Senin, 29 Agustus 2011

Keahlianku: Mencari Uang; Hobiku: Menghabiskan Uang

maksud dari judul di atas bukan untuk menyombongkan diri karena saya kaya, karena saya rajin atau apa pun. saya cuma mengutip perkataan seorang tokoh utama dalam drama Korea, Secret Garden. saya tidak akan menceritakan tentang alur cerita dari drama tersebut. saya cuma ingin berbagi tentang 'saya dan uang'. wow! mungkin agak-agak gimana gitu ya.. tapi memang betul inilah saya. bagaimana dengan anda, saya tidak tau.
saya yang dulunya rajin ikut organisasi (kelewat rajin malah), ini ikut, itu ikut, semua ikut.. sekarang merasa berbeda 180 derajat. tiba-tiba saya berpikir untuk apa saya terlalu sibuk berurusan dengan yang namanya organisasi, yang paling-paling cuma (maaf ya) hanya memberi sekedar pengalaman saja, tapi manfaat nyatanya tidak terlalu terasa oleh saya pribadi. gampangnya gini deh, organisasi tidak menghasilkan uang untuk saya. sekarang saya lebih selektif dalam memilih kegiatan. bermanfaat dan yang baik-baik mah tentu dong harus. tapi sekarang ada tambahannya, yaitu pertanyaan tentang: apakah organisasi ini dapat memberikan sesuatu untuk saya, yang lebih dari sekedar pengalaman? dari pertanyaan tersebut, saya mendapatkan jawaban bahwa saya akan mengikuti organisasi Forum Lingkar Pena (FLP) untuk manjembatani saya menggapai cita-cita menjadi seorang penulis. selain itu saya juga merasa perlu mengikuti organisasi Rohani Islam (Rohis) untuk mengisi ulang iman saya. ok, apakah sampai di sini anda dapat menangkap maksud saya?
selebihnya, saya tidak merasa perlu mengikuti organisasi-organisasi macam-macam lagi. yang saya perlukan kini adalah sesuatu yang dapat menghasilkan uang.
--sekarang kita masuk ke intinya #jadi dari tadi tuh apa?? =="--
awal mula kenapa saya sangat ngotot harus punya banyak uang adalah dari kondisi keluarga. bukan karena orang tua saya tidak mampu, tetapi karena sesuatu hal yang sangat sensitif yang tidak bisa saya ceritakan di forum umum. saya mulai berpikir bagaimana caranya agar saya bisa tetap hidup tanpa tiap bulan meminta uang pada babeh saya. 
kala itu kiriman uang bulanan dari babeh agak sedikit macet. kan malu juga jika saya harus menagihnya terus setiap hari. sudah tau tanggungan babeh saya itu bukan hanya saya seorang, masa sih harus dengan wajah polos tetap merengek minta uang dikirimkan segera tidak mau tau alasan apapun pokoknya harus segera ada. memang sih saya berhak untuk itu, karena kewajiban seorang ayah adalah menafkahi anaknya. tapiiii.... saya bisa dibilang amat gengsi untuk minta uang duluan pada orang tua, sebelum merekanya sendiri yang memberi. entah rasa gengsi itu merupakan musibah atau anugrah, yang jelas saya berterima kasih pada gengsi saya. bermula dari gengsi, mengakibatkan selama lima bulan hidup di Semarang saya sama sekali tidak mendapat kucuran dana dari bos uang saya. saya berusaha sekuat tenaga untuk bisa bertahan dengan uang tabungan yang saya miliki. alhasil, tabungan saya (tiga jutaan) musnah selama lima bulan itu. hebat bukan? *menurut saya sih hebat. hehe
alhamdulillahnya... selama lima bulan itu juga saya bisa menggunakan otak saya untuk berpikir, berpikir untuk menghasilkan uang. mungkin bisa dibilang lima bulan itu adalah proses penggodokan agar saya menjadi matang dan mandiri. 
mulanya saya hobi berbelanja, atau hanya sekedar cuci mata ke tempat perbelanjaan (apapun itu). lama-lama saya mulai berpikir bagaimana caranya agar saya bisa membeli semua itu walaupun tidak untuk memilikinya. saya ingin membelinya karena saya ingin mencobanya (tapi tidak di kamar pas). tiba-tiba ide cemerlang muncul saat saya membeli gelang-gelang di Prambanan, Jogja. usaha saya bermula dari situ, ya, menjual gelang-gelangan, kalung, bros, gantungan kunci, kipas, dll. dengan modal 100ribu, saya bisa memperoleh untung 50ribu. lumayan kan? sempat bosan dan ribet dengan usaha ini, akhirnya saya iseng menawarkan kaos Dagadu Jogja pada teman-teman saya di Subang. hasilnya ada beberapa orang yang nitip dibelikan. dan terpikirlah ide untuk berjualan online di jejaring sosial, termasuk di blog ini. dari mulai Dagadu, saya juga memasukkan beberapa hasil kerajinan tangan dari Prambanan. dan, wow! kantong saya agak sedikit menebal ternyata. lumayan deh sekitar (tiiiiiit) perbulan. hehe *rahasia dong :D
saya kembali tidak puas dengan hanya itu saja. karena saya masih mempunyai mimpi ingin berjualan batik. hingga akhirnya suatu hari saya menemukan jodoh dalam hal ini. jadilah saya berjualan batik :D sedikit merepotkan memang... setiap pulang kampung saya harus selalu membawa barang banyak (pesanan orang gitu loh). 
namun lagi-lagi saya merasa tak cukup puas dengan berjualan online. akhirnya saya mulai merambah dunia nyata (bukan dunia maya: online), dengan berjualan buku. Kemurahan Allah memang selalu berada di sisiku. alhamdulillah ya Robb... :)
dengan penghasilan yang saya dapatkan dari berbisnis online, kini saya tidak lagi takut jika babeh tidak memberi kucuran dana. tidak seperti duluuu... gengsi padahal tidak punya. tapi kini.. gengsi tapi kan punya. ehehehee
kini saya mulai mengerti apa fungsi kepemimpinan dan administrasi dalam dunia nyata. saya mulai bisa membuka diri, saya lebih percaya diri, saya memiliki banyak koneksi, saya lebih mantap bahwa saya kelak akan menjadi orang kaya! :D
saya juga bisa lebih leluasa berbelanja untuk saya pribadi dengan uang yang ada di kantong saya. apakah saya boros? menurut saya tidak. karena uang memang untuk dimanfaatkan, bukan untuk ditimbun. silahkan artikan sendiri maknanya. hehe.. eh tapi statement tadi itu kata mamah saya tercinta looh...
pernah saya berbincang-bincang tentang bisnis saya dengan salah satu teman kampus saya. dan dia berkata kurang lebih seperti ini, "bagus deh, Syif.. udah mulai mikir bisnis. emang udah seharusnya... kita harus malu kalau sampai detik ini masih merepotkan orang tua terus. kasihan tho yo orang tua kita udah terlalu lama kita porotin duitnya. sekarang kan kita udah dewasa, sedikitnya mulai mikir deh untuk biaya hidup sendiri. walaupun memang tidak bisa sepenuhnya."
eh iya... bicara soal uang atau kaya, Aa Gym berkata seperti ini, "saya tidak ingin kaya, tetapi saya harus kaya!". terus memang umat Islam itu harus kaya. dengan uang/harta yang kita miliki, (tidak munafik) kita bisa lebih menyempurnakan ibadah kita. kita mau sodakoh, perlu harta kan.. masa iya mau sodakoh senyum terus-terusan sih. buat yang cewek-cewek pengen berjilbab, perlu harta juga kan untuk membeli segenap perkakas jilbab itu. mau solat juga kita perlu harta untuk membeli seperangkat alat solatnya. tentunya kita tidak mau meminta-minta atau meminjam barang orang lain terus kan? Islam tidak menganjurkan hal itu. dan kasarnyaaa... di dunia ini tidak ada yang gratis, segalanya butuh uang walaupun uang memang bukan segala-galanya.
aku merasa sangat senang dan bersyukur dengan hidupku yang sekarang. semoga aku bisa mempertahankan dan terus mensyukuri nikmat ini. segala macam ujian yang pernah datang menghampiri memang untuk mendewasakanku. ya, aku yakin itu. ;)
ini adalah salah satu cara saya untuk beruang. bagaimana dengan anda??
sukses untuk kita! mari menjadi orang kaya yang beriman dan bertakwa ;D

by. si Famysa orang kaya ;D

12 komentar:

  1. Budiman As'ady29 Agustus 2011 04.09

    wow... semoga terwujud mimpi yang ingin dicapai, dan Allah selalu memberkahi.

    "Ied Mubarok, Pinta maaf atas segala khilaf

    BalasHapus
  2. Hahahaa...keren syif...lama mb ga sempat bewe...baca postingan syifa' mb selalu senyum geli dan percaya sepenuhnya bahwa syifa adalah seorg anak yg mandiri dan tegar...^__^
    Senang mengenalmu syif...semoga kpn2 kita bisa jumpa yah...ayo mampir lagi ke blog mb kalo ada waktu...^^
    Happy aidil fitri yah...maafkan segala silap dan salah mb ya...

    BalasHapus
  3. @Budiman: aamiin... terima kasih :) sama-sama.. sfa pribadi juga mhon maaf lahir dan batin.. selamat hari raya idul fitri ^^

    @Mba Nick: ahihii... makasih-makasih mba.. tar aku ke jogja lagi harus ketemu pokoknya ya. hhe.. aku pngeeeen banget mampir ke blog mba, ke blog temen2 lainnya juga, tapi koneksi terbatas alias susah nih di rumah. huhuu
    sama-sama ya mba.. maafkan juga segala khilaf dan salah sfa. selamat hari raya idul fitri :D

    BalasHapus
  4. Apakah.. zodiak kamu Pisces?
    Kalo iya, berarti bener, sama dengan saya, orang berzodiak Pisces itu boros... sulit menahan nafsu belanja..

    BalasHapus
  5. ahaay ktauaaan... bener banget bang. pengamat astrologi euy bang asop :D

    BalasHapus
  6. aamiin :D klo kaya ajak-ajak aja ya neng :)
    uang is not everything but everything needs money right :)

    BalasHapus
  7. Kamu hebat sekali, ya. intuisi bisnisnya jalan. Semoga keinginan kamu cepat tercapai, ya.
    Aku juga belajar dari sini, semoga sama2 cepat kaya. ;)

    BalasHapus
  8. ikut sebuah organisasi perlu untuk menambah pengalaman dan wawasan, namun uang dapat memberikan sesuatu bagi kita juga perlu untuk menambah kekuatan dalam berorganisasi

    nyambung kagak ya?? pokoknya kantong isi iman juga tambah gemuk aja

    salam dari pamekasan madura

    BalasHapus
  9. @tante Susi: berawal dari iseng tan. hehe..
    aamiiin ya Alloh :D

    @Hadi: sip deh kak! aku setuju :D kalo gag nyambung ya sambung2in aja kak. hehe
    salam jugaa ^^

    BalasHapus
  10. persis, terimakasih pencerahannya :D

    BalasHapus

hatur nuhun kana kasumpingannana :) mangga bilih aya kalepatan atanapi aya nu bade dicarioskeun sok di dieu tempatna..

Mijn Vriend