahu dulu melewati sungai. Belum lagi pemandangan mangrovenya di sepanjang sungai sampai pantai yang memanjakan mata. Sejauh yang pernah kualami, mana ada pengalaman seperti ini di pantai lain... ;)
mangrove di Pantai Cirewang
Sepanjang perjalanan menyusuri sungai, kami disuguhi oleh pemandangan mangrove yang berjejer cantik. Makanya kukatakan ini adalah wisata mangrove. Sungai yang harus kami lalui lumayan panjang. Kami membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit menggunakan perahu untuk sampai ke Pantai Cirewang. Aku jadi dejavu, ingat waktu KKL ke Bali dan Lombok bulan Mei tahun lalu, setiap hari perahu-perahuan mulu, jadinya rada enek sama perahu *eh *oops :P But it was different! Ini adalah pengalaman berbeda di tempat dan waktu yang berbeda. Karena sejatinya manusia memang tidak bisa mengulang sejarah kan ;) Kecuali kalau kamu penganut paham reinkarnasi.
Sungai pun berlalu. Di hadapanku sudah tersaji hamparan air yang luas membentang. Kupikir kami akan berujung di muara, kemudian ke pantai. Ternyata di sana kami dipertemukan dengan teluk. Lucunya, aku dan Welly sempat ketakutan, "dimana inii?" Hahaha... Padahal teluk, bukan laut. Pantas saja airnya tenang :D Teluk itu bernama Teluk Cidaon. Dari teluk, kami mendarat langsung di pasir Pantai Cirewang. Konon pasir pantai itu adalah tanjung yang dulunya belum terbentuk. Dulunya tidak ada daratan itu. Jadi antara pantai dan teluk dulunya bersatu, dulunya mereka adalah laut, bukan pantai dan teluk. Daratan itu mulai terbentuk sejak tahun 2000-an. Waah keren yaa, subhanallah :))
Teluk Cidaon
Oh ya, Pantai Cirewang ini terletak di Kampung Cirewang, Kecamatan Legonkulon, Subang. Jadi sudah bukan termasuk wilayahnya Pamanukan lagi. Pantai Cirewang terletak di antara Pantai Pondok Bali dan Pantai Patimban, yang kesemuanya berada di tiga kecamatan berbeda.

Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di sana karena langit sudah mulai mendung. Dan iya saja, di perjalanan pulang, kami kehujanan, deras sekali. Aku dan Welly bukannya sibuk menyelamatkan diri dari hujan, malah sibuk menyelamatkan kamera. Hahaha :P 
Dadaah Cirewang... Kami harus pulang... See you next time ;)

Jadi... Gimanaa? Apa kabar Pantai Cirewang dan Teluk Cidaon? Semoga kalian diselamatkan dari bencana banjir yang menghampiri. Doakan sama-sama yuuk untuk Subang dan Indonesia....!! Al-Faatihah...  ^^

by. si Famysa, amateur traveller

Mijn Vriend