Jumat, 10 Mei 2013

Love Management by Darwis Tere Liye

Minggu, 28 April 2013 lalu, aku bersama Mba Yaya dan Rizqi mengikuti Seminar Muslimah yang diselenggarakan oleh Rohis KU dan Fosimmik Undip. tema seminarnya itu 'The Power of Love Management', pembicaranya Tere Liye dan 2 couple dokter.
sebelumnya aku malah tidak tahu loh kalau temanya itu tentang cinta. pokoknya Tere Liye saja lah. apapun temanya, pokoknya Tere Liye. ahihii... padahal sebenarnya aku juga bukan fans beratnya Tere Liye. baca novelnya saja baru satu biji, hehehe... #nahlooh terus kenapa aku tertarik ikut seminarnya?? karenaaa... aku sukkaaa tentang dunia tulis-menulis. aku juga penasaran pada sosok Tere Liye yang karyanya sangat luar biasa, sampai-sampai sudah lebih dari satu karya yang difilmkan.

langsung saja ya... ini nih oleh-olehnya dari Bang Tere ;)
apa itu cinta?
kenapa banyak orang yang galau karena cinta?
hmm....

sebenarnya jatuh cinta itu boleh-boleh saja... karena cinta adalah cara Tuhan untuk membuat hidup kita seimbang. tapiii... kalau kita memang telah jatuh cinta, so what? kita mau ngapain? masa iya kita mau mengungkapkan perasaan kita, atau istilah kerennya 'nembak', lalu pacaran gitu...
nah... kalau Bang Tere sih punya 4 poin so what ketika kita dilanda yang namanya jatuh cinta. siaaaap nyimaaak?? siaaap yaaa!! :D

pertama, kekuatan tidak bilang
ketika kita tidak bilang itu, bukan berarti kita sedang memupuk benih-benih jerawat looh.. tapi ketika kita tidak bilang itu sebenarnya harus diimbangi dengan kesiapan untuk berusaha jadi yang lebih baik. kita bersaing dengan diri kita sendiri yang sedang jatuh cinta. jadikan kekuatan cinta yang kita punya itu sebagai cambuk agar kita sekuat tenaga memperbaiki diri. jadikan cinta yang kita punya sebagai motivasi belajar, motivasi bekerja, motivasi berbisnis, dan motivasi-motivasi lainnya. toh kalau kita bilang pun, kita tidak bisa menjamin kita bakal jadi apa dan siapa kaan... justru kebanyakan malah jadi terpuruk dan terkungkung karena cinta yang kita 'bilang' di awal.

kedua, hakikat menunggu
simak tiga ilustrasi tentang Si Anak dan Si Ibu berikut dengan seksama yaa :D
suatu hari, Si Ibu meminta Si Anak untuk menemaninya ke pasar. sampai di pasar, Si Ibu meminta Si Anak untuk menunggu di luar pasar saja, tidak usah ikut ke dalam. Si Ibu akan kembali lagi setelah dua jam berbelanja.
ilustrasi satu, Si Anak ngedumel kesal karena menunggu lama. sambil menunggu, Si Anak teruuuuss saja mengomel dan menggerutu sendiri. sampai kemudian Si Ibu keluar dari pasar, Si Anak berarti telah menyelesaikan tugasnya, yaitu menunggu Si Ibu.
ilustrasi dua, Si Anak menunggu dengan tenang tanpa ngedumel. keep calm gitu deh. pokoknya Si Anak yakin kalau Si Ibu pasti akan kembali lagi setelah dua jam. sampai kemudian Si Ibu keluar dari pasar, Si Anak berarti telah menyelesaikan tugasnya, yaitu menunggu Si Ibu.
ilustrasi tiga, Si Anak menunggu Si Ibu tanpa ngedumel, tetapi sambil aktif mencari kegiatan lain yang dapat memberi manfaat bagi dirinya. Si Anak menghampiri tukang parkir, mengobrol, lalu mendapat ilmu. Si Anak mengobrol dengan tukang es cendol, mengobrol, lalu mendapat resep cendolnya. Si Anak tidak bisa diam di tempat. ia ke sana-ke mari mencari hal-hal baru. menunggu selama dua jam pun menjadi tidak terasa lama. sampai kemudian Si Ibu keluar dari pasar, Si Anak berarti telah menyelesaikan tugasnya, yaitu menunggu Si Ibu.
so, kita mau menjadi waiters yang mana nih? tinggal pilih... bahkan masih banyak lagi ilustrasi lain yang mungkin akan terjadi ;)

ketiga, hakikat berharap
sebenarnya kita tidak tahu mana yang baik atau yang buruk. bisa jadi sesuatu yang kita anggap baik, ternyata itu buruk di mata Alloh. bisa jadi yang terbaik untuk kita menurut Alloh adalah sesuatu/seseorang yang tidak pernah kita duga sebelumnya. karena yang terpenting itu bukan hasilnya, melainkan prosesnya. bagaimana proses kita menahan untuk tidak bilang, bagaimana proses kita selama menunggu, bagaimana proses kita dalam pengharapan :) kita itu... berharaplah pada Yang Maha Tempat Semua Pengharapan Bermuara..

keempat, "wisdom" pergi
kadangkala dengan pergi, kita bisa tahu bahwa itu cinta sejati atau bukan. cinta sejati akan terlihat justru ketika kita pergi. tinggalkanlah jika kita tidak siap untuk serius... tinggalkanlah jika kita hanya ingin pacaran.. karena pacaran itu fatamorgana.

ketika kita jatuh cinta, bersyukurlah... karena itu tanda bahwa kita adalah manusia normal yang tak luput dari nafsu. tapi sudah, stop sampai di situ, jangan lakukan apapun. kecuali melakukan/menyibukkan diri dengan hal-hal positif. kalau galau-galau banget, curhatnya ke orang tua, atau ke teman yang baik (baik dalam artian agama dan ilmunya). pokoknya jangan sampai kita merusak diri sendiri ketika kita jatuh cinta. nanti ketika kita sudah siap, baru tuh sampaikan perasaan kita pada white rabbit kita #istilah dari drama Korea, arti gaulnya kecengan. hehehe
setiap waktu (untuk mengungkapkan) adalah momen terbaik, tergantung kitanya. mau kapan menikahnya? kalau mau bulan depan, ya boleh laah diungkapkan sekarang :P
"percayalah kisah cinta kita bisa sama spesialnya seperti kisah cinta orang lain, sepanjang dilengkapi dengan pemahaman dan ilmu yang baik" ~closing statement, Tere Liye~

by. si Famysa, jadi jurnalis seru kayaknya :D

25 komentar:

  1. wew, sukses ya

    Kunjungan Malam Kawan...

    BalasHapus
  2. halo, calon jurnalis! ^_^ keren reportasenya.

    BalasHapus
  3. Yah begitulah, terkadang bisa tersesat karena cinta. Seperti halnya saya, lama saya berfikir bahwa saya sedang dimabuk cinta, ternyata itu hanya sebuah ego. Memang cinta dan ego itu beda tipis.. :(

    BalasHapus
  4. Iya bener.. Kadang akal ini kalah oleh perasaan, jadinya ya salah menerjemahkan ego menjadi cinta. Hmm

    BalasHapus
  5. Kalau aku seh milihnya dulu menunggu, ya harus cowok lah yang aktif, kalau gak masih banyak yang lain, huehehehehe..

    tapi menikah aja deh yang paling bener ;)

    BalasHapus
  6. hmmm ...
    hemmmm ...
    heemmmm ...
    menyimak saja dah :P

    BalasHapus
  7. @niee: iyaa emang ini ditujukan buat cewek kok, kan seminar muslimah :D
    yup, nikah ajaa. hehe

    @Tiara: ini bocah dasar yg lagi jatuh cintaa :P

    BalasHapus
  8. aku juga salah satu pengagum tulisan tere liye, kak :)
    jelas bermakna,,, dakwah tersirat.

    BalasHapus
  9. Reportasenya keren. Jarang loh ada yg menyimak dengan detail.
    Semoga beneran jadi reporter ya. Amiin.

    BalasHapus
  10. bukan'a setiap cinta itu spesial, cuma kita aja yang tidak sadar atau gengsi untuk mengungkapkan'a :)
    foto bang tere'a, kurang jelas nih, hehehe

    BalasHapus
  11. Wow baru tahu kalo beliau mengisi acara seperti ini.
    Hm ... boleh juga 4 cara itu ...

    BalasHapus
  12. Syifa.. hakikat menunggu dan hakikat berharapnya tarakdungces banget deh :D

    BalasHapus
  13. @gulunganpita: iya... tapi asyiknya beliau menyampaikan dakwahnya pake gaya gahoool.. jadi betah nyimaknya :)

    @tante Susi: aamiiin :)

    @bang Andy: yup.. bagiannya cowok tuuh :P

    @tante Niar: sama tante, aku juga baru tau. he

    @kak Cita: iya kak, tarakdungces lah pokoknya :D

    BalasHapus
  14. terimakasih atas informasinya sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus
  15. Tulisannya bagus Syifa, kakak jadi jatuh cinta lagi pada cinta lama.

    BalasHapus
  16. wah, nice. aku suka dengan part "hakekat menunggu" itu :)

    BalasHapus
  17. Tulisan yang bagus Syifa, Kak Adi jadi jatuh cinta lagi pada cinta lama.

    BalasHapus
  18. @fatimah: sama.sama :)

    @kak indi: makasih kak ndi :) sama aku jg suka bagian itu kak. :)

    @kak adi: haibara? :P

    BalasHapus
  19. Hahahahaa... itu mah tokoh fiksi.

    BalasHapus
  20. wah keren ya bu kalau langsung dngr dr pak tere..

    BalasHapus

hatur nuhun kana kasumpingannana :) mangga bilih aya kalepatan atanapi aya nu bade dicarioskeun sok di dieu tempatna..

Mijn Vriend