Jumat, 19 Oktober 2012

Mamah Kami & Mamah Mereka

mamah kami dan mamah mereka sama-sama orang kampung. kami dan mereka juga sama-sama orang kampung. bedanya, mamah kami berpendidikan (sarjana). sedangkan mamah mereka hanya lulusan SMP.

mamah kami tidak pernah bawel menyuruh ini-itu pada kami. mamah kami membiarkan anak-anaknya tumbuh sesuai kemampuannya. meskipun hidup di kampung yang you know sendiri, akses untuk apa-apa susah, jauh dari kata modern, dan sangat jauh tertinggal dari kota. tapi mamah kami sangat menyupayakan yang terbaik bagi kami. 
adikku sangat suka menggambar. saking sukanya, adikku bisa menghabiskan sebuku gambar dalam waktu sehari. tapi walaupun suka menggambar, adikku kadang tidak terima jika dia tidak bisa menjadi juara dalam lomba menggambar/mewarnai. aku sering meminta dia agar tidak menyerah ikut lomba-lomba sejenis lagi. tapi dia tidak mau. kata mamah, 'sudah biarkan saja, Dede memang begitu. tidak bisa menerima kekalahan'. 
aku sangat suka membaca dan ketergantungan pada susu. walaupun dulu ekonomi keluarga sedang krisis, mamah selalu mengupayakan agar bapa tetap rutin membelikanku majalah Bobo dan juga susu. walau hanya majalah Bobo edisi lama yang sudah usang dan lepek, yang bapa dapatkan dari penjual buku bekas, aku sudah sangat senang. yang penting aku bisa membaca. kata mamah, waktu kecil sebelum sekolah SD aku berusaha mati-matian mengeja huruf agar bisa membaca. karena tidak juga bisa membaca, aku sering menangis dan memaksa mamah terus mengajariku membaca. hingga kini aku masih sangat ingat momen itu.  
mamah tidak pernah rewel menyuruh kami solat. jika kami membandel tidak juga solat ketika mamah mengajak, mamah hanya akan berujar, 'siapa yang bisa jamin satu detik kemudian kamu masih bisa menghirup udara'. atau kalau adikku malas-malasan solat Jumat, mamah tidak akan memaksa, mamah hanya berujar 'kalau tidak Jumatan berarti Dede pengen jadi perempuan'. ketika rumah berantakan, mamah juga tidak akan menyuruh kami membereskannya. mamah hanya bertanya, 'emangnya enak ya rumahnya berantakan gini?' dan ketika kami menjawab 'enak', mamah akan membalas 'ya sudah biarkan saja tetap seperti ini'. bahkan ketika aku mengeluh malas kuliah karena banyak tugas, mamah hanya berkata 'lanjutkan saja. apalagi waktu jaman mamah kuliah mah bikin tugas tuh ngetiknya satu-satu, pegel.'
hahahaa.... jadi tidak ada waktu untuk kami mengeluh atau malas-malasan. mamah membuat kami kuat. mamah selalu mendengarkan kami ketika kami bercerita. mamah bisa diajak diskusi. mamah bisa diajak bercanda dan bermain. mamah masih mau tidur bersama kami.
mamah tidak pernah menyuruh tanpa memberikan contoh terlebih dahulu. kalaupun kami tidak mau melakukan apa yang mamah suruh, mamah tidak akan marah atau mengomel. toh selama mamah bisa melakukannya sendiri, mamah pasti akan melakukannya sendiri. 
mamah membentuk kami menjadi anak yang kuat dan mandiri. walau orang kampung, aku sekarang bisa berdiri sejajar dengan orang kota. walau orang kampung, adikku sekolah SMPnya saja di pesantren internasional. terima kasih, mamah :*

mamah mereka, aku tidak banyak tahu. satu yang pasti, aku tidak nyaman ketika berada di rumah mereka dan mendengar mamah mereka menyuruh dengan mengomel. tapi ada juga yang membuatku iri, mereka jadi bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa aku lakukan. yaitu memasak. parah yee si aku anak gadis gak bisa masak. wkwkwk

terima kasih banyak mamah kami, terima kasih juga untuk mamah mereka :*

by. si Famysa :)

13 komentar:

  1. mamah kami & mamah mereka mamah q juga,,
    hehehehehe

    BalasHapus
  2. sedihnya inget gua yg ga pernah ngerasain belaian hangat dari si mamah .
    jaga mamah km baik2 ya :)

    BalasHapus
  3. oops, i'm sorry to hear that, Dear.
    yup, pasti :)

    BalasHapus
  4. yg membentuk karakter seorang anak itu peran mamah sangat besar.. Catatan tambahan : ayo mulai belajar masak.. hehe..

    BalasHapus
  5. @ke2nai: maunya siih.. tapi udah candu sama belajar & kuliah, jadinya belajar masak terabaikan mulu. hehe

    BalasHapus
  6. ikut menyimak artikel nya gan http://ghanylatip.blogspot.com/

    BalasHapus
  7. ayo mulai belajar masak.. hehe..

    BalasHapus

hatur nuhun kana kasumpingannana :) mangga bilih aya kalepatan atanapi aya nu bade dicarioskeun sok di dieu tempatna..

Mijn Vriend